
Sesampainya di rumah Ayah Ivar, Mama Agnes sangat terkejut sekali, melihat sang suami dan adik iparnya membantu L yang sedang tidak sadarkan diri untuk masuk ke dalam rumah.
" Lho, L kenapa Ayah, Pietro?? ",, tanya Mama Agnes.
" Dia sakit Mama ",, jawab Ayah Ivar.
" Sakit,!! sakit apa?? ",, tanya Mama Agnes merasa sangat terkejut sekali.
" Sakit apa Alva?? ",, tanya Mama Agnes kepada Alva.
" Diganggu sama para hantu Ma ",, jawab Alva.
" Pfftt!! ",, Mama Agnes sampai mau keceplosan ketawa.
" Ada-ada saja ",, kata Mama Agnes.
Ayah Ito dan Ayah Ivar setelah bersusah payah membawa L naik ke atas tangga, akhirnya mereka bisa juga membawa L masuk ke dalam kamar Alva.
" Alva tolong ambilkan Paman air putih ",, kata Ayah Ito.
" Baik Paman ",, jawab Alva.
Alva lalu mengambilkan segelas air putih untuk sang Paman. Setelahnya, dia berikan kepada Ayah Ito.
" Ini Paman air putihnya ",, kata Alva.
Ayah Ito menerima air putih tersebut, setelah itu, dia memasukan satu butir obat yang sudah diambilnya tadi dari ruang penyimpanan obatnya.
" Jika obatnya sudah larut, suruh L meminum airnya sampai habis ," pesan Ayah Ito.
" Dan ini ada beberapa butir obat, di minum dua jam setelah minum air putih ini ," kata Ayah Ito lagi kepada Alva.
" Baik Paman ," jawab Alva.
" Kalau begitu, ayo kita ke luar, biarkan L beristirahat dulu ," kata Ayah Ito kepada Ayah Ivar dan Mama Agnes.
Ayah Ivar hanya mengangguk saja, dan dia bersama Mama Agnes lalu mengikuti langkah kaki Ayah Ito yang sudah ke luar dari dalam kamar Alva.
Sepuluh menit setelah para orang tua pergi, L pun akhirnya terbangun dan mencoba membuka matanya, bersamaan itu pula, obat tadi sudah larut di dalam air minum.
" Kamu sudah bangun L ",, kata Alva.
" Ayo minum dulu, Paman Pietro menyuruh kamu untuk menghabiskan ini ",, kata Alva sambil memberikan segelas air putih tadi.
L pun menurut, dan tanpa banyak berbicara, dia langsung menghabiskan air minum itu dalam sekali minum.
" Ini air apa, ko pahit sekali?? ",, tanya L.
__ADS_1
" Itu air putih biasa, tapi sudah dicampur obat sama Paman Pietro ," jawab Alva.
" Ko kamarnya berbeda, kita ada di mana?? ",, tanya L.
" Kita sudah pulang ke rumah Ayah, Papi ",, jawab Alva.
" Masa kamu tidak sadar sama sekali, ketika dibawa ke sini sama Ayah dan Paman?? ",, tanya Alva.
" Entahlah, rasanya antara sadar dan tidak sadar, karena kepalaku rasanya sangat pusing sekali ",, jawab L.
" Tenanglah, sekarang kita sudah tidak tinggal di rumah Paman yang ada di tengah hutan ",, kata Alva.
" Sungguh?? ",, tanya L merasa senang, dan Alva langsung mengangguk saja.
" Iya, sudah kamu istirahatlah lagi, aku mau ke kamar mandi dulu, nanti setelah dua jam, kamu harus meminum semua obat ini ",, kata Alva.
" Banyak sekali ",, kata L.
" Entahlah, disuruh Paman Pietro ",, jawab Alva.
" Apakah bisa dipercaya Paman kamu itu Alva,? kenapa Paman kamu memberikan obat sebanyak ini untukku?? ",, tanya L.
" Untuk soal obat, Paman Pietro tidak perlu diragukan lagi, bahkan dulu yang membantu Aunty Molly melahirkan ya Paman Pietro ",, jawab Alva.
" Hah!! ",, kata L sangat terkejut.
" Jadi, daripada kamu terus terkejut dan tambah pusing, lebih baik tidurlah lagi ",, kata Alva lagi.
Setelahnya, Alva langsung saja berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
L masih tidak percaya perkataannya Alva, jadi dia berdiam diri sambil terus berpikir, hingga lama kelamaan matanya pun merasa mengantuk, karena efek obat yang di minumnya tadi.
Alva yang sudah ke luar dari dalam kamar mandi, langsung melihat L sudah tertidur lagi, jadi setelah sudah selesai berganti pakaian, Alva memutuskan untuk ke luar kamar saja menemui ke dua orang tuanya dan sang Paman jika dia belum pulang ke rumahnya.
Benar saja, saat ini Ayah ito, Ayah Ivar dan Mama Agnes sedang berbincang santai di ruang Keluarga, dan mereka ketika melihat kedatangannya Alva langsung mengalihkan pandangan matanya.
" Alva, apakah air putihnya sudah diminum L?? ",, tanya Ayah Ito.
" Sudah Paman, dan dia langsung tidur setelahnya ",, jawab Alva sambil duduk di samping sang Mama.
" Baguslah, memang itu efek obatnya ",, jawab Ayah Ito.
" Memangnya itu obat apa sih Paman, dan kenapa juga Paman memberikan obat cukup banyak untuk si L?? ",, tanya Alva.
" Itu obat bius Alva ",, jawab Ayah Ito.
" Hah,?? obat bius!! ",, kata Alva sangat terkejut sekali.
__ADS_1
" Iya, Paman sengaja memberikan obat bius, supaya jika L bangun nanti sedikit lupa dengan para hantu itu ",, jawab Ayah Ito.
" Lalu, berapa lama L akan tidur Pietro?? ",, tanya Ayah Ivar.
" Paling sekitar dua sampai tiga jam ",, jawab Ayah Ito.
" Dan obat yang akan di minumnya setelah bangun, itu obat penghilang halusinasi, obat pereda demam, obat pusing, vitamin, serta obat penambah naf5u makan, dan juga obat tidur ",, jelas Ayah Ito lagi.
" Ko obat tidur lagi Paman?? ",, tanya Alva merasa heran.
" Iya, karena biar semua obatnya merasuk di dalam tubuh si L, jadinya Paman sengaja memberikan obat tidur kepada si L ",, jawab Ayah Ito.
" Jadi L bisa seharian tidur dong ",, kata Mama Agnes.
" Iya ",, jawab Ayah Ito sambil mengangguk.
" Tapi tenang saja, satu atau dua hari yang akan datang, L akan sembuh dan hilang rasa halusinasinya ",, kata Ayah Ito lagi.
" Iya, terimakasih Paman, Alva mengerti ",, kata Alva.
Ayah Ito hanya mengangguk saja kepada Alva, setelahnya dia pun berpamitan pulang kepada Ayah Ivar, Mama Agnes dan juga Alva.
Ayah Ito lalu ke luar dari dalam rumah dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Seperti biasanya, Ayah Ito mengendarai mobilnya dengan sangat santai sekali, akan tetapi entah kenapa tiba-tiba dia merasakan sesuatu di belakangnya, dan ketika Ayah Ito mencoba melihat melalui kaca spion tengah mobil, Ayah Ito dibuat terkejut, karena ada arwah kakek tua berjas kuno sambil membawa tongkat.
Ayah Ito langsung menghentikan mesin mobilnya di pinggir jalan untuk menanyai arwah Kakek tua tersebut.
" Siapa anda?? ",, tanya Ayah Ito.
" Saya Kakek moyang kamu, Pietro ",, jawab arwah tersebut.
" Nama saya Aelbehrt Roderick ",, kata arwah itu sambil tersenyum.
" Lalu apa yang ingin kamu lakukan di dalam mobil saya?? ",, tanya Ayah Ito.
" Tidak ada, saya cuma ingin melihat generasi saya saja ",, jawab arwah tersebut.
" Teruslah berbuat kebaikan, karena kebaikan akan selalu dikenang oleh semua orang, dan jika kalaupun kamu mati, mereka masih akan terus ingat dengan semua perbuatan baikmu itu ",, pesan sang Kakek moyang.
Setelah itu, sang Kakek moyang pun menghilang dari hadapannya Ayah Ito .
Ayah Ito lalu menjalankan mesin mobilnya lagi untuk segera pulang ke rumahnya, dan tidak mempedulikan, jika dirinya baru saja di kunjungi oleh Kakek moyangnya.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1