Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
PERMINTAAN ALVA


__ADS_3

Sepertinya pertarungan antara Ayah Ito dan Papi Gilbert belum berakhir.


Ketika Keluarga Roderick sudah pada pulang dan sampai di rumah Ayah Ito yang ada di London, Papi Gilbert yang baru saja sadar dengan apa yang dilakukannya tadi di mansion Papa Alex.


Papi Gilbert tentu saja merasa marah kepada Ayah Ito, dan dia sengaja membalas perbuatan Ayah Ito, dengan mencampuri minumannya Ayah Ito, dengan obat herbal pencuci perut.


Ayah Ito yang bisa mendeteksi aroma aneh diminumannya, dia pun memilih berpura-pura tidak tahu dan mencari dalang, orang yang sudah berani memberikan sesuatu ke dalam minumannya.


" Sepertinya ada sesuatu di dalam minumanku, aku harus mencari tahunya ",, kata batin Ayah Ito.


Ayah Ito yang sedang berkumpul bersama Keluarganya, dia menatap semua orang satu persatu, dan tatapan yang sangat mencurigakan cuma tertuju kepada Papi Gilbert.


Papi Gilbert sendiri juga sudah tidak sabar ingin melihat Ayah Ito meminum minumannya, karena Papi Gilbert ingin melihat Ayah Ito sakit perut dan ke luar masuk ke dalam toilet.


Akan tetapi, tiba-tiba baby Graviella menangis, dan meminta digendong oleh sang Papi.


Karena baby Graviella sedang menangis, Papi Gilbert sedikit lupa dengan rencananya itu, dan dia memilih menenangkan putri bungsunya ke luar rumah untuk sejenak.


Kesempatan itu Ayah Ito gunakan untuk menukar minumannya dengan minumannya Papi Gilbert.


" Kenapa kamu menukar minumannya Pietro?? ",, tanya Ayah Ivar.


" Iya, ada apa Pietro?? ",, tanya Mama Agnes juga.


" Nanti kalian akan tahu sendiri, karena ini pasti ulah Gilbert ",, jawab Ayah Ito.


" Kalau begitu, biar Mama saja sini Ayah yang meminumnya, kelamaan sepertinya jika menunggu Gilbert minum ",, kata Mama Molly.


" Jika Mama sampai meminumnya, tidak akan Ayah biarkan Mama ke luar dari dalam kamar!! ",, kata tegas dari Ayah Ito.


" Oh dengan senang hati suamiku, ayo kita lakukan sekarang kalau begitu ",, jawab manja dari Mama Molly.


Ayah Ito langsung tersenyum m35um dihadapan semua orang, bahkan masih ada anak-anak di situ.


" Pietro, Molly,!! malu sama anak-anak!! ",, tegur Ayah Ivar kepada Ayah Ito dan Mama Molly.


Mama Molly langsung tertawa tanpa dosa, ketika ditegur begitu oleh Ayah Ito.


" Mama kan sedikit gila Paman, jadi ya begitulah sikapnya ",, kata Leonardo kepada Ayah Ivar.


" Leon, jaga ucapanmu, ini Mama kamu, walau dia gila, kamu tidak perlu memperjelasnya!! ",, yah sama saja Ayah Ito menegurnya.


Ayah Ivar cuma bisa menggelengkan kepalanya saja, melihat sikap dari keluarga adiknya, dan Leonardo langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari sang Ayah.


Sedangkan Mama Molly yang mendengar ucapan dari sang suami, dia reflek mencubit put1n9 d4d4 Ayah Ito, hingga membuat Ayah Ito merasa geli.


Ketika sedang asik berbincang, tiba-tiba Papi Gilbert masuk ke dalam ruang Keluarga dan langsung minum minuman yang tadi sudah ditukar oleh Ayah Ito, tanpa merasa curiga sama sekali.


Papi Gilbert minum dalam satu kali tegukan, hingga membuat semua orang melongo dibuatnya, dan Ayah Ito tersenyum penuh arti.


Bahkan Mami Elina yang ada di situ, cuma bisa diam saja, melihat kejahilan sang Kakak ipar kepada suaminya.


" Aaah, segarnya ",, kata Papi Gilbert.


" Mana Graviella, Papi?? ",, tanya Mami Elina.

__ADS_1


" Sudah tidur, dan sedang ditemani sama Aluisa ",, jawab Papi Gilbert.


Baru sebentar Papi Gilbert ikut duduk bergabung dengan mereka semua, tiba-tiba dia merasakan perutnya terasa sangat sakit sekali, hingga dia sampai kelepasan di dalam celananya.


" Hiiii baunya ",, kata Mama Molly.


" Ini pasti kerjaan Kakak!! ",, kata Papi Gilbert sambil menahan rasa sakit diperutnya, hingga terkentut-kentut.


Ayah Ito langsung tersenyum puas, dan Papi Gilbert langsung bergegas berlari menuju ke dalam kamar mandi, dengan celana yang sudah terlihat basah di bagian 60k0n9nya.


" Bagaimana,? kalian sudah melihat sendirikan, apa yang Gilbert masukan ke dalam minumanku ",, kata Ayah Ito.


" Tapi Mama ko lebih suka melihat Ayah ya, yang kesakitan begitu dan celananya basah seperti Gilbert ",, jawaban polos dari sang istri untuk Ayah Ito.


Mami Elina reflek langsung tertawa terbahak-bahak, hingga membuat Ayah Ito mengalihkan pandangannya ke arah Mami Elina.


Ketika Mami Elina ditatap seperti itu oleh sang Kakak ipar, dia langsung diam seketika.


" Kamu benar Molly, Kakak pun juga ingin melihat Pietro yang sampai buang air di celana ",, kata Ayah Ivar juga sambil tertawa.


" Nah benar tuh Kak, apa ketika tidur saja ya, minumannya Molly campur seperti punya Gilbert ",, kata Mama Molly.


" Mau mengerjai Pietro, ko bilang-bilang ",, kata Mama Agnes.


Mama Molly langsung tertawa terbahak-bahak, sedangkan Ayah Ito langsung membungkam mulut Mama Molly dengan telapak tangannya, setelahnya Ayah Ito menggendong tubuh Mama Molly untuk dia bawa masuk ke dalam kamar.


" Leonardo, Chasel ",, kata Ayah Ivar kepada ke dua ponakannya.


" Iya Paman ",, jawab mereka berdua.


" Kalian boleh kejam, tapi ingat,!! kekejaman kalian hanya digunakan untuk membalas perbuatan orang-orang jahat kepada kita ",, nasihat Ayah Ivar.


" Mengerti Paman ",, jawab Chasel dan Leonardo secara bersamaan.


" Kalian jangan meniru sifat oonnya itu, karena itu sangat meresahkan sekali, Paman sudah tidak sanggup jika harus menghadapi sifat oon lagi dari keturunan Ayah kalian ",, kata Ayah Ivar lagi.


" Tapi sifat Ayah yang oon itu seru Paman ",, jawab Chasel.


" Eeeeee ",, kata Ayah Ivar.


" Iya Paman, lucu, menghibur dan juga menjengkelkan ",, kata Leonardo juga.


Ayah Ivar langsung menepuk dahinya mendengar pengakuan dari ke dua ponakannya, yang artinya ada bibit ke oonan yang nempel di dalam diri mereka berdua.


Singkat cerita, waktu silih berganti, dan tidak terasa kehamilannya Alva sudah memasuki usia trimester ke dua.


Ternyata masa mengidamnya Alva tidak cuma sampai di trimester pertama saja, melainkan sampai di trimester ke dua ini.


Perutnya Alva sudah terlihat sangat membuncit sekali, karena memang sudah memasuki usia ke enam bulan. Dan saat ini dia sedang tidak enak badan sejak seharian yang lalu, hingga membuat L dan semua orang merasa cemas.


Bahkan, L sudah meminta obat herbal dari Ayah Ito, akan tetapi rasa sakit yang dirasakan oleh Alva belum sembuh juga.


" Sebenarnya, apa yang sedang Mami rasakan,? kenapa dari kemarin masih panas saja badannya?? ",, tanya L kepada Alva.


Di dalam kamar L sekarang, juga ada Papa Alex dan Mama Ana, yang merasa khawatir dengan keadaannya Alva.

__ADS_1


Begitupula dengan Simon yang masih ada di situ, karena dia baru saja memeriksa keadaannya Alva.


" Iya sayang, katakan kepada kami, kamu mau apa,? jangan dipendam sendiri ",, kata Mama Ana juga.


" Alva ada satu permintaan dari kemarin Mamam ",, jawab Alva.


" Mau minta apa Nak,? katakan saja, jika bisa Papa belikan, akan Papa belikan, mau pesawat, rumah, mobil, atau bus lagi seperti punya Mama?? ",, kata Papa Alex kepada Alva.


" Bukan Ayah ",, jawab Alva sambil menggelengkan kepalanya.


" Lalu apa sayang yang kamu minta,? katakanlah, jangan kamu pendam sendiri, jadinya sakit begini kan?? ",, kata L juga kepada Alva.


Sebelum menjawab pertanyaannya L, Alva reflek memandang Papa Alex dan L secara bergantian.


" Katakanlah Nak, jangan takut, Papa tidak akan marah dan Papa janji akan mengabulkan keinginanmu ",, kata Papa Alex.


" Karena permintaanmu itu kan permintaan cucu Papa juga ",, kata Papa Alex lagi.


" Benarkah Papa mau mengabulkannya?? ",, tanya Alva.


" Benar sayang ",, jawab Papa Alex.


" Sudah Alva, katakan saja apa keinginanmu, kepada Papa mertua kamu yang super kaya itu ",, kata Simon juga kepada Alva.


" Alva ingin melihat Papa dan L dicukur p3l0nt05 tanpa sehelai rambut sama sekali Paman, Mamam ",, kata Alva.


" Apaaa!! ",, teriak Papa Alex dan L secara bersamaan.


Perkataan Alva benar-benar membuat Papa Alex dan L sangat terkejut sekali.


" Pfffftt ",, Mama Ana reflek keceplosan tertawa.


Sedangkan Simon sudah langsung tertawa terbahak-bahak mendengar permintaannya Alva.


" Sudah Xander, L, turuti saja keinginannya Alva, lagi pula kalian tadi sudah janji kan kepadanya ",, kata Simon sambil tertawa.


" Apa mau, jika Alva tidak kunjung sembuh dari rasa sakitnya, karena terus kepikiran dengan keinginannya?? ",, kata Simon lagi masih sambil tertawa.


" Sepertinya sifat gila dari Neneknya menurun ke cucuku yang satu ini!! ",, gerutu Papa Alex di dalam hatinya.


" Ma, dulu Mama mengidam apa sih pas waktu hamil L, kenapa anak L mempunyai permintaan aneh begini?? ",, tanya L kepada Mama Ana.


" Bwahahahahaha, kamu jangan tanya bagaimana mengidamnya Mama kamu ketika hamil kamu L ",, kata Simon sambil tertawa terbahak-bahak.


" Baca saja novelnya di Gadis Lugu Pemikat Hati, tuh semua kisah Papa dan Mama kamu ada di situ semua ",, kata Simon lagi.


" Bagaimana L bisa membacanya Paman, novelnya saja tidak punya '',, jawab L.


" Tuh tanya authornya ",, jawab Simon.


Pletak!!


" Author : ops, maaf ya Simon, pasti tidak sakit kan, aku tambahi lagi ya, Pletak!!.


Maafkan kegabutan ini ya readers🤣🤣🤣.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2