
Setelah acara peluk-pelukan di atas ranjang dengan bibir saling berciuman, saat ini L dan Alva sudah berada di dalam pesawat jet pribadi milik si L.
Mereka berdua tidak duduk bersebelahan, namun berseberangan, dengan saling curi-curi pandang terus menerus.
Ketika Alva ketahuan melihat ke arah si L, dia hanya tersenyum sambil menutupinya menggunakan jarinya.
Namun tidak dengan si L, jika dia ketahuan sedang memandang Alva, L malah sengaja tersenyum manis sekali kepada Alva, dan memandang Alva penuh dengan keterpesonaan, hingga membuat Alva merasa malu sendiri.
" L, jangan memandangku seperti itu, kamu membuatku malu ",, kata Alva.
" Kenapa malu, kita saja baru saja berciuman mesra tadi ",, jawab L kepada Alva.
Pipi Alva langsung terlihat memerah karena jawaban dari si L.
" Kenapa kamu selalu mengungkit setiap hal yang baru saja kita lakukan, hal itu membuatku tidak nyaman, dan aku juga merasa malu ",, kata Alva.
L hanya tersenyum tipis saja ketika mendengar perkataan dari Alva.
" Alva, aku mau bertanya kepadamu?? ",, kata L.
" Tanyakanlah saja ",, jawab Alva.
" Apakah kamu masih ingin berpisah denganku untuk dua minggu yang akan datang?? ",, tanya L.
Alva langsung terdiam, karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari si L.
" Tidak tahu, jangan tanya hal itu saat ini kepadaku, karena aku belum bisa menjawabnya ",, jawab Alva kepada L.
Alva lalu memilih memencet kursi yang di dudukinya supaya bisa untuk dia berbaring, karena perjalanan yang akan mereka tempuh masih kurang lebih sekitar satu setengah jam.
Setelahnya, Alva memilih memejamkan matanya untuk menghindari pertanyaan dari L lebih lanjut lagi.
Sedangkan si L yang melihat Alva seperti menghindarinya, yang bisa dia lakukan cuma berdoa di dalam hati, jika dua minggu lagi, Alva tidak meminta pisah darinya.
Tidak terasa pesawat yang mereka naiki sudah sampai disalah satu Bandara yang ada di Negara Swiss.
Alva dan L yang sudah turun dari dalam pesawat jet langsung disapa oleh banyaknya orang yang berpakaian seperti bodyguard.
Seluruh dunia sudah mengetahui, jika Alva adalah istri dari Kerajaan bisnis Damara, jadi di mana pun Alva berada, dia akan diperlakukan istimewa oleh siapapun.
L dan Alva langsung masuk ke dalam mobil yang juga sudah disediakan sebelumnya oleh para anak buah sang Papa Alex.
Perjalanan yang L dan Alva tempuh tidaklah terlalu lama, cuma sekitar empat puluh menitan sudah sampai di hotel milik Daddy Vicktor, tempat diadakannya pemberkatan pernikahan Adam dan Feyrin, sekaligus pesta resepsi besar-besaran dari Keluarga Damara dan Reagan.
Kedatangan L dan Alva langsung disambut ramah oleh staf hotel dan mereka berdua langsung diantarkan ke kamar yang nantinya akan mereka tempati malam ini.
" Alva ayo segera kamu berganti pakaian, itu pakaiannya sudah disiapkan oleh Mama ",, kata L.
" Iya baiklah ",, jawab Alva, dan Alva langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Baru saja masuk, tiba-tiba Alva ke luar lagi untuk memanggil si L.
" L ",, panggil Alva.
L yang sedang memainkan ponselnya, langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Alva.
" Iya, ada apa Alva?? ",, tanya si L.
" Tolong bantu aku dong, ini zipper dress ku nyangkut, susah diturunin ",, jawab Alva.
L lalu berjalan mendekat ke arah Alva, dan dia langsung membantu Alva menurunkan zipper dress yang dipakai oleh Alva.
Melihat punggung mulus sang istri, pikiran kotor L langsung berkelana ke mana-mana.
" Sudah L?? ",, tanya Alva.
__ADS_1
" Eh, sudah ",, jawab L akhirnya tersadar dari masa melamunnya.
Alva lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi, namun sial, lagi dan lagi Alva lupa membawa baju gantinya, hingga pada akhirnya dia ke luar dari dalam kamar mandi cuma menggunakan handuk yang menutupi tubuh polosnya.
L yang sedang duduk di pinggir ranjang, sampai melototkan matanya, ketika melihat Alva malah ke luar dari dalam kamar mandi cuma memakai handuk bukannya bathrobe.
" Alva,!! apa kamu sedang menggodaku?? ",, tanya L.
" Aku tidak menggodamu, itu bajunya aku lupa bawa masuk ",, jawab Alva.
" Lalu kenapa kamu malah memakai handuk, bukannya memakai bathrobe?? ",, tanya L.
" Dari dulu aku lebih suka memakai handuk daripada bathrobe ",, jawab Alva.
L hanya ber oh ria saja dan berpura-pura cuek untuk meredakan sesuatu yang sudah muncul di dalam dirinya.
Alva lalu segera mengambil pakaian yang sudah disediakan di atas ranjang untuk dia pakai, dan setelah baju itu sudah berada di tangannya, Alva langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi.
" Aku bisa gila melihat penampilan Alva yang seperti itu ",, kata L menggerutu sendiri.
Singkat cerita, semua orang semua para tamu undangan, dan semua Keluarga, sudah pada berkumpul di dalam ballroom hotel tempat diadakannya pesta pemberkatan pernikahan antara Adam dan Feyrin.
Setelah serangkaian acara sudah dilaksanakan dengan khidmat, akhirnya Pak Pendeta meresmikan jika Adam dan Feyrin sudah sah menjadi sepasang suami istri, baik secara Agama maupun Negara.
Di situ juga ada Keluarga Papi Denzel dan Mami Tevy, sebab mereka adalah besan dari Papa Alex, begitupula dengan Keluarga Roderick.
Alva seperti mendapatkan kejutan ketika melihat semua Keluarganya berada di Swiss dan menghadiri acara pernikahan adik iparnya.
" Alva sangat senang sekali bisa melihat kalian semua ",, kata Alva kepada semua Keluarganya.
L lalu mengajak Alva untuk berkeliling dan memperkenalkannya kepada para kolega yang dia kenal.
Setelah selesai memperkenalkan Alva kepada semua kolega bisnisnya, L mengajak Alva untuk duduk di kursi yang masih kosong.
" Kolega kamu sangat banyak sekali L?? ",, tanya Alva.
" Apakah kamu haus, akan aku ambilkan minum untukmu ",, kata L.
" Kamu mau minum apa Alva?? ",, tanya si L.
" Jus saja ",, jawab Alva.
" Apa kamu tidak minum wine atau sejenisnya?? ",, tanya L lagi.
" Tidak, aku tidak menyukai minuman seperti itu ",, jawab Alva.
" Ayolah, sekali ini saja ya minum, lagi pula kamu kan sedang bersamaku, kalaupun kamu mabuk, ada aku yang akan melindungimu ",, kata L membujuk.
" Baiklah, satu gelas saja, mungkin jika cuma satu gelas tidak akan memabukkanku ",, jawab Alva.
L hanya mengangguk saja, dan dia lalu memanggil salah satu petugas W.O untuk mengambilkan minuman beralkohol untuknya.
Tidak lama, petugas W.O tadi sudah mengambilkan satu botol vodka dan dua buah gelas untuk si L.
" Ayo Alva, cobain ",, kata L sambil menuangkan satu vodka ke dalam gelas.
" Bening sekali cairannya ",, kata Alva.
Alva lalu mencobanya langsung sekali teguk, dan hasilnya kepala Alva langsung merasa kliyengan.
L yang melihat malah tersenyum sambil meminum vodka miliknya.
" Kepalaku pusing, tapi rasanya enak ",, kata Alva.
" Mau lagi dong L ",, kata Alva.
__ADS_1
Dengan senang hati, L menuangkan lagi vodka tadi ke dalam gelasnya Alva, hingga tidak sadar, Alva sudah menghabiskan lima gelas vodka sekaligus.
Alva tentu saja saat ini sudah mabuk berat, karena kandungan alkohol di dalam Vodka sangatlah tinggi, sekitar tiga puluh sampai enam puluh persen.
Bagi orang yang tidak tahan mabuk, pastilah langsung mudah sekali mabuk jika cuma minum satu gelas saja, tapi ini Alva langsung minum lima gelas sekaligus, tentu saja dia sudah mabuk sekali.
" L, ayo kita berdansa ",, kata Alva sudah meracau tidak jelas.
Ayah Ivar yang melihat Alva meracau tidak jelas, dia langsung saja bertanya kepada si L.
" Alva kenapa L?? ",, tanya Ayah Ivar.
" Tuh Ayah, hampir satu botol mau dia habiskan sendiri ",, jawab L sambil menunjuk botol vodkanya.
" Alva kan tidak tahan mabuk, hmm dasar si Alva ",, kata Ayah Ivar.
" Eh, ada Ayah Ivar, Ayah, kenapa wajah Ayah malam ini terlihat tua sekali ",, kata Alva khas orang mabuk.
L yang masih sadar, dia tertawa mendengar racauan dari Alva, sedangkan Ayah Ivar cuma menggelengkan kepalanya saja.
" Sudah sana L, bawa Alva ke dalam kamar, takutnya nanti dia membuat kehebohan di sini, bisa membuat malu ",, kata Ayah Ivar.
" Baik Ayah mertua ",, jawab L kepada Ayah Ivar.
Alva yang berjalan sempoyongan sambil menabrak orang yang ada di depannya, membuat L akhirnya memilih menggendong Alva saja.
" Yeeeaayy aku terbang ",, kata Alva meracau seperti orang gila.
" Alva kenapa Ayah?? ",, tanya Mama Agnes.
" Dia sedang mabuk ",, jawab Ayah Ivar.
" Waaah mabuk apaan Kak?? ",, tanya Mama Molly yang mendengar.
" Vodka ",, jawab Ayah Ivar.
" Jangan bilang jika kamu ingin meminumnya juga Molly!! ",, kata Ayah Ivar kepada Mama Molly.
" Kak Ivar tahu saja ",, jawab Mama Molly sambil tertawa.
" Wajah kamu sangat mudah sekali ketebak ",, kata Ayah Ivar, dan Mama Agnes yang mendengar langsung tertawa.
L yang sudah membawa Alva ke dalam kamar, dia saat ini sedang menari-nari tidak jelas di atas ranjang, dan L yang melihat sengaja merekamnya di dalam ponsel miliknya.
L tersenyum sendiri melihat Alva seperti itu, dan mata L dibuat melotot, ketika Alva tiba-tiba melepaskan dress yang dipakainya dan cuma menyisahkan lin93r13 53k51nya saja yang berwarna hitam.
" Alva, apa yang sedang kamu lakukan??!! ",, tanya L.
" Badanku gerah sekali, dan aku mau tidur ",, jawab Alva dengan gaya khas orang mabuk.
Alva langsung saja tidur dengan posisi yang sangat menantang sekali, dan hal itu membuat L tidak bisa lagi menahan gejolak h45r4tnya.
Tanpa berpikir panjang, apakah Alva akan marah nanti dengannya atau tidak, L lebih memilih memuaskan h45r4tnya itu kepada Alva, hingga akhirnya L dan Alva melakukan hal itu lagi untuk kesekian kalinya.
Alva yang sedang mabuk, saat ini sangat agresif sekali kepada L, dan hal itu justru membuat L sangat menyukainya.
L dan Alva tidak cuma sekali melakukan itu, karena jiwa liar Alva masih terpengaruh vodka tadi yang diminumnya.
Bahkan L yang sudah capek pun terus digoda oleh Alva, dengan cara memasukkan bukit mochinya ke dalam mulut si L.
Tiang listrik yang sudah lemas, akhirnya bangkit kembali, dan mereka melakukannya lagi untuk kesekian kalinya, dan setelah sekian paripurna, Alva yang sudah merasa capek, akhirnya, dia tertidur dengan sendirinya, meninggalkan L yang masih terjaga.
Jika mereka melakukan itu terus, bisa besar kemungkinan L junior akan cepat tumbuh di dalam rahimnya Alva.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
__ADS_1
...***TBC***...