
Ayah Ito yang sudah masuk dan duduk di ruang tamu mansion Papa Alex, dia langsung saja di tanya oleh Liko ingin minum apa.
Namun, Ayah Ito tidak haus sama sekali, dan dia datang ke mansion tidak mau minta minum, cuma ingin segera bertemu dengan si L atau Papa Alex.
Papa Alex sendiri yang sedang berada di dalam mobil bersama Arga, dia merasa gelisah tidak menentu, sebab di dalam mansionnya sedang ada sang istri dan juga cucu serta anak menantunya.
" Arga, suruh cepat sedikit laju mobilnya, nyawa Ana, Sandra, Zuriel dan ke dua cucuku, sedang dalam bahaya ",, kata Papa Alex kepada Arga.
" Kamu dengar sendiri kan?? ",, kata Arga kepada anak buah yang mengendarai mobilnya.
" Iya Tuan ",, jawab anak buah tersebut sambil mengangguk.
" Anda tenanglah saja Bos, di mansion anda banyak sekali bodyguard yang tangguh, pasti mereka semua bisa menangkap siapa perusuh itu ",, jawab Arga kepada Papa Alex.
" Lagi pula, selama ini tidak ada yang bisa membuat keributan di dalam mansion, mereka selalu bisa di atasi oleh semua anak buah anda, Bos ",, kata Arga lagi kepada Papa Alex.
" Tapi tetap saja aku merasa tidak tenang Arga ",, kata Papa Alex kepada Arga.
" Iya Bos, saya tahu, semoga saja mereka semua baik-baik saja ",, kata Arga menenangkan Papa Alex.
" Ini mobilnya juga sudah melaju dengan kencang Bos ",, kata Arga lagi.
Sedangkan kembali ke mansion Papa Alex.
Ayah Ito masih duduk santai di temani Liko yang berdiri tidak jauh dari tempat duduknya.
Ayah Ito tidak banyak berbicara sama sekali, dia hanya diam saja sambil menatap dinding yang berdiri kokoh di depannya, dan tiba-tiba saja pandangannya teralihkan dengan kedatangan Zuriel dari dalam mansion, bersama beberapa anak buah di belakangnya.
Zuriel dan Liko saling tatap, seperti bertanya apakah dia perusuhnya, dan Liko yang mengerti arti tatapan Zuriel, dia langsung saja mengangguk pelan.
Zuriel yang mengerti, dia langsung saja duduk di sofa seberang Ayah Ito yang sedang melihat ke arahnya.
" Boleh saya tahu, saya sedang berhadapan dengan siapa Tuan?? ",, tanya sopan dari Zuriel kepada Ayah Ito.
" Anda sendiri siapa?? ",, tanya balik dari Ayah Ito.
Walau sedikit kesal, di tanya malah balik nanya, namun, Zuriel sebagai yang muda dia mengalah kepada Ayah Ito.
Terlebih lagi, Zuriel melihat ada kemarahan di dalam ke dua bola mata Ayah Ito.
Tidak mau menimbulkan kekacauan lagi, Zuriel pun memilih menjawab pertanyaan dari Ayah Ito.
Sambil tersenyum ramah dan formal, Zuriel lalu menjawab " perkenalkan Tuan, nama saya Zuriel Maverick, menantu Papa Alex, suaminya Sandra Damara ",,
" Zuriel Mavrick, apakah anda anak dari Tuan Denzel Maverick?? ",, tanya Ayah Ito lagi.
" Benar sekali Tuan, dan sepertinya anda sudah mengenal betul siapa Papi saya ",, jawab ramah dari Zuriel sambil tersenyum.
Tidak menjawab, namun Ayah Ito hanya tersenyum miring kepada Zuriel.
Wajar saja Ayah Ito mengenal Papi Denzel Maverick, karena dulu ketika belum bertaubat, Papi Denzel pernah menyewa jasa Ayah Ito sebanyak dua kali untuk mengeksekusi para musuhnya.
Walau tidak mendengar jawaban pasti dari Ayah Ito, tapi Zuriel tetap memperlihatkan wajah ramah dan bersahajanya di hadapan Ayah Ito.
" Jika boleh tahu, ada keperluan apa ya Tuan anda datang ke sini?? ",, tanya Zuriel kepada Ayah Ito.
__ADS_1
" Anda tidak perlu tahu apa tujuan saya datang ke mari, karena ini bukan urusan anda, sebab saya tidak suka jika ada yang ikut campur ke dalam urusan pribadi saya ",, jawab tenang dari Ayah Ito.
" Baiklah, kalau begitu, maaf sudah banyak bertanya Tuan ",, kata Zuriel dengan sangat sopan sekali.
" Tapi, ijinkan saya untuk duduk di sini untuk menemani anda, sampai Papa Alex dan Kak L pulang ke mansion ",, kata Zuriel lagi kepada Ayah Ito.
" Terserah ",, jawab Ayah Ito.
L sendiri yang sedang berada di dalam mobil bersama Saddam, hati dia terus berkecamuk dan bertanda tanya, siapakah yang sudah berani menyerang mansion milik sang Papa.
Namun, sekeras apapun L berpikir, dia tidak menemukan jalan ke luarnya, dan ujung-ujungnya kepikiran dengan Alva lagi dan lagi.
Hingga pada akhirnya, setelah Ayah Ito menunggu sekitar empat puluh menit di ruang tamu, ke dua orang yang di tunggunya sampai juga di mansionnya.
L dan Papa Alex langsung saja ke luar dari dalam mobil, di temani oleh Arga dan Saddam yang ikut berjalan di belakangnya.
Langkah kaki L dan Papa Alex di perlebar, karena mereka berdua sudah tidak sabar ingin segera melihat siapakah yang sudah berani menerobos masuk ke dalam mansionnya.
Dan untuk Mama Ana serta Sandra sendiri, mereka berdua masih berada di dalam kamar, Mama Ana dan Sandra, merasa sangat tidak tenang sekali, sebab mereka sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi di luar.
Kembali ke Ayah Ito lagi.
Ayah Ito yang sudah melihat kedatangan Papa Alex serta L, mata dia langsung saja melotot marah dan dia langsung berdiri dari duduknya.
Begitupun dengan Papa Alex dan L, yang sangat-sangat super terkejut sekali melihat orang yang sudah berani membuat onar di mansionnya.
Ketika Papa Alex melihat Ayah Ito yang duduk di ruang tamu mansionnya, dia sudah tidak terkejut lagi, sebab memang cuma Ayah Ito sajalah yang berani berbuat kerusuhan di manapun dia berada, walau itu orang penting sekalipun.
" Tuan Roderick ",, kata Papa Alex kepada Ayah Ito.
Sesampainya di depan L, Ayah Ito langsung saja memberikan bogem mentah ke arah wajah L, hingga membuat L sampai tersungkur ke atas lantai.
Melihat L tumbang, Ayah Ito langsung saja duduk di atas dada si L dan memberikan bogeman mentah lagi sebanyak yang dia mau.
Papa Alex, Zuriel, dan semua orang yang ada di situ, tentu saja tidak tinggal diam saja, mereka semua berusaha memisahkan Ayah Ito yang sedang menyiksa si L dengan bogeman maut darinya.
Tapi, sebegitu banyak orang yang ada di situ, tidak ada yang bisa memisahkan Ayah Ito yang sedang memberikan pelajaran kepada si L, padahal L sudah terkapar tidak berdaya.
Papa Alex yang merasa geram dengan kelakuan dari Ayah Ito, dia langsung mengambil paksa pistol milik anak buahnya, dan langsung saja dia acungkan kepada Ayah Ito.
Dor.!!
Papa Alex sebelumnya memberikan peringatan dengan tembakan ke atas untuk menghentikan aksi dari Ayah Ito.
Ayah Ito yang mendengar suara tembakan, dia tidak peduli dan terus memukuli wajah L, hingga sudah babak belur sangat parah.
" Jika anda tidak menghentikan pukulan anda kepada si L, jangan salahkan saya, jika peluru yang ada di dalam pistol ini menembus kepala anda Tuan Roderick!! ",, kata Papa Alex sambil mengacungkan pistolnya.
Ayah Ito yang mendengar perkataan dari Papa Alex, dia langsung saja menghentikan aksinya, dan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Papa Alex dengan tatapan dingin nan menusuk kulit.
" Jika anda berani menembak saya, di hadapan anda, dengan mata kepala anda sendiri, anda akan melihat kepala anak anda terpisah dari badannya!! ",, jawab super dingin dari Ayah Ito kepada Papa Alex.
Setelah mengatakan hal seperti itu, Ayah Ito pun langsung bangun dari atas tubuh si L, dan berdiri tidak jauh di depan Papa Alex.
Sedangkan si L, dia langsung saja dibantu bangun oleh Arga, Saddam, Zuriel dan juga Liko.
__ADS_1
L begitu sangat mengenaskan sekali keadaannya, kalian semua yang sudah membaca Novel saya yang King Psychopath pasti sudah tahu, bagaimana kemarahan dari Ayah Ito atau Pietro Roderick.
" Kenapa anda memukuli anak saya seperti itu Tuan Roderick??!! ",, tanya Papa Alex dengan nada yang terdengar dingin, sambil masih mengacungkan pistolnya ke wajah Ayah Ito.
" Jika anak saya kenapa-kenapa, persahabatan kita putus dan saya tidak akan tinggal diam saja dengan perbuatan anda ini!! ",, kata Papa Alex lagi.
Ayah Ito sebelum menjawab, dia melangkahkan kakinya untuk lebih dekat lagi dengan Papa Alex.
Sedangkan yang lainnya, masih diam saja sambil memperhatikan Ayah Ito dan Papa Alex yang sedang berbicara, dan untuk L sendiri, dia masih di bantu berdiri oleh Zuriel serta Saddam.
Ketika sudah sampai di depan Papa Alex, Ayah Ito dengan santainya malah tersenyum miring, tanpa merasa takut sama sekali dengan pistol yang sedang teracung ke arahnya.
" Saya tidak peduli persahabatan kita putus atau tidak, setidaknya saya puas bisa memberikan pelajaran kepada anak anda yang kurang ajar itu ",, kata Ayah Ito kepada Papa Alex.
" Jika saya tidak menghargai anda sebagai sahabat saya, sudah pasti nyawa anak anda si L sudah melayang di tangan saya saat ini juga!! ",, lanjut lagi perkataan dari Ayah Ito.
" Mau tahu apa yang membuat saya marah kepada anak anda Tuan Damara?? ",, tanya Ayah Ito kepada Papa Alex.
" Tidak mungkin saya melakukan ini jika tidak ada sebab ",, kata Ayah Ito lagi.
" Cepat katakan, apa yang sudah dilakukan L kepada anda Tuan Roderick!! ",, kata Papa Alex sambil menempelkan pistolnya tadi ke dahi Ayah Ito.
" Anak anda itu sudah memp3rk054 keponakan saya si Alva,!! apakah saya harus tinggal diam saja hah.!! ",, jawab Ayah Ito kepada Papa Alex dengan suara berteriak.
Terkejut, tentu saja Papa Alex sangat terkejut sekali, mulut dia langsung terbuka dengan sangat lebar sekali mendengar jawaban dari Ayah Ito.
Tidak cuma Papa Alex saja yang terkejut, semua orang yang ada di situ juga merasa terkejut, kecuali si Saddam, karena dia sudah tahu sejak awal tadi.
" Apa saya tidak boleh marah dengan dia Tuan Damara,?? jawab saya!! ",, tanya Ayah Ito, masih sambil berteriak dengan sangat keras.
" Keponakan saya begitu di jaga oleh Kakak saya selama ini, dia di sini di titipkan kepada saya dan dialah yang menjadi tanggung jawab saya selama berada di London, lalu apa yang harus saya katakan kepadanya, jika putri kesayangannya sudah di nodai oleh anak kesayangan anda yang banci ini Tuan Damara!! ",, kata Ayah Ito kepada Papa Alex.
Padahal dulu Ayah Ito juga seperti itu dengan Mama Molly, sepertinya otak Ayah Ito sudah kembali normal seperti manusia biasanya.
Papa Alex tidak menjawab perkataan dari Ayah Ito, dia langsung saja berjalan ke arah si L, dan sesampainya di depan L, Papa Alex langsung menanyakan perihal tersebut kepada si L yang setengah sadar.
" Apa benar yang di katakan oleh Tuan Roderick L, jawab Papa!! ",, kata Papa Alex kepada si L.
" Be benar Papa, maafkan L ",, jawab L sambil mengangguk lemas.
Kalian tahu readers, apa yang di lakukan oleh Papa Alex, tanpa merasa kasihan sama sekali dengan keadaan L yang sudah hampir sekarat, Papa Alex langsung saja menendang perut L dengan sangat keras sekali sampai membuat L, Zuriel dan Saddam yang sedang memapahnya, jadi ikut terjungkal ke belakang.
" Memalukan,!! kamu membuat Papa malu di hadapan Tuan Roderick L ",, amarah dari Papa Alex kepada L yang sedang terbaring di atas lantai.
Ayah Ito yang melihat kejadian itu, dia langsung saja menyelanya sejenak.
" Jika keponakan saya sampai hamil dari perbuatan anak anda, jangan harap anak anda bisa melihat mereka berdua!! ",, kata Ayah Ito kepada Papa Alex.
" Karena saya tidak akan mengijinkan si L melihat Alva atau anaknya!! ",, lanjut lagi perkataan dari Ayah Ito.
" Akan tetapi, jika anak anda bisa menemukan sendiri keberadaan mereka berdua dan sudah mendapatkan kata maaf dari Alva, saya berjanji dengan tangan terbuka akan menerima kehadiran si L di dalam Keluarga saya!! ",, kata Ayah Ito lagi.
Dan setelah mengatakan itu semua, Ayah Ito langsung berlalu ke luar dari dalam mansion menuju ke dalam mobilnya, tanpa mau mendengarkan tanggapan dari Papa Alex terlebih dahulu.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
__ADS_1
...***TBC***...