Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
PAGI BERSAMA


__ADS_3

Sebelumnya, Author pribadi mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin ya bestie, bagi yang merayakannya.😉


Maaf dari kemarin sangat sibuk sekali di real life, bahkan bisanya Up di novel yang satunya saja, dan insyaallah mulai hari ini saya akan usahakan rajin Up lagi, walau satu Bab, tapi itu sudah mencapai hampir bahkan lebih dari 2000 kata lho say, sengaja dua bab aku gabung jadi satu biar enggak panjang episodenya👍🏻🤗.


Yuk beri saya semangat!!💪


Saya tidak meminta gift bunga, vote, atau kopi, dan sejenisnya, cuma komen dan like pun aku sudah cukup dan juga sudah merasa senang ko.☺️


Jika ada yang memberikanku gift, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih.🤗


Yuk tidak pakai lama lagi, kita langsung saja ke jalan ceritanya, yang pastinya kalian semua sudah sangat rindu dengan si L dan juga Alva.🤭


...*__________*...


" Apakah kamu tidak mau bangun dari atas tubuhku L?? ",, begitulah yang Alva tanyakan kepada L.


" Memangnya kenapa Alva, aku menyukai posisi seperti ini, serasa dekat sekali denganmu ",, jawab si L.


" Tapi lama kelamaan badan kamu berat L ",, jawab Alva.


L langsung tertawa cukup keras mendengar jawabannya Alva.


" Aku mau mandi dulu kalau begitu ",, kata L sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


" Iya terserah ",, jawab Alva.


L yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, membuat Alva mengambil asal kemeja si L untuk dia pakai.


Sambil menunggu si L selesai mandi, Alva memilih merapikan ranjang yang terlihat sangat berantakan sekali, dengan banyak pakaian yang berserakan di atas lantai, ditambah pula dengan selimut yang jatuh juga ke lantai, membuat suasana kamar terlihat tidak enak dipandang.


Selesai membereskan ranjang, Alva mencoba membuka gorden jendela kaca kamar hotelnya, untuk menikmati sinar matahari pagi yang sangat menyejukkan tubuh.


Alva lalu mengambil baju kotor miliknya dan baju milik si L untuk dia masukkan ke dalam koper.


Ketika mengambil c3l4n4 d4l4m milik si L, Alva tersenyum sendiri, karena tiba-tiba ingatannya tertuju ke tiang listrik milik L yang besar dan gagah serta berotot.


" Apa yang sedang kamu pikirkan Alva?? ",, kata Alva tersenyum sendiri.


" Bisa-bisanya kamu memikirkan 4nunya si L ",, kata Alva lagi sambil merasa geli sendiri.


" Aduh, kenapa juga itu ku merasa aneh gara-gara teringat dengan 4nu si L ",, kata Alva sambil tepuk jidat.


Alva tidak mau terpaku dengan 4nu si L, dan dia mencoba mengalihkan pikirannya dengan melanjutkan lagi bersih-bersihnya.


Selesai beres-beres semua, dan kamar yang tadinya berantakan sekarang sudah rapi terlihat enak dipandang, membuat Alva merasa bisa bernafas dengan lega.


Karena melihat hal yang berantakan, seperti menghambat aliran oksigen di dalam tubuh kita.


Alva memilih menunggu si L dengan berdiri di samping jendela kaca untuk menikmati pemandangan yang ada di luar jendela.


L yang sudah selesai mandi, dia cukup terkejut, karena kamarnya sudah terlihat sangat rapi sekali, di tambah semua baju yang berserakan tadi, sudah tidak ada lagi di atas lantai.


L melihat Alva sedang berdiri termenung di depan jendela, dengan memakai kemejanya, walau kebesaran justru itu menambah kesan 53k51 untuk Alva bagi si L.


L langsung memeluk Alva dari belakang dan mencium leher Alva dari belakang dengan sangat mesra sekali.


Alva tidak merasa keberatan, justru dia langsung membalas pelukannya si L, sambil menikmati kecupan demi kecupan yang L berikan di lehernya.

__ADS_1


" Kamu 53k51 sekali Alva ",, kata si L.


" Apakah kamu sedang merayuku lagi L?? ",, tanya Alva.


" Tidak, untuk apa aku merayumu, sedangkan kamu sendiri tidak aku rayu sudah masuk ke dalam rayuanku ",, jawab L kepada Alva.


Mendengar jawaban L, Alva reflek langsung meninju perut L menggunakan sikunya, hingga membuat L langsung mengaduh kesakitan karena terkejut.


" Jangan terlalu percaya diri, nanti jika jatuh akan sakit rasanya ",, kata Alva sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


L hanya diam saja sambil tersenyum memperhatikan Alva yang sudah berjalan menjauhinya.


" Aku sudah jatuh Alva, jatuh yang paling terdalam ke dasar cintamu dan pelukanmu ",, kata L berbicara sendiri.


Sedangkan di luar kamar hotel Alva dan L, ternyata tadi yang mengetuk pintu kamar mereka adalah Mama Ana.


Mama Ana ingin membangunkan L dan Alva untuk dia ajak sarapan bersama dengan Keluarga besar yang lainnya, termasuk Keluarga Daddy Vicktor dan Mommy Celyn.


Jika Mama Ana tahu, kalau L tadi menyumpahi tangan yang orang yang sudah mengganggunya, pasti Mama Ana akan marah kepada si L.


Mama Ana yang tidak mendapatkan hasil dari panggilannya kepada si L dan Alva, dia lalu kembali bergabung dengan yang lainnya di restoran hotel tempat diadakannya sarapan bersama.


Sesampainya di restoran itu, Mama Ana langsung ditanya oleh papa Alex.


" L sama Alvanya mana Ma?? ",, tanya Papa Alex.


" Tidak tahu, paling masih tidur, karena sudah Mama ketuk lama, tidak dibukakan juga pintunya ",, jawab Mama Ana.


" Biarkanlah saja Nyonya, mereka masing muda, nanti jika sudah lapar karena berolahraga, mereka berdua pasti akan ikut bergabung dengan kita ",, kata Daddy Vicktor.


" Adam saja masih muda, bahkan masih fresh jadi pengantin baru, tapi tidak seperti Kak L, Daddy ",, kata Adam.


Feyrin langsung tertawa mendengar celotehan dari sang Mommy, sedangkan Adam langsung cemberut.


" Mommy jangan membuat Adam malu dong, Mommy jangan membuka kartu di sini ",, kata Adam.


Semua orang langsung tertawa mendengar Adam merajuk kepada Mommy Celyn, dan Mommy Celyn tidak peduli, dia malah ikut-ikutan tertawa sama seperti yang lainnya.


" Kasihan, pengantin baru, tapi harus berpuasa dulu ",, goda Mama Ana kepada Adam.


" Kira-kira, masih berapa hari lagi kamu bersihnya Feyrin?? ",, tanya Sandra.


" Masih kurang lebih sekitar lima hari lagi Kak ",, jawab Feyrin.


" Semoga saja tidak karatan tuh besi ",, jawab Zuriel menggoda Adam.


Semua orang langsung pada tertawa lagi mendengar godaan demi godaan yang dilontarkan untuk menggoda Adam.


Hanya satu orang yang B saja, alias biasa saja dan tidak ada ekspresi tertawa sama sekali, siapa lagi orangnya jika bukan Ayah Ito yang mempunyai humor tipis dan wajah kaku seperti triplek.


Ketika mereka semua sudah pada selesai sarapan, namun belum ada yang mau beranjak pergi dari situ, pandangan mereka semua teralihkan kepada L dan Alva yang baru saja datang.


" Kalian semuanya sepertinya sudah pada selesai sarapan ",, kata L kepada semua Keluarga besarnya.


" Iyalah, jika menunggu Kakak dulu sama Kak Alva, kita bisa mati kelaparan ",, jawab Adam kepada L.


" Eh, ada pengantin baru juga ternyata di sini, bagaimana semalam, sudah mencetak gol belum?? ",, goda L juga kepada Adam.

__ADS_1


Lagi dan lagi pertanyaan L untuk Adam langsung disambut tawa oleh semua orang, karena daritadi memang Adam menjadi bahan topik bulliyan, sebab dia belum bisa mencetak gol dengan Feyrin.


" Kak L, Adam belum bisa mencetak gol, sebab gawangnya masih basah ",, jawab Sandra.


Gantian L yang sekarang tertawa sangat keras sekali mendengar jawabannya Sandra.


" Kasihan sekali, semoga tidak karatan tuh besi ",, kata L, dan perkataannya sama persis seperti Zuriel.


Adam hanya bisa pasrah ketika menjadi bahan bulliyan dari para Keluarganya, karena mau bagaimana lagi jika sang istri memang masih ada tamu bulanan yang datang di saat tidak tepat.


L dan Alva lalu duduk di kursi yang masih kosong yang ada di situ.


Perhatian Alva kepada L yang telaten mengambilkan makanan untuk si L, diperhatikan sekali oleh para Keluarganya, terutama oleh Ayah Ivar, Mama Agnes dan juga Ayah Ito, bersama Papi Gilbert serta Mami Elina.


Mereka sangat tahu sekali jika Alva menikah dengan si L karena keterpaksaan, namun sekarang yang mereka lihat, jika Alva sangat menerima L menjadi suami sahnya.


" Nak, apa kamu tidak gerah memakai baju yang cukup tertutup seperti itu?? ",, tanya Mommy Celyn kepada Alva.


" Eh, tidak Nyonya ",, jawab Alva.


" Panggil Mommy juga ya, kamu, L, Adam, sudah Mommy anggap sebagai anak Mommy sendiri, benar begitu Tuan Ivar, Nyonya Agnes ",, kata Mommy Celyn.


" Iya Nyonya Celyn ",, jawab Ayah Ivar dan Mama Agnes secara bersamaan.


" Kamu tidak sakit kan Alva?? ",, tanya Mama Agnes kepada Alva.


" Tidak Ma, Alva baik-baik saja ",, jawab Alva sambil tersenyum.


" Kalau ada apa-apa bilang ya Nak, sama Mama atau Ayah dan kita semua ",, kata Mama Agnes lagi.


" Iya Ma, pasti itu ",, jawab Alva sambil tersenyum.


" Kak Alva bukannya sakit Nyonya, hanya saja dia sedang malu ",, kata Sandra ikut berbicara.


" Malu,? kenapa harus malu Sandra, Alva saat ini sudah berpakaian, kenapa mesti malu?? ",, tanya Mama Ana.


" Bukan malu seperti itu Mama?? ",, jawab Sandra.


" Lantas malu seperti apa dong?? ",, tanya Mama Ana.


" Tuh, tanya saja sama Kak L, dia yang lebih tahu ",, jawab Sandra.


Mama Ana langsung mengalihkan pandangannya ke arah L, dan L bukannya menjawab malah tertawa cukup keras, sebab L sangat tahu sekali apa maksud dari perkataannya Sandra.


Alva yang gantian menjadi bahan perbincangan, dia merasa malu sendiri, dan tanpa sadar malah m3r3m45 p4h4 si L, hingga membuat L mengaduh manja kepada Alva.


" Kamu gila L ",, kata Mama Ana yang meliihat L tersenyum lebar daritadi.


" Iya Ma, L memang gila, tergila-gila dengan dia ",, jawab L sambil mencium pipi Alva di hadapan semua orang.


" L jangan begini, malu ",, kata Alva dengan pipi yang terlihat merah.


L yang melihat Alva merasa malu, justru dia merasa sangat senang sekali, dan wajah si L pagi ini benar-benar terlihat lebih cerah dari pengantin baru yang semalam baru saja menikah.


Iya, wajar saja si L bahagia, sudah berapa ronde saja dia melakukan itu dengan Alva, karena laki-laki jika sudah puas urusan ranjang, dia pasti akan terlihat lebih bahagia dan wajahnya akan terlihat lebih muda dari sebelumnya.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2