
Setelah bercengkerama seharian dengan Keluarga Daddy Vicktor, akhirnya Keluarga Roderick, dan Keluarga Damara ijin pamit kembali pulang ke Negara mereka masing-masing.
Keluarga Roderick pulang menggunakan pesawat jet milik Ayah Ito, sedangkan Keluarga Damara tentu saja menggunakan pesawat jet milik mereka sendiri.
Di dalam pesawat jet milik Ayah Ito, penuh dengan keluarga besar, namun ada satu orang yang sejak kemarin sering termenung sendiri, siapa lagi jika bukan Aluisa.
Karena semenjak Chan tidak jadi menikah dengan Alva, Ansel sudah tidak seintens dulu menghubunginya atau memberi kabar kepadanya.
Aluisa merasa kehilangan Ansel, dan harinya serasa sepi tanpa ada Ansel yang biasanya cerewet kepadanya.
Ansel tidak marah dengan Aluisa, hanya saja saat ini dia sedang memantapkan diri dan menata hati, supaya jika suatu saat bersanding dengan Aluisa, bisa membuatnya bangga dan menghadapi setiap rintangan yang menghadang cinta mereka.
Berkaca dengan masalah sang kakak, Ansel menjadi tahu, jika cinta bisa kalah dengan kekayaan yang dia punya.
Namun walau begitu, yang Ansel kejar bukanlah kekayaan, tapi kematangan dalam diri, supaya bisa merasa pantas bersanding dengan Aluisa kelak.
Aluisa terus melihat ke arah ponselnya, karena dia sedang menunggu balasan pesan dari Ansel yang sejak kemarin belum membalas pesannya.
Meninggalkan Ansel dan Aluisa, kita beralih lagi kepada Alva dan juga L.
Alva dan L naik pesawat jet pribadi milik si L, sedangkan Papa Alex dan Mama Ana, naik pesawat jet milik Papa Alex.
Sandra tidak ikut pulang bersama mereka, karena dia dan Zuriel harus kembali pulang ke Swedia, sebab sang Kakek dan Neneknya yaitu Papi Denzel dan Mami Tevy sudah sangat merindukan si kembar Krystal dan Quella.
Alva yang saat ini sedang berada di dalam pesawat bersama L, memilih diam saja sambil menutup matanya.
L yang melihat, membiarkannya saja dan dia memilih membaca koran yang dibawanya.
Perjalanan yang akan mereka tempuh tidak terlalu lama, cuma membutuhkan waktu satu setengah jam, untuk mereka semua sampai di salah satu Bandara yang ada di London.
Sedangkan untuk Keluarga Roderick, mereka akan membutuhkan waktu sekitar hampir dua jam untuk sampai di salah satu Bandara yang ada di Negara Moldova.
Setibanya di London, L langsung mengajak Alva untuk pulang ke mansion, sebab itu keinginan dari Mama Ana yang ingin melihat L dan Alva tinggal di mansion.
Saat ini anak Papa Alex yang ada di mansion cuma L saja bersama Alva, karena Sandra harus menetap di Swedia bersama Zuriel, begitupula dengan Adam yang masih berada di Swiss dengan Feyrin.
" Aku mau mandi dulu ," kata Alva kepada L, ketika sudah sampai di dalam kamar.
L hanya mengangguk saja, dan sambil menunggu Alva selesai mandi, dia memilih bert3l4n74n9 dada di dalam kamar.
Alva tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mandi, dan ketika dia sudah selesai, barulah gantian L yang mandi dan bersih-bersih badannya.
Di saat L sudah selesai mandi, dia tidak melihat Alva ada di dalam kamar, sebab Alva tadi sudah ke luar dari dalam kamar untuk melihat-lihat sekitar mansion.
__ADS_1
L yang takut jika Alva akan pergi lagi darinya, dia langsung terburu-buru untuk mencari Alva ke luar dari dalam kamar.
" Apakah kamu melihat istri saya?? ",, tanya L kepada salah satu asisten rumah tangga.
" Nyonya Alva tadi saya lihat berjalan ke taman Tuan L ",, jawab asisten tersebut.
L hanya mengangguk saja, dan dia langsung berjalan menuju ke taman yang di maksud, padahal waktu saat ini sudah menunjukkan pukul enam sore lebih.
L yang sudah sampai di taman itu, langsung melihat Alva sedang menikmati air mancur di depannya dan juga lampu yang sedang menyala terang di situ.
" Alva, aku sudah mencarimu ke mana-mana, aku kira kamu pergi lagi dariku?? ," kata L.
Pandangan Alva langsung teralihkan ke arah L yang baru saja datang dan langsung mengajaknya berbicara.
L langsung duduk di samping Alva sambil merangkul pundak Alva.
" Di sini nyaman sekali L, bisa mendengarkan gemericik air dari air mancur itu ",, jawab Alva.
" Jika kamu suka suara gemericik air, besok ikutlah denganku ",, kata L.
" Ke mana?? ",, tanya Alva.
" Nanti kamu akan tahu ",, jawab L.
" Sudah yuk, kita masuk, di sini banyak nyamuknya, kita pasti sudah ditunggu sama Papa dan Mama untuk makan malam ",, kata L lagi.
Ketika L dan Alva sedang berjalan menuju ke ruang makan, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Papa Alex yang baru saja ke luar dari dalam kamar.
" Kalian berdua dari mana?? ",, tanya Papa Alex.
" Dari taman samping Pa ",, jawab si L.
" Ayo kita makan malam dulu ",, ajak Papa Alex.
Alva dan L hanya mengangguk saja kepada Papa Alex, dan mereka lalu mengikuti Papa Alex dari belakang.
Di ruang makan, ternyata sudah ada Mama Ana yang sudah menunggu mereka semua.
" Eh kalian sudah pada datang ",, kata Mama Ana.
Alva dan L seperti biasa duduk saling bersebelahan.
" Kalau begini kan tidak sepi mansionnya, karena ada kalian berdua di sini ",, kata Mama Ana.
__ADS_1
" Semoga saja kalian berdua segera diberikan momongan, jadi mansion ini bisa semakin ramai ",, kata Mama Ana lagi.
Mendengar perkataan dari Mama Ana, L dan Alva langsung saling pandang, dengan arti pandangan hanya mereka yang tahu.
Selesai makan malam, L mengajak Alva untuk langsung beristirahat di dalam kamar, dan sebelum tidur, Alva sejenak ingin mengajak berbicara si L.
" L, bagaimana jika dua minggu lagi aku meminta pisah darimu?? ",, tanya Alva.
" Apa yang akan kamu lakukan L?? ",, tanya Alva lagi, dan pertanyaan Alva sukses membuat L menatap lekat ke arah Alva.
" Apakah kamu benar-benar tidak bisa memberikan kesempatan ke dua untukku Alva?? ",, tanya L.
" Entahlah L, aku juga tidak tahu bagaimana perasaanku kepadamu?? ",, jawab Alva kepada L.
" Jika itu sudah menjadi keinginanmu, apa boleh buat, dan aku juga sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, semuanya sudah aku coba untuk membahagiakanmu serta membuatmu jatuh cinta kepadaku ",, jawab L kepada Alva.
" Tidurlah dulu, aku ingin ke luar sebentar ",, kata L lagi.
Dan L langsung beranjak dari atas ranjang lalu ke luar dari dalam kamar entah ke mana.
Alva tiba-tiba merasa bersedih, ketika melihat L pergi dalam keadaan yang terlihat tidak baik-baik saja.
Namun Alva tidak bisa banyak bertanya kepada L, karena dia merasa sungkan.
L yang sudah ke luar dari dalam kamarnya, dia memilih pergi ke dalam bar mini yang ada di dalam mansion sang Papa.
L meminum minuman beralkohol sambil terus memikirkan nasib pernikahannya yang belum ada jalan ke luarnya.
" Apa yang harus aku lakukan?? ",, tanya L kepada dirinya sendiri.
" Apakah saat ini memang detik-detik terakhirku bersama Alva ",, kata L lagi.
" Hmm, kalau begitu lebih baik aku kembali lagi ke dalam kamar ",, kata L masih berbicara sendiri.
L lalu ke luar dari dalam bar mini tersebut untuk masuk ke dalam kamarnya lagi.
Alva yang sedang melamun, pandangannya langsung teralihkan ketika melihat pintu kamar terbuka dari luar.
L yang melihat Alva sedang menatapnya, dia memilih diam saja dan tidak mau banyak berbicara kepada Alva serta langsung tidur di ranjang sampingnya Alva.
Selama menikah dengan L, baru malam itu Alva merasa asing dengan L, dan entah kenapa juga hati Alva sangat tidak suka sekali dengan sikap si L malam ini kepadanya.
Malam itu mereka tidur saling membelakangi satu sama lainnya, dan tidak ada pembicaraan berarti sama sekali di antara mereka berdua.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...