Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
EXTRA CHAPTER 4


__ADS_3

Setelah kejadian dirinya mendengar ada seorang wanita memanggil dengan panggilan baby, ketika dirinya sedang bertelepon dengan Ansel, hari-hari Aluisa menjadi tidak tenang dan selalu gelisah tidak menentu.


Apalagi Ansel sejak saat itu, sangat sulit dihubungi, bahkan sekalinya bisa, Ansel tidak bisa berbicara lama dengan Aluisa.


Hingga membuat Aluisa menangis setiap malam, karena perubahan sikap Ansel kepadanya.


Pagi hari, ketika semua Keluarga Ayah Ito akan sarapan bersama, Ayah Ito dan Mama Molly yang melihat mata Aluisa bengkak menghitam, mereka berdua pun langsung bertanya.


" Ada apa dengan mata kamu Aluisa?? ",, tanya Ayah Ito.


" Mata Aluisa tidak kenapa-kenapa ko Yah ",, jawab Aluisa.


" Jangan berbohong kepada Ayah, karena Ayah dan Mama sudah memperhatikanmu sejak kemarin!! ",, ucap Ayah Ito.


" Sejak kemarin wajah kamu terlihat bersedih, dan mata kamu selalu bengkak begitu, ada masalah apa Nak,? cerita dong sama Mama ",, kata Mama Molly.


" Apa Ansel si tengik itu sudah menyakitimu!! ",, kata Ayah Ito.


" Tidak ada masalah apa-apa ko Ma, Yah ",, jawab Aluisa meyakinkan ke dua orang tuanya.


Sedangkan Chasel, Leonardo dan juga Kingsley, hanya diam saja, sambil mendengarkan Aluisa dan ke dua orang tuanya sedang berbincang.


" Jika kamu tidak jujur kepada Ayah, akan Ayah pen99aal kepala Ansel di hadapanmu!! ",, ancam Ayah Ito.


" Hust,!! Ayah ini bicara apa sih!! ",, tegur Mama Molly sambil memukul tangan Ayah Ito.


" Jika kepala Ansel, Ayah pen99aal, mau diganti pakai apa hah?? ",, tanya Mama Molly.


" Mau Ayah ganti pakai kepala babi ",, jawab Ayah Ito.


" Bisa saja melawaknya ",, ucap Mama Molly.


" Nanti setelah sarapan, cerita sama Mama ya, Aluisa ",, kata Mama Molly.


" Tapi Aluisa mau berangkat ke kampus Ma ",, kata Aluisa.


" Jam berapa kamu akan ke kampusnya?? ",, tanya Mama Aluisa.


" Nanti sekitar jam setengah sembilan pagi ",, jawab Aluisa.


" Masih ada banyak waktu untuk bercerita kepada Mama ",, kata Mama Molly.


" Sudah, sekarang mari kita sarapan dulu ",, kata Mama Molly lagi.


" Iya Ma ",, jawab Aluisa.


" Sudah sarapan Ayah!! ",, kata Mama Molly kepada Ayah Ito.


" Tidak akan kenyang, jika cuma melotot ke arah Aluisa!! ",, ucap Mama Molly lagi.


Ayah Ito langsung menatap Mama Molly dengan tatapan mautnya, namun Mama Molly langsung berbalik melotot ke arah Ayah Ito, yang membuat Ayah Ito langsung menyuapkan satu sendok makanan yang cukup penuh ke dalam mulutnya.


Chasel, Kingsley dan juga Leonardo yang melihat tingkah sang Ayah, langsung menahan suara tawanya.

__ADS_1


Singkat cerita, ketika sudah pada selesai sarapan, dan semua anak-anak sudah berangkat ke kegiatan mereka masing-masing, Mama Molly mencoba menemui Aluisa di dalam kamarnya.


" Aluisa, Mama masuk ya ",, kata Mama Molly.


" Iya Ma ",, jawab Aluisa dari dalam kamar.


" Sini duduk dulu sama Mama ",, kata Mama Molly.


Aluisa pun langsung duduk di samping sang Mama dengan raut wajah bersedihnya.


" Sekarang ceritakan kepada Mama, kenapa dengan wajahmu akhir-akhir ini ",, tanya Mama Molly.


" Ansel, Ma ",, jawab Aluisa.


" Ada apa dengan Ansel, sayang?? ",, tanya Mama Molly dengan lembut.


Aluisa lalu menceritakan apa yang sedang terjadi antara dirinya dan Ansel akhir-akhir ini kepada Mama Molly.


" Mungkin itu cuma perasaan kamu saja Nak ",, kata Mama Molly.


" Jangan terlalu berpikir negatif dulu, tunggu sampai Ansel bisa menjelaskan kepadamu, Nak ",, nasihat Mama Molly sambil mem63laai rambutnya Aluisa.


" Tapi Ma, Ansel sampai sekarang tidak ada kejelasan sama sekali kepada Aluisa ",, kata Aluisa.


" Bahkan, ketika Aluisa coba telepon, malah sering di matikan secara sepihak oleh dia ",, cerita Aluisa lagi sambil menangis.


" Aluisa sangat mencintai Ansel, Ma ",, kata Aluisa.


" Dan Ansel sudah berjanji kepada Aluisa, Ma, jika dia akan menikahi Aluisa kalau studinya sudah selesai ",, kata Aluisa lagi sambil menangis.


" Iya Ma ",, jawab Aluisa sambil merebahkan badannya beralaskan p4haa sang Mama.


Sedang menikmati waktu berdua antara anak dan Mama, tiba-tiba mereka berdua dikejutkan oleh pintu kamar yang terbuka sangat kasar dari luar, dan pelakunya tentu saja Ayah Ito.


" Ternyata itu yang sudah membuat wajahmu jelek beberapa hari ini Aluisa!! ",, ucap Ayah Ito.


" Ayah!! ",, ucap Mama Molly dan Aluisa secara bersamaan, karena mereka terkejut dengan kedatangan Ayah Ito secara mendadak.


" Berani-beraninya Ansel mempermainkan anak gadis Ayah satu-satunya!! ",, kata Ayah Ito lagi.


" Ayah ",, ucap Aluisa lagi sambil menggelengkan kepalanya.


Karena dirinya sangat takut jika sang Ayah berbuat nekat kepada Ansel.


" Dia harus menerima pelajaran dari Ayah,!! karena Ayah tidak terima dengan sikapnya kepadamu, Aluisa!! ",, kata Ayah Ito lagi.


" Jangan Ayah, jangan lakukan apa-apa kepada Ansel, Aluisa mohon Ayah ",, ucap Aluisa memohon kepada sang Ayah.


" Dasar bucin, masih saja membelanya!! ",, ucap Ayah Ito.


" Apa yang ingin Ayah lakukan?? ",, tanya Mama Molly.


" Akan Ayah potong lidahnya, karena sudah berani membual kepada Aluisa!! ",, jawab Ayah Ito.

__ADS_1


" Ayah, jangan Ayah!! ",, kata Aluisa sambil menangis.


" Tidak ada kata ampun di kamus Ayah!! ",, jawab Ayah Ito.


" Saat ini juga, Ayah akan pergi ke luar Negeri di mana Ansel sedang berkuliah!! ",, kata Ayah Ito.


" Kamu jangan berani-berani menghalangi Ayah!! ",, kata Ayah Ito lagi sambil mengacungkan jari telunjuknya kepada Aluisa.


Setelahnya, Ayah Ito pun langsung berlalu pergi dari dalam kamar Aluisa, menuju ke Bandara untuk pergi ke luar Negeri, tempat Ansel sedang menimba ilmu bisnis.


Sedangkan Aluisa, langsung menangis sejadi-jadinya di pelukan sang Mama, karena sudah membayangkan kemarahan sang Ayah kepada Ansel.


" Kamu tenang saja Aluisa, Ayah kamu tidak akan berani berbuat macam-macam kepada Ansel ",, kata Mama Molly.


" Tidak akan berani bagaimana Ma?? ",, kata Aluisa.


" Mama tahu sendiri bagaimana Ayah kalau marah ",, ucap Aluisa lagi.


" Aluisa takut, jika Ansel berakhir di tangan Ayah, Mama, Aluisa tidak kuat melihatnya ",, kata Aluisa sambil menangis.


" Ma, bantu Aluisa, Ma, tolong hentikan Ayah sebelum semuanya terlambat ",, kata Aluisa lagi kepada sang Mama.


" Mama sendiri juga tidak bisa mencegah Ayah, sayang ",, jawab Mama Molly.


" Coba kamu hubungi Ansel, suruh dia untuk pergi bersembunyi terlebih dahulu sampai Ayah datang ",, saran dari Mama Molly.


" Mama benar ",, jawab Aluisa.


" Sebentar Ma, Aluisa akan mencoba menghubungi Ansel ",, kata Aluisa dan Mama Molly hanya mengangguk saja.


Aluisa lalu mencoba menghubungi Ansel, tapi sayang, nomor ponsel Ansel malah sedang tidak aktif dan tidak bisa dia hubungi sama sekali.


" Nomornya tidak aktif Ma ",, kata Aluisa.


" Coba lagi ",, jawab Mama Molly.


Akan tetapi tetap saja, sebanyak Aluisa mencoba menghubungi Ansel, nomor ponsel Ansel tidak bisa dia hubungi sama sekali.


" Masih tidak bisa Ma ",, kata Aluisa.


" Inilah Ma, yang membuat Aluisa bersedih dari kemarin ",, cerita Aluisa lagi.


" Semakin hari, Ansel semakin menjauh dari Aluisa dan selalu tidak ada kabar sama sekali darinya, Ma ",, kata Aluisa lagi.


" Yang sabar ya Nak ",, kata Mama Molly.


" Percaya kepada Mama, Ayah kamu tidak akan sampai berani membunuh Ansel, tapi jika lecet-lecet sedikit, yaaa Mama yakin pasti itu terjadi ",, kata Mama Molly lagi.


" Sekarang kamu bersiap-siaplah berangkat ke kampus, dan tidak perlu memikirkan masalah ini lagi, karena laki-laki tidak cuma Ansel saja ",, kata Mama Molly.


" Jika Ansel sampai berani mengkhianatimu, Ayah sama Mama bisa mencarikan laki-laki yang lebih segalanya dari Ansel ",, ucap Mama Molly.


" Sudah, Mama ke luar ya ",, kata Mama Molly lagi dan Aluisa hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Mama Molly lalu ke luar dari dalam kamar Aluisa, meninggalkan Aluisa sendirian yang sedang bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh sang Ayah kepada Ansel.


...***TBC EXCHAP***...


__ADS_2