
Sedangkan di rumah super mewah milik Ayah Ito.
Sepeninggal dari Ayah Ito yang ke luar dari dalam rumah dalam keadaan marah, membuat Alva langsung jatuh terduduk lemas di atas lantai.
Mama Molly dan Mami Elina yang melihat Alva seperti itu, mereka berdua langsung saja bergegas membantu Alva untuk berdiri dari duduknya.
" Bangun Alva, kamu jangan seperti ini ",, kata Mama Molly kepada Alva.
" Ayo Kak Molly, ajak Alva untuk duduk dulu di situ ",, kata Papi Gilbert kepada Mama Molly.
Alva, Mama Molly, Papi Gilbert dan Mami Elina, saat ini sudah duduk di sofa yang ada di dalam ruang Keluarga.
Alva masih saja menangis sambil menutupi mukanya, karena dia benar-benar merasa malu, dan merasa tidak mempunya harga diri lagi dihadapan semua Keluarganya.
" Alva ",, panggil Mama Molly.
" Tolong ceritakan kepada kami, apa yang sebenarnya terjadi?? ",, tanya Mama Molly kepada Alva.
" Tidak mungkin Paman kamu sampai marah seperti itu, jika masalahnya tidak serius ",, kata Mama Molly lagi.
Alva yang mendengar pertanyaan dari sang Aunty, dia perlahan membuka telapak tangannya.
" Alva di perk054 Aunty, Alva kotor ",, jawab Alva sambil menangis pilu.
Walau mereka semua sudah menebak, tapi tetap saja mendengar sendiri dari sumbernya, membuat mereka semua merasa sangat terkejut sekali.
" Siapa yang sudah memp3rk054 kamu Alva!! ",, kata super tegas dari Papi Gilbert.
" Cepat katakan kepada Paman!! ",, kata Papi Gilbert lagi.
" Tuan L Damara Paman ",, jawab Alva sambil menundukkan kepalanya.
" Kurang 474r!! ",, kata Papi Gilbert sambil berdiri dari duduknya.
Mami Elina yang melihat Papi Gilbert berdiri, dia langsung saja menyuruh sang suami untuk duduk kembali.
" Papi mau apa,?? duduklah lagi ",, kata Mami Elina kepada Papi Gilbert.
" Papi tidak bisa tinggal diam saja Mami, si L Damara itu harus mendapatkan pelajaran, karena sudah berani memp3rk054 Alva ",, jawab Papi Gilbert kepada Mami Elina.
__ADS_1
" Papi lihat sendiri, tadi Kak Pietro pergi dari dalam rumah, pasti saat ini Kak Pietro sudah memberikan pelajaran kepada laki-laki itu ",, kata Mami Elina kepada Papi Gilbert.
" Sudah duduklah lagi Gilbert, pasti Kakak kamu sudah memberikan pelajaran kepada si L ",, kata Mama Molly kepada Gilbert.
Akhirnya, ketika Papi Gilbert mendengar perkataan dari Mama Molly, dia mau duduk kembali ke tempat duduknya semula.
" Bagaimana kamu bisa di perk054 dia Alva, bukannya kamu tadi ijin kepada kita semua jika mau berangkat bekerja?? ",, tanya Mama Molly kepada Alva.
Belum sempat Alva menjawab, atensi mereka semua teralihkan, ketika tiba-tiba telinga mereka semua mendengar ada seseorang yang sedang berteriak.
" Mama, Ayah ",, kata Alva dengan eskpresi benar-benar sangat terkejut sekali.
Yaps, orang yang baru saja datang adalah Ayah Ivar dan juga Mama Agnes bersama Cio, adik laki-lakinya Alva.
Mata Ayah Ivar dan Mama Agnes langsung melotot dengan sangat lebar sekali, karena mereka yang baru saja datang, langsung di sambut dengan perkataan yang sungguh membuat mereka merasa sangat terkejut sekali.
" Cio, kamu masuk saja sama adik-adik kamu di dalam kamar bermain ",, kata Mama Molly kepada Cio.
" Baik Aunty ",, jawab Cio kepada Mama Molly.
Cio langsung berlalu masuk ke dalam kamar, sedangkan Ayah Ivar dan Mama Agnes langsung berjalan ke arah semua orang yang sedang menatap ke arah mereka.
" Duduklah dulu Kakak, kalian baru saja datang, dan supaya kita bisa berbicara dengan enak ",, kata Mama Molly kepada Ayah Ivar dan Mama Agnes.
Ayah Ivar dan Mama Agnes pun langsung saja duduk di sofa seberang Alva dan Mama Molly.
" Cepat jawab pertanyaan dari Ayah tadi Alva ",, kata Mama Agnes kepada Alva.
" Benar Ayah, Mama, maafkan Alva yang tidak bisa menjaga diri ",, jawab Alva sambil menangis dan sambil juga menundukkan kepalanya.
" Kurang 474r,!! siapa yang sudah berani melakukannya Alva!! ",, tanya dari Ayah Ivar kepada Alva.
Terkenal tidak mudah marah dan sabar, namun kali ini mereka semua melihat sendiri ada kemarahan yang membara di mata Ayah Ivar, bahkan otot-otot di sekitar lehernya terlihat menonjol, itu artinya Ayah Ivar sedang menahan amarah yang siap akan meledak kapan saja.
" L Damara Ayah ",, jawab Alva lagi kepada Ayah Ivar.
" Siapa itu L Damara Alva?? ",, tanya Mama Agnes kepada Alva.
" Anak dari orang terkaya di Negara ini Mama ",, jawab Alva sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Apa dia laki-laki yang sedang di gosipkan denganmu Alva?? ",, tanya dari Ayah Ivar lagi kepada Alva.
" Iya Ayah ",, jawab Alva sambil mengangguk.
" Bodoh!! ",, marah Kak Ivar kepada Alva.
Dan baru kali ini Ayah Ivar mengatai Alva bodoh, membuat Alva semakin menangis serta bersedih.
Ayah Ivar tidak banyak berbicara lagi, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan langsung ke luar dari dalam rumah.
Tidak ada yang mencegah kepergian dari Ayah Ivar, karena mereka semua termasuk Agnes, tidak ada yang berani dengan Ayah Ivar yang sekarang terlihat sedang marah.
Setelah Ayah Ivar tidak terlihat lagi di pandangan semua orang, Mama Agnes langsung saja pindah tempat duduk untuk duduk di samping Alva.
Ketika sudah duduk di samping Alva, Mama Agnes langsung saja memeluk Alva dengan sangat erat sekali, sebab Mama Agnes sangat tahu sekali, jika sang anak saat ini psikisnya pasti sedang tertekan.
" Maafkan Alva Mama, maafkan Mama ",, kata Alva sambil menangis ketika di peluk sang Mama.
" Sssuuussstt, tenanglah Nak, ini semua tidak salah kamu, dan Mama tidak akan meninggalkanmu, walau kamu hamil anak dari laki-laki itu ",, kata Mama Agnes menenangkan Alva.
" Aunty juga tidak akan meninggalkanmu Alva, karena Aunty akan selalu membantu kamu di saat kamu sedang susah ",, kata Mama Molly juga kepada Alva.
" Aunty Elina dan Paman Gilbert juga akan selalu bersama kamu Alva, kamu yang tenang ya, jangan takut lagi, kita semua Keluarga Alva, dan yang namanya Keluarga harus saling membantu dan mengayomi ",, kata Mami Elina juga kepada Alva.
Alva yang mendengar perkataan dari para Auntynya, dia langsung saja melepaskan pelukan dari sang Mama, dan langsung mengucapkan terimakasih sambil memaksakan tersenyum walau hatinya sedang hancur saat ini.
Sedangkan Ayah Ivar yang tadi sudah ke luar dari dalam rumah super mewah milik Ayah Ito, dia langsung saja masuk ke dalam salah satu mobil milik anak buah yang terparkir di situ.
Ayah Ivar langsung mengendarai mobilnya sambil mencari tahu di mana tempat tinggal atau mansion milik Papa Alex melalui google pencarian.
Ketika sudah cukup lama mencari, akhirnya Ayah Ivar menemukan juga di mana mansion Papa Alex berada, dan tidak di sangka saat ini Ayah Ivar sudah sampai di depan pintu gerbang mansion Papa Alex, setelah baru saja beberapa menit yang lalu Ayah Ito ke luar dari dalam mansion.
...π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄...
Nah, sekarang apa yang akan di lakukan oleh Ayah Ivar datang ke mansion Papa Alex.π€
...βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ...
...***TBC***...
__ADS_1