Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
KEMARAHAN AYAH ITO


__ADS_3

Sedangkan kembali ke si L lagi.


Di saat dia sedang sibuk mengerjakan semua pekerjaannya, tiba-tiba saja pikiran dia langsung blank, ketika teringat dengan wajah sedihnya Alva.


L langsung melamun karena merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap Alva.


Namun, di saat yang bersamaan, dia seperti ketagihan ingin melakukannya lagi bersama Alva.


"Oh 5h1t!! ",, kata L sambil mengepalkan ke dua tangannya.


" Apa yang sudah aku lakukan,?? apa yang sudah aku perbuat kepada Alva ",, kata L sambil mengusap wajahnya.


Ketika L sedang berbicara sendiri, tiba-tiba pintu ruang kerjanya di ketuk dari luar, dan orang yang mengetuk pintunya adalah si Saddam.


Saddam langsung saja masuk ke dalam ruang kerja si L, ketika sudah mendengar kata masuk dari si L.


" Ada apa?? ",, tanya L kepada Saddam.


" Ini Tuan L, semua informasi tentang Nona Alva yang tadi anda minta ",, kata Saddam sambil menyerahkan sebuah berkas.


" Kamu pergilah, biar saya membacanya sekarang ",, kata L kepada Saddam.


" Baik Tuan ",, jawab Saddam kepada L.


Saddam langsung berlalu pergi dari dalam ruang kerja L, dan sepeninggal dari Saddam, L langsung saja membuka berkas tersebut dan membacanya satu persatu setiap kalimat yang tertera.


" Alva Querida Eilaria Roderick, umur dua puluh lima tahun, pekerjaan Chef profesinal, mempunyai beberapa cabang restoran mewah ....... ",, perkataan L terhenti, sebab dia sedang merasa terkejut.


" Mempunyai beberapa cabang restoran mewah, wao, hebat juga dia, ternyata di balik sifatnya yang usil, dia ternyata pembisnis yang handal, hmm menarik, membuatku semakin tertantang untuk mendapatkannya ",, kata L berbicara sendiri.


" Anak dari Ivar Jaxton Krishav Roderick dan Agnes Guardenia Roderick, adik Ynocencio Zachary Lucius Roderick ",, lanjut lagi si L membaca informasi tentang Alva.


" Paman Pietro Roderick, dan Gilbert Roderick ",, kata L lagi, dan selebihnya, L membacanya di dalam hati.


Setelah selesai membaca berkas informasi tentang Alva, L pun langsung saja menutupnya dan seperti memikirkan sesuatu.


Sedangkan kita bergeser ke mansion mewah milik sang Papa, saat ini Ayah Ito sudah sampai di depan pintu gerbang megah mansion Papa Alex.


Ayah Ito menyuruh para penjaga untuk membukakan pintu gerbangnya, dengan nada yang terdengar tegas di wajahnya yang terlihat sedang marah.


Wajar saja jika Ayah Ito ditanya dengan pertanyaan yang begitu merepotkannya, sebab para penjaga sudah lupa dengan wajah Ayah Ito, jika dia sahabat baik dari sang punya mansion.


" Cepat buka pintunya!! ",, kata Ayah Ito kepada sang penjaga pintu gerbang.


" Kami tidak bisa membukakan pintu gerbangnya Tuan, jika anda tidak mempunyai tujuan yang pasti ",, jawab salah satu penjaga.


Dor.!!


Ayah Ito langsung menembak anak buah yang menjawab perkataannya tadi.

__ADS_1


" Cepat buka, atau kalian semua akan masti di tangan di saya!! ",, kata Ayah Ito lagi kepada semua penjaga.


" Dan jika anda tidak tahu siapa saya, tanyakan saja kepada majikan kalian!! ",, kata Ayah Ito kepada para penjaga, sambil menodongkan pistolnya.


Para penjaga saling berbisik, mereka semua takut jika mereka membukakan pintu gerbangnya, akan mendapatkan masalah.


Dor.!!


" Cepat buka!! ",, kata Ayah Ito lagi sambil menembak salah satu penjaga .


" Baik-baiklah, akan kami buka pintu gerbangnya Tuan ",, jawab salah satu penjaga kepada Ayah Ito.


" Bagus, cepat!! ",, kata Ayah Ito.


Pintu gerbangnya pun akhirnya dibukakan oleh salah satu penjaga yang berjaga, dan ketika pintu gerbangnya sudah terbuka, Ayah Ito langsung saja menjalankan mobilnya untuk masuk menuju ke pelataran mansion Papa Alex.


Tidak di sangka ternyata para anak buah yang berjaga di pintu gerbang, mereka semua sudah menghubungi para penjaga yang ada di dalam, untuk selalu mengawasi gerak-gerik Ayah Ito.


Ayah Ito yang sudah memarkirkan mobilnya, dia langsung saja ke luar dari dalam mobil.


Namun sayang, ketika Ayah Ito sudah ke luar dari dalam mobil, tiba-tiba dia di dekati cukup banyak penjaga yang berjaga.


" Ada keperluan apa Tuan anda datang ke mari?? ",, tanya salah satu penjaga kepada Ayah Ito.


Dor.!! Dor.!! Dor.!!


Akhirnya, perkelahian pun tidak bisa terelakkan antara Ayah Ito melawan banyaknya anak buah yang berjaga di mansion Ayah Ito.


Bugh, dagh, dugh.!!


Suara tendangan terdengar di mana-mana.


Dor.!!


Ayah Ito menembak lagi anak buah yang menyerangnya.


Keributan yang di timbulkan oleh Ayah Ito membuat sang asisten kepala mansion pun langsung bergegas melihat kejadian yang ada di luar mansion.


Liko yang melihat perkelahian tersebut dari dalam mansion, dia langsung saja menyuruh sang istri untuk memberitahukan kepada penghuni mansion, sedangkan dirinya dia akan segera menghubungi Papa Alex atau si L.


Mama Ana, Sandra dan juga Zuriel, yang sedang asik berbincang sambil menggoda si kembar Krystal dan Quella, merasa sangat terkejut sekali mendengar kabar dari Bi Ne.


" Cepat Nyonya, lebih baik kalian bersembunyi di dalam kamar ",, kata Bi Ne kepada para majikannya.


" Benar Ma, kalian berdua sama Mama masuklah ke dalam kamar, dan ajak si kembar juga, biar Papa yang melihat ke depan ",, kata Zuriel juga kepada Sandra.


" Tapi Pa, ini berbahaya, jangan ",, cegah Sandra kepada Zuriel.


" Tidak apa-apa Ma, cepat sana!! ",, jawab Zuriel.

__ADS_1


" Sudah Sandra, ayo turuti saja perkataan dari suami kamu, ayo cepat kita bersembunyi di dalam kamar Mama saja ",, kata Mama Ana kepada Sandra.


Dengan terpaksa, Sandra pun mengangguki perkataan dari sang Mama dan sang suami.


Sandra dan Mama Ana, langsung saja bersembunyi di dalam kamar milik Mama Ana untuk menyelamatkan diri.


Mereka semua tidak tahu saja, jika yang sedang menyerang mansion mereka adalah sahabat dekat dari sang Papa.


Sedangkan untuk Papa Alex yang mendapatkan telepon dari Liko, dia pun tanpa banyak berpikir langsung segera pergi dari dalam Perusahaannya di temani oleh Arga.


Sambil berjalan, Papa Alex mencoba menghubungi si L, dan L yang sedang melamunkan Alva pun, langsung merasa terkejut, ketika sang Papa memberi berita yang sangat mengejutkannya sekali.


L dan Papa Alex, akhirnya langsung segera pulang ke mansion menggunakan mobil milik mereka masing-masing.


Dan kembali lagi ke mansion Papa Alex.


Ayah Ito ternyata sudah menumbangkan cukup banyak anak buah Papa Alex, bahkan sudah ada yang meninggal juga karena mendapatkan serangan dan tembakan darinya.


" Siapa lagi yang mau menyerang saya,?? sini silahkan maju!! ",, kata Ayah Ito kepada para penjaga yang tersisa.


Ada beberapa penjaga yang ingin menyerang Ayah Ito lagi, tapi aksinya itu langsung saja di gagalkan oleh Liko yang baru saja selesai menelpon Papa Alex.


" Stop!! ",, cegah Liko kepada semua orang.


Liko yang sedang berjalan ke arah para penjaga, membuat semua penjaga langsung diam dan menunduk patuh.


Liko dengan gagah beraninya, dia langsung berdiri di depan Ayah Ito untuk mengajaknya berbicara dari hati ke hati.


" Maaf Tuan, ada perlu apa anda datang ke mansion Tuan Alex,?? apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya sopan Liko kepada Ayah Ito.


" Saya ingin bertemu dengan Tuan Damara dan si L!! ",, jawab Ayah Ito kepada Liko.


" Mereka sedang berada di perjalanan pulang Tuan, sudah saya teleponkan tadi ",, jawab Liko kepada Ayah Ito.


" Lebih baik mari ayo Tuan, silahkan anda menunggu di dalam saja, akan saya antar ",, kata sopan Liko lagi kepada Ayah Ito.


Ayah Ito hanya mengangguk saja kepada Liko, sambil memasukkan pistol yang di bawanya ke dalam belakang bajunya.


Ayah Ito langsung berjalan masuk ke dalam mansion Papa Alex, dan Liko mencoba menenangkan para anak buah yang sedang merasa khawatir, sebab mengijinkan sang perusuh atau Ayah Ito untuk masuk ke dalam mansion.


" Kalian semua tenanglah saja, biar dia, saya yang mengurus, kalian semua bereskan semua mayat ini dan obati teman kalian yang terluka ",, kata Liko kepada para anak buah.


" Baik Tuan ",, jawab serempak dari para anak buah.


Setelah itu, Liko pun langsung ikut masuk ke dalam mansion untuk menemani Ayah Ito yang sudah duduk di ruang tamu mansion.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2