Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
PENAMPILAN BARU


__ADS_3

Akhirnya, karena rasa sayang dengan Alva, mau tidak mau dan rasa tertekan, Papa Alex serta L mau juga, ketika kepalanya harus digunduli oleh seorang barber shop yang sengaja mereka undang ke mansion.


Pemotongan rambut tersebut disaksikan oleh Mama Ana, Alva dan juga Simon, yang memang sengaja belum pulang ke rumahnya, hanya karena ingin melihat sang sepupu di pangkas habis rambutnya.


Untuk orang yang pertama kali dipotong rambutnya adalah si L, ya, semua itu karena pemaksaan dari Papa Alex.


" Kenapa tidak Papa duluan sih ",, gerutu L.


" Kamu kan bapaknya, jadi ya harus kamu dululah!! ",, jawab Papa Alex.


" Tapi kan, Papa yang sudah berjanji untuk menyanggupi permintaannya Alva ",, bantah L.


" Sudah kamu diam saja, cepat duduk,!! biar cepat selesai ",, kata Papa Alex.


Akhirnya, L pun duduk diam, ketika rambutnya di pangkas habis, hingga licin seperti bohlam lampu.


Sebagai pertunjukkan yang menurutnya menyenangkan, tentu saja Simon langsung mengabadikan momen tersebut sebagai kenang-kenangan.


" Awas saja, jika kamu nanti berani membuat video tentang aku, Simon!! ",, kata Papa Alex.


" Memangnya kenapa Xander,? kan untuk kenang-kenangan seperti yang dulu ",, jawab Simon sambil tersenyum mengejek.


Papa Alex cuma memandang Simon dengan tatapan sinisnya saja, tanpa mau banyak berbicara.


Alva dan Mama Ana yang juga ada di situ, sambil memperhatikan L yang sedang dipotong rambutnya, mereka juga berbincang sedikit.


" Mam, keterlaluan tidak sih, mengidamnya Alva kali ini?? ," tanya Alva.


" Tidak, ini biasa saja ko sayang ",, jawab Mama Ana.


" Tapi, sepertinya mereka tersiksa dengan permintaannya Alva ",, kata Alva.


" Tidak, percayalah, mereka baik-baik saja ",, jawab Mama Ana menenangkan Alva.


" Nanti setelah ini, mintalah mobil baru, atau pesawat jet, atau bus seperti milik Mamam, pasti akan dibelikan sama L atau Papa ",, Mama Ana mengajari Alva 5354t.


" Tapi kan Mam, semua itu mahal ",, kata Alva.


" Tidak apa-apa, uang mereka banyak ko, tenang saja ",, jawab Mama Ana.


" Jika cuma untuk membeli semua itu sih, masih tersisa banyak uang L dan Papa Alex ",, kata Mama Ana lagi.


" Jika tidak percaya buktikan saja ",, sambung lagi perkataan Mama Ana.


Akhirnya, L selesai juga dipangkas rambutnya, dan wajah serta penampilannya saat ini terlihat sangat aneh sekali.


Alva dan Mama Ana tidak bisa menahan suara tawa mereka, melihat kepala L seperti bohlam lampu.

__ADS_1


" Kenapa kalian tertawa!! ",, marah L kepada Alva dan Mama Ana.


" Tidak apa-apa, kamu tampan ko sayang ",, jawab Alva.


" Jangan mengejek deh sayang, aku tahu jika wajahku sekarang sudah tidak tampan lagi ",, kata L.


" Kenapa memangnya,? kamu menyesal,!! karena sudah tidak bisa memikat para wanita di luar sana!! ",, jawab judes dari Alva.


" Bukan begitu sayang, cinta Papi kan cuma untuk Mami seorang ",, kata L merayu Alva.


" Hump!! ",, kata Alva.


Sekarang gantian Papa Alex yang duduk di kursi yang sudah di sediakan, untuk gantian di potong rambutnya.


Nah, Simon sudah menantikan momen tersebut, dan dia langsung menyiapkan kamera ponselnya untuk merekam sang sepupu, yang sedang proses penggundulan rambut.


Ketika mereka semua sedang memperhatikan Papa Alex yang sedang potong rambut, tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan dengan suara seseorang yang tertawa terbahak-bahak.


Orang tersebut adalah Papi Tara dan Mami Bella yang baru saja datang berkunjung ke mansion.


" Astaga, ada pertunjukan apa lagi di sini?? ",, kata Papi Tara.


" Ya Tuhan, L, kenapa dengan kepala kamu?? ",, kata Papi Tara lagi masih sambil tertawa terbahak-bahak.


" Sudah diamlah Tara,!! jangan membuatku membunuhmu!! ",, kata Papi Alex.


" Ini lho Kak, Alva sedang mengidam ingin melihat mereka berdua dipotong rambutnya begitu ",, jawab Mama Ana.


" Astaga, sepertinya sifat anak L, akan menurun seperti Papi dan juga Neneknya ",, kata Mami Bella, membuat Alva dan Mama Ana langsung tertawa.


" Bibi, sepertinya jika rambut Paman Tara di potong juga seperti mereka bagus deh ",, kata Alva dengan tiba-tiba.


Suara tawa Papi Tara langsung berhenti, ketika mendengar ucapannya Alva.


Orang yang paling bersemangat diantara mereka semua ya tentu saja Papa Alex.


" Waaah benar tuh Alva, ajak Paman kamu juga tuh ",, kata Papa Alex.


" No,!! aku tidak mau!! ",, kata Papi Tara.


" Bagaimana Bibi, boleh ya, jika rambut Paman Tara di potong juga seperti L dan Papa Alex?? ",, kata Alva kepada Mami Bella.


" Boleh, terserah kamu dan Paman kamu saja, Alva ",, jawab Mami Bella.


" No, sayang, Papi tidak mau!! ",, kata Papi Tara.


" Dasar tidak sayang cucu!! ",, sindir Papa Alex.

__ADS_1


" Dia kan cucu kamu Alex, bukan cucuku!! ",, jawab reflek dari Papi Tara, dan ucapan tersebut membuat perasaan Alva terluka.


Alva langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk pergi dari situ, karena ucapan dari Papi Tara tadi.


" Nah kan, jadi tersinggung si Alva, kamu sih Tara!! ",, kata Papa Alex.


" Jika istri L kenapa-kenapa, bukan rambut Paman yang L potong, tapi kepala Paman!! ",, kata L mengancam Papi Tara.


Setelahnya, L pun menyusul langkah kaki Alva yang ternyata masuk ke dalam kamarnya.


" Mami, bagaimana ini?? ",, tanya Papi Tara kepada Mami Bella.


" Iya tidak tahu, kan Papi yang berbuat, ya Papi juga dong yang menyelesaikan ",, jawab Mami Bella.


" Kakak sih, suka anu kalau berbicara, tidak tahu saja perasaan ibu hamil itu sensitif ",, kata Mama Ana juga.


" Sana minta maaf, atau lebih baik, minta maafnya nanti saja, setelah selesai potong rambutnya, sebagai permintaan maaf kepada Alva ",, saran dari Mama Ana.


" Nah, boleh tuh Ana ",, kata Mami Bella.


Sekarang, Papa Alex sudah sama gundulnya seperti L, dan Papa Alex memaksa Papi Tara untuk potong rambut juga sama seperti dirinya, dengan alibi sebagai permintaan maaf kepada Alva.


Terpaksa, akhirnya Papi Tara mau juga rambut kesayangannya dipotong habis oleh barber shop tersebut.


Kedatangannya yang cuma ingin berkunjung, malah membuatnya harus pulang dalam keadaan penampilan yang hmm, sungguh membuatnya ilfill sendiri.


Papa Alex sedikit licik orangnya, untuk mengurangi rasa tidak percaya dirinya, dan rasa malunya, dia langsung menyuruh beberapa anak buah yang selalu mengawalnya ke mana pun, untuk ikut potong rambut juga sama seperti dirinya.


Alhasil, sekarang banyak orang berkepala pelontos berkeliaran di mansion Papa Alex.


L akhirnya, bisa membujuk Alva ke luar juga dari dalam kamar, dan ketika Alva melihat penampilannya Papi Tara yang sudah sama seperti L dan Papa Alex, senyum Alva langsung merekah dengan sempurna.


" Maafkan Paman ya Alva ",, kata Papi Tara.


" Bukan maksud Paman, untuk .... ",, perkataan Papi Tara di sela oleh Alva.


" Iya, tidak apa-apa ko Paman, Alva mengerti, dan penampilan Paman saat ini sangat tampan sekali, ayo foto dulu sama Alva ",, kata Alva.


Papi Tara tentu saja mau diajak berfoto dengan Alva, dan Alva tidak cuma berfoto dengan Papi Tara saja, melainkan dengan L dan juga Papa Alex.


Simon yang tadi membuat video tentang L, Papa Alex dan juga Papi Tara, sekarang video tersebut sudah menyebar ke seluruh Keluarga besar Damara, William, hingga ke Keluarga Roderick sekalipun.


Itu semua ulah dari Simon yang sengaja menyebarkannya, kepada mereka semua.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat penampilan mereka bertiga saat ini, dan menurut mereka, mengidamnya Alva cukup unik, seperti sang Mama mertua dulu, ketika hamil si L.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2