
Kembali ke L lagi.
L yang ingin mengistirahatkan badannya, sungguh otaknya sedang tidak bisa diajak kompromi sama sekali.
Tubuh yang sudah lelah, namun otaknya mengajak untuk terus berpikir ke mana Alva pergi darinya.
Yang bisa L lakukan cuma berjalan-jalan tidak menentu di dalam kamar hotelnya.
Ketika L sedang bingung sendiri, tiba-tiba ponselnya berdering dengan cukup kencang, hal itu membuat L langsung bergegas untuk mengangkatnya.
Ternyata ketika sudah dilihat olehnya, yang menelpon adalah sang Papa, bukan anak buahnya.
" Halo L ",, kata Papa Alex.
" Halo juga Pa ",, jawab L.
" Kata orang di sana kamu sudah pergi dari pulau itu bersama Alva, kemana kamu sekarang L, kenapa belum sampai di London?? ",, tanya Papa Alex.
" L sedang ada di Moldova, Pa, kami sengaja berkunjung ke sini sebentar, karena katanya Alva sedang rindu dengan semua Keluarganya ," jawab L.
" Oh, ya sudah ",, jawab Papa Alex.
" Besok Papa harap, kamu sama Alva sudah pulang ke London, sebab besok adalah hari pertemuan semua Keluarga besar kita seperti biasanya L, dan sekaligus perayaan pernikahan dari adik kamu Adam bersama Feyrin ",, kata Papa Alex lagi.
Nah kan, m4mpu5 si L gelagapan sendiri mendengar perkataan dari sang Papa, dan dia lupa jika setiap bulan pasti ada perkumpulan semua Keluarga besar untuk bersenang-senang.
" Emm, ba-baiklah Pa, nanti akan L sampaikan kepada Alva ",, jawab L berbohong.
" Baiklah, kalau begitu Papa tutup dulu teleponnya ",, jawab Papa Alex.
" Iya Pa ",, kata L dan akhirnya sambungan telepon mereka terputus juga.
L semakin kalut saja, ketika baru saja mendapatkan telepon dari sang Papa.
" Apa yang harus aku lakukan,? berpikir L berpikir ",, kata L berbicara sendiri.
Sedang kalut tiba-tiba ponselnya berdering kembali, namun kali ini dari Saddam.
" Ada apa Saddam?? ",, tanya L.
" Tuan L, saya sudah mencari tahu bagaimana seluk beluk dari Perusahaan Nona Erica, ternyata dia mempunyai investor tetap dan hmm, bisa dibilang pesaing berat dari Keluarga Opa anda Tuan ",, kata Saddam.
" Saya tidak mau tahu pokoknya kamu harus mencari cara bagaimana melumpuhkan wanita 514lan itu!! ",, marah L, dan L langsung mematikan sambungan teleponnya Saddam.
Tambah mumet kan si L, mendengar kabar tersebut dari Saddam.
L lalu mencoba menghubungi anak buahnya yang dia tugaskan untuk mencari keberadaannya Alva.
" Bagaimana,? apakah kalian semua sudah bisa menemukan istri saya?? ",, tanya L kepada anak buahnya.
" Belum Tuan, kami saat ini sedang berusaha mencari keberadaannya Nyonya Alva ",, jawab sang anak buah.
" Kami sudah mencari ke rumahnya, di rumah Paman-pamannya, maupun di restoran miliknya, namun Nyonya Alva tidak ada di sana semua Tuan ",, kata sang anak buah lagi.
" Apakah kalian sudah mencari ke semua hotel yang ada di kota ini?? ",, tanya L lagi.
" Baru sekitar sepuluh hotel sudah kami datangi, namun semuanya juga tidak ada nama Nyonya Alva di daftar tamu hotel Tuan ",, jawab sang anak buah lagi.
" Kalian terus cari sampai dapat, dan jangan lupa terus kabarkan kepada saya secepatnya!! ",, perintah L lagi.
" Baik Tuan ",, jawab sang anak buah, dan L langsung mematikan sambungan teleponnya.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, itu artinya L masih mempunyai kesempatan untuk menemukan Alva, sekitar dua puluh jam lagi sebelum dia kembali terbang ke London.
Karena perjalanan dari Negara Moldova ke Negara London kurang lebih hampir empat jam lamanya.
__ADS_1
Daripada L tidak bisa tenang berada di dalam hotel, dia pun memutuskan untuk pergi mencari Alva sendiri.
L mencoba mendatangi sang Paman Alva, yaitu Ayah Ito, sebab L sangat yakin sekali jika sang Paman mengetahui keberadaannya Alva.
L langsung masuk saja ke dalam rumah Ayah Ito, sebab semua anak buah sangat tahu sekali siapa yang sedang datang sekarang.
Ayah Ito yang mendapat laporan dari anak buahnya, jika L Damara sedang menunggu di ruang tamu, dia pun langsung beranjak menuju ke ruang tamu rumahnya.
" Ada apa kamu ke sini L,? apakah kamu sudah bisa menemukan Alva?? ",, tanya Ayah Ito dengan santai.
" Belum Paman ",, jawab L.
" L mohon Paman, tolong beritahu L di mana keberadaannya Alva saat ini ",, kata L memohon kepada Ayah Ito.
" Kenapa saya harus memberitahukannya kepada kamu, sedangkan saya sendiri saja tidak mengetahui Alva ada di mana ",, jawab dari Ayah Ito.
" Paman jangan berbohong,!! L yakin Paman pasti tahu di mana Alva berada ",, kata L tidak percaya.
" Untuk apa Paman berbohong kepadamu L?? ",, tanya Ayah Ito.
" Apa untungnya Paman berbohong kepada kamu, hah?? ",, kata Ayah Ito lagi.
" Alva itu keponakan Paman, dari kecil dia sudah begitu dekat dengan Paman, jika dia kenapa-kenapa, apa kamu pikir Paman tidak merasa bersedih begitu?? ",, kata Ayah Ito.
" Seharusnya Paman yang marah kepadamu, karena Paman sudah menyerahkan kepercayaan Paman kepadamu, tapi kamu malah mengingkarinya ",, kata Ayah Ito dengan sangat tegas sekali.
" Buktikan cinta kamu itu, buktikan kepada dunia, jika Alva adalah wanita yang benar-benar sangat kamu cintai ",, kata Ayah Ito.
L masih setia diam dan terus mendengarkan ceramah dari Ayah Ito.
" Jika kamu masih ingin Alva menjadi istrimu, cari dia sampai dapat, hingga Alva merasa yakin, jika kamu memang membutuhkannya, jangan jadi laki-laki pengecut, yang sukanya main kasar dengan perempuan ",, kata pedas dari Ayah Ito.
Tanpa banyak berbicara, L langsung berdiri dari duduknya tanpa berpamitan kepada Ayah Ito.
Ayah Ito hanya diam saja melihat sikap L yang seperti itu kepadanya saat ini.
L langsung mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Ayah Ito, dan kali ini L mencoba mendatangi kediaman sang Ayah mertua.
Ternyata masih mending penyambutan dari Ayah Ito tadi untuk si L, sebab Ayah Ivar saat ini yang melihat kedatangan L ke rumahnya, dia langsung menunjukkan wajah tidak sukanya.
" Apakah kamu sudah menemukan Alva, L, kenapa kamu berani datang ke sini!! ",, tanya super dingin dan super ketus dari Ayah Ivar.
" Tolong jawab jujur Ayah, apakah Alva sudah pulang ke sini,?? tolong katakan kepada L, karena L benar-benar ingin memperbaiki diri ",, kata L kepada Ayah Ivar.
" Carilah Alva di sini sampai kamu dapat L, karena memang Alva belum pulang ke sini sampai sekarang!! ",, jawab Ayah Ivar.
" L mohon Ayah, bantu L untuk mencari Alva ",, kata L memohon.
" L menyesal Ayah, L ingin memperbaiki diri lagi, L janji tidak akan menyakiti Alva lagi ",, kata L kepada Ayah Ivar.
" Bukan perkataan yang ingin Ayah dengar L, tapi perbuatan, pembuktian, sebab Ayah ingin melihatnya secara nyata bukan janji semata ",, jawab Ayah Ivar.
" Apakah ini artinya Ayah mengetahui di mana Alva berada?? ",, tanya L.
" Tidak!! ",, jawab Ayah Ivar berbohong.
" Anak buah Ayah belum ada yang memberikan laporan kepada Ayah ",, jawab Ayah Ivar lagi.
" Kalaupun Ayah tahu, Ayah juga tidak akan memberitahukannya kepadamu L, karena Ayah ingin melihat keseriusanmu dalam membina rumah tangga dengan Alva ",, kata Ayah Ivar.
" Maafkan L, Ayah, sudah mengecewakan perasaan Ayah ",, kata L.
" Jika Alva pulang ke sini, tolong segera sampaikan kepada L, Ayah ",, kata L memohon kepada sang Ayah mertua.
" Iya ",, jawab singkat dari Ayah Ivar.
__ADS_1
" Kalau begitu L permisi dulu Ayah ",, pamit L.
" Iya ",, jawab singkat lagi dari Ayah Ivar, dan L pun langsung berlalu pergi dari rumah Ayah Ivar menuju ke hotel tempatnya menginap.
Sepeninggal dari L, Ayah Ivar hanya bisa menghela nafasnya, sebab dia pribadi masih ingin melihat keseriusan L dalam membuktikan cintanya kepada Alva.
Sedangkan geser ke Alva lagi.
Setelah kepergian dari Ayah Ivar dan Ayah Ito tadi, Alva memilih mengistirahatkan badannya.
Alva benar-benar tertidur dengan pulas, hingga waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Baru saja membuka matanya, tiba-tiba telinganya mendengar suara ketukan pintu kamar.
Dengan mata yang masih sedikit mengantuk, Alva pun berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu kamarnya.
" Nona Alva ",, sapa sang anak buah.
" Ada apa?? ",, tanya Alva.
" Ini ada titipan dari Tuan Pietro dan Ayah anda Nona ",, jawab sang anak buah sambil menyerahkan satu buah koper dan sebuah paper bag.
" Iya baiklah, terimakasih ",, jawab Alva sambil mengambil koper dan paper bag tadi.
" Oh ya Nona, kami juga sudah membelikan makanan untuk anda di ruang makan, silahkan jika Nona mau memakannya ",, kata sang anak buah.
" Lalu apakah kalian semua sudah makan malam?? ",, tanya Alva.
" Sebagian ada yang sudah, sebagian ada yang belum Nona ",, jawab Alva.
" Tolong bawa ke sini makanannya ",, perintah Alva.
" Baik Nona, nanti akan saya bawa ke sini makanannya ",, jawab sang anak buah.
" Yang tinggal di sini ada berapa orang?? ",, tanya Alva.
" Ada sekitar lima belas orang Nona, semuanya anak buah yang menjaga rumah serta ladang tanaman obat herbal ",, jawab sang anak buah lagi.
" Emm, besok jika membeli makanan yang banyak sekalian, biar kita bisa makan bersama-sama, tidak enak rasanya makan sendirian ",, pesan Alva.
" Hah??!! ",, jawab sang anak buah.
Tentu saja anak buah itu terkejut sekali, ketika mendengar perkataan dari Alva.
" Kali ini saya masih ingin sendiri, jadi tidak apa-apa aku makan sendirian, apa kamu mengerti?? ",, tanya Alva.
" Eh, iya Nona, saya mengerti ",, jawab terkejut dari anak buah tersebut.
" Oh ya, besok kalian belikan bahan-bahan masakan yang banyak di supermarket, karena saya besok mau memasak untuk kalian semua ",, kata Alva.
" A-apa saya ti-tidak salah mendengar Nona, nanti jika kami di marahi oleh Tuan Ivar atau bahkan sampai di bunuh sama Tuan Pietro bagaimana Nona, jika ketahuan Nona memasak untuk kami semua ",, kata anak buah itu merasa ketakutan.
" Tidak apa-apa, kalian tenang saja, mereka tidak akan marah kepada kalian ",, jawab Alva.
" Ba-baiklah Nona, besok kami akan pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan masakan ",, jawab sang anak buah.
" Ok, tolong ambilkan makanan saya ya ",, kata Alva lagi.
" Baik Nona ",, jawab sang anak buah, dan anak buah tadi langsung berpamitan untuk mengambil makanan tadi yang sudah mereka siapkan untuk Alva.
Anak buah tadi masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari Alva, namun jika Alva sampai benar-benar memasakkan mereka semua, para anak buah Ayah Ito harus bersujud syukur.
Sebab kapan lagi bisa dimasakin oleh anak majikan yang terkenal sebagai Chef handal di kota mereka.
Biarlah L pusing memikirkan Alva, Alva akan hidup tenang sementara waktu dengan para bodyguard atau anak buah yang mempunyai badan sangat gagah berotot yang menakutkan, tapi mereka semua yang malah takut dengan Alva.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...