Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
MALAIKAT TAMVAN


__ADS_3

Sedangkan kembali ke Keluarga Damara lagi.


Semua orang setelah ke luar dari dalam ruang kerja si L, mereka semua lalu berjalan menuju ke arah lift.


Namun sebelum sampai di lift, L teringat dengan sesuatu, dan dia lalu menyuruh semua Keluarganya untuk meninggalkannya saja.


" Papa, sama Mama pulanglah dulu, sepertinya L melupakan sesuatu di dalam ruang kerja L ",, kata L kepada Papa Alex dan Mama Ana.


" Kamu melupakan apa L, jangan bilang jika kamu ingin kabur dan pergi lagi ",, jawab Papa Alex kepada si L.


" Berkas Pa, L mau mengambil berkas kerjasama tadi, karena L mau mempelajarinya di rumah ",, jawab L kepada Papa Alex.


" Baiklah ",, jawab Papa Alex lagi kepada si L.


Papa Alex lalu melanjutkan lagi langkah kakinya bersama Mama Ana dan juga Arga, untuk segera ke luar dari dalam restoran mewah milik si L.


Sedangkan si L, langsung berbalik arah lagi untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.


L pun yang sudah masuk ke dalam ruang kerjanya, dia langsung saja mengambil berkas kerjasama yang sudah di tanda tangani oleh Alva tadi.


Ketika L mau ke luar lagi, dia tidak sengaja melihat troli makanan yang di atasnya ada makanan yang tadi sudah di masak oleh Alva.


" Apakah makanan ini tadi yang sudah di masak oleh Alva, iya aku yakin pasti ini yang memasak si Alva ",, kata L berbicara sendiri.


" Sepertinya sudah dingin, tapi tidak apalah akan aku coba rasakan masakan dari gadis gila itu ",, kata L lagi.


L pun lalu mengambil sendok dan garpu yang sudah tersedia di situ, dan dia langsung saja menyuapkan satu sendok makanan yang sudah di masak oleh Alva ke dalam mulutnya.


Ada tiga jenis menu makanan yang ada di atas troli tersebut, dan ke tiga-tiganya semuanya di makan oleh si L, hingga tanpa sadar L sudah menghabiskan ke semuanya.


" Masakannya si Alva sangat enak sekali, apakah dia memang seorang Chef atau memang kebetulan saja dia cuma pandai memasak?? ",, kata L bertanda tanya sendiri.


" Minuman ini sepertinya tidak ada di menu, apakah ini juga minuman buatan dari si Alva ",, kata L lagi.


L langsung saja mencoba minumannya, dan rasanya sangat cocok sekali di lidahnya, sangat segar, tidak terlalu manis, dan juga membuatnya ketagihan.


" Sepertinya aku bisa memasukkan minuman ini ke dalam daftar menu, besok aku akan bertanya kepada dia bagaimana resep cara membuat minuman ini ",, kata L sambil menikmati minumannya lagi.


" Waaah habis?? ",, kata L terkejut.


Sebab L baru sadar, jika semua masakan si Alva sudah masuk semua ke dalam perutnya.


" Baru kali ini aku makan sebanyak ini ",, kata L lagi.

__ADS_1


" Jika dia menjadi istriku, bisa-bisa badanku tidak bagus lagi ",, kata L lagi.


" Tidak-tidak,!! aku tidak mau menjadikannya sebagai istriku, karena dia sudah menjadi simpanan untuk laki-laki tua yang seumuran dengan Papa ",, kata L lagi dan lagi.


" Tapi, kenapa di dalam hatiku mengatakan jika si Alva bukan gadis seperti itu ya?? ",, kata L masih berbicara sendiri daritadi.


Iya, itulah yang di rasakan oleh si L kepada Alva, walau Alva tadi sudah mengatakan hal seperti itu, tapi jujur L tidak percaya sama sekali, jika Alva adalah wanita simpanan om-om.


L pun yang tidak mau banyak berpikir, dia langsung saja berlalu ke luar lagi dari dalam ruang kerjanya, untuk pulang ke mansion sang Papa.


Sesampainya di mansion Papa Alex, L langsung saja segera masuk ke dalam.


Belum sempat masuk ke dalam kamar, L langsung di sambut suara tawa dari si kembar Krystal dan juga Quella.


" Waaah keponakan Uncle belum pada tidur ",, kata L sambil menggendong baby Krystal dan baby Quella yang sedang merangkak ke arahnya.


Di dalam ruang Keluarga itu, ada Sandra dan juga Zuriel, di temani oleh Mama Ana yang sudah berganti baju.


" Sandra ambil anak kalian, itu Unclenya masih bau, belum mandi, biar Kakak kamu mandi dulu ",, kata Mama Ana kepada Sandra.


" Ayo sayang, sama Mama, biar Uncle L yang bau acem mandi dulu ",, kata Sandra kepada baby Krystal dan baby Quella.


" Pa, bantuin dong, berat ini baby Quella ",, kata Sandra kepada Zuriel.


Zuriel sambil tertawa, dia langsung saja membantu Sandra untuk menggendong baby Quella.


Di dalam kamar, L langsung melepaskan semua yang melekat di tubuhnya, dan cuma menyisahkan c3l4n4 d4l4mnya saja.


Belum langsung mau mandi, L memilih untuk membaca berkas kerjasamanya tadi, sambil duduk di pinggir ranjangnya.


" Kena kamu Alva, dengan berkas ini kamu tidak akan bisa lari dariku!! ",, kata L sambil tertawa miring.


Sepertinya L sudah menuliskan sesuatu di dalam berkas kerjasama itu, sehingga ada niat terselubung dan senyum menyeramkan yang L tunjukkan sekarang.


" Kita tunggu saja Alva, apakah kamu bisa aku takhlukkan atau tidak ",, kata L lagi.


" Kamu gadis yang tangguh, dan kamu berbeda dari gadis yang biasanya bertemu denganku, jadi aku tidak yakin jika kamu simpanan Om-om ",, kata L masih berbicara sendiri.


L masih tersenyum miring dalam diamnya, dan dia lalu bersiul senang, sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi.


Singkat cerita, mereka semua termasuk Keluarga Roderick sudah pada selesai melaksanakan makan malam Keluarga.


Di mansion Papa Alex, makan malam kali ini cukup ramai, karena Papa Alex dan Mama Ana kedatangan sang anak dan menantunya beserta ke dua cucu-cucu yang menggemaskan sekali.

__ADS_1


Tapi seramai-ramainya Keluarga Papa Alex, masih ramai Keluarga Ayah Ito.


Sebab Papi Gilbert dan Mami Elina juga sudah sampai di rumah mewah milik Ayah Ito sejak satu jam yang lalu.


Ayah Ito yang dulu tidak suka keramaian, semenjak mempunyai anak, dia harus memaksakan suka dengan keramaian, terlebih lagi adik kandungnya sendiri yaitu Papi Gilbert mempunyai anak banyak.


Alva yang ikut bergabung dengan semua Keluarga di ruang Keluarga, tiba-tiba dia meminta ijin masuk ke dalam kamar terlebih dahulu kepada yang lainnya.


" Kenapa buru-buru sekali Alva, apa kamu sudah capek?? ",, tanya Mami Elina kepada Alva.


" Bukan Aunty, hanya saja besok Alva sudah mulai bekerja, jadi Alva tidak mau bangun kesiangan di hari pertama Alva masuk ",, jawab Alva kepada Mami Elina.


" Kamu bekerja Alva, di mana,?? kamu kan punya restoran sendiri, kenapa harus bekerja dengan orang lain?? ",, tanya Mami Elina kepada Alva.


" Cuma membantu teman saja Aunty ",, jawab Alva kepada Mami Elina.


" Iya sudah, sana kamu istirahat dulu ",, kata Mama Molly ikut menyahuti.


" Apakah besok mau Paman antar?? ",, tanya Papi Gilbert kepada Alva.


" Tidak perlu Paman, Alva bisa sendiri ",, jawab Alva kepada Papi Gilbert.


" Ok ",, kata Papi Gilbert kepada Alva.


Alva hanya mengangguk saja, dan dia langsung saja berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Ayah Ito yang juga ada di situ, dia hanya diam saja tidak mau banyak bertanya kepada Alva.


Alva yang sudah sampai di dalam kamarnya, dia langsung mengecek ponselnya, dan ternyata ada pesan masuk dari nomor yang tidak di kenalnya.


" Jangan lupa Nona Alva, jadwal anda besok mulai jam sembilan pagi, selebihnya anda bisa tanya kepada Gui untuk mengatur jadwal kerja anda ",, pesan dari si L kepada Alva.


" Dia siapa,?? apa jangan-jangan dia laki-laki yang menyebalkan itu?? ",, kata Alva berbicara sendiri.


Alva lalu mencoba membalas pesan tersebut, untuk menanyakan siapakah dia sebenarnya.


" Dengan siapa saya mengirim pesan?? ",, balas Alva kepada si L.


" Dari malaikat tampan yang siap menyiksa anda Nona Alva ",, balas L kepada Alva.


Alva langsung saja melototkan matanya, melihat balasan pesan dari si L.


Sedangkan si L, sedang tersenyum senang di seberang sana bisa berbalas pesan dengan Alva.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2