Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
KEMARAHAN PAPA ALEX


__ADS_3

L pasrah saja, karena sampai saatnya dia mau masuk ke dalam pesawat, dia belum mendapatkan kabar yang bagus dari para anak buahnya.


Di dalam pesawat, L termenung dan diam saja, sambil memikirkan cara dan alasan yang pas jika di tanya oleh sang Papa nanti ketika sudah sampai mansion.


Akan tetapi seberusaha keras apapun L berpikir, otaknya tetap buntu tidak menemukan jawabannya sama sekali.


Di mansion Papa Alex sendiri sudah pada sibuk menyiapkan ini dan itu untuk acara nanti malam.


Acara kali ini jatuh di mansion Papa Alex, setelah bulan yang lalu diadakan di mansion Kakek Gavi, sebab nanti malam sekalian acara pesta untuk merayakan pernikahan Adam bersama Feyrin.


Bahkan Daddy Vicktor bersama Mommy Celyn, serta para saudara-saudara kembar Feyrin di undang semua oleh Papa Alex di acara tersebut.


Mereka semua sudah tiba di London sejak pagi tadi, dan saat ini sedang beristirahat di dalam kamar tamu yang sudah disediakan oleh Papa Alex.


" Pa, di sini yang kurang cuma L dan Alva saja lho, jangan sampai mereka tidak datang sendiri di acara malam nanti ",, kata Mama Ana.


" Iya Mama tenang saja, L sudah Papa telepon ko, dan katanya saat ini dia sudah berada di dalam pesawat ",, jawab Papa Alex.


" Iya baiklah ",, jawab Mama Ana.


Mereka berdua tidak tahu saja, jika yang berada di dalam pesawat itu cuma L saja, karena Alva belum diketahui keberadaannya sama sekali oleh anak buah L yang sudah dia sebar.


L terus merasa gelisah di dalam pesawat, dia ingin pesawat yang saat ini dia naiki saat ini, tidak akan pernah sampai di Bandara yang ada di Negara kelahirannya.


Tapi sayang, harapan L tidak dikabulkan oleh Tuhan, karena tidak dia sangka, akhirnya pesawat itu pun mendarat dengan sempurna di salah satu Bandara yang ada di Negaranya.


Berjalan dengan begitu gagah dengan tampang yang terlihat tenang, cool dan juga berwibawa, siapa sangka jika hati L sebenarnya sedang merasa gelisah sekali.


Waktu saat ini sudah menunjukkan pukul lima sore, yang artinya acara kumpul Keluarga yang sudah sering Keluarga besarnya lakukan akan dimulai dua jam dari sekarang.


Bahkan Keluarga Arga yang notabennya cuma sekretaris saja di Keluarga Damara pun, selalu ikut hadir di acara kumpul Keluarga tersebut.


Sebab Keluarga Arga selalu di undang oleh Papa Alex secara pribadi, dan mereka yang lainnya juga tidak keberatan akan hal itu.


Kedatangan L di mansion sang Papa, langsung di sambut ramah oleh para penjaga yang berjaga.


Ketika mobil yang dia naiki sudah terparkir dengan sempurna, L mengambil nafasnya terlebih dahulu, sebelum turun dari dalam mobil.


" Semoga saja hari ini tidak membuat hariku menjadi lebih buruk ",, kata L berbicara sendiri.


L lalu turun dari dalam mobil dengan pintu yang sudah dibukakan oleh salah satu anak buah.


Mencoba berjalan tenang, L pun terus melangkah masuk ke dalam mansion sang Papa.


Sebelum bertemu dengan para Keluarganya atau ke dua orang tuanya, L memilih segera bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Tibalah saatnya semua Keluarga besar berkumpul dan mereka semua satu persatu sudah pada berdatangan di mansion Papa Alex.


Bahkan Sandra dan Zuriel sudah datang sejak kemarin, untuk menghadiri perkumpulan Keluarga besar yang diadakan setiap satu bulan sekali itu.


" Apakah L sudah pulang?? ",, tanya Papa Alex kepada Liko.


" Sudah Tuan, Tuan muda L ada di dalam kamarnya sejak tadi ",, jawab Liko.


" Panggilkan dia ke sini, karena cara akan segera di mulai ",, kata Papa Alex.

__ADS_1


" Baik Tuan ",, jawab Liko sambil mengangguk dan menunduk.


Liko pun lalu beranjak menuju ke dalam kamar L yang berada di lantai dua mansion Papa Alex.


L sendiri yang berada di dalam kamar sudah berjalan tidak tenang ke sana dan ke sini, karena dia yakin sekali pasti akan di amuk oleh sang Papa.


L sangat terkejut sekali ketika pintu kamarnya tiba-tiba di ketuk dari luar, siap tidak siap, mau tidak mau L juga tidak bisa menghindar lagi, akhirnya dia membuka pintu tersebut.


" Tuan L, anda sudah ditunggu oleh Tuan besar ",, kata Liko.


" Iya baiklah, kamu duluan saja ke sananya ",, jawab L.


" Baik Tuan ",, jawab Liko.


Sebelum berlalu pergi, Liko menundukkan sedikit badannya kepada L, dan L memilih mempersiapkan diri terlebih dahulu di dalam kamar, sebelum dia ikut bergabung dengan semua Keluarganya.


L yang sudah sedikit siap, dia akhirnya berani ke luar kamar untuk menemui semua Keluarganya yang sudah pada hadir.


Di pertemuan Keluarga itu, semua Keluarga hadir semua, dari Opa Fredo, Oma Dania, Kakek Gavi, Nenek Gia, Paman Tara, Aunty Bella, Arga, Vero dan semua para sepupu-sepupunya, serta cucu-cucu dari Keluarga William maupun Keluarga Damara, serta Keluarga Reagan.


Kedatangan L langsung di sambut ramah oleh semua orang, dan mereka semua belum ada yang menyadari jika Alva tidak datang bersama L malam ini.


" L di mana Alva,? kenapa kamu sendirian saja sekarang?? ",, tanya Mama Ana kepada L.


Mendengar pertanyaan dari Mama Ana, Papa Alex langsung menatap lekat ke arah L.


" Emm ..... ",, L kebingungan menjawab.


" Katakan L, di mana Alva sekarang?? ",, tanya Papa Alex.


" Maafkan L, Pa ",, kata L.


" Kenapa kamu meminta maaf L??!! ",, kata Papa Alex sudah merasa curiga.


" Alva kabur dari L, Pa ",, jawab L.


" Apaaaaaaa!! ",, kata Papa Alex sangat terkejut sekali, bahkan semua orang sampai membuka mulutnya karena sama-sama terkejut.


" Kenapa Alva bisa kabur dari kamu L,? apa yang sudah kamu perbuat kepada dia, hah!! ",, kata Papa Alex lagi.


" Nak, jelaskanlah kepada Papa kamu, sebelum dia semakin marah kepada kamu ",, kata Kakek Gavi kepada L.


" L sudah berbuat kasar kepada dia Pa ",, jawab L dengan jujur.


Papa Alex yang mendengar jawaban dari L, langsung saja berdiri dari duduknya dan setelahnya lalu berjalan mendekati si L.


Sesampainya di hadapan L, Papa Alex langsung menampar pipi L dengan sangat keras sekali dihadapan semua orang.


" Plaaaaaaaaakkk!! ",, suara tamparan terdengar menggema di situ.


" Bodoh kamu L!! ",, marah Papa Alex.


" Di Keluarga kita, tidak ada yang boleh menyakiti perempuan, terutama istri dan Mama kita, tapi kenapa kamu sampai berbuat seperti itu kepada Alva untuk ke dua kalinya hah!! ",, kata Papa Alex.


" Kali ini Papa sendirilah yang akan memisahkan kalian berdua, karena Alva tidak pantas mendapatkan laki-laki kasar seperti kamu!! ",, kata Papa Alex, dan mata L langsung melotot dibuatnya.

__ADS_1


" Jangan Pa, please jangan pisahkan L dengan Alva ",, L memohon kepada sang Papa.


" Papa malu dengan sikap kamu itu L, Papa malu dengan Keluarga Roderick ",, kata Papa Alex.


" L janji akan memperbaiki diri Pa, beri L kesempatan lagi ",, kata L lagi.


Semua orang tidak ada yang berani berbicara, mereka semua saat ini pada diam, untuk mendengarkan sang Raja di Keluarga Damara sedang marah besar kepada sang Pangeran Damara.


Papa Alex tidak mempedulikan L, dia memilih mencoba menghubungi Ayah Ito untuk mencari tahu kebenarannya.


" Halo Tuan Damara ",, kata Ayah Ito.


" Tuan Roderick, apakah Alva saat ini ada bersama kalian?? ",, tanya Papa Alex.


" Tanyakan saja kepada anak anda, di manakah Alva saat ini berada Tuan Damara ",, jawab Ayah Ito dengan sangat santai sekali.


" Karena sikap anak anda itu, keponakan saya jadi pergi entah ke mana ",, kata Ayah Ito lagi.


" Jika mereka seperti ini terus, lebih baik kita sudahi saja pernikahan mereka berdua ",, kata Ayah Ito lagi.


" Jika memang itu jalan yang terbaik untuk mereka, saya terserah anda saja Tuan ",, jawab Papa Alex kepada Ayah Ito sambil menatap tajam ke arah si L.


" Bisa saya pikirkan lagi ",, jawab Ayah Ito, dan Ayah Ito memilih langsung mematikan sambungan teleponnya, tanpa mau mendengar terlebih dahulu jawaban dari Papa Alex.


" Jangan salahkan Papa, jika Keluarga Roderick, akan mengirimkan surat perpisahan mu dengan Alva!! ",, kata Papa Alex.


L sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari sang Papa.


" Sungguh kamu selalu bisa saja membuat Papa malu L, dan kali ini Papa tidak akan membantumu!! ",, kata Papa Alex lagi.


" Pergi kamu dari mansion ini!! ",, marah Papa Alex, hingga membuat semua orang langsung terkejut, sebab Papa Alex benar-benar mengusir L.


" Pa, Papa jangan seperti ini Pa ",, kata Mama Ana.


" Biar saja L pergi Ma, biar dia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya ",, jawab Papa Alex.


" Dia mengulangi kesalahan yang sama, yang entahlah bagaimana jalan ke luarnya lagi untuk kali ini ",, kata Papa Alex.


" Tapi bukan cara dengan mengusirnya dari mansion ini Pa ",, kata Mama Ana sambil menangis.


" Ma, jangan menangis Ma ",, kata L menenangkan sang Mama.


" L akan buktikan dan membawa Alva kembali ke sini, L janji kepada Ma ",, kata L lagi.


" Maafkan L, yang sudah membuat Mama dan Papa kecewa untuk ke dua kalinya ",, kata L.


" L pamit ",, kata L, dan L langsung saja berbalik badan serta berlalu pergi dari hadapan mereka semua menuju ke apartemen miliknya.


Mama Ana langsung menangis sejadi-jadinya melihat L pergi dari hadapannya.


Acara yang niatnya untuk bersenang-senang menjadi berantakan, karena ulah L lagi kepada Alva.


Semua apa yang L perbuat, kali ini akan dia tanggung sendirian, sebab dulu dia sudah mendapatkan kesempatan yang ke dua kali, tapi sudah L sia-siakan, hingga akhirnya dia mengecewakan semua orang lagi untuk kesekian kali.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2