Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
BERDUA L & ALVA


__ADS_3

Keesokan paginya seperti kata L semalam, jika dia ingin mengajak Alva pergi ke suatu tempat untuk melihat gemericik air yang Alva sukai.


" Cepatlah ganti baju, kita akan segera berangkat ",, kata L.


Dan suara L terdengar sangat datar sekali kepada Alva.


" Iya ",, jawab Alva sekedarnya saja.


Saat ini Keluarga Damara sedang sarapan bersama di ruang makan.


" Ma, Pa, sepertinya nanti L dan Alva akan pulang terlambat ",, kata L kepada Mama Ana dan Papa Alex.


" Memangnya kalian mau pergi ke mana L?? ",, tanya Papa Alex.


" Kesuatu tempat ",, jawab L.


" Iya terserah kamu saja ",, jawab Papa Alex.


" Mama ikut ya ",, kata Mama Ana.


" Kalau Mama ikut, yang ada Mama malah mengganggu mereka ",, kata Papa Alex.


" Kan memang itu tujuan Mama ikut ",, jawab Mama Ana sambil tertawa.


Papa Alex langsung menggelengkan kepalanya melihat sikap sang istri, sedangkan Alva hanya tersenyum simpul saja, tapi tidak dengan L yang datar dan terlihat cuek saja.


Sikap L yang seperti itu, membuat Alva merasa ada yang berbeda dengan dirinya, karena tidak seperti biasanya L akan cuek seperti saat ini.


" L berangkat dulu ya Ma ",, kata L kepada Mama Ana.


" Pa titip Perusahaan sebentar ",, kata L kepada sang Papa.


" Iya, kalian berdua hati-hati saja ",, jawab Papa Alex.


L dan Alva hanya mengangguk saja sambil tersenyum tipis kepada Papa Alex dan Mama Ana.


L dan Alva saat ini sudah berada di dalam mobil, biasanya jika di dalam mobil, L akan banyak berbicara panjang lebar atau menggoda Alva, namun pagi ini dia diam saja dan membuat Alva merasa canggung duduk disebelahnya.


Alva tidak berani banyak bertanya kepada si L, sebab wajah L terlihat seperti tidak bersahabat pagi itu dengannya karena ucapannya semalam.


Ternyata L mengajak Alva pergi ke salah satu Bandara untuk naik pesawat jet pribadi milik si L.


Di dalam pesawat jet itu, Alva masih belum berani banyak bertanya kepada L akan di ajak pergi ke mana dirinya, sebab L masih diam saja dan terkesan cuek kepadanya.


Alva benar-benar merasa seperti orang asing berada di samping si L, padahal sebelumnya dialah yang memperlakukan L seperti orang asing di sampingnya.


Sekitar tiga jam mengudara dan selama tiga jam itu pula L tidak mengajak Alva berbicara sama sekali, jika bosan, L lebih memilih memejamkan matanya tanpa mempedulikan ada Alva di dekatnya.

__ADS_1


Akhirnya, pesawat jet yang mereka naiki sampai juga di sebuah pulau pribadi yang cuma ada satu rumah super mewah di dalamnya, dengan penjagaan yang sangat super ketat sekali dari banyaknya bodyguard.


" Ini rumah siapa L, dan kita ada di mana?? ",, barulah Alva berani bertanya kepada si L.


" Pulau pribadi milik Paman Tara ",, jawab L.


Apakah kalian semua ingat dengan bab di mana Tara mengajak bulan madu Bella di sebuah pulau pribadi miliknya, nah inilah pulau yang L maksud itu.


Jika tidak paham, bisa baca dulu Chapter 116 di Novel Gadis Lugu Pemikat hati.


L sengaja mengajak Alva berkunjung ke pulau pribadi milik sang Paman, karena di dalam pulau pribadi itu sangat indah sekali pemandangannya.


" Apakah kamu capek?? ",, tanya L, dan Alva langsung saja menggelengkan kepalanya.


" Kalau begitu ayo ikut denganku sekarang juga, tapi sebelumnya gantilah dulu alas kakimu menggunakan sepatu ",, kata L.


" Tapi aku tidak bawa sepatu L ",, jawab Alva.


L langsung saja memanggil salah satu bodyguard, untuk mengambilkan sepatu untuk Alva yang sudah L siapkan di dalam bagasi mobil.


" Pakailah itu ",, kata L ketika sepatunya sudah diambilkan oleh bodyguard tadi.


L sendiri sudah memakai baju yang sesuai dengan tempat yang akan dia datangi, dan ketika Alva sudah selesai berganti sepatu, dia pun langsung mengajak Alva untuk masuk ke dalam hutan.


L sengaja juga tidak menyuruh anak buah untuk mengikutinya, sebab dia ingin berduaan saja bersama Alva.


Namun walau begitu, para anak buah selalu siap siaga di pos penjagaan, serta selalu memantau walkie talkie yang mereka pegang, supaya jika L membutuhkan bantuan, mereka semua bisa langsung segera datang.


Sesuailah dengan gaji yang mereka terima, sebab menjadi pekerja di Keluarga Damara maupun William, pertahunnya jumlah gaji yang mereka terima sangat banyak sekali.


Alva cukup takut ketika diajak berjalan masuk ke dalam hutan oleh L, walau sebenarnya masuk ke dalam hutan adalah hal biasa yang dia lakukan bersama sang Paman, yaitu Ayah Ito.


" Kita akan pergi ke mana L?? ",, tanya Alva.


" Kamu tidak akan membuang, atau mencelakakanku kan L?? ",, tanya Alva lagi.


" Jika aku mau mencelakakanmu, sudah aku lakukan di rumah, kenapa mesti sekarang ",, jawab L sambil terus berjalan di depan Alva.


" Lalu kita akan pergi ke mana?? ",, tanya Alva.


" Nanti kamu akan tahu sendiri ",, jawab L.


Alva terus melangkah mengikuti ke mana langkah kaki L berjalan, walau sudah berhati-hati dalam melangkah, kaki Alva tidak sengaja bisa tersandung akar pohon yang menjulang dari dalam tanah.


" Aduh!! ",, kata Alva mengaduh.


L langsung menghentikan langkah kakinya lalu berbalik badan untuk melihat Alva.

__ADS_1


Melihat Alva terjatuh, L langsung terburu-buru mendekati Alva.


" Apakah kamu tidak apa-apa Alva?? ",, tanya L, dan wajahnya terlihat sangat khawatir sekali.


" Tidak apa-apa, hanya tersandung tadi ",, jawab Alva.


" Tapi kaki kamu lecet ",, kata L.


" Ini lukanya tidak seberapa ko L, tenanglah ",, jawab Alva.


" Mau aku gendong?? ",, tanya si L lagi.


" Tidak, aku masih bisa jalan sendiri ",, jawab Alva sambil tersenyum.


" Baiklah, kalau begitu, ayo genggam tanganku ",, kata L.


L dan Alva lalu saling berpegangan tangan, dengan L yang masih menuntun jalan.


Alva tersenyum sendiri ketika tangannya di genggam seperti itu oleh si L, karena rasanya L kembali seperti semula lagi.


Tidak lama, akhirnya L dan Alva sampai juga di sebuah air terjun yang sangat indah sekali.


Di sana pemandangannya sangat bagus dan airnya juga masih sangat jernih sekali.


" L ini sangat indah sekali ",, kata Alva.


" Suara airnya membuat jiwaku merasa tenang ",, kata Alva lagi.


Alva lalu mendekat ke arah bebatuan besar yang ada di situ, dan dia langsung saja merentangkan ke dua tangannya sambil menikmati suara air terjun yang sangat deras sekali bunyinya, sekaligus menikmati cipratan air ke tubuhnya.


Alva memejamkan matanya sambil menghirup udara sejuk sebanyak-banyaknya, dan hari ini dia benar-benar merasa sangat bahagia sekali.


Ketika Alva sedang seperti itu, L diam-diam memotret Alva menggunakan kamera ponselnya untuk dia jadikan kenang-kenangan.


L senang bisa melihat Alva merasa senang, apapun akan L lakukan asal Alva bahagia, walau akhirnya Alva akan memilih pergi meninggalkannya.


Sambil menunggu Alva menikmati masa senangnya, L memilih duduk di atas batu yang tidak jauh dari Alva berdiri.


Di atas batu besar itu, L lalu merebahkan badannya dan mulai memejamkan matanya, untuk menikmati juga suara alam yang begitu menyejukkan jiwa.


Alva yang merasa L tidak ada suaranya, dia lalu membuka matanya, dan ketika melihat L tertidur di atas batu besar, Alva sengaja mencipratkan air ke tubuh L dan hal itu membuat L sangat terkejut sekali.


Alva langsung tertawa lebar melihat L terkejut karena ulahnya, dan L tidak mau tinggal diam, dia langsung membalas Alva dengan cipratan air yang ada di depannya.


Alva dan L sesaat melupakan masalah yang semalam mereka alami, dan biarlah untuk saat ini mereka menikmati masa-masa indah mereka berdua dengan bermain air di dekat air terjun.


Semoga saja setelah pulang dari pulau pribadi milik Paman Tara, sifat dan sikap Alva untuk si L bisa berubah menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2