
Sama seperti yang lainnya, ketika ada tamu yang datang berkunjung ke mansion milik sang majikan, para anak buah yang berjaga di pintu gerbang, mereka semua langsung saja menanyai dengan sangat ribet sekali.
Tapi ini Ayah Ivar, dia beda dengan Ayah Ito, dengan sabar Ayah Ivar menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan dari para anak buah kepadanya.
" Maaf Tuan, Tuan siapa, dan ada perlu apa anda datang ke sini?? ",, tanya sang penjaga pintu gerbang kepada Ayah Ivar.
" Saya Ivar rekan bisnis majikan anda, dan tadi saya sudah janjian dengannya dan dia menyuruh saya untuk datang ke sini ",, jawab sopan dari Ayah Ivar.
" Tunggu sebentar Tuan ",, kata penjaga itu kepada Ayah Ivar.
Ayah Ivar hanya mengangguk saja kepada sang penjaga, dan tidak lama pintu gerbangnya pun terbuka otomatis menggunakan remot.
Ayah Ivar yang sudah di bukakan pintu gerbangnya, dia pun langsung saja segera mengendarai mobilnya untuk masuk ke area pelataran mansion.
Kedatangan dari Ayah Ivar langsung di sambut sopan dari para penjaga yang berlalu lalang di situ.
Di depan pintu masuk mansion, Ayah Ivar ternyata sudah ditunggu oleh Liko yang mendapatkan telepon dari para penjaga pintu gerbang tadi.
" Salam Tuan, apakah anda yang bernama Tuan Ivar?? ",, tanya Liko dengan sopan kepada Ayah Ivar.
" Benar, saya Ivar ",, jawab Ayah Ivar kepada Liko.
" Mari Tuan, silahkan masuk ",, kata Liko kepada Ayah Ivar.
Liko pun menuntun Ayah Ivar, untuk duduk di ruang tamu yang ada di mansion tersebut.
" Ada perlu apa Tuan Ivar datang ke mari, biar saya bisa memanggilkan Tuan Alex di dalam?? ",, tanya Liko kepada Ayah Ivar.
" Katakan saja saya Ivar Roderick ",, jawab Ayah Ivar kepada Liko.
" Baiklah Tuan, tunggu sebentar ",, kata Liko sambil membungkukkan sedikit badannya.
Ayah Ivar hanya mengangguk tipis saja menanggapi Liko, dan Liko pun langsung saja berlalu masuk ke dalam ruang kerja Papa Alex.
Papa Alex yang sedang menenangkan Mama Ana yang tiba-tiba merasa lemas dan terkejut, atensi Papa Alex, Mama Ana serta Arga, teralihkan ketika mendengar suara pintu ruang kerjanya di ketuk dari luar.
Arga yang berdiri tidak jauh dari pintu, dia pun yang berinisiatif untuk membukakan pintunya.
" Ada apa Liko?? ",, tanya Arga kepada Liko.
" Tuan, di depan ada Tuan Ivar Roderick, katanya sedang mencari Tuan Alex ",, jawab Liko kepada Arga.
" Ivar Roderick?? ",, kata Arga yang di dengar jelas oleh Papa Alex dan Mama Ana.
__ADS_1
" Ivar Roderick?? ",, ulang lagi dari Papa Alex.
Arga hanya mengangguk saja kepada Papa Alex, dan Papa Alex langsung saja berdiri dari duduknya, untuk segera ke luar dan menemui Ayah Ivar.
Mama Ana yang melihat sang suami ingin menemui Ayah Ivar, dia langsung saja mencegahnya.
" Tunggu Papa, Mama ikut ",, kata Mama Ana kepada Papa Alex.
" Iya terserah Mama ",, jawab Papa Alex kepada Mama Ana.
Mama Ana, Papa Alex, Arga dan juga Liko, saat ini langsung saja berlalu ke luar menuju ke ruang tamu untuk segera menemui Ayah Ivar.
Ayah Ivar yang melihat kedatangan orang yang sudah di tunggunya dari dalam mansion, dia langsung saja berdiri lagi dari duduknya.
" Silahkan duduk kembali Tuan Ivar ",, kata Papa Alex kepada Ayah Ivar.
Mereka semua saat ini sudah duduk bersama di ruang tamu yang ada di mansion tersebut.
" Apa anda yang bernama Alex Damara?? ",, tanya Ayah Ivar kepada Papa Alex.
" Iya Tuan Ivar, dan apakah anda sendiri Kakak dari Tuan Pietro Roderick?? ",, tanya balik dari Papa Alex.
" Benar sekali, dan pasti anda sudah tahu untuk apa kedatangan saya ke sini?? ",, jawab dari Ayah Ivar kepada Papa Alex.
" Tidak semudah itu meminta maaf Tuan Damara ",, jawab tenang dari Ayah Ivar.
" Apakah dengan meminta maaf, semua masalah yang menimpa anak saya apa bisa cepat selesai?? ",, tanya dari Ayah Ivar.
" Saya merawat anak saya sejak kecil dengan tangan saya sendiri, dan jika dia terluka karena sesuatu, saya akan selalu mengobatinya sampai sembuh, lalu,?? jika sudah seperti ini kejadiannya, apakah saya bisa mengobati luka yang di alami anak saya Tuan?? ",, kata Ayah Ivar lagi dan di dengar oleh semua orang.
Tidak perlu kekerasan seperti Ayah Ito, dengan perkataan santai dan menusuk saja Ayah Ivar sudah bisa membuat Papa Alex, Arga dan Mama Ana, terdiam dengan mulut mereka yang terkunci, sebab mereka semua tidak bisa menjawab pertanyaan dari Ayah Ivar.
" Jawab saya Tuan?? ",, kata Ayah Ivar.
" Jikalaupun saya bisa mengobatinya, pasti luka itu akan membekas di dalam diri anak saya di seumur hidupnya ",, lanjut lagi perkataan dari Ayah Ivar.
Papa Alex, Arga, dan juga Mama Ana, masih saja diam tidak ada yang bisa menjawab satu pun perkataan dan pertanyaan dari Ayah Ivar.
" Kenapa anda diam saja Tuan Damara,?? bukankah orang seperti anda biasanya tidak pernah mau mengakui kekalahan, kesalahan atau pun bantahan dari siapa pun ",, kata Ayah Ivar kepada Papa Alex.
" Anda benar sekali Tuan Ivar Roderick, apa yang anda katakan semuanya itu benar, oleh karena itu, bagaimana jika anak kita berdua kita jodohkan saja Tuan, karena saya lihat anak saya si L tertarik dengan Alva anak anda ",, jawab Papa Alex kepada Ayah Ivar.
Ayah Ivar langsung saja tersenyum miring mendengar jawaban dari Papa Alex.
__ADS_1
" Tidak semudah itu Tuan Damara, tidak semudah itu untuk menjadi anggota Keluarga Roderick ",, jawab Ayah Ivar kepada Papa Alex.
" Saya tidak mengenal siapa itu L, dan saya tidak tahu apakah dia laki-laki yang baik untuk putri saya atau tidak, walau dia terlahir dari anak orang kaya sekalipun ",, kata Ayah Ivar lagi.
" Saya tidak takut dengan kekuasaan yang anda miliki, karena Alva adalah anak saya, dan saya berhak memilihkan laki-laki yang baik untuk dia, sama seperti anda yang pastinya akan memilihkan laki-laki yang baik untuk putri anda?? ",, kata Ayah Ivar kepada Papa Alex.
" Jadi, saya ingin melihat terlebih dahulu perjuangan anak anda untuk mendapatkan Alva, sebelum saya menerima dia sebagai menantu di Keluarga Roderick ",, kata Ayah Ivar.
" Selamat tinggal Tuan Damara ",, kata Ayah Ivar sambil berdiri dari duduknya.
Melihat Ayah Ivar berdiri, membuat Papa Alex dan Mama Ana langsung berdiri juga dari duduknya, sedangkan Arga, dia sudah berdiri sejak tadi.
" Dan ucapkanlah selamat tinggal juga dengan calon cucu anda, karena jika Alva hamil anak si L, saya jamin, L tidak akan bisa menemukan Alva dan anaknya, walau dia sudah mencarinya sampai ke ujung dunia sekalipun ",, kata Ayah Ivar lagi dan lagi.
Setelahnya, Ayah Ivar langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Papa Alex dan semua orang, untuk kembali pulang ke rumah super mewah milik Ayah Ito, tanpa mau mendengar jawaban dari Papa Alex terlebih dahulu.
Sepeninggal dari Ayah Ivar, kepala Papa Alex rasanya semakin pecah saja, karena masalah yang dia hadapi sekarang tidak dengan orang sembarangan.
" Aaarrrrggghhhhh!! ",, teriak dari Papa Alex sambil memecahkan vas mahal yang ada di atas meja.
Mama Ana sampai merasa takut dengan kemarahan dari sang suami yang sudah lama tidak dilihatnya.
Mama Ana juga merasa takut, jika dia akan benar-benar dipisahkan dengan calon cucunya kelak, karena ulah si L.
Walau Mama Ana menginginkan si L menikah, tapi bukan serumit ini jalan cerita yang Mama Ana inginkan.
Papa Alex yang sudah memecahkan vas mahal yang dia punya, dia langsung saja masuk ke dalam kamarnya, diikuti oleh Mama Ana di belakangnya, dan sesampainya di dalam kamar, Papa Alex serta Mama Ana langsung melihat Sandra dan ke dua cucunya sedang asik bermain di atas ranjang.
Papa Alex yang melihat ke dua cucunya yang sangat menggemaskan sekali, dia langsung saja mengambil nafasnya dengan sangat panjang, dan setelahnya Papa Alex menghampiri ke dua cucunya itu sambil tersenyum senang.
" Tinggalkan Papa bersama Krystal dan Quella ",, kata Papa Alex kepada Sandra dan Mama Ana.
Sandra yang merasa bingung dengan sikap sang Papa, dia langsung saja di ajak pergi oleh Mama Ana untuk meninggalkan Papa Alex sendirian.
Setelah Sandra dan Mama Ana ke luar dari dalam kamar, Sandra langsung saja bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Mama Ana langsung saja menjelaskan dan menceritakan semuanya kepada Sandra tentang masalah L saat ini.
Sandra tentu saja merasa terkejut mendengar cerita dari sang Mama, dan tidak mau menunggu waktu lama lagi, Sandra langsung mengajak Mama Ana untuk melihat keadaannya si L yang sedang di rawat oleh Simon, Zuriel dan juga Saddam di dalam kamarnya.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1