Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
MENCOBA


__ADS_3

Setelah puas berpelukan di dalam kamar, L lalu berpamitan ke luar dari dalam kamar, dan membiarkan Alva untuk berganti baju.


L menuju ke ruang Keluarga lagi untuk berbincang bersama ke dua orang tuanya.


Sedangkan Alva, setelah kepergian L tadi dari dalam kamarnya, entah kenapa baru kali ini Alva rasanya sangat semangat sekali untuk melayani L sebagai seorang istri.


Alva yang sudah selesai berganti baju dengan baju yang lebih nyaman untuk dia buat masak, Alva langsung bergegas ke luar dari dalam kamar menuju ke dalam dapur.


Di dapur, Alva langsung saja menyiapkan semua bahan-bahan masakan yang ingin dia masak.


Alva begitu sangat bersemangat sekali dalam memasak kali ini, bahkan ketika Mama Ana masuk ke dalam dapur pun dia tidak menyadarinya.


" Hmm, aromanya sangat harum sekali Alva, sampai tercium ke ruang Keluarga ",, kata Mama Ana.


" Eh, Mamam ",, kata Alva.


" Mana yang bisa Mamam bantu, sini Mamam bantuin Nak ",, kata Mama Ana.


" Tidak perlu Mam, Mamam duduk saja lihatin Alva, biar semua masakan ini Alva saja yang memasak ",, jawab Alva sambil tersenyum.


" Ok deh kalau memaksa ",, kata Mama Ana sambil tertawa.


Alva yang mendengar, langsung ikut tertawa juga seperti Mama Ana.


Mama Ana memperhatikan sekali bagaimana cara Alva memasak, dan hati Mama Ana merasa sangat senang sekali melihat Alva begitu sangat perhatian sekali kepada L.


Rasanya Mama Ana tidak salah sudah memilihkan istri untuk putra sulungnya itu, dan Papa Alex pun juga merasa senang serta tenang, karena pada akhirnya putra sulung kebanggaannya sudah mempunyai istri yang cantik, seorang chef dan juga seorang bisnis women.


" Mam, coba cicipi, enak tidak ",, kata Alva.


Alva memberikan satu sendok kuah masakannya untuk dia berikan kepada Mama Ana, dan Mama Ana yang mencicipinya, dia begitu sangat suka sekali.


" Sangat pas Alva, enak, kamu memang pintar sekali memasaknya ",, puji dari Mama Ana.


" Mamam bisa saja ",, kata Alva.


" Itu masakan untuk siapa Alva?? ",, tanya Mama Ana.


" Untuk L Ma, ini kan masakan kesukaannya, jadi Alva harus memasakan yang istimewa untuknya ",, jawab Alva.


Kali ini Alva tidak berakting, perkataannya itu sungguh tulus dari dalam hatinya untuk si L.


" Waaah, bisa makin cinta itu si L ",, jawab Mama Ana, dan Alva hanya tersenyum saja.


Akhirnya, lima menu masakan yang dimasak oleh Alva selesai juga, dan Mama Ana langsung membantu Alva untuk menghidangkan semua masakan tadi di atas meja makan.

__ADS_1


Saat ini semua orang sudah pada berkumpul di meja makan untuk bersiap-siap menikmati masakannya Alva.


" L, kamu sungguh beruntung sekali mempunyai istri seperti Alva, dia sangat pintar memasaknya, dan ini semua istri kamu yang memasak, Mama cuma membantu mencicipi saja ",, kata Mama Ana sambil tertawa.


" L memang beruntung Ma, memiliki Alva, dan dia segalanya bagi L ",, jawab L tulus tanpa ada kepura-puraan.


Alva tersenyum mendengar jawaban L kepada Mama Ana.


" Ayo makan, Papa sudah tidak tahan melihat semua masakan ini, pasti enak ",, kata Papa Alex.


Selama dua minggu ini, Alva tidak pernah mengambilkan makanan untuk L di meja makan, namun kali ini dengan cekatan, Alva mengambilkan makanan yang ingin dimakan oleh L.


Ini bukan kepura-puraan L, karena Alva ingin lebih perhatian lagi kepadamu tulus dari dalam hatinya, dan L yang diperhatian Alva begitu, dia menjadi sangat terkejut namun juga senang secara bersamaan.


" Hmm, rasanya benar-benar sangat enak sekali ",, kata Papa Alex.


" Iya dong Pa, siapa dulu yang memasak, Chef Alva ",, kata Mama Ana.


" Aah Mamam, jangan memuji Alva terus ",, kata Alva.


" Bukankah kamu sangat menyukai masakan itu, bagaimana rasanya L?? ",, tanya Alva kepada L.


Alva sangat takut, jika masakan kesukaan L, tidak sesuai selera lidahnya L.


" Ini enak Alva, sangat enak sekali, dan aku tidak berbohong kepadamu ",, jawab L.


L begitu benar-benar sangat terkejut sekali, dan L mengira jika Alva sangat pintar sekali beraktingnya, padahal itu semua tidak akting belaka.


Semuanya Alva lakukan tulus sesuai dengan kata hatinya.


" Ehem, romantisnya, Mama jadi ingin menjadi muda lagi kalau melihat kalian berdua ",, kata Mama Ana.


Mendengar godaan dari Mama Ana, Alva menjadi malu sendiri, namun L sengaja menggenggam tangan Alva dan langsung menciumnya di depan Mama Ana dan Papa Alex.


Papa Alex tersenyum senang melihat kemesraan antara Alva dan L seperti saat ini.


" Sudah L, malu ",, kata Alva, dan L langsung tertawa bahagia.


Baru kali ini Alva memperhatikan wajah bahagianya L, dan ada rasa lagi di dalam hatinya melihat tawa L siang ini.


Alva dan L lalu melanjutkan lagi makan mereka, begitupun dengan Papa Alex serta Mama Ana.


" Oh ya sayang, kapan kamu akan memberikan Mamam seorang cucu, sungguh Mamam sudah sangat ingin sekali menimang cucu dari kalian berdua ",, kata Mama Ana dengan tiba-tiba kepada Alva.


L yang mendengar, dia sampai tersedak makanan, dan membuat Alva reflek langsung membantu L mengambilkan air minum.

__ADS_1


" Kamu kenapa L, Mama cuma tanya cucu, kamu ko sampai tersedak begitu ",, tanya Mama Ana.


" L cuma terkejut Ma ",, jawab L.


" Emm, secepatnya Mam, doakan ya semoga kami segera diberikan keturunan oleh Tuhan ",, kata Alva kepada Mama Ana sambil tersenyum.


L memandang terkejut dan bingung ke arah Alva yang menjawab seperti itu kepada Mama Ana, karena perkataan Alva seperti memberikan harapan lebih kepadanya.


Namun L tidak mau berharap lebih dengan perkataan Alva, karena L takut jika saat ini Alva hanya akting semata dihadapan mereka semua.


Setelah puas menikmati semua masakan Alva, dan berbincang hangat sebagai Keluarga, sekitar jam tiga sore, Mama Ana dan Papa Alex akhirnya berpamitan pulang kepada Alva dan L.


Mama Ana dan Papa Alex sangat senang sekali, karena keluarga anak mereka terlihat harmonis dan saling menyayangi, walau diawal terlihat Alva dan L tidak cocok, begitulah pandangan dari Mama Ana dan Papa Alex.


" L ",, panggil Alva kepada L yang ingin masuk ke dalam kamarnya.


" Hmm, iya Alva ",, jawab L.


" Apa kamu mau beristirahat?? ",, tanya Alva.


" Iya, rasanya badanku capek sekali, karena pekerjaanku sangat banyak sekali akhir-akhir ini ",, jawab L.


" Ikutlah denganku sebentar ",, kata Alva.


Alva lalu melangkah kakinya masuk ke dalam kamarnya dan diikuti oleh L dari belakang.


Sesampainya di dalam kamar, Alva langsung naik ke atas ranjang.


" Tidurlah di sini ",, kata Alva menepuk ranjang di sampingnya.


" Apa kamu yakin Alva?? ",, tanya L untuk memastikannya.


" Iya ",, jawab Alva.


" Tidak seharusnya kita berpisah kamar, walau kita tidak mau melakukan hubungan itu ",, kata Alva lagi.


" Jadi, mulai sekarang, tidurlah di sini, di sampingku, karena kita sepasang suami istri ",, kata Alva.


" Aku akan belajar menerima semua ini, tapi aku tidak berjanji, dan kamu jangan berharap lebih dulu kepadaku L ",, kata Alva.


" Iya, baiklah, terimakasih Alva ",, jawab L sambil tersenyum.


Alva hanya tersenyum saja kepada L, dan L lalu ikut naik juga ke atas ranjang, hingga akhirnya mereka tidur di atas ranjang yang sama untuk pertama kalinya, tanpa ada paksaan atau drama lagi seperti sebelumnya.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2