Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
MAMA ANA - ALVA


__ADS_3

Meninggalkan Papa Alex yang sedang terkejut, dan meninggalkan L sejenak juga yang sedang di tertawakan oleh Sandra dan Zuriel, karena kita sekarang akan beralih ke Alva dan Mama Ana terlebih dahulu.


Alva yang sudah berlalu menuju ke dalam kamar mandi yang khusus untuk pengunjung, dia langsung saja segera berganti pakaiannya yang kotor tadi.


Sudah cantik, body yang bagus, mau bagaimana pun juga Alva tetap terlihat cantik menggunakan pakaian apa saja.


Contohnya sekarang saja, Alva malah terlihat semakin cantik dengan gaun yang di belikan oleh para anak buah Mama Ana tadi.


Alva yang sudah selesai berganti baju, dia langsung saja berjalan menuju ke arah Mama Ana yang sudah menunggunya di salah satu meja yang ada di situ.


" Maaf Mamam, lama menunggunya ",, kata Alva sambil langsung duduk di kursi seberang Mama Ana.


" Tidak apa-apa ko sayang, kamu mau pesan apa Alva?? ",, jawab Mama Ana kepada Alva.


Alva yang diberi pertanyaan seperti itu oleh Mama Ana, dia langsung saja menyebutkan makanan yang ingin di makannya tanpa melihat menunya terlebih dahulu.


Dan Mama Ana yang sudah selesai membaca semua menunya, gantian dia yang menyebutkan makanan serta minuman yang ingin di pesannya kepada waiters.


Sambil menunggu pesanan makanan mereka di masak oleh para koki dan Chef yang bekerja di restoran tersebut, Mama Ana dan Alva pun mulai berbincang lagi.


Namun di saat Alva ingin menjawab perkataan dari Mama Ana, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering dan juga bergetar.


Melihat nama sang Ayah, yaitu Ayah Ivar, Alva pun langsung segera mengangkatnya.


" Maaf, Alva mengangkat telepon dari Ayah sebentar ya Mamam ",, ijin dari Alva kepada Mama Ana.


" Iya, silahkan Nak ",, jawab Mama Ana kepada Alva sambil tersenyum.


Karena malu di dengar oleh Mama Ana, Alva pun mencoba menyingkir sejenak dari meja tersebut, untuk mengangkat sambungan telepon dari sang Ayah.


" Halo Ayah ",, sapa Alva kepada Ayah Ivar.


" Alva, kamu sekarang ada di mana,?? kamu sudah membuat Keluarga kita menjadi terkenal karena scandal!! ",, marah Ayah Ivar kepada Alva.


" Apa sih maksud dari perkataan Ayah,?? Alva sungguh sangat tidak mengerti?? ",, jawab Alva kepada Ayah Ivar.


" Dan Alva saat ini sedang berada di restoran untuk makan Ayah, Alva tidak ke mana-mana ko ",, kata Alva lagi kepada Ayah Ivar.


" Apakah kamu belum melihat berita di televisi sekarang, saat ini kamu sedang sangat terkenal Alva, karena tingkah bodoh kamu itu yang sudah mempermalukan seorang laki-laki di tempat umum!! ",, kata Ayah Ivar kepada Alva.

__ADS_1


Alva yang mendengar perkataan dari sang Ayah, dia pun langsung teringat dengan dirinya yang sudah mempermalukan si L tadi di tempat umum.


" Mungkin berita yang Ayah lihat di televisi itu bukanlah Alva melainkan orang lain, mata Ayah salah lihat ",, Alva mengelak dari tuduhan sang Ayah.


" Mata Ayah belum rabun Alva!! ",, kata Ayah Ivar kepada Alva.


" Ayah tidak mau tahu, kamu harus segera menyelesaikan semua kekacauan yang sudah kamu perbuat itu!! ",, kata Ayah Ivar lagi kepada Alva.


" Karena kalau sampai Paman kamu Pietro berbuat nekat kepada laki-laki yang kamu permalukan itu, Ayah tidak mau membantumu atau mencegahnya!! ",, lanjut lagi perkataan Ayah Ivar kepada Alva.


" Tapi Ayah Al ............ ",,


Tut, tut, tut.


Sambungan telepon sudah terputus terlebih dahulu sebelum Alva sempat menjawab perkataan dari sang Ayah.


Ayah Ivar memang sengaja mematikan sambungan teleponnya secara sepihak, karena dia tidak mau mendengar alasan demi alasan dari sang putri kepadanya.


Sedangkan Mama Ana sepeninggalan dari Alva tadi, dia juga tiba-tiba mendapatkan telepon dari Bella yaitu Kakak Iparnya istri dari Kakak kandungnya yang bernama Tara William.


" Halo Kak Bella ",, kata Mama Ana kepada Kak Bella.


" Ana sedang makan di restoran Kak ",, jawab Mama Ana kepada Kak Bella.


" Memangnya sekarang ada berita viral apa,?? ko sepertinya Kak Bella sedang heboh sekali?? ",, kata Mama Ana lagi kepada Bella.


" Itu si L, dia di permalukan oleh seorang wanita di tempat umum, bahkan sekarang banyak para wartawan yang sedang berlomba-lomba mencari kebenaran dari berita yang sedang viral itu Ana ",, kata Kak Bella kepada Ana.


" Waaah, si L di permalukan tempat umum, sayang sekali Ana tidak berada di situ Kak Bella ",, jawab Mama Ana kepada Kak Bella.


" Memangnya kenapa kalau kamu ada di situ Ana?? ",, tanya Kak Bella kepada Mama Ana.


" Ana pasti akan mendukung gadis itu Kak, karena gadis itu adalah gadis pertama yang berani mempermalukan L Damara, hahaha ",, jawab Mama Ana kepada Kak Bella.


" Kamu ini Ana, anak di permalukan bukannya marah malah seperti ini,?? dasar aneh ",, gerutu Kak Bella kepada Mama Ana.


" Bukannya begitu Kak, selagi mempermalukannya tidak berarti untuk Keluarga kita, kenapa harus di ambil pusing sih, dan Ana jujur malah ingin melihat siapa gadis itu, karena siapa tahu gadis itu adalah jodoh yang sesungguhnya untuk perjaka tuaku Kak ",, jawab Mama Ana kepada Kak Bella.


" Iya-iya-iya, terserah kamu sajalah Ana, yang penting kamu bahagia ",, kata Kak Bella kepada Mama Ana.

__ADS_1


Mama Ana langsung tertawa mendengar perkataan dari Kak Bella tadi.


" Hanya itu yang Kakak sampaikan kepada kamu Ana, sudah dulu ya, bye ",, kata Kak Bella kepada Mama Ana.


" Iya, bye Kak ",, jawab Mama Ana kepada Kak Bella.


Ketika sambungan telepon sudah selesai, Mama Ana langsung saja menyimpan kembali ponselnya itu ke dalam tas jinjing yang di bawanya.


Sambil menunggu Alva selesai menerima telepon, Mama Ana pun sedikit melamun, ingin melihat dan mengenal perempuan yang sudah berani mempermalukan anak sulungnya itu yang datarnya seperti k0t0ran unta.


Begitulah Mama Ana kalau menyamakan wajah L, jika si L sedang cemberut karena sesuatu.


Padahal k0t0ran unta saja Mama Ana belum pernah melihatnya sama sekali, tapi dia berani berkata seperti itu untuk sang anak.


" Sepertinya aku harus segera bertindak deh, untuk menjodohkan gadis itu dengan si L, tapi ....?? ",, Mama Ana sengaja menjeda perkataannya.


" Padahal si L mau aku jodohkan dengan Alva yang cantik itu, tapi kenapa sekarang malah ada berita yang seperti ini,?? nanti coba aku bandingkan saja deh wajah gadis tersebut sama Alva, cantikan siapa ",, lanjut lagi perkataan dari Mama Ana masih berbicara sendiri.


Ketika Mama Ana sedang berbicara sendiri, tiba-tiba Alva sudah kembali duduk di kursi yang tadi di dudukinnya.


" Maaf lama Mamam, biasa Ayah saya selalu takut jika anak gadisnya akan di jadikan mantu oleh seseorang tanpa seijinnya '',, kata Alva kepada Mama Ana.


" Hahahaha, kamu bisa saja Alva ",, jawab Mama Ana sambil tertawa.


Alva pun langsung ikut-ikutan tertawa melihat Mama Ana sedang tertawa karena candaan darinya.


Akhirnya makanan serta minuman yang di pesan mereka pun di antarkan juga oleh para waiters yang ada di situ.


Namun ada yang istimewa kali ini, sebab Chef laki-laki yang lebih tua sedikit umurnya dari Alva dan yang memasaknya sendiri ikut datang mengantarkan makanan pesanan mereka, lalu menyapa Alva, mensajikan serta melayani Alva dengan sangat baik sekali.


Semua kedekatan dari Alva kepada Chef tersebut terlihat jelas di mata Mama Ana, dan Mama Ana menjadi penasaran, ada hubungan apakah Alva dengan Chef yang bekerja di restoran tersebut.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


Hayo, siapa Chef itu, apakah dia kekasihnya Alva??πŸ€”.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2