
Dari dulu sampai sekarang, Ayah Ito kalau bangun tidur pasti dia akan bangun lebih dulu dibandingkan yang lain.
Sejak semalam, ketika Ayah Ito mencoba melihat ke luar jendela, setelah melakukan hubungan ehem bersama Mama Molly.
Ayah Ito sudah melihat ada dua mobil terparkir tidak jauh dari rumahnya, dan terlihat sedang mengawasi rumahnya.
Ayah Ito sudah sedikit curiga dengan penumpang di dalam dua mobil itu, karena pakaian mereka semua terlihat seperti seorang bodyguard yang sedang menyamar, dan untuk memastikannya sendiri, ketika bangun tidur tadi, ketika hari masih gelap, Ayah Ito sengaja lari-lari pagi sambil melirik ke arah dua mobil tersebut.
Semakin meyakinkan lagi, ketika Ayah Ito mencoba mengintip ke dalam mobil, melihat ada benda-benda yang biasa dibawa oleh para anak buahnya.
Ayah Ito yang oon tapi cerdik, dia pun mempunyai akal untuk membuat mereka tertidur seharian penuh, dengan cara memberinya obat bius racikannya sendiri.
Obat bius itu sengaja Ayah Ito buat seperti serbuk, dan dia sebarkan ke dalam mobil yang kacanya terbuka sedikit.
Senyum miring menyeringai pun langsung Ayah Ito tunjukkan, ketika sudah menyebarkan serbuk bius tersebut ke dalam mobil tersebut.
Setelahnya, Ayah Ito langsung kembali ke dalam rumahnya, dan menyuruh semua Keluarganya, termasuk Chan dan Ansel, untuk segera bersiap-siap berangkat ke Bandara.
Sekitar pukul tujuh pagi, bahkan mereka semua belum pada sarapan, Ayah Ito dan Ayah Ivar sudah mengintrupsi semua orang untuk segera sampai di Bandara.
Dan pukul delapan pagi, semua Keluarga Roderick, beserta Chan serta Ansel, sudah masuk ke dalam pesawat jet milik Ayah Ito.
" Ayah mertua, di dalam pesawat jet ini apa tidak ada makanan, perutku lapar ",, kata Ansel kepada Ayah Ito.
" Minta saja sama juru masaknya ",, jawab Ayah Ito kepada Ansel.
" Biar aku ambilkan untukmu Ansel, tunggulah sebentar ",, kata Aluisa kepada Ansel.
" Aaaa, memang benar-benar calon istri idaman ",, kata Ansel merasa senang.
Ayah Ito hanya cuek saja melihat sikap Ansel yang lebay kepada Aluisa, dan cuma Ansel saja yang berani menggombal kepada anak sang King Psychopath.
Mereka akan menempuh perjalanan kurang lebih sekitar tujuh jam lamanya, hingga sampai di salah satu Bandara yang ada di Negara Moldova.
Sedangkan beralih ke L lagi, L yang tidak bisa tidur sama sekali semalam, akhirnya dia baru merasa mengantuk sekitar pukul tiga dini hari.
Hal tersebut membuat L menjadi bangun kesiangan, sekitar pukul delapan pagi.
Saddam sendiri juga tidak membangunkan L, karena semalam dia sibuk bermain game di dalam ponselnya sampai pukul empat pagi.
" Astaga, aku bangun kesiangan, aku harusnya jam segini sudah berada di rumah Alva ",, kata L sambil bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
L segera mandi dan tidak pakai lama, dia sudah selesai mandi, sambil menggerutu dengan cara kerja Saddam.
" Ini ke mana si Saddam, kenapa dia juga tidak membangunkanku, sehingga aku jadi bangun ke siangan ",, kata L sambil mencoba menghubungi Saddam.
Ketika ponsel berdering, barulah Saddam terbangun, dan dia langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang sedang menelponnya.
" Halo ",, kata Saddam dengan suara mengantuk.
" Astaga, jam segini kamu juga belum bangun, pantas saja kamu tidak membangunkanku, Saddam banguuuuuuuun!! ",, kata L sambil berteriak.
Telinga Saddam langsung berdengung mendengar L berteriak seperti itu kepadanya, dan seketika membuat matanya langsung terbuka dengan sangat lebar sekali.
" Kak L ",, kata Saddam.
" Bangun, atau aku tendang kamu dari atas gedung ini!! ",, kata L.
Saddam lalu melihat jam di dalam ponselnya, dan ketika dia melihat waktu yang hampir menunjukkan pukul sembilan pagi, dia langsung mematikan sambungan telepon dari L secara sepihak.
" Mati aku, sudah siang, pasti Kak L marah kepadaku ",, kata Saddam sambil melompat dari atas ranjangnya menuju ke dalam kamar mandi.
" Ini gara-gara game 514lan semalam!! ",, gerutu Saddam.
Saddam mandi bebek, sangat super cepat sekali, karena takut jika sang bos marah kepadanya.
Pakai baju pun dengan asal-asalan, yang penting sudah rapi, setelah itu, Saddam langsung bergegas ke luar menuju ke dalam kamar si L.
__ADS_1
Baru saja ingin mengetuk pintunya, pintu kamar hotel si L sudah terbuka dari dalam.
" Eh, Kak L, maaf Kak, aku ketiduran ",, kata L sambil tersenyum garing.
" Minggir,!! kamu menghalangi jalanku ",, kata L sambil menoyor kepala Saddam.
" Ayo cepat, atau mau aku tinggal di sini ",, kata L lagi, sambil berlalu pergi dari hadapan Saddam.
Saddam langsung mengikuti langkah kaki si L, untuk ke luar dari dalam gedung hotel tempat mereka menginap.
" Kak, apa kita tidak makan dulu, perutku lapar ",, kata Saddam kepada L.
" Nanti kita beli di jalan, dan makan di dalam mobil saja ",, jawab L sambil terus berjalan.
" Iya ok, baiklah ",, kata Saddam.
L dan Saddam akhirnya sampai juga di depan mobil milik mereka, dan mereka berdua langsung saja masuk ke dalam mobil tersebut untuk segera menuju ke rumah Ayah Ito.
Ketika melihat ada pedagang makanan kaki lima, L menyuruh Saddam untuk membelinya sebentar, setelah itu mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka menuju ke rumah Ayah Ito sambil makan di dalam mobil.
Sesampainya di depan rumah Ayah Ito, L dan Saddam langsung melihat dua buah mobil milik anak buah mereka.
" Saddam coba kamu cek ke dalam ",, kata L kepada Saddam untuk mengecek ke dalam mobil tersebut.
Saddam hanya mengangguk saja kepada L, dan ketika sudah di cek oleh Saddam, semua anak buah masih pada tidur dengan nyenyak, karena efek bius yang tadi diberikan oleh Ayah Ito.
" Lho ko mereka pada tidur ",, kata Saddam.
Saddam langsung kembali ke mobil si L untuk melaporkan keadaan.
" Bagaimana,?? ke mana para anak buah kamu?? ",, tanya L.
" Mereka tidur Kak ",, jawab Saddam kepada L.
" Apaaa,!! tidur,!! cepat bangunkan mereka, karena aku ingin mendengar laporan dari mereka semua ",, kata L kepada Saddam.
" Baik Kak L ",, jawab Saddam.
" Eh Tuan Saddam ",, kata beberapa anak buah yang terkejut melihat Saddam.
" Kenapa kalian semua malah tidur, cepat berikan laporan kalian kepada saya!! ",, kata Saddam.
" Mereka tinggal di rumah itu Tuan, dan tadi niat kami ingin tidur sebentar, setelah semalaman bergadang, tapi tidak tahunya, kami ketiduran sampai sekarang ",, jawab salah satu anak buah sambil menahan rasa pusing di kepalanya.
Mereka semua tidak sadar, sebenarnya mereka bukan tidur, tapi pingsan karena ulah dari Ayah Ito.
" Cepat ke luar dan berikan laporan kalian semua kepada Tuan L ",, perintah Saddam kepada semua anak buah.
Semua anak buah itu langsung saja ke luar dari dalam mobil, untuk menghadap kepada L.
Ketika L sudah mendengar laporan dari para anak buahnya, dengan beraninya L langsung mengajak Saddam untuk mendatangi rumah Ayah Ito.
" Kenapa terlihat sepi sekali Saddam?? ",, tanya L ketika melihat dari balik pagar.
" Hei kamu, ke sini ",, panggil Saddam kepada anak buahnya.
" Iya Tuan Saddam?? ",, tanya anak buah itu.
" Katanya mereka tinggal di sini, mana orangnya, ko sepi sekali rumah ini?? ",, tanya Saddam kepada anak buah itu.
" Tapi benar mereka tinggal di sini Tuan, kami semalaman bergadang menunggu di sini, dan ketiduran ketika hampir pagi ",, jawab anak buah itu kepada Saddam.
" Bisa jadi mereka sudah pergi dari sini Saddam, tapi anak buah kamu yang payah ini tidak tahu ",, kata L kepada Saddam.
" Coba sebagian dari kalian ada yang mengecek ke Bandara dan yang lainnya lagi tetap tinggal di sini untuk mengawasi keadaan ",, kata L kepada anak buah itu.
" Baik Tuan L ",, jawab sang anak buah.
__ADS_1
Sebagian dari anak buah itu langsung saja ada yang menyebar ke Bandara seperti perintah dari L.
Sedangkan L sendiri bersama Saddam, memilih kembali ke dalam hotel untuk menunggu kabar selanjutnya dari anak buah mereka.
Wajar saja rumahnya sepi, lha si L saja datangnya terlambat, sekarang saja Keluarga Ayah Ito sudah mengudara menuju ke Moldova.
Aah, si L payah, jika selalu bertindak tidak pernah bisa becus, malu-maluin Papa Alex saja, jika begini terus semoga para readers tidak kecewa dengan sikap kamu L.
Dan jika kembali ke dalam pesawat lagi, Chan dan Alva sekarang tidak malu lagi memperlihatkan kemesraan mereka berdua.
Bahkan duduk saja pun mereka sangat dekat sekali, sambil saling berpelukan untuk menyalurkan rasa nyaman di hati mereka.
Alva sangat nyaman sekali di dalam dekapannya Chan sambil memejamkan matanya, sedangkan Chan sendiri, dia memilih mendengarkan musik sambil juga memejamkan matanya.
Ayah Ivar dan Mama Agnes yang melihat mereka berdua, ada rasa senang, dan juga ada rasa gundah, karena Alva belum diketahui apakah hamil anak si L apa tidak.
" Aluisa ",, panggil Ansel dengan tiba-tiba.
" Hmm, ada apa?? ",, jawab Aluisa sambil terus membaca bukunya.
" Lihatlah Kak Chan dan Kak Alva, romantis ya, aku mau dong kayak mereka ",, kata Ansel kepada Aluisa.
Aluisa langsung mengalihkan pandangannya ke arah Chan dan juga Alva.
" Boleh, sini ",, jawab Alva sambil menepuk pundaknya.
Tanpa di komando, Ansel langsung menyandarkan kepalanya di pundak Aluisa, sambil memeluknya juga.
" Jangan erat-erat, membuatku susah bernafas, ini aku juga sedang membaca buku, kalau dilihat Ayah nanti kamu bisa di marahi baru tahu rasa ",, kata Aluisa kepada Ansel.
" Kalian berdua bisa diam tidak sih,!! berisik sekali ",, kata Chasel kepada duo A.
" Sirik saja, sana makanya cari kekasih ",, jawab Ansel sambil manja kepada Aluisa.
" Jika kamu begini terus, aku laporin ke Ayah lho Ansel ",, kata Aluisa lagi.
" Iya-iya baiklah ",, jawab Ansel sambil merenggangkan pelukannya.
Lama kelamaan mata Ansel mengantuk juga, dan dia masih dengan posisi yang sama, memeluk dan menyandarkan kepalanya di pundak Aluisa.
Aluisa yang merasa Ansel diam saja, dia lalu mengalihkan pandangannya untuk melihat wajah Ansel.
Aluisa tersenyum sendiri, ketika melihat Ansel sedang tidur, karena jika Ansel diam, dia terlihat lebih manis dan juga tampan, karena jika Ansel terbangun, dia akan berubah menjadi cowok yang menyebalkan.
Melihat cara tidur Ansel yang kurang nyaman, Aluisa pun lalu menekan tombol kursi, supaya kaki Ansel bisa diluruskan dan lalu dia menyelimuti Ansel dengan selimut yang tersedia.
Alva dan Chan sedang sangat romantis, tapi tdak dengan L yang semakin kalang kabut, karena baru saja mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang Keluarga Roderick yang sudah meninggalkan Madrid.
" 514l, kenapa mereka cepat sekali perginya sih,!! aaarrrrghhhh!! ",, kata L mengamuk sendiri di dalam kamarnya.
L menelpon Saddam untuk menyuruh mempersiapkan kepulangannya ke London, L rasanya ingin rehat sebentar sambil memikirkan cara lain untuk menemui Alva.
Sedangkan Papa Alex yang mengetahui jika L gagal dalam mendapatkan Alva di Madrid, dia langsung mengatai L laki-laki payah dan bodoh.
" Walau bodoh begitu, dia tetap anak Bos, kesayangan Ana ",, kata Arga kepada Papa Alex.
" Tapi dia tidak becus dalam mendapatkan seorang perempuan Arga, di jodohkan pun juga tidak mau, mungkin separo sifat bodoh Ana ada di dalam otak L, makanya dia menjadi laki-laki bodoh seperti itu ",, kata Papa Alex kepada Arga.
" Bisa jadi, kan L anak si Bos dan Ana, jadi sifat si Bos dan Ana ada di dalam diri si L ",, jawab Arga.
" Tetap awasi L, dan terus beritahukan kabarnya kepadaku, aku ingin melihat sendiri sejauh mana usahanya L dalam mendapatkan Alva ",, kata Papa Alex kepada Arga.
" Siap Bos Alex ",, jawab Arga.
Dengan uang semuanya menjadi mudah, dan dengan uang semuanya menjadi lancar, namun ada salah satu yang tidak bisa dibeli dengan uang, yaitu cinta.
Jika cinta bisa dibeli dengan uang, pasti Alva akan lebih memilih L yang lebih segalanya dari Chan, tapi nyatanya sebaliknya, karena kenyamanan hati tidak bisa dipaksakan walau itu dengan banyak uang sekalipun.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...