Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
BANDO KUCING PINK


__ADS_3

Walau belum terbiasa dengan kepala pelontos seperti itu, namun L dan Papa Alex merasa, jika kepalanya terasa enteng dan sejuk, wkwkwk😂.


Dasar anak dan Bapak sama saja kelakuannya.


" Sepertinya, setelah L lihat-lihat, wajah Papa semakin jelek dengan kepala pelontos seperti itu ",, kata L sambil tertawa.


Saat ini, setelah adegan pemotongan rambut, L, Alva, Papa Alex, Mama Ana, Papi Tara dan juga Mami Bella, sedang duduk bersama di ruang Keluarga.


Sedangkan Simon, sudah memilih pulang ke rumahnya sendiri untuk bertemu istri dan juga anaknya.


" Kurang 474r anak satu ini ," kata Papa Alex merasa gemas.


L bukannya takut, malah langsung tertawa terbahak-bahak mendengar Papanya merasa gemas kepadanya.


" Kenapa dengan wajahmu Tara?? ," tanya Papa Alex.


" Aku merasa wajahku sangat jelek sekali ",, jawab Papi Tara.


" Bukannya sudah dari dulu, wajahmu jelek Tara?? ",, kata Papa Alex sambil tersenyum miring dan Papi Tara langsung melotot kepada Papa Alex.


" Aku malah merasa seperti berada di alam lain ",, kata Mama Ana sambil tertawa terbahak-bahak.


" Maksud Mamam, apa Mam?? ",, tanya Alva.


" L, Papa dan Paman kamu tuh, seperti hantu berkepala botak ",, jawab Mama Ana masih tertawa terbahak-bahak.


Mami Bella dan juga Alva, langsung ikut-ikutan tertawa mendengar jawaban dari Mama Ana.


Sedangkan L, Papa Alex, serta Papi Tara, cuma melirik Mama Ana dengan tatapan mautnya.


Singkat cerita, ketika hari sudah berganti dengan hari lagi.


Di saat L, Papa Alex, dan juga Papi Tara yang sudah pada selesai sarapan, mereka bertiga akan berangkat ke kantor mereka masing-masing.


Namun, tiba-tiba ada rasa tidak percaya diri di dalam diri, ketika sedang bercermin di depan kaca.


Perusahaan harus tetap berjalan, jadi siap tidak siap, mereka bertiga harus tetap berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor, karena penampilan mereka yang baru dengan kepala yang pelontos seperti itu, L, Papa Alex, dan juga Papi Tara, menjadi pemandangan yang aneh bagi karyawan kantor mereka.


Saddam yang melihat penampilan L yang seperti itu, dia sebenarnya sudah sekuat tenaga menahan suara tawanya.


Namun karena sudah saking tidak tahannya, akhirnya, pecahlah sudah suara tawa Saddam yang mentertawakan L.


" Puas,!! puas sudah bisa mentertawakan ku, hah!! ",, kata L.


" Jika ini bukan karena anakku, aku juga bakal tidak mau dibotakin begini!! ",, kata L lagi.


Saddam sampai tidak bisa menjawab ucapannya L yang sedang marah-marah kepadanya, sebab dirinya sedang asik tertawa dengan puas sekali.

__ADS_1


Bergeser ke Perusahaan Papa Alex.


Karena para bodyguard juga ikut potong gundul, jadi sekarang yang mempunyai rambut pelontos di Perusahaan itu tidak cuma Papa Alex saja, melainkan ada banyak orang.


Papa Alex yang sedang berjalan dengan di kawal oleh anak buahnya, malah seperti perkumpulan orang-orang berkepala pelontos dan itu terlihat sangat lucu sekali.


Namun walau begitu, tidak ada satu pun orang yang berani mengejek L, Papa Alex maupun Papi Tara.


Sebab mereka semua masih sayang dengan nyawa yang mereka punya.


Papa Alex yang sudah sampai di ruangannya, dan Arga yang melihat penampilan baru dari Papa Alex juga langsung tertawa, namun suara tawanya tidak sepuas Saddam.


Sebab Arga sudah pernah melihat tingkah Papa Alex yang lebih parah dari itu.


" Bos-bos, tidak Ana, tidak Alva, sama-sama aneh jika sedang mengidam ," kata Arga.


" Entahlah, semoga saja aku tidak menjadi gila karena mereka ," jawab Papa Alex.


" Kira-kira anak L dan Alva laki-laki apa perempuan, Bos?? ," tanya Arga.


" Entahlah, aku lupa bertanya kepada mereka ," jawab Papa Alex.


" Kalau seumpama anak mereka perempuan lagi seperti Sandra bagaimana Bos?? ",, tanya Arga.


" Iya mau bagaimana lagi, harus di syukuri ",, jawab Papa Alex.


" Tapi aku masih berharap, semoga saja anak mereka itu laki-laki, karena dia akan menjadi penerus di Keluarga Damara selanjutnya ",, kata Papa Alex lagi.


Alva sendiri setelah mengidamnya sudah terpenuhi, saat ini dia sudah kembali segar bugar, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala.


Bahkan tadi, seharian Alva mengecek restorannya yang ada di London untuk melihat perkembangannya secara langsung.


Di saat jam makan malam tiba dengan formasi lengkap, ada Papa Alex sebagai kepala rumah tangga, Mama Ana, L dan juga Alva sudah berkumpul semua.


Mereka semua sedang menikmati makanan mereka dengan nikmat dan juga tenang.


Namun ketenangan itu tiba-tiba berubah, ketika Alva mengatakan sesuatu kepada mereka semua.


" Pa, Pi, Alva mau mengatakan sesuatu kepada kalian ",, kata Alva.


" Katakanlah saja Nak ",, jawab Papa Alex.


" Semoga tidak yang aneh-aneh ",, doa Papa Alex di dalam hatinya.


" Cukup ya Alva, jangan ada drama lagi ",, kata batin L juga.


" Em, besok kan hari minggu, Alva ingiiiiiiiiin sekali melihat Papa, dan L memakai bando kucing yang berwarna pink, dan juga memakai lipstik warna merah, lalu kita berolahraga pagi bersama, mau kan, Pa, L?? ",, kata Alva.


" Uhuk!! ",,

__ADS_1


" Gluk!! ",,


Ada yang tersedak, dan ada juga yang terkejut.


Yang tersedak adalah Papa Alex bersama L, sedangkan Mama Ana yang sedang minum langsung terkejut.


Setelah bisa menetralkan rasa keterkejutannya, Mama Ana langsung saja tertawa terbahak-bahak, karena jadi teringat dengan kisahnya yang dulu.


" Mau kan Pa, L?? ",, tanya Alva lagi.


Papa Alex dan L langsung saling pandang dan bingung mau menjawab bagaimana.


Karena sebenarnya, mereka berdua sangat tidak mau sekali melakukan permintaan anehnya Alva.


Jika memakai bando kucing berwarna pink masih mending, lhah itu harus juga memakai lipstik warna merah.


" Emm, kita kan tidak punya bando kucing warna pink Nak ",, kata Papa Alex mencari alasan.


" Nah iya tuh Alva, kita kan tidak punya bando kucing warna pink ",, kata L juga.


" Tenang saja Pa, Alva punya ko, bahkan Alva punya banyak, tadi tidak sengaja beli pas pulang dari restoran ",, jawab Alva.


" Dan ketika Alva melihatnya, jadi kepikiran ingin melihat kalian memakai bando itu ",, kata Alva lagi.


" Hmm, alamat!! ",, kata batin L.


" Ya Tuhan ",, kata Papa Alex juga di dalam hatinya.


" Lain kali saja ya Alva, nanti kalau kamu kecapekan bagaimana, kan bisa sakit lagi ",, kata L.


" Justru jika Alva kurang bergerak, itu akan membuatnya sakit dan berbahaya untuk janinnya ",, kata Mama Ana ikut menyahut.


L dan Papa Alex langsung menatap Mama Ana dengan tatapan mautnya, dan Mama Ana sangat tahu sekali tatapan itu dari suami dan juga anaknya.


Mama Ana bukannya takut, malah langsung tertawa terbahak-bahak.


" Kalau perlu, suruh mereka memakai dress sambil lari pagi Alva, kan tambah cantik mereka ",, kata Mama Ana menghasut Alva.


" Mama!! ",, kata L dan Papa Alex secara bersamaan.


Mama Ana semakin tertawa puas, sudah bisa bercanda dan mengerjai Papa Alex serta L.


Suara tawa seperti itu, kemarin sempat menghilang dari bibir Mama Ana, karena merasa rindu dengan L yang sedang pergi dari mansion.


Akhirnya, dengan terpaksa, L dan Papa Alex pun menuruti permintaannya Alva, akan tetapi dengan syarat, mereka tidak mau memakai dress dan cuma berolahraga di dalam halaman mansion saja.


Alva pun akhirnya mau juga, dan merasa senang, sebab suami dan juga Papa mertuanya mau menuruti permintaannya.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2