Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
KEJAHILAN AYAH ITO


__ADS_3

" Pletak!! ",,


Ada seseorang yang sedang menjitak kepala seseorang, dan sekiranya begitulah bunyinya, jika salah, bayangkan sendiri ya readers bagaimana bunyinya, wkwkwk🤣.


" Aduh sakit Paman, kenapa Paman menjitak kepalaku!! ",, gerutu sang keponakan kepada Pamannya.


Mau tahu siapa mereka, ya tentu saja Ayah Ito bersama Cio, adik laki-lakinya Alva.


" Jangan bikin malu deh, kamu seperti tidak pernah dikasih makan sama Ayah kamu!! ",, jawab Ayah Ito.


" Habisnya makanan ini sangat enak sekali Paman, jadinya Cio ingin nambah terus ",, kata Cio.


" Pletak!! ",, Ayah Ito menjitak kepala seseorang lagi yang sedang duduk di sampingnya.


" Aduh Ayah, kenapa menjitak kepalaku?? ",, kata orang tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah si Chasel.


Cio yang melihatnya langsung saja tertawa cekikikan, ketika sepupunya dijitak juga kepalanya seperti dirinya oleh Ayah Ito.


" Kenapa kamu ikut-ikutan seperti dia, Chasel, bikin malu saja!! ",, kata Ayah Ito sambil menunjuk Cio.


" Makanan ini enak Ayah, jadinya Chasel ambil lagi ",, jawab Chasel.


" Ta ...... ",, belum sempat Ayah Ito berbicara, Chasel langsung memasukkan satu suap makanan ke dalam mulut sang Ayah.


Chasel dan Cio langsung bergegas berlari pergi dari hadapan Ayah Ito, karena takut diterkam, sebab sudah bersikap kurang ajar seperti itu kepadanya.


Papi Gilbert yang melihat sikap Chasel dan Cio, langsung saja mentertawakan Ayah Ito.


Ayah Ito yang melihat Papi Gilbert menertawakannya, dia langsung menatap Papi Gilbert dengan tatapan mautnya.


Kebetulan Mama Molly sedang lewat di hadapan Papi Gilbert, dan Papi Gilbert langsung saja mencegahnya.


" Kak Molly ",, panggil Papi Gilbert.


" Iya ada apa Gilbert?? ",, tanya Mama Molly.


" Itu Kak Pietro minta diambilkan makanan yang ada di sana, tadi dia minta tolong kepada Gilbert, tapi Gilbert sedang tidak bisa, lihat sendiri kan, Gilbert sedang mengajak baby Graviella ",, jawab Papi Gilbert.


Ayah Ito tidak terlalu mendengar apa yang sedang Papi Gilbert bicarakan kepada Mama Molly, akan tetapi Ayah Ito memperhatikan mereka berdua dengan sangat serius sekali.


" Oh ok ",, jawab Mama Molly.


" Terimakasih Kak Molly ",, kata Papi Gilbert sambil tersenyum.


" Iya sama-sama ",, jawab Mama Molly.

__ADS_1


Mama Molly pun langsung berlalu pergi ke arah meja makanan yang tadi ditunjuk oleh Papi Gilbert, sedangkan Papi Gilbert sendiri langsung berpindah tempat duduk di samping yang lainnya.


Semua itu Papi Gilbert lakukan, karena supaya dia tidak diberikan pelajaran oleh sang Kakak yang terkenal oon tapi kejam.


Mama Molly langsung mengambil makanan yang dimaksud oleh Papi Gilbert tadi dengan porsi yang yah bisa dibilang banyak, sesuai dengan porsi makan Ayah Ito.


Setelahnya, Mama Molly memberikan makanan itu kepada Ayah Ito.


Pandangan mata semua orang tiba-tiba teralihkan ke arah Mama Molly yang mengambil makanan sebanyak itu untuk Ayah Ito.


" Ayah, ini Mama sudah ambilkan makanan untuk Ayah ",, kata Mama Molly.


Ayah Ito merasa sangat malu sekali, ketika semua orang sedang melihat ke arahnya.


" Tapi Ayah tidak memintanya Mama?? ",, kata Ayah Ito.


" Tadi, kata Gilbert, Ayah minta diambilkan ini ",, jawab Mama Molly.


" Kata Gilbert juga, Ayah malu mau mengambil makanan ini ",, kata Mama Molly lagi.


Ayah Ito langsung mengalihkan pandangannya ke arah Gilbert, yang sekarang sudah pindah tempat duduk.


" Sudah, makan saja Tuan Roderick ",, kata Kakek Gavi.


" Eh, iya Tuan Gavi, Tuan Fredo ",, kata Ayah Ito.


Sedangkan Papi Gilbert sudah tertawa puas ditempat duduknya, karena sudah berhasil membuat Ayah Ito merasa malu dihadapan mereka semuanya.


Bukan Ayah Ito jika dia tidak bisa membalas.


Ayah Ito lalu mengambil makanan yang sudah diambilkan oleh Mama Molly, setelahnya, dia memakannya beberapa suap saja.


Dengan diam-diam, Ayah Ito mencampurkan bubuk halusinasi yang selalu dibawanya.


Ayah Ito tersenyum tipis penuh arti, dan setelah itu, Ayah Ito beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Papi Gilbert.


Papi Gilbert langsung sedikit ketakutan, ketika sang Kakak berjalan mendekatinya.


" A-ada apa Kakak ke-ke sini?? ",, tanya Papi Gilbert.


" Karena kamu tadi sudah berbaik hati kepada Kakak, Kakak ingin, kamu juga menikmati makanan ini, biar Kakak suapi ya ",, jawab Ayah Ito.


" Waaah, ayo mau Paman, kapan lagi Paman Pietro mau menyuapi begitu ",, kata Cio.


" Sungguh anda beruntung sekali Tuan Gilbert, mempunyai Kakak seperti Tuan Roderick ",, kata Papi Tara.

__ADS_1


Papi Gilbert yang sudah mengenal betul bagaimana sifat sang Kakak yang suka aneh-aneh, dia sebenarnya tidak mau membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Ayah Ito.


Karena berhubung, dia merasa tidak enak kepada semua orang, akhirnya, Papi Gilbert mau juga membuka mulutnya , untuk menerima suapan dari tangan sang Kakak.


Belum selesai mengunyah, Ayah Ito sudah memasukkan lagi satu suap ke dalam mulut Papi Gilbert, hingga mulut Papi Gilbert sangat penuh dan susah untuk mengunyah.


Lagi dan lagi, belum selesai mengunyah, Ayah Ito memasukkan satu suap lagi ke dalam mulut Papi Gilbert, hingga Papi Gilbert sudah sangat kewalahan mengunyah makanannya.


" Sepertinya kamu sangat menyukai makanan ini Gilbert ",, kata Ayah Ito.


Papi Gilbert tidak bisa menjawab, karena mulutnya sedang kepenuhan.


" Apakah kamu mau lagi?? ",, tanya Ayah Ito.


Papi Gilbert langsung melambaikan tangannya, karena dia menyerah, sebab mulutnya masih penuh dengan makanan.


" Ok ",, kata Ayah Ito.


Setelahnya, Ayah Ito langsung kembali duduk ke tempat duduknya lagi.


Ayah Ito terus tersenyum penuh arti ketika sudah duduk kembali, dan dia seperti sedang menghitung menggunakan jarinya, untuk melihat kapan obat yang dia berikan untuk Papi Gilbert itu bereaksi.


Ketika baru sampai hitungan ke lima belas, Papi Gilbert terlihat seperti orang mabuk, dan tiba-tiba juga dia menarik tangan Mami Bella, istri Papi Tara untuk berdansa dengannya.


" Hei kanapa di sini tidak ada musik, ayo mainkan musiknya ",, kata Papi Gilbert dengan suara seperti orang yang sedang mabuk.


Ayah Ivar melihat ada yang aneh dengan sikap Papi Gilbert yang tiba-tiba berubah seperti itu, begitupula dengan Alva yang melihat, dia juga sudah curiga, jika sang Paman sedang mengerjai Papi Gilbert.


Mendengar ucapannya Papi Gilbert, Papa Alex langsung menyuruh anak buahnya, untuk menyetel lagu disko yang sangat keras sekali.


Papi Gilbert menari dan berdansa dengan sangat lincah serta tidak beraturan.


Bahkan Kakek Gavi yang sudah tua, diajak berjoget juga oleh Papi Gilbert, hingga membuat pinggangnya encok dan seakan mau patah.


Ayah Ito yang melihat pertunjukan itu, dia langsung tersenyum puas, karena sudah berhasil membuat Gilbert bersikap seperti orang gila.


Ayah Ivar lalu menatap ke arah Ayah Ito, dan Ayah Ito hanya menanggapinya, dengan menaikkan sebelah alisnya ke atas, sambil ikut menggoyang-goyangan kakinya menikmati kehebohan yang sedang dilakukan oleh Papi Gilbert.


Semua orang menikmati apa yang sedang dilakukan oleh Papi Gilbert, namun jika Papi Gilbert sudah sadar, pasti dia akan malu dengan apa yang sudah dilakukannya saat ini.


Dan entahlah, bagaimana Papi Gilbert nanti akan membalas sikap sang Kakak yang selalu bisa saja membuatnya malu dihadapan semua orang.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2