
Ayah Ito yang sudah sampai di rumah sang Kakak, langsung saja segera masuk ke dalam kamar Alva.
Sesampainya di dalam kamar Alva, Ayah Ivar dan Cio pun sedikit menghindar, untuk memberikan ruang kepada Ayah Ito yang ingin memeriksa keadaannya si L.
" Alva di mana Kak?? ",, tanya Ayah Ito sebelum memeriksa keadaannya si L.
" Lagi mengambil air minum di dapur ",, jawab Ayah Ivar.
Ayah Ito hanya diam saja, dan dia lalu memeriksa keadaannya si L yang ternyata cuma pingsan karena terkejut, bukan karena hantu seperti kemarin.
" L tidak kenapa-kenapa Kak, dia baik-baik saja ko, bukan karena hantu seperti kemarin ",, kata Ayah Ito.
" Yang bilang L pingsan karena hantu siapa Pietro?? ",, kata Ayah Ivar.
" L ini pingsan memang karena terkejut melihat Alva memakai masker wajah tadi",, kata Ayah Ivar lagi.
" Lalu, Kakak menyuruhku untuk datang ke sini untuk apa?? ",, tanya Ayah Ito.
" Iya itu, untuk memeriksa si L, siapa tahu dia membutuhkan obat khusus darimu ",, jawab Ayah Ivar.
" L tidak perlu obat khusus dariku Kak, cuma aku pukul saja, dia pasti sudah sadar ",, jawab Ayah Ito sambil memukul kepala L.
Kebetulan bersamaan Ayah Ito memukul kepala si L, Alva baru saja masuk ke dalam kamar, dan dia sangat terkejut melihat apa yang baru saja dilakukan oleh sang Paman kepada suaminya.
" Eh, kenapa Paman memukul kepala si L?? ",, tanya Alva dengan nada yang terdengar terkejut.
Sedangkan Ayah Ivar yang melihat kelakuan sang adik, dia memilih memejamkan matanya, sambil menghela nafasnya saja.
" Memangnya kenapa,? lihat tuh, sudah bangun kan suami kamu?? ",, kata Ayah Ito kepada Alva.
Alva lalu mendekati si L dan tidak mempedulikan sang Paman.
" L, kamu tidak apa-apa?? ",, tanya Alva.
" Kepalaku sakit sekali ",, jawab L sambil mengusap kepalanya yang tadi dipukul oleh Ayah Ito.
Ayah Ito hanya diam saja, berpura-pura tidak tahu, ketika L berkata seperti itu, sedangkan Ayah Ivar pun sama saja, tapi tidak untuk Cio, karena dia memilih berkata jujur kepada sang Kakak ipar.
" Iya karena tadi kepala Kakak, baru saja dipukul sama Paman Pietro menggunakan linggis ",, kata Cio memprovokasi.
Ayah Ito yang mendengar, gantian sekarang dia memukul kepala Cio, hingga membuat Cio langsung cemberut sambil mengusap kepalanya yang sakit.
" Sudah, jangan hiraukan mereka L, kamu istirahat saja, keadaan di sini sudah mulai membaik ko ",, kata Ayah Ivar.
" Ayah, L mau mengajak Alva pulang saja, karena rasanya, kita sudah terlalu lama berada di sini ",, kata L kepada Ayah Ivar.
" Iya terserah kamu saja, lagi pula Alva sudah menjadi tanggung jawabmu ",, jawab Ayah Ivar.
" Bagaimana sayang, apakah kamu mau?? ",, tanya L kepada Alva.
__ADS_1
" Iya aku mau, ke mana pun kamu pergi aku akan selalu ikut ",, jawab Alva, dan L langsung saja tersenyum senang.
" Aku pulang, di sini sudah tidak ada yang membutuhkan bantuanku lagi ",, kata Ayah Ito.
" Pulanglah saja Paman, daripada di sini, nanti kepalaku semakin tambah benjol saja ",, jawab Cio kepada Ayah Ito.
Ayah Ito langsung menatap Cio dengan tatapan mautnya, dan Cio yang ketakutan, langsung bersembunyi dibalik punggung sang Ayah.
Ayah Ito lalu berpamitan pulang kepada sang Kakak, setelahnya, gantian Ayah Ivar yang berlalu ke luar dari dalam kamar si Alva, menuju ke dalam kamarnya sendiri, begitupula dengan si Cio.
Keesokan harinya, seperti perkataan dari L semalam, selesai sarapan, L langsung mengajak Alva menuju ke Bandara terdekat.
Ayah Ivar, Mama Agnes dan juga Cio, mereka bertiga mengantarkan Alva menuju ke Bandara, dan mereka semua berdoa, semoga setelah ini, hubungan rumah tangga Alva dan L baik-baik saja.
Setelah berada di dalam pesawat kurang lebih sekitar empat jam lamanya, akhirnya Alva dan L sampai juga di salah satu Bandara yang ada di London.
Karena tubuh yang belum terlalu fit, Alva sampai muntah-muntah beberapa kali di dalam pesawat, hingga sesampainya di dalam mobil, tubuhnya sudah semakin lemas saja.
L menyuruh kepada anak buahnya, untuk mengantarkannya pulang ke mansion sang Papa saja.
L sudah berani pulang ke mansion, karena dia sudah berhasil membawa pulang Alva, plus hadiah seorang cucu yang sedang dikandung oleh Alva, yang sudah sangat mereka harapkan.
Hari ini, kebetulan Papa Alex sedang sangat malas sekali berangkat ke kantor, jadi di mansion saat ini ada Mama Ana serta Papa Alex.
Kedatangan L ke mansion, di sambut hangat oleh semua orang, dan Liko yang melihat pun, langsung segera melaporkannya kepada Papa Alex serta Mama Ana, yang sedang menonton televisi di ruang Keluarga.
Mendengar jika sang putra sulung sudah berani pulang ke mansion, Papa Alex dan Mama Ana langsung segera beranjak berdiri menuju ke depan.
" Alvaaaaa, L ",, teriak Mama Ana sangat senang sekali.
Mama Ana langsung memeluk L dengan sangat erat sekali, lalu bergantian memeluk Alva yang sedikit lemas tubuhnya.
" Sesuai janji L, Ma, Pa ",, kata L.
" L sudah berhasil membawa Alva kembali ke sini lagi ",, kata L lagi.
" Iya, Papa percaya, kamu pasti bisa ",, kata Papa Alex sambil menepuk pelan pundak sang putra kebanggaannya.
" Ayo masuk sayang, Mama sudah sangat rindu sekali dengan kalian berdua ",, kata Mama Ana dengan mata yang sedang berkaca-kaca.
Alva hanya mengangguk saja, dan ketika dia mencoba melangkahkan kakinya untuk berjalan lagi, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing sekali, dan pada akhirnya dia pingsan juga.
L yang terkejut, langsung saja menggendong Alva untuk dia bawa ke dalam kamarnya, sedangkan Papa Alex langsung menghubungi Simon untuk segera datang ke mansion nya.
Mama Ana dan Papa Alex benar-benar sangat khawatir sekali, dengan keadaannya Alva yang tiba-tiba pingsan seperti itu.
" Mama sama Papa tenang saja, Alva tidak kenapa-kenapa ko ",, kata L kepada ke dua orang tuanya.
" Tidak kenapa-kenapa bagaimana L,? Alva sedang pingsan lho sekarang ",, kata Mama Ana.
__ADS_1
" Dia cuma kecapekan saja ko Ma, tadi di dalam pesawat dia sudah muntah-muntah beberapa kali ",, jawab L.
" Sebenarnya Alva belum boleh naik pesawat Ma, tapi L memaksa, karena saat ini Alva sedang hamil cucu kalian berdua ",, kata L lagi.
" Hamil!! ",, kata Mama Ana dan Papa Alex secara bersamaan.
" Iya, dia sedang hamil sekarang ",, jawab L sambil tersenyum.
Wajah Mama Ana dan Papa Alex langsung terlihat sangat bahagia sekali, dan tidak lama Simon pun akhirnya datang juga.
Simon langsung segera memeriksa keadaannya Alva, dan setelah beberapa saat Simon selesai memeriksa Alva, dia langsung mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh L tadi, jika Alva cuma kecapekan saja, serta membutuhkan banyak istirahat mulai hari ini.
" Selamat Xander, sebentar lagi kamu akan punya cucu lagi ",, kata Simon kepada Papa Alex.
" Iya, dan dia akan aku pastikan akan menjadi pewaris utama Keluarga Damara ",, jawab Papa Alex merasa bangga.
" Jangan lupa, kamu juga mempunyai si kembar, mereka juga berhak akan kekayaan Keluarga Damara ",, nasihat dari Simon.
" Kamu tenang saja, harta kekayaanku tidak akan habis tujuh turunan ",, jawab Papa Alex.
" Iya-iya-iya, tidak perlu kau perjelas lagi, aku sudah tahu ",, kata Simon.
" Sudah aku pamit dulu, ini aku berikan resep untuk menunjang kehamilannya Alva ",, kata Simon sambil memberikan secarik kertas kepada Papa Alex.
" Jika ingin kontrol kehamilannya Alva, nanti hubungi aku saja, akan ku jadwalkan dengan Dokter Spesialis Kandungan di rumah sakit ku ",, kata Simon kepada L dan semua orang.
" Iya Paman ",, jawab L dan Papa Alex hanya mengangguk saja.
" Selamat ya L, jaga Alva dengan baik, supaya semuanya lancar seperti harapan kita semua ",, pesan Simon kepada L.
" Baik Paman, dengan sepenuh jiwa dan raga, L akan menjaga Alva ",, jawab L dengan mantap.
Akhirnya, Simon pun berlalu juga dari dalam mansion untuk menuju ke rumah sakitnya lagi.
" Kita ke luar yuk Ma, biarkan Alva beristirahat dulu, Mama dengar kan apa kata Simon tadi, kalau Alva harus banyak beristirahat, biar cucu kita sehat ",, kata Papa Alex.
" Iya Pa ",, jawab Mama Ana.
" Nanti Mama akan ke sini lagi ya L, mau melihat Alva ",, kata Mama Ana kepada si L.
" Iya Ma, tidak apa-apa ",, jawab L sambil tersenyum.
Lalu, Mama Ana dan Papa Alex, akhirnya ke luar juga dari dalam kamar si L, meninggalkan L dan Alva berdua saja.
L sangat senang sekali, karena Mama dan Papanya sudah tidak marah lagi dengannya.
Ditambah lagi, dengan kehamilan Alva yang membuat Papa Alex merasa semakin sangat bahagia sekali.
Karena itu artinya, mereka akan mendapatkan pewaris utama selanjutnya di Keluarga Damara.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...