
Alva memasak dengan begitu lihainya, baginya dapur adalah rumah ke duanya, jadi di manapun dapur yang dia datangi, Alva akan dengan cepat menguasainya.
Evelie saja sampai takjub melihat kemampuan memasak Alva yang cepat, bersih dan terlihat menyenangkan sekali.
Sebelas dua belas dengan Diega, namun entah kenapa Evelie lebih suka melihat Alva memasak seperti sekarang.
Para kru dapur yang lain, ketika melihat Alva sedang memasak, mereka semua juga sangat senang sekali.
Karena selain cantik, wajah serius dari Alva ketika memasak, membuat ada kesan tersendiri untuk Alva di dalam hati mereka semua.
Sedangkan di sisi lain, L yang tadi sudah ke luar dari dalam restoran yang dia kunjungi bersama Mama Ana, dia langsung segera masuk ke dalam mobilnya.
L mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal, sambil memikirkan cara bagaimana menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya sekarang.
Ketika sedang santai mengendarai mobilnya, tiba-tiba ada sebuah ide yang terlintas di dalam otaknya.
" Alva, Alva, Alva, nama kamu akan selalu aku ingat, dan sekarang aku sudah tahu jalan ke luar untuk membalas semua perbuatan kamu itu ",, kata L berbicara sendiri.
" Kita tunggu saja jam mainnya ",, kata L sambil tersenyum miring.
Sekitar empat puluh menit berkendara, akhirnya mobil yang L kendarai sampai juga di parkiran restoran mewahnya.
L memarkirkan mobil mewahnya di tempat parkir khusus, yang memang sudah dia sediakan untuknya atau untuk Keluarganya saja.
L yang sudah ke luar dari dalam mobilnya, dia langsung saja berjalan masuk menuju ke restoran mewah miliknya.
Kedatangan L di sambut dengan sangat ramah dan sopan dari para staf yang berjaga di depan pintu.
L terus berjalan dan berjalan, hingga akhirnya dia sampai juga di lantai paling atas sendiri tempat kantornya berada.
Ketika sudah sampai di dalam ruang kerjanya, L langsung saja duduk di kursi singgasananya.
Selain mengurus beberapa cabang restoran miliknya, L juga mengurus dan memegang kendali beberapa Perusahaan milik Keluarga besar Damara, maupun William, milik sang Opa.
Mengambil gagang telepon, L pun mencoba menghubungi seseorang, dan orang itu adalah si Gui.
" Halo Tuan L ",, kata Gui kepada L.
" Suruh datang ke sini, Chef yang akan menggantikan Chef Diega ",, kata L kepada Gui.
" Baik Tuan L ",, jawab Gui kepada L.
L pun langsung mematikan sambungan teleponnya itu secara sepihak.
Gui yang baru saja mendapatkan telepon dari L, dia langsung saja mensudahi pembicaraannya dengan Diega.
__ADS_1
Dan Gui bersama Diega, lalu berjalan menuju ke dalam dapur untuk menemui Alva.
Alva yang sudah selesai memasak sejak sepuluh menit yang lalu, dia saat ini sedang menyeka keringat dan juga meredakan rasa capeknya untuk sejenak.
Walau tubuh sedang berkeringat, tapi entah kenapa wajah Alva malah terlihat semakin seksi dan mempesona.
Ketika semua kru dapur yang melihat kedatangan Gui bersama Diega masuk ke dalam dapur, mereka semua langsung saja pada melanjutkan lagi pekerjaannya.
" Nona Alva, ayo ikut dengan saya ",, kata Gui kepada Alva.
" Astaga, ingin sekali ku mengusap keringat di lehernya itu ",, kata batin Gui untuk Alva.
Gui berusaha bersikap profesional, dan dia tidak menunjukkan wajah ketertarikan sama sekali kepada Alva.
Jadi Alva tidak akan tahu, jika Gui sudah menaruh hati kepadanya.
" Baik Tuan Gui ",, jawab Alva kepada Gui.
" Apakah makanan yang saya maksud sudah kamu masak, jika sudah ayo itu bawa sekalian ",, kata Gui kepada Alva.
" Sudah siap semuanya Tuan Gui ",, jawab Alva kepada Gui.
" Bagus, ayo semua yang kamu masak, taruh di atas troli makanan, cepat jangan sampai Tuan L menunggu terlalu lama ",, kata Gui kepada Alva.
Alva hanya mengangguk saja kepada Gui, dan dia lalu menaruh semua makanan serta minuman yang sudah di masaknya, untuk dia taruh di atas troli makanan.
Ketika mereka semua sudah sampai di depan pintu ruang kerja si L, Gui pun langsung saja mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Dan di saat sudah mendengar kata masuk, Gui langsung mengajak Alva serta Diega, untuk segera masuk ke dalam ruang kerja si L.
Alva, Diega serta Gui yang sudah masuk ke dalam ruang kerja si L, mereka langsung melihat L sedang menatap ke arah jendela kerjanya, dengan memasukkan ke dua tangannya di saku celananya.
" Tuan L ",, sapa Gui kepada L.
L pun langsung berbalik badan untuk menghadap ke arah Gui.
Dan .........
Ketika L melihat ada Alva berdiri di antara Gui dan Diega, mata dia langsung saja melotot dengan sangat lebar sekali.
Begitupun dengan Alva, yang juga sama-sama terkejutnya, ketika melihat laki-laki yang sudah di kerjainya tadi di keramaian kota adalah pemilik restoran yang sedang di datanginya.
Dan Tuan L yang daritadi di bicarakan oleh sang sahabat, adalah laki-laki yang ingin di hindarinya.
Setelah bisa menguasai rasa terkejutnya, dengan masih memandang Alva, L pun langsung tersenyum miring, dan justru senyuman itu menambah ketampanan untuk si L.
__ADS_1
Jantung Alva menjadi berdetak dengan sangat kencang sekali, ingin sekali kakinya melangkah ke luar dari dalam ruangan tersebut, akan tetapi tidak bisa dia lakukan sekarang.
Karena itu sangat tidak sopan sekali, dan bisa menghancurkan reputasinya sebagai seorang pemilik restoran maupun seorang Chef handal.
L lalu berjalan mendekat ke arah Gui, Diega dan juga Alva, dan ketika dia sudah sampai di depan ke tiga orang tersebut, L langsung saja mengatakan sesuatu.
" Tolong tinggalkan saya berdua saja dengan Chef pengganti ini Gui, Chef Diega ",, kata L kepada Gui dan Diega.
" Baik Tuan L ",, jawab Gui dan Diega secara bersamaan.
Ingin sekali Alva mencegah, tapi apalah daya, mulut dia tidak bisa di ajak bersuara sama sekali.
Sekarang, tinggallah berdua saja antara si L dan juga Alva di dalam ruangan tersebut.
Sebelum L mengintimidasi Alva, dia berjalan ke arah meja kerjanya terlebih dahulu, untuk mengunci pintu ruang kerjanya menggunakan remot tanpa sepengetahuan dari Alva.
" Halo Nona ",, kata L sambil berjalan mendekat ke arah Alva lagi.
" Apakah kamu merindukan saya, sampai mau menggantikan Chef Diega di sini?? ",, tanya L kepada Alva.
" Jika saya tahu pemilik restoran ini adalah anda, saya juga tidak akan mau menggantikan dia Tuan ",, jawab Alva dengan tenang kepada L.
" Bukannya kamu memanggilku mantan calon suami, ke mana sekarang panggilan itu untuk saya Nona, karena saya jujur lebih menyukai panggilan itu ",, kata L kepada Alva sambil tersenyum miring.
Akhirnya, L sampai juga di depan Alva, dan mereka saling pandang dengan sangat lekat sekali.
L masih tersenyum, senyum yang menyeramkan bagi Alva, tapi tidak bagi kaum hawa yang lain, karena senyuman L terlihat begitu sangat manly sekali.
Tidak ada jawaban dari Alva, dan tidak ada perkataan dari L lagi untuk Alva.
Tapi L dengan sengaja melangkahkan kakinya lagi untuk semakin mendekat ke arah Alva, hingga membuat Alva memundurkan langkah kakinya.
" Sial, keringat dia harum sekali bercampur dengan keringat ",, kata batin L.
L seakan mabuk mencium aroma tubuh Alva yang semerbak, karena pendingin ruangan.
Dan wajar saja jika parfum yang di pakai oleh Alva aromanya sangat khas sekali, karena dia membuat sendiri parfum tersebut dari tanaman herbal milik sang Paman.
L semakin maju dan maju, hingga pada akhirnya tubuh Alva terpojok tembok di belakangnya, dan membuat L langsung mengukung tubuh Alva menggunakan ke dua tangannya.
...⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️⚕️...
Hihihihi apa yang akan terjadi selanjutnya 🤭🤭
Lanjut part selanjutnya 😅
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...