
Ketika Sandra dan Mama Ana sudah sampai di dalam kamar si L, mereka berdua langsung melihat keadaan L sungguh sangat memprihatinkan sekali.
Wajah dia yang tampan, sekarang penuh dengan luka robek, lebam dan juga membiru.
Darah yang tadi memenuhi seluruh wajahnya, sekarang sudah dibersihkan oleh Simon.
Melihat Sandra dan Mama Ana masuk ke dalam kamar, membuat Simon, Zuriel dan juga Saddam langsung mengalihkan pandangan mereka.
Siapa itu Simon,?? yang belum membaca Novel saya yang berjudul Gadis Lugu Pemikat Hati, silahkan dibaca dulu, nanti kalian semua akan tahu, siapa itu Simon.
" Ana, apa yang terjadi dengan L,?? kenapa dia sampai seperti ini?? ",, tanya Simon kepada Ana.
" L pantas mendapatkannya Kak, biarlah dia menjadi laki-laki yang bertanggung jawab ",, jawab Mama Ana kepada Simon.
" Tapi apa kamu atau Xander tidak mau membawanya ke rumah sakit,?? kasihan si L Ana ",, kata Simon lagi kepada Mama Ana.
" Biarlah L di rawat di sini saja Kak, biar L bisa bertahan karena kemampuannya sendiri, supaya bisa segera mencari calon istri dan calon anaknya, yang entah sekarang pasti sudah di sembunyikan oleh Keluarganya ",, jawab Mama Ana kepada Simon.
" Calon anak,?? apa L sudah mempunyai anak Ana?? ",, tanya Simon kepada Mama Ana.
L yang daritadi hanya diam saja dan tidak merespon, ketika mendengar dan membahas Alva beserta calon anaknya, dia langsung saja menolehkan kepalanya ke arah sang Mama.
" Belum, tapi keponakan tersayang Kakak ini sudah berani memp3rk054 anak gadis orang, dan orang tuanya tidak memaafkan sikap L sama sekali, walau dia nanti akan hamil anak L sekalipun ",, jawab Mama Ana kepada Simon.
Simon tentu saja merasa terkejut sekali mendengar jawaban dari Mama Ana, karena Simon sangat tahu sekali, jika L tidak mudah tertarik dengan seorang perempuan, akan tetapi tahu-tahu dia mendengar kabar, jika L sudah berani memp3rk054 seorang gadis.
" Kamu pasti bercanda sama Kakak kan Ana?? ",, tanya Simon lagi kepada Mama Ana.
Sandra, Zuriel, dan juga Saddam, hanya bisa diam saja, sambil terus mendengarkan Mama Ana yang sedang berbicara dengan Simon.
" Pasti gadis itulah yang sudah menggoda L, dan membuat L menjadi khilaf ",, kata Simon lagi kepada Mama Ana.
" Dia gadis baik-baik Kak, dan Ana beserta Papa Xander sangat tahu sekali bagaimana Keluarga dari gadis ini, tidak mungkin tuduhan Kakak itu benar, jika gadis itulah yang sudah menggoda si L ",, jawab Mama Ana kepada Simon.
__ADS_1
Mama Ana saja malah lebih percaya dengan Alva ketimbang anaknya sendiri yang sudah dia besarkan sejak kecil.
Bukan maksud Mama Ana tidak sayang dengan si L, hanya saja Mama Ana dan Papa Alex ingin mengajari si L untuk menjadi laki-laki yang bertanggung jawab.
" Kenapa kamu lebih percaya dengan orang lain daripada dengan si L yang jelas-jelas anak kandung kamu sendiri Ana?? ",, tanya Simon kepada Mama Ana.
" Kak Simon mempunyai anak, jika Kakak berada di posisi Ana, apa yang akan Kakak lakukan,?? apakah Kakak akan membela anak Kakak yang salah, atau membela yang benar, walau itu bukan anak Kakak sendiri?? ",, tanya Mama Ana kepada Simon.
Sepertinya otak Mama Ana sudah sembuh, sebab dia bisa membuat Simon sang Direktur rumah sakit terbesar di Negara London, langsung terdiam seketika.
" Tolong Kakak rawat dia sampai sembuh, karena Ana sedang marah kepada L, karena L sudah membuat Ana kecewa ",, kata Mama Ana lagi kepada Simon.
Mama Ana setelah mengatakan itu semua kepada Simon, dia langsung berbalik badan untuk meninggalkan kamar si L.
Belum sempat berlalu ke luar, Mama Ana mendengar seseorang sedang memanggilnya. Tentu saja langkah kaki Mama Ana langsung terhenti dan dia langsung berbalik badan untuk menghadap ke semua orang.
" Mama, maafkan L Ma ",, kata L kepada Mama Ana dengan suara paraunya.
" L janji, L akan segera mencari Alva dan menjadikannya menantu di Keluarga kita ",, kata L lagi dengan bersusah payah.
L hanya bisa memandang sendu sang Mama yang terlihat sedang marah kepadanya, L juga bertekad ingin segera sembuh dan berjuang untuk mendapatkan Alva yang sudah dia sakiti hati dan perasaannya.
Sandra, Zuriel dan juga Saddam yang melihat itu, mereka semua hanya bisa memandang sedih kepada sang Kakak saja, tanpa bisa tahu bagaimana cara membantunya.
Sedangkan kembali ke rumah super mewah milik Ayah Ito.
Tidak lama mobil yang di kendarai oleh Ayah Ito, sampai juga di rumah mewahnya, dan Ayah Ito langsung saja masuk ke dalam rumah, untuk segera melihat keadaan Alva yang baru saja di perk054 oleh si L.
Ayah Ito sedikit terkejut melihat sang Kakak ipar sudah berada di rumahnya, sedang menenangkan Alva di pangkuannya.
Semua orang yang melihat kedatangan dari Ayah Ito, mereka semua langsung saja sedikit menegakkan duduknya, sebab di manapun Ayah Ito datang, pasti seperti membawa aura tersendiri di belakangnya.
" Di mana Kak Ivar Kak Agnes?? '',, tanya Ayah Ito kepada Mama Agnes.
__ADS_1
" Tidak tahu, dia langsung saja pergi tadi dari dalam rumah dengan keadaan marah, ketika sudah tahu kejadian tentang Alva ",, jawab Agnes kepada Ayah Ito.
Ayah Ito hanya diam, dan dia sudah menebak jika Ayah Ivar sedang menuju ke mansion Papa Alex.
" Baiklah, kalau begitu kita tunggu saja Kak Ivar pulang ",, hanya kata itu yang ke luar dari dalam mulut Ayah Ito.
Sambil menunggu Ayah Ivar pulang, tidak ada yang berbicara satu sama lainnya, sebab mereka sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Di saat sedang tegang-tegangnya, suasana sedikit mencair, ketika Aluisa datang dari dalam rumah, sambil menggendong baby Graviella yang sedang menangis.
Mami Elina yang melihat Graviella menangis, dia pun langsung saja bergegas beranjak berdiri dari duduknya untuk menggendong sang putri.
" Oh sayang, kamu sudah bangun, kamu pasti haus ya ",, kata Mami Elina kepada Graviella.
Mami Elina, lalu memberikan asi kepada Graviella dan Graviella pun langsung saja terdiam.
Ketika Graviella sedang m3nyu5u dengan Mami Elina, tiba-tiba dia melepaskan put1n9 sang Mami, lalu melihat ke arah Ayah Ito sambil tertawa dengan suara lucunya.
Hal itu bisa membuat Ayah Ito ikut tersenyum, karena wajah lucu dari sang keponakan.
Tidak cuma Ayah Ito saja yang merasa gemas dengan baby Graviella, melainkan semua orang yang ada di situ.
Melihat sang baby yang sepertinya sudah tidak mau n3n3n lagi, membuat Mami Elina langsung menutup kembali p4yud4r4nya.
Baby Graviella meminta turun dari pangkuan sang Mami, dan dia lalu merangkak dengan lucunya ke arah sang Paman yang sedang terlihat garang.
Segarang-garangnya Ayah Ito, dia pasti akan luluh melihat anak kecil yang menggemaskan seperti itu.
Ayah Ito langsung memangku baby Graviella ke atas pangkuannya dan memberikan ciuman gemas ke pipi chubby sang keponakan.
Setidaknya sambil menunggu Ayah Ivar pulang, suasana tidak terlalu mencekam, karena kehadiran dari baby Graviella di tengah-tengah mereka semua.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
__ADS_1
...***TBC***...