Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
RUMAH AYAH ITO


__ADS_3

Para orang tua, masih setia menunggu di ruang Keluarga, mereka semua menunggu L dan Alva yang sedang berbincang berdua di dalam kamar, dan L sendiri yang sudah puas bermesraan dengan Alva, lalu mengajak Alva untuk ke luar dari dalam kamar.


" Kita ke luar yuk Mami ",, kata L.


" Mami?? ",, kata Alva.


" Iya, Mami, dan aku Papi ",, jawab L.


" Itu panggilan untuk anak-anak kita nanti sayang ",, kata L lagi, dan Alva langsung tersipu malu.


" Iya ayo ",, jawab Alva.


Alva pun lalu mencoba turun dari atas ranjang, dan ketika baru dua langkah berjalan, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing sekali.


" Apakah pusing?? ",, tanya L yang melihat Alva memegangi kepalanya.


" Iya, dan rasanya berputar-putar ",, jawab Alva.


" Mau aku gendong?? ",, tanya L.


" Tidak perlu, malu sama Mama dan Ayah ",, jawab Alva.


" Baiklah, ayo pegang tanganku ",, kata L.


L pun lalu menuntun Alva dan dia merangkul pundaknya dengan sangat erat, supaya Alva tidak terjatuh.


Pintu kamar yang terbuka, mengalihkan pandangan semua orang ke arah L dan Alva, yang baru saja ke luar dari dalam kamar.


" Alva ",, kata Mama Agnes.


L lalu mengajak Alva duduk di sofa yang masih kosong yang ada di situ.


" Bagaimana Nak,? apa keputusanmu dengan semua ini?? ",, tanya Ayah Ivar.


" Tentu saja L tidak akan menceraikan Alva, apalagi melepaskannya Ayah ",, jawab L.


" Saat ini ada calon anak yang sudah sangat L tunggu-tunggu sejak dulu, tidak mungkin L akan pergi meninggalkan Alva ",, kata L lagi.


" Baguslah, itu keputusan yang sangat baik ",, jawab Ayah Ivar.


" Alva ",, panggil sang Ayah.


" Iya Ayah ",, jawab Alva.


" Jadilah istri yang baik, jadilah ibu yang baik, jika ada masalah, janganlah sering kabur-kaburan begini, itu namanya pengecut ",, nasihat dari Ayah Ivar untuk Alva


" Ayah tidak mau mempunyai anak yang pengecut, dan Ayah berjanji, jika kamu sampai kabur-kaburan lagi dari L, Ayah sendiri yang akan menyuruh L untuk menceraikan mu ",, kata Ayah Ivar lagi.


" Iya Ayah, maafkan Alva yang masih belum bisa berpikir dewasa dalam menyikapi masalah ",, jawab Alva.


" Sekarang Alva sadar, sejauh apapun Alva pergi, jika tanpa L di sisi Alva, hidup Alva juga terasa hampa ",, kata Alva lagi.


" Dia laki-laki yang baik Ayah, Mama ",, kata Alva.


" L sudah banyak berkorban untuk Alva, sekarang Alva yang harus membalas pengorbanannya itu ",, kata Alva lagi sambil tersenyum kepada L.


L juga membalas senyumannya Alva, sambil merangkul mesra pundak Alva.


" Baiklah, sepertinya kita harus pergi dari sini ",, kata Ayah Ivar.


" Alva jangan diajak pulang dulu L, biar kondisinya kembali pulih dulu seperti sedia kala, karena akan sangat berbahaya, jika Alva sampai kamu ajak naik pesawat ",, pesan Ayah Ito.


" Baik Paman ," jawab L.


Para orang tua pun lalu berpamitan pulang kepada Alva dan L, dan mereka menitipkan Alva kepada L, supaya L menjaga Alva dengan baik.


" Nanti, anak buah Paman, yang akan mengantarkan mobil kamu ke sini ",, kata Ayah Ito sebelum masuk ke dalam mobil.


" Iya Paman, terimakasih ",, jawab L.


Setelah kepulangan dari para orang tua, L pun mengajak Alva untuk kembali beristirahat di dalam kamar.


" Aku dilihat di sini tidak ada perempuan sama sekali, kecuali kamu, dan semuanya laki-laki?? ",, kata L.


" Iya, memang cuma aku saja perempuannya ",, jawab Alva.


" Tapi kamu tenang saja, mereka tidak ada yang berani menyentuhku, bahkan mereka memperlakukanku seperti ratu di rumah ini ",, kata Alva lagi.


" Apa kamu tidak takut tinggal di sini bersama mereka yang berbadan besar seperti itu Alva?? ",, tanya L lagi.

__ADS_1


" Tidak, aku sudah terbiasa tinggal dengan mereka, karena mereka sudah menjadi bodyguard di Keluargaku sejak aku masih kecil ",, jawab Alva.


" Justru aku takutkan adalah sama penghuni yang tidak kasat mata yang ada di sini ",, jawab Alva.


" Kamu jangan coba-coba menakutiku Alva!! ",, kata L.


" Untuk apa aku menakutimu L, di sini memang banyak hantunya, bahkan di rumah ini juga Paman Pietro sudah banyak membunuh orang ",, jawab Alva.


" Aku jadi merinding ",, kata L sambil mengusap tengkuknya.


" Tenanglah, walau di luar sana banyak sekali penunggunya, tapi mereka semua tidak akan bisa masuk ke dalam rumah ini ",, kata Alva.


" Masa?? ",, tanya L tidak percaya.


" Iya, karena di dalam rumah ini ada penangkalnya ",, jawab Alva.


" Bagaimana kamu bisa tahu?? ",, tanya L.


" Aku dikasih tahu sendiri sama Paman Pietro, dan Paman Pietro serta Aunty Molly bisa melihat hal-hal yang tidak bisa kita lihat ",, jawab Alva.


" Apakah kamu percaya akan hal-hal aneh seperti itu, Alva?? ",, tanya L.


" Iya, aku percaya, karena aku dulu, sudah pernah melihatnya sendiri ketika diajak berkunjung ke sini ",, jawab Alva.


" Sudah tidak perlu dirisaukan, jika mereka sampai mengganggu kamu, nanti aku akan menghubungi Paman Pietro ",, kata Alva lagi.


Antara yakin dan tidak yakin, dan antara percaya dan tidak percaya, begitulah yang sedang dirasakan oleh L sekarang.


Untuk menghilangkan rasa parno di dalam diri, L pun mengajak Alva untuk istirahat sebentar.


Sekitar jam setengah tujuh malam, ketika L baru saja selesai mandi, dia mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.


L melihat Alva masih tertidur lelap, jadi L langsung berinisiatif membukakan pintunya.


" Ada apa?? ",, tanya L kepada anak buah yang mengetuk pintunya tadi.


" Makan malamnya sudah siap Tuan di meja makan ",, jawab sang anak buah.


L menoleh ke belakang, dan karena melihat kondisi Alva yang lemas, akhirnya L menyuruh anak buah itu, untuk membawakan makanannya ke dalam kamarnya saja.


" Baik Tuan, sebentar akan saya ambilkan ",, jawab sang anak buah.


L hanya mengangguk saja, dan dia lalu menutup kembali pintu kamarnya.


" Alva, hei bangun sayang ",, kata L.


Alva pun mencoba membuka matanya dengan perlahan, ketika L terus memanggil namanya.


" Ada apa L?? ",, tanya Alva dengan suara lirih.


" Kamu kan belum mandi, ayo bangun mandi dulu, setelah itu kita makan malam ",, jawab L.


" Baiklah ",, jawab Alva.


Dengan perlahan, Alva turun dari atas ranjang, dan berjalan dengan langkah kaki yang terlihat lemas.


" Apakah mau aku mandikan?? ",, tanya L.


" Tidak mau, yang ada nanti kita tidak mandi ",, jawab Alva.


L langsung tertawa saja ketika mendengar jawaban dari Alva tadi.


Sambil menunggu Alva selesai mandi, L pun mencoba mengecek ponselnya, untuk melihat ada pesan masuk dari siapa sajakah hari ini.


Ternyata pesan yang masuk ke dalam ponselnya salah satunya dari Saddam.


Daripada kelamaan membaca pesan dari Saddam, L pun langsung mencoba menelponnya.


" Halo Tuan L ",, kata Saddam.


" Saddam, bagaimana?? ",, tanya L.


" Berhasil Tuan, saat ini Perusahaan Nona Erica benar-benar bangkrut ",, jawab Saddam.


" Dan anda perlu tahu Tuan L, ada berita terhangat yang sedang beredar di kalangan pebisnis ",, kata Saddam kepada L.


Sambil bertanya kepada Saddam, L pun juga sambil membuka pintu kamarnya yang diketuk dari luar, karena sang anak buah sedang membawakan makan malam untuknya dan juga Alva.


L mengkode sang anak buah tadi untuk menaruh makanannya ke atas meja yang ada di situ.

__ADS_1


" Berita apa?? ",, tanya L.


" Videonya dan juga linknya sudah saya kirimkan ke ponsel anda Tuan L ",, jawab Saddam.


" Baiklah, nanti akan saya buka ",, kata L.


" Lalu ada berita apa lagi yang ingin kamu sampaikan kepada saya?? ",, tanya L lagi.


Alva yang melihat L sedang menerima telepon pun memilih diam saja dan tidak mau mengganggu, sambil mendengarkan, dari siapakah telepon tersebut.


" Tidak ada Tuan, semuanya berjalan sesuai rencana, dan Perusahaan Nona Erica dalam waktu dekat, mereka pasti tidak akan ber0p3r451 lagi ",, jawab Saddam.


" Baiklah, jika ada apa-apa lagi, kamu segera menghubungiku Saddam, dan untuk sementara waktu, kamu handle dulu Perusahaan, karena saya tidak akan pulang dalam waktu dekat ",, kata L.


" Oh ternyata dari Saddam ",, kata batin Alva.


" Iya, baiklah Tuan L ",, jawab Saddam, dan akhirnya sambungan telepon mereka terputus juga.


L sedikit terkejut, ketika dia berbalik badan langsung melihat Alva, sudah duduk di pinggir ranjang sambil mengeringkan rambutnya.


" Astaga, kapan kamu selesai mandinya Alva?? ",, tanya L.


" Baru saja tadi?? ",, jawab Alva.


" Sudah ayo, kita makan dulu, setelah itu baru kamu minum obatnya ",, kata L dan Alva hanya mengangguk saja.


Alva dan L, lalu menikmati makan malam berdua lagi di dalam kamar dengan suasana baru.


L semakin tambah perhatian dengan Alva, karena dia tidak mau jika Alva sampai kecapekan.


Selesai menikmati makan malam, L ijin kepada Alva ingin melihat suasana malam di sekitar rumah Ayah Ito, dan Alva pun hanya mengangguk saja.


L lalu berjalan ke arah luar rumah, dan di saat dia sampai di samping rumah, L melihat banyak sekali tanaman herbal yang diperuntukkan untuk obat herbal.


Di saat sedang melihat-lihat tanaman daun herbal di bawah cahaya lampu yang menerangi, tiba-tiba saja ketika L berbalik badan, sudah ada sesosok arwah yang berdiri di depannya.


Tentu saja L langsung berteriak sangat kencang sekali, karena terkejut melihat hantu tersebut, di tambah lagi muka dari hantu itu sangat jelek sekali plus menakutkan.


Teriakan dari L mengundang beberapa anak buah yang sedang berjaga, dan mereka semua langsung berlari mendekati si L.


" Tuan L, ada apa Tuan?? ",, tanya semua anak buah.


" Tadi itu, ada hantu ",, jawab L dengan gemetaran.


" Di mana?? ",, tanya salah satu anak buah.


" Dia sudah terbang ke atas sana ",, jawab L sambil menunjuk beberapa pohon besar yang menjulang di sekitar rumah.


" Dia hantu usil, sudah biarkan saja Tuan, ayo masuk ",, jawab salah satu anak buah.


L hanya mengangguk saja, dan dia pun lalu masuk ke dalam rumah kembali.


Namun ketika akan memasuki rumah, langkah kaki L terhenti, di saat ada yang menepuk pundaknya.


L pikir, yang menepuk pundaknya adalah anak buah yang tadi, tapi tidak tahunya, ketika dia menoleh ke belakang, ada sesosok hantu wanita yang mukanya lebih seram dari sebelumnya.


L yang reflek, langsung saja menonjok wajah hantu tersebut, dan yang namanya hantu, tentu saja tembus ketika di tonjok seperti itu oleh L.


L yang sudah benar-benar merasa ketakutan sekali, dia pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan langsung bersembunyi di dalam selimut sampingnya Alva.


Alva sampai terkejut, ketika L tiba-tiba melompat ke atas ranjang lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


" Kamu kenapa L?? ",, tanya Alva.


" Ada hantu, di luar ",, jawab L.


" Wajahnya sangat seram sekali ",, kata L lagi, dan Alva yang mendengar malah tertawa terbahak-bahak.


" Wajar saja jika kamu diganggu oleh mereka, sebab mereka baru pertama kali melihat laki-laki tampan sepertimu ",, kata Alva.


" Aku tidak mau di sukai oleh hantu, mereka menakutkan ",, jawab L sambil mengintip sedikit dari balik selimut.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Alva, jika para penunggu rumah Ayah Ito, pada tertarik dengan L, karena wajah L yang sangat tampan sekali.


Mereka menggoda dan cuma ingin dekat dengan L, sebab sudah sangat lama sekali para hantu itu tidak melihat laki-laki tampan setelah Ayah Ito tidak tinggal di situ.


...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...


Semoga saja, malam itu L tidak terkena sawan, karena baru saja melihat hantu, wkwkwk🤣🤣.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2