Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
MENJELANG PERANG


__ADS_3

Beralih ke dalam mansion Papa Alex sejenak.


Mama Ana sampai saat ini masih tidak menyangka, jika gadis yang sedang viral dengan si L, ternyata gadis yang sudah berbincang lama dengannya kemarin di restoran.


Dan Sandra yang sedang menggoda sang Mama, dia pun semakin gencar saja bertanya ini dan itu.


" Ma, apakah Mama punya nomor telepon dari gadis itu,?? bagi dong kalau punya ",, kata Sandra kepada Mama Ana.


" Oh, iya-iya, Mama malah lupa tidak meminta nomor teleponnya ",, jawab Mama Ana sambil menepuk dahinya.


Zuriel yang mendengar jawaban dari Mama mertuanya, dia langsung saja menggelengkan kepalanya.


Sedang di Negara seberang, lebih tepatnya di mansion megah milik sang besan, yaitu Papi Denzel.


Papi Denzel yang baru saja mendapatkan berita tentang anak dari besannya, dia pun lalu menceritakannya kepada sang Princess Tevy, alias Mami Tevy.


" Mi, anak dari besan kita sepertinya sedang tersandung scandal ",, kata Papi Denzel kepada Tevy.


Eh, sebelum lanjut percakapannya, jika tidak tahu siapa itu Papi Denzel dan Mami Tevy, silahkan mampir dulu di Novel saya yang berjudul My Little Dosen.


" Besan yang mana Papi, kita itu punya banyak besan tahu ",, jawab Mami Tevy kepada Papi Denzel.


" Itu si Tuan Damara, anaknya yang bernama Luis atau biasa di panggil L, lihatlah saja beritanya ini ",, kata Papi Denzel sambil menyerahkan ponselnya.


Mami Tevy pun langsung mengambil ponsel milik sang Papi Denzel untuk melihat berita tersebut.


" Waaah heboh sekali komentar dari netizen ya Papi, sebentar biar lebih jelasnya, Mami mau menelpon Nyonya Ana dulu ",, kata Mami Tevy kepada Papi Denzel.


Papi Denzel hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Mami Tevy.


Dan Mami Tevy pun langsung saja mencoba menghubungi sang besan yang ada di seberang sana.


Mama Ana yang sedang berbincang dengan Sandra dan Zuriel, langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah ponselnya yang sedang berdering.


" Mami kamu tumben menelpon Mama, Zuriel, mungkin kamu di suruh pulang untuk n3n3n dulu ",, canda dari Mama Ana sambil tertawa.


" Kan n3n3nnya Zuriel sudah pindah ke Sandra Ma ",, kata Zuriel sambil menyenggol pundak Sandra yang duduk di sebelahnya.


" Oh ya lupa, kan kalau punya Mami kamu sudah expired ",, jawab Mama Ana sambil tertawa.


" Expired bagi Papa Zuriel, tapi tidak bagi Papi Denzel dong Ma, sama tuh seperti punya Mama, expired bagi Kak L, tapi tidak untuk Papa ",, kata Sandra kepada Mama Ana.


Mama Ana langsung tertawa cukup keras sekali mendengar jawaban dari Sandra.


" Sudah diamlah dulu, Mama mau angkat telepon dari sang Princess dulu ",, kata Mama Ana kepada Sandra dan Zuriel.


Zuriel yang mendengar perkataannya Mama Ana, dia lagi dan lagi hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum.


Sedangkan kembali lagi kepada si L.


Mobil yang L naiki, akhirnya sampai juga di Perusahaan miliknya.


L langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, dan dia langsung duduk di kursi singgasananya.


Dan untuk Saddam, dia juga langsung mengerjakan apa yang tadi di suruh oleh L, untuk mencari tahu siapa itu Alva.

__ADS_1


Berpindah ke Alva, akhirnya mobil yang Chasel kendarai sampai juga di rumah super mewah milik sang Ayah.


Sebelum ke luar dari dalam mobil, Alva bertanya terlebih dahulu kepada Chasel tentang Ayah Ito.


" Apakah Ayah kamu ada di rumah Chasel?? ",, tanya Alva kepada Chasel.


" Iya, Ayah ada di rumah, tadi ketika Chasel mau menjemput Kakak, Ayah sedang tidur di dalam kamarnya ",, jawab Chasel kepada Alva.


" Oh, ok ",, kata Alva kepada Chasel.


Setelahnya, Alva pun berlalu ke luar dari dalam mobil untuk masuk ke dalam rumah.


Berjalan perlahan mengendap-ngendap seperti pencuri, karena takut ketahuan oleh Ayah Ito, atau yang lainnya, Alva pun terus berusaha tenang, supaya bisa segera sampai di dalam kamarnya.


Ketika melewati ruang Keluarga, dan dia melihat tidak ada satu orang pun berada di situ, perasaan Alva semakin lega saja.


" Aaah lega, tidak ada orang di sini ",, kata Alva sambil mengusap dadanya.


Alva lalu melanjutkan lagi langkah kakinya untuk masuk ke dalam kamarnya.


Baru saja menaiki anak tangga beberapa biji, tiba-tiba dia mendengar suara pintu kamar terbuka, membuat Alva langsung merasa gemetaran dan menghentikan langkah kakinya.


Dan ternyata yang membuka pintu kamar adalah orang yang sangat di hindari oleh Alva, yaitu Ayah Ito yang baru saja bangun dari tidurnya.


Ayah Ito yang melihat Alva sudah pulang, dia pun langsung saja bertanya, karena Ayah Ito sangat tahu sekali bekerja dengan orang lain, terutama dengan Keluarga Damara, tidak mungkin baru saja berangkat tadi, sudah langsung pulang, jika tidak terjadi apa-apa.


Alva mencoba bersikap biasa saja, dan dia langsung saja mencoba melanjutkan lagi langkah kakinya untuk masuk ke dalam kamarnya.


Tapi sayang, langkah kakinya terhenti, ketika dia di panggil oleh sang Paman.


Alva langsung saja berbalik badan untuk menghadap Ayah Ito, sambil menundukkan pandangannya.


" Kenapa jam segini kamu sudah pulang, bukankah seharusnya kamu pulangnya masih nanti malam?? ",, tanya Ayah Ito kepada Alva.


" Alva sedikit tidak enak badan Paman, jadi Alva ijin untuk pulang lebih awal ",, jawab Alva masih menundukkan kepalanya.


Ayah Ito sangat tahu sekali, jika Alva merasa bersalah atau ada yang dia tutup-tutupi, dia akan selalu menundukkan kepalanya.


" Lihat Paman, Paman tidak suka kamu berbicara seperti itu kepada Paman ",, kata Ayah Ito kepada Alva.


Alva takut, dia tidak berani mengangkat kepalanya, sebab bibirnya sedang terluka seperti itu.


" Seingat Paman, tadi kamu berangkat bekerja tidak memakai baju ini, ke mana baju kamu yang tadi Alva?? ",, tanya Ayah Ito kepada Alva.


Alva masih diam saja, dia tidak mau menjawab sama sekali perkataan dari sang Paman, sehingga membuat Ayah Ito merasa marah.


" Alva,!! jangan membuat Paman marah kepadamu!! ",, kata super tegas dari Ayah Ito kepada Alva.


Tubuh Alva langsung semakin gemetaran mendengar sang Paman sedikit membentaknya.


Karena Ayah Ito, sejak dulu sangat tidak suka sekali dengan orang yang suka menyembunyikan sesuatu atau berbohong darinya.


Mendengar Ayah Ito sedang berteriak, semua penghuni rumah pun langsung pada ke luar dari dalam kamar, termasuk Mami Elina dan juga Papi Gilbert.


" Ada apa ini Kak?? ",, tanya Papi Gilbert kepada Ayah Ito.

__ADS_1


" Ayah ada apa berteriak-teriak?? ",, tanya Mama Molly juga kepada Ayah Ito.


Ayah Ito, hanya diam saja, dia tidak menanggapi pertanyaan dari Papi Gilbert maupun Mama Molly.


Namun, mata Ayah Ito terus menatap tajam ke arah Alva, yang masih menundukkan kepalanya.


" Alva, kamu kenapa sayang, kenapa kamu bisa sampai di marahi Paman kamu?? ",, tanya Mami Elina kepada Alva.


Alva masih diam, dia masih menundukkan kepalanya, walau sedang di tanya oleh Mami Elina sekalipun.


Papi Gilbert lalu menyuruh Chasel untuk mengajak masuk semua adik-adiknya ke dalam kamar lagi, karena itu adalah permasalahan orang dewasa.


Chasel yang mengerti, dia langsung saja menurut perkataan dari sang Paman.


Mendengar semua Paman dan Bibinya sedang bertanda tanya, perlahan tapi pasti, Alva pun mencoba mendongakkan kepalanya untuk menatap Ayah Ito.


Dan Ayah Ito yang melihat bibir Alva terluka, dia langsung berjalan mendekat ke arah tangga.


" Turun!! ",,


Suara ngebas, dingin, tenang, namun dalam dan menusuk, langsung terdengar di telinga Alva dan semua orang.


Semua orang yang melihat bibir Alva terluka dan lebam seperti itu, mereka semua langsung merasa sangat terkejut sekali.


Alva pun lalu turun dari atas tangga, dengan jalan yang sedikit berbeda dari biasanya.


Melihat cara berjalannya Alva, membuat semua orang dewasa yang ada di situ, langsung merasa curiga, dan berpikir yang tidak-tidak.


Baru sampai di depan Ayah Ito, Alva mendengar pertanyaan dari Ayah Ito yang membuat jantungnya seakan berhenti berdetak.


" Siapa yang sudah melakukannya Alva?? ",, tanya Ayah Ito.


Duaaarr, seperti tersambar petir, bahkan Alva tidak berbicara saja, sang Paman sudah bisa menebaknya.


" Siapa yang sudah memperk054mu!! ",, Ayah Ito lebih memperjelas lagi perkataannya.


Alva masih diam saja sambil menatap lekat wajah sang Paman.


" Jangan bilang L Damara yang sudah melakukan itu kepadamu!! ",, kata Ayah Ito lagi kepada Alva.


Tes.


Bukannya menjawab, Alva malah meneteskan air matanya, ketika mendengar nama L Damara.


Dan satu tetes air mata dari Alva, sudah menjawab semuanya bagi Ayah Ito.


Tanpa banyak berbicara, Ayah Ito langsung berbalik badan meninggalkan semua orang, untuk masuk ke dalam ruang senjatanya.


Setelah itu, Ayah Ito pergi ke luar dari dalam rumah mewahnya menuju ke dalam mobilnya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


Huh, seperti tahan nafas ngetik bab ini, karena membayangkan Ayah Ito sedang marah😬.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2