Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
ALL PEMAIN


__ADS_3

Satu minggu setelah kepulangan L dan Alva ke mansion, L sengaja mengajak Alva pergi ke kantor bersamanya.


Semua orang sudah pada tahu, siapa itu Alva, yaitu istri dari L Damara, pewaris Keluarga Damara.


Tentu saja para karyawan kantor menyapa ramah dan sopan kepada Alva dan L, yang sedang berjalan bersama menuju ke dalam ruang kerjanya si L.


Ada yang berbeda di Perusahaan si L, namun Alva tidak menyadarinya, dan yang menyadari itu semua, tentu saja para karyawannya si L.


Ketika jam sepuluh pagi, Alva yang sedang bersantai duduk di sofa ruang kerja L, tiba-tiba L datang mendekatinya.


" Ayo sayang, ikut bersamaku ",, kata L.


" Ke mana?? ",, tanya Alva.


" Sudah ikut saja ",, jawab L.


" Kamu tidak akan mendorongku dari atas gedung ini kan?? ",, tanya absurd dari Alva.


" Kamu ini ada-ada saja Alva ",, jawab L sambil mencubit hidung mancungnya si Alva.


" Lalu ke mana dong?? ," tanya Alva lagi.


" Sudah ayo, ikut saja ",, jawab L sambil mengajak Alva ke luar dari dalam ruang kerjanya.


Saddam yang melihat L dan Alva sudah ke luar dari dalam ruang kerja, dia langsung saja berdiri dari duduknya untuk mengikuti ke mana langkah kaki ke dua majikannya.


" Apakah semuanya sudah siap Saddam?? ",, tanya L.


" Sudah Tuan ",, jawab ramah dari Saddam.


L hanya mengangguk saja dan dia terus berlalu masuk ke dalam lift, sambil menggenggam tangan Alva dengan mesra.


Sesampainya di lantai yang dia tuju, L langsung mengajak Alva ke luar dari dalam lift, untuk berjalan ke arah ruangan yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Saddam dan sekretaris lainnya.


Kedatangan Alva, L dan juga Saddam, langsung membuat semua karyawan yang sudah memenuhi ruangan tersebut, langsung pada diam seketika.


" Kenapa ramai sekali di sini L?? ",, tanya Alva merasa kebingungan.


L hanya diam saja, sambil terus menarik tangan Alva untuk naik ke atas panggung kecil yang sudah disiapkan.


" Cek-cek-cek, selamat pagi semuanya ",, kata L di atas panggung tersebut.


" Pagi Tuan L ",, jawab serempak dari semua karyawan.


" Pasti kalian bertanya-tanya kan,? kenapa saya mengumpulkan kalian semua di sini ",, kata L.


" Iya ",, jawab sebagian dari para karyawan.


" Baiklah, saya tidak mau berlama-lama, nanti istri saya bisa kecapekan ",, kata L yang terdengar sangat romantis.


" Di sini saya ingin mengumumkan kepada kalian semua, jika sebentar lagi Perusahaan ini akan mendapatkan penerus selanjutnya, karena istri saya saat ini sedang hamil buah hati kami berdua ",, kata L yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari semua orang.


L langsung tersenyum, dan Alva sangat tersanjung sekali dengan sikap L saat ini.


" Untuk berbagi kebahagiaan saya hari ini, saya ingin membagikan makanan serta souvenir kepada kalian semua sebagai kenang-kenangan ",, kata L lagi yang langsung di sambut meriah oleh semua para karyawan.


" Kalian bisa mengambilnya di sana, dan tolong budayakan antri yang rapi serta tertib ",, kata L sambil menunjuk tempat yang sudah disediakan.

__ADS_1


Pandangan semua orang langsung teralihkan ke arah tempat yang sedang ditunjuk oleh L.


" Tenang saja, kalian semua pasti akan kebagian satu persatu ",, kata L lagi.


" Dan untuk hari ini, saya memperbolehkan kalian semua untuk pulang cepat ",, kata L untuk terakhir kalinya.


Semua karyawan kantor tersebut merasa sangat senang sekali, dan mereka menyabut kebahagiaan yang sedang L bagikan kepada mereka semua dengan suka cita.


Walau hari ini mereka bekerja cuma setengah hari, tapi tetap saja, gaji yang mereka terima tetap full satu hari, itulah kenapa para karyawan kantor sangat senang sekali bisa bekerja di Perusahaan Damara.


L membagikan makanan sangat banyak sekali untuk setiap karyawan kantornya, dari nasi box yang isinya tidak kaleng-kaleng, dessert, dan masih banyak yang lainnya juga.


Selesai mengumumkan kepada para karyawannya, L langsung saja berlalu turun dari atas panggung dan mengajak Alva untuk pergi dari Perusahaan.


L menyuruh Saddam untuk menghandle kantor terlebih dahulu, dan jika sudah selesai, L mengijinkan Saddam untuk segera pulang ke rumahnya sendiri.


Sedangkan dirinya saat ini, sedang mengajak Alva untuk pergi ke sebuah tempat, dan ternyata tempat yang dituju oleh L adalah sebuah salon kecantikan yang sudah terkenal mahal, mewah serta bagus hasilnya.


" Kenapa kamu mengajakku ke sini Papi?? ",, tanya Alva.


" Untuk membuatmu cantik dong sayang ",, jawab L.


Kedatangan L dan Alva sudah ditunggu oleh sang pemilik salon, dan sang pemilik salon langsung menyuruh karyawannya untuk membantunya me make over ratu hatinya si L Damara.


L setia menunggu, walau dia harus menunggu beberapa jam lamanya.


Sambil menunggu Alva sedang didandani oleh pemilik salon, L memilih mengerjakan pekerjaannya di laptop yang sengaja dia bawa dari kantor.


Setelah sekitar dua jam menunggu, akhirnya, Alva selesai juga di make up sangat cantik sekali oleh pemilik salon tersebut.


Mata L teralihkan, dari laptop di depannya, ke arah kaki yang sedang berdiri di depannya.


Gaun yang sudah dipilihkan khusus dari L, menambah kecantikannya si Alva.


" Kamu jangan memandangiku seperti itu L, aku malu ",, kata Alva yang langsung menyadarkan si L.


L langsung berdiri dari duduknya untuk mendekat ke arah sang istri.


" Untuk apa kamu malu sayang, kamu sangat cantik begini ko ",, kata L sambil mem63l41 rambutnya Alva yang sudah dibentuk sedemikian rupa.


" Bagaimana Tuan L,? apakah anda puas dengan hasilnya?? ",, tanya sang pemilik salon.


" Sangat puas sekali ",, jawab L.


" Seperti biasanya ya ",, kata L lagi.


" Siap Tuan L ",, jawab sang pemilik salon.


" Saya permisi dulu ",, pamit L sambil membawa laptopnya.


" Ok Tuan L, hati-hati di jalan, dan jangan lupa datang kembali ke sini ",, jawab ramah dari sang pemilik salon.


L hanya mengangguk formal saja, sedangkan Alva hanya tersenyum.


L lalu mengajak Alva untuk segera pergi dari situ, dan dia lalu mengajak Alva untuk berkeliling ke dalam mall, untuk membelikan Alva barang apapun yang dia mau.


L benar-benar memanjakan Alva hari itu, dan semua yang ditunjuk oleh Alva, langsung L belikan, tanpa melihat harganya.

__ADS_1


Sekitar pukul lima sore, akhirnya L mengajak Alva untuk pulang ke mansion.


Sesampainya di mansion, ada banyak sekali mobil berjejer rapi di halaman itu, hingga hampir memenuhi halaman, namun sekali lagi, Alva tidak menyadarinya, karena hatinya sedang merasa sangat bahagia sekali.


Ketika Alva dan L sudah masuk ke dalam mansion, lampu di dalam mansion tidak ada yang menyala satu pun, dan hal itu membuat Alva menjadi kebingungan sendiri.


" Ko gelap sekali Papi, apakah Papa lupa membayar tagihan listriknya?? ",, tanya Alva.


" Bisa jadi sayang ",, jawab L.


" Ayo, kita masuk ke dalam kamar saja, nanti biar listriknya segera di urus sama yang lainnya ",, kata L dan Alva hanya mengangguk menurut saja.


Di saat langkah kaki L dan Alva memasuki ruang Keluarga, tiba-tiba lampu di mansion menyala satu persatu, dan langsung memperlihatkan semua orang yang ternyata sudah berkumpul di situ, bahkan ada Keluarganya juga.


Alva benar-benar merasa sangat terkejut sekali, matanya langsung berkaca-kaca melihat kejutan yang diberikan oleh Papa mertuanya kepadanya.


" Mama, Ayah, Paman, Kakek, Oma, Uncle, Bibi, Paman Arga, Aunty ",, kata Alva tidak bisa menyebutkan satu persatu semua orang yang berkumpul di situ.


" Ayo sayang, kita duduk dulu ",, ajak Mama Ana.


" Sengaja Papa memberikan kejutan ini untuk kamu sayang, karena Papa ingin merayakan kehamilanmu saat ini ",, kata Mama Ana lagi.


" Papi?? ",, kata Alva kepada L.


" Iya, semua ini kejutan untu kamu sayang, dan tadi di kantor dan juga di mall, semua itu rencana Papi, supaya kamu tidak menyadari ini semua ",, jawab L yang mengerti kebingungannya Alva.


Pecah sudah air mata Alva, karena merasa terharu dengan perhatian dari semua orang kepadanya.


" Papa ",, kata Alva sambil memeluk Papa Alex.


Dan pelukannya Alva langsung dibalas oleh Papa Alex.


" Terimakasih Papa, Papa sudah membuatkan kejutan yang meriah untuk Alva ",, kata Alva.


" Kamu anak Papa juga sayang, dan semua ini tidak ada apa-apanya, dengan kehamilanmu sekarang ",, jawab Papa Alex sambil mengusap perutnya Alva yang sudah terlihat buncit.


Di situ benar-benar komplit yang datang, dari semua Keluarganya Arga, Simon, istri dan anaknya, Tara, Bella, dan masih banyak yang lainnya.


Ayah Ito juga datang, bersama Mama Molly dan ke empat anak-anaknya, begitupula dengan Papi Gilbert dan Mami Elina beserta ke lima anaknya.


Ada satu orang yang merasa bahagia, tapi masih terselip kesedihan di dalam hatinya, yaitu Aluisa.


Karena komunikasinya dengan Ansel sudah sangat jarang sekali, membuat Aluisa seperti kehilangan salah satu tongkatnya untuk melangkah.


Ansel saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menjadi penerus Keluarga Hartigan selanjutnya, dan juga mempersiapkan diri untuk menjadi suami yang bertanggung jawab untuk istrinya kelak.


Tidak pernah sedetikpun Ansel lupa dengan Aluisa, justru Aluisalah yang membuat Ansel mau berubah menjadi dewasa, dan juga untuk bisa memantaskan dirinya bersanding dengannya.


Tidak cuma Aluisa saja yang tersiksa dengan keadaan ini, sebenarnya Ansel lebih menderita, tersiksa dan menyimpan rindu yang teramat dalam untuk sang belahan jiwanya.


Karena sudah jarang berkomunikasi dengan Ansel, Aluisa menjadi sadar, jika sebenarnya dia sangat ketergantungan dengan Ansel, tapi sekarang, Ansel tidak bisa dia harapkan kehadirannya lagi.


Alusia menjadi pribadi yang lebih pendiam dan lebih cuek lagi dengan para laki-laki, karena moodnya benar-benar sangat kacau sekali.


Semoga saja, Aluisa tidak teralihkan hatinya, karena sedang berjauhan dengan Ansel, dan tidak ada yang mengisi kekosongan hatinya itu, sampai Ansel datang kembali untuk melamarnya.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2