
Keesokan harinya seperti biasa, semua orang sudah pada kembali ke rutinitasnya sehari-hari.
Begitupun dengan Keluarga Roderick, tapi tidak dengan si L.
Kenapa tidak dengan L, karena jawabannya dia masih sibuk menjadi penguntit, dan lupa akan kewajibannya sebagai seorang pemimpin Perusahaan.
Alva yang sudah siap ingin berangkat ke restorannya, dia pun saat ini sedang ikut sarapan bersama dengan Ayah Ivar, Mama Agnes dan Cio.
" Pagi Ma, Yah ",, sapa Alva, sambil langsung duduk di kursi sebelah Cio.
" Aku tidak di sapa nih Kak?? ",, tanya Cio.
" Pagi adikku yang tampan ",, sapa Alva sambil mengusap rambut Cio, dan menjadi berantakan.
" Menyesal aku tanya, huft!! ",, gerutu Cio sambil membenarkan rambutnya yang berantakan.
Alva langsung tertawa melihat sang adik sedang memasang wajah juteknya.
" Oh ya Nak, apa kamu akan berangkat ke restoran hari ini?? ",, tanya Mama Agnes kepada Alva.
" Iya Ma, Alva mau mengecek salah satu restoran milik Alva ",, jawab Alva.
" Apakah kamu akan diantar oleh Chan?? ",, tanya Ayah Ivar.
" Iya Ayah, tadi malam dia sudah menawarkan diri ",, jawab Alva kepada sang Ayah.
Ketika mereka sedang sarapan sambil berbincang, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil.
" Nah sepertinya itu Nak Chan ",, kata Mama Agnes.
" Iya Ma, biar Alva ke luar sebentar ",, jawab Alva kepada sang Mama.
Mama Agnes dan Ayah Ivar hanya mengangguk saja kepada Alva, dan Alva langsung beranjak ke luar untuk menemui si Chan.
Alva yang sudah ke luar dia langsung memanggil Chan yang baru saja ke luar dari dalam mobil.
" Ayo masuk dulu, aku mau sarapan bersama Ayah dan Mama, apakah kamu sudah sarapan?? ",, kata Alva sambil menggandeng mesra tangan Chan.
" Sudah sayang, kamu cantik sekali sih pagi ini, jadi tidak rela mengantarkan kamu ke restoran ",, jawab Chan sambil mencubit mesra hidung Alva.
" Kamu bisa saja si Chan, ayo kalau begitu aku buatkan teh coklat susu kesukaan kamu ",, kata Alva.
" Iya baiklah, kalau kamu memaksa ",, jawab Chan sambil tersenyum.
Chan dan Alva langsung masuk ke dalam rumah, dan langsung ikut duduk bergabung di meja makan bersama yang lainnya.
Seperti kata Alva tadi, dia langsung membuatkan minuman kesukaannya Chan untuk menemaninya sarapan sebentar.
Tidak tahukah Chan dan Alva, kemesraan mereka tadi ada yang melihat dari jarak jauh, siapa lagi jika bukan L yang sedang berada di dalam mobilnya dan sudah datang sejak pagi tadi memantau di depan rumah Ayah Ivar.
Selesai sarapan, Alva langsung berangkat ke restoran bersama Chan, dan itu tentu saja langsung diikuti oleh L bersama Saddam di belakang mereka.
Alva dan Chan di dalam mobil berbincang hangat seputar mereka dan seputar rencana pernikahan mereka berdua.
Tidak lama, cuma membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit, akhirnya mobil mewah milik Chan sampai juga di salah satu restoran mewah milik Alva.
" Apa kamu benar tidak mau aku antar sampai ke dalam?? ",, tanya Chan kepada Alva.
" Tidak perlu, katanya tadi kamu ada meeting penting di kantor ",, jawab Alva.
" Baiklah calon istriku, semangat bekerja ya ",, kata Chan kepada Alva.
" Kamu juga ya, hati-hati di jalan ",, jawab Alva.
Sebelum Alva turun dari dalam mobil, mereka berciuman mesra untuk sejenak, setelah itu Alva pun langsung turun sambil melambaikan tangannya kepada Chan.
Chan pun juga melambaikan tangannya kepada Alva, dan dia berlalu pergi ketika Alva sudah berlalu masuk ke dalam restorannya.
Ketika Alva masuk ke dalam restorannya, dia langsung saja di sambut ramah oleh para staf karyawan restorannya.
Walau restorannya belum buka, dan waktu masih menunjukkan pukul setengah delapan pagi, namun mereka semua sudah pada masuk kerja, karena harus beres-beres tempatnya terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum.
" Apakah Kak L tidak mau masuk juga ke dalam untuk menemui Nona Alva?? ",, tanya Saddam kepada L.
" Iya, aku akan masuk, kamu tunggu di sini saja ",, jawab L kepada Saddam.
" Baiklah ",, jawab Saddam.
Dengan gagah berwibawa, L ke luar dari dalam mobilnya, berjalan dengan penuh kharismatik dan kekar, L pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran milik Alva.
Ketika L sudah sampai di depan pintu masuk, dia langsung saja ditanya oleh para penjaga yang bertugas.
" Selamat pagi Tuan, maaf apa ada yang bisa saya dibantu, karena restoran ini belum buka?? ",, kata salah satu penjaga pintu masuk kepada L.
" Saya L Damara, dan saya sudah ada janji dengan pemilik restoran ini ",, jawab berbohong dari L.
" Oh Nona Alva,?? mari Tuan akan saya antarkan ke dalam, kebetulan Nona Alva juga baru saja datang tadi ",, jawab sang penjaga kepada L.
__ADS_1
L hanya mengangguk formal kepada ke dua penjaga pintu itu.
L lalu diantarkan masuk ke dalam restoran untuk menuju ke ruang kerja milik Alva.
Sesampainya di ruang kerja Alva, salah satu penjaga tadi langsung mengetuk pintunya.
" Masuk ",, jawab Alva dari dalam.
Sang penjaga langsung membuka pintunya ketika mendengar kata masuk dari Alva tadi.
" Mari Tuan, silahkan ",, kata ramah dari sang penjaga tadi kepada L.
L hanya mengangguk saja kepada penjaga tersebut, dan ketika pintu ruang kerjanya sudak terbuka, Alva langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
Sungguh alangkah terkejutnya Alva, ketika dia sudah melihat siapakah yang baru masuk ke dalam ruang kerjanya.
Mata Alva sampai melotot dengan sangat lebar sekali, seperti ingin ke luar dari tempatnya.
" Nona, ini Tuan L Damara ingin bertemu dengan anda ",, kata sang penjaga tadi, namun tidak mendapatkan respon dari Alva.
" Tuan L, saya pamit undur diri ",, kata sang penjaga kepada L.
" Terimakasih ",, jawab L sambil mengangguk.
Sepeninggal dari penjaga tadi, L berjalan mendekati Alva sambil tersenyum devil.
" Ternyata ini restoran milik kamu Alva ",, kata L sambil bertepuk tangan.
" Sungguh sangat calon istri idaman ",, kata L lagi sambil terus berjalan mendekati Alva.
" Untuk apa anda datang kemari 6471n9an!! ",, kata Alva terdengar sangat marah sekali.
" Tentu saja untuk menemui calon istriku ",, kata L sambil mengusap pipi Alva.
" Jangan bermimpi!! ",, kata Alva sambil memundurkan tubuhnya.
" Saya ini sudah memiliki calon suami, dan saya tidak sudi menjadi istri anda!! ",, kata Alva lagi.
Akhirnya, karena terus mundur, Alva pun terpojok dengan rak buku miliknya.
" Huh, laki-laki itu ",, kata L sambil menyeringai.
" Saya bisa menghancurkan dia kapan pun yang saya mau Alva, karena dia bukan tandinganku ",, kata L sambil mengukung tubuh Alva.
" Saya peringatkan anda,!! jangan pernah macam-macam dengan calon suamiku!! ",, kata Alva kepada L.
" Kenapa,?? kenapa saya tidak boleh macam-macam dengan dia sayang?? ",, kata L sambil menjauhi Alva.
" Saya ke sini cuma ingin mengatakan kepadamu, apa yang saya inginkan harus tetap saya dapatkan, apapun rintangan yang terjadi, akan saya hadapi ",, kata L lagi.
" Ingat satu hal sayang ",, kata L kepada Alva.
" Akan saya pastikan kamu menjadi milikku, pasti ",, kata L lagi.
Dan setelahnya, L langsung berlalu pergi dari hadapan Alva tanpa mau mendengarkan tanggapan dari Alva terlebih dahulu.
L yang sudah berlalu ke luar dari dalam ruang kerja Alva, langsung melangkah pergi menuju ke dalam mobilnya.
Setelah itu dia langsung berlalu menuju ke hotel tempatnya menginap, sambil menyuruh semua anak buahnya untuk terus mengawasi Alva dan Chan.
Sedangkan Alva setelah kepergian dari L, dia langsung saja memegangi dadanya sambil menghirup nafas yang banyak.
Sebab, kedatangan L tadi seperti menghentikan aliran oksigen ke dalam tubuhnya, dan membuat pikirannya menjadi sangat kacau sekali.
" Tidak, bagaimana ini?? ",, kata Alva sambil menenangkan pikirannya.
" Aku tidak mau jika Chan sampai terluka karena aku ",, kata Alva lagi.
" Apa yang harus aku perbuat?? ",, kata Alva merasa kebingungan sendiri.
Sungguh kedatangan L sangat bisa sekali merusak hari Alva, padahal sebelumnya Alva sudah mulai melupakan masalahnya dengan L.
Alva bingung untuk menghadapi masalahnya, ingin bercerita kepada orang tuanya atau sang Paman, tapi dia takut jika masalahnya semakin berlanjut.
Ingin bercerita dengan Chan, Alva tidak mau membuat Chan terlibat terlalu jauh dengan permasalahannya, akhirnya hanya terus termenung yang bisa Alva lakukan seharian itu.
Hari-hari telah berlalu sekitar tiga hari sejak kedatangan L kemarin.
Semenjak itu Alva menjadi sedikit pendiam dan seperti banyak pikiran, dan hal itu membuat Chan yang sedang mengajak Alva pergi ke taman, menjadi banyak melamunnya.
" Alva, apakah kamu baik-baik saja?? ",, tanya Chan kepada Alva.
" Eh, tidak Chan, hanya saja aku sedang memikirkan sesuatu ",, jawab Alva kepada Chan.
" Coba cerita kepadaku, siapa tahu aku bisa membantumu ",, kata Chan sambil merangkul mesra pundak Alva.
" Tidak perlu, aku masih bisa mengatasinya sendiri ",, jawab Alva.
__ADS_1
" Ok baiklah, sekarang tersenyum dong, masa daritadi aku tidak mendapatkan senyuman darimu ",, kata Chan kepada Alva.
Alva langsung saja tersenyum dan terlihat jelas, jika senyumannya itu senyum yang dipaksakan.
" Nah begitu kan cantik calon istriku ",, kata Chan sambil tersenyum manis.
Apa yang sedang dilakukan Chan dan Alva diperhatikan jelas oleh L yang berada di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka.
Walau L tidak bisa mendengar apa yang Alva dan Chan katakan, akan tetapi L sangat tahu sekali jika mereka berdua terlihat sedang bermesraan.
Ketika L sedang sibuk mengamati Chan dan Alva, tiba-tiba ponselnya berdering dengan sangat keras.
" Halo ",, kata L.
" Tuan L, anda harus segera kembali ke kantor Tuan, karena Perusahaan sedang mengalami sedikit masalah ",, kata Anon kepada L.
" Jika anda tidak segera menangani masalah ini, saya pastikan Tuan Alex akan semakin marah besar kepada anda Tuan ",, kata Anon lagi.
" Baiklah, segera persiapkan kepulangan saya di sana, hari ini juga saya akan pulang ke London ",, jawab L.
Mau tidak, L harus menyingkirkan urusan hatinya terlebih dahulu untuk menyelamatkan Perusahaannya.
L langsung saja menyuruh Saddam untuk menghubungi pilotnya untuk menerbangkannya kembali ke London
Setelah sampai di London, L langsung saja menyuruh Anon untuk menemuinya di apartemennya, untuk menjelaskan masalah apa yang sedang terjadi di dalam Perusahaan.
Dan keesokan harinya L langsung pergi berangkat ke kantor lagi untuk mengerjakan masalah yang memang harus dia yang mengatasinya langsung.
Walau L sudah tidak ada di Moldova akan tetapi pikiran Alva masih belum tenang.
Kenapa Alva bisa tahu L sudah pergi dari Negara kelahirannya, karena ketika L sedang berada di dalam pesawat, dia mengirimkan pesan kepada Alva yang berbunyi.
" Nikmatilah waktu kamu bersama kekasih kamu itu dulu Alva, karena saya harus kembali ke London lagi, ada masalah yang harus saya atasi, tapi ingatlah, jika saya kembali ke sana, saya benar-benar akan membuktikan semua ucapanku yang pernah saya katakan kepadamu ",,
Begitulah bunyi pesan yang L kirimkan kepada Alva.
Pesan singkat yang dapat membuat hari-hari Alva seperti di neraka dan dia selalu merasa was-was serta tidak tenang.
L terus berkutat dengan semua pekerjaannya, dia bahkan sering lembur bekerja, dan pulang ke mansion ketika jam makan malam.
L sudah jarang berbincang dengan sang Mama, yang sudah sangat merindukannya.
L bukannya mendiamkan sang Mama, akan tetapi L sangat takut mengajak berbicara Mama Ana terlebih dahulu, karena setahu L, sang Mama masih marah kepadanya.
Padahal kenyataannya, Mama Ana sudah ingin bercanda dengan L lagi.
Begitupun dengan Papa Alex, dia cuek saja melihat L sudah pulang ke mansion, tanpa mau menanyakan usaha L dalam mendapatkan Alva.
Mansion - kantor, begitu terus yang dilakukan oleh L selama beberapa minggu ini, hingga tidak terasa akhirnya masalah di Perusahaan sudah bisa dia atasi kurang lebih selama satu bulan setengah, dan itu artinya pernikahan Chan dan Alva tinggal kurang lebih dua minggu lagi.
" Akhirnya, kerja kerasku membuahkan hasil ",, kata L sambil meregangkan ototnya.
L yang melihat ke kalender meja yang ada di depannya, dia sampai tidak sadar jika sudah terlalu lama membiarkan Alva bersama Chan bermesraan di sana.
" 63r3n953k, sudah lama sekali aku ada di sini ",, gerutu L.
" Saddam ke ruanganku sekarang ",, kata L kepada Saddam melalui telepon kantor.
Tidak lama Saddam pun masuk ke dalam ruang kerja L.
" Iya Tuan L ",, jawab Saddam dengan bahasa formal.
" Siapkan penerbanganku ke Moldova, saya tidak bisa lebih lama lagi di sini, saya harus menjemput Alva secepatnya ",, kata L kepada Saddam.
" Baik Tuan L ",, jawab Saddam.
Saddam langsung berlalu pergi ke luar untuk menghubungi pilot pesawat jet milik L.
L yang sudah berada di dalam Bandara, dia langsung saja masuk ke dalam pesawat jet miliknya, dan dia bersama Saddam sedang melakukan perjalanan menuju ke Moldova.
Sesampainya di Moldova, L langsung mendapatkan laporan dari salah satu anak buahnya, jika Chan sedang berada di apartemen pribadinya.
L tidak mau menunggu waktu lama lagi, dia langsung menyuruh Saddam dan anak buahnya untuk mengantarkannya menuju ke apartemen Chan.
Chan yang kedatangan orang yang tidak dikenalnya, dia merasa bingung, namun tetap memperbolehkan L bersama Saddam untuk masuk ke dalam ruang tamunya.
" Saddam tinggalkan kami berdua, kamu tunggulah di luar ",, kata L kepada Saddam.
" Baik Tuan L ",, jawab Saddam kepada L.
Saddam langsung ke luar dari dalam apartemen Chan dan meninggalkan L bersama Chan hanya berdua saja.
Chan dan L masih saling pandang, dan belum ada perbincangan yang pasti diantara mereka berdua, sebab Chan masih merasa bingung dengan laki-laki tampan yang duduk di depannya.
...๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ...
Kira-kira apa ya yang akan dilakukan oleh L kepada Chan??๐ค
__ADS_1
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
...***TBC***...