Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
PAPI TARA


__ADS_3

Terkenal sama-sama tegas dan juga kejamnya seperti Papa Alex, Kakek Gavi dan Opa Fredo, membuat Papi Tara juga sangat di takuti oleh para lawan bisnisnya.


Melihat Papi Tara yang sedang marah-marah, Simon mencoba mencari celah, bagaimana cara mengatakannya kepada Papi Tara, apa yang sebenarnya terjadi.


" Sudahlah Uncle, tidak apa-apa ",, kata si L dengan perlahan.


" Tidak apa-apa bagaimana,?? kamu babak belur seperti ini, mana bisa Uncle berdiam diri saja L, jika Kakek dan Opa kamu tahu, pasti mereka juga akan marah sama seperti Uncle ",, jawab Papi Tara kepada si L.


" L pantas mendapatkannya Uncle, dan L mohon, Uncle jangan kasih tahu Opa dan Kakek, L tidak mau jika ada pertumpahan darah, karena kesalahan yang L perbuat ",, kata L kepada Papi Tara.


" Emm, begini Tara, lebih baik kamu bertanya saja sama Ana dan Xander, tolong jangan mengajak berbicara L terlalu banyak, karena L harus banyak beristirahat ",, kata Simon kepada Papi Tara.


" Iya, baiklah, kamu rawat L sampai sembuh Simon, biar aku memberikan pelajaran kepada ke dua adik l4kn4tku itu yang tidak memberitahukannya kepadaku, tentang masalah ini ",, jawab Papi Tara kepada Simon.


" Iya pergilah sana ",, kata Simon kepada Papi Tara.


" Mami masih mau di sini atau ikut sama Papi, Mami?? ",, tanya Papi Tara kepada Mami Bella.


" Di sini saja, karena Mami ingin berbicara dengan Sandra, sudah lama Mami tidak melihat Sandra ",, jawab Mami Bella kepada Papi Tara.


Papi Tara hanya mengangguk saja kepada Mami Bella, selanjutnya Papi Tara pun langsung melangkahkan kakinya untuk ke luar dari dalam si L menuju ke dalam kamar Papa Alex dan Mama Ana.


" Sandra di mana si kembar, Krystal dan Quella?? ",, tanya Mami Bella kepada Sandra.


" Lagi bersama Papa Aunty ",, jawab Sandra kepada Mami Bella.


" Ayo sini Aunty ikut Sandra, akan Sandra kasih tahu sesuatu ",, kata Sandra kepada Mami Bella.


" Iya ayo, di mana?? ",, tanya Mami Bella kepada Sandra.


" Di ruang Keluarga juga tidak apa-apa ",, jawab Sandra kepada Mami Bella.


" Di taman saja yuk, sepertinya segar sambil menghirup udara siang menjelang sore ",, kata Mami Bella kepada Sandra.


" Iya terserah Aunty saja ",, jawab Sandra kepada Mami Bella.


Mereka berdua pun langsung saja ikut berlalu pergi meninggalkan para laki-laki yang masih menunggu si L di dalam kamar.

__ADS_1


Sedangkan Papi Tara tadi yang sudah sampai di depan kamar Papa Alex, dia langsung saja menggedor pintunya dengan sangat kencang sekali.


Mendengar pintunya di gedor dengan tidak sopan, membuat Papa Alex semakin ingin marah saja.


" Kurang 474r, siapa yang sudah berani menggedor pintu kamarku ",, kata Papa Alex berbicara sendiri.


Papa Alex langsung berjalan ke arah pintu untuk membuka pintunya, dan ketika pintu sudah terbuka Papa Alex langsung melihat Papi Tara yang ada di depan pintu, Papa Alex pun reflek langsung menjitak kepala Papi Tara.


" Di dalam si Quella sedang tidur, dan kamu sebagai Kakeknya malah menggedor pintunya dengan sangat kencang sekali seperti tadi ",, kata Papa Alex kepada Papi Tara.


" Iya mana aku tahu jika Quella ada di dalam kamar kamu ",, jawab Papi Tara kepada Papa Alex.


" Ada apa kamu menggedor pintu kamarku, dan datang ke mansionku?? ",, tanya Papa Alex kepada Papi Tara.


" Kenapa kamu tidak memberitahukannya kepadaku Alex, jika L terluka seperti itu, siapa yang sudah berani melakukannya, apa kamu sudah memberikan hukuman yang setimpal kepada pelakunya?? ",, tanya Papi Tara kepada Papa Alex.


" L pantas mendapatkannya, dan aku tidak memberikan hukuman kepada pelakunya ",, jawab Papa Alex kepada Papi Tara.


" Apa maksud perkataanmu Alex?? ",, tanya Papi Tara kepada Papa Alex.


Papi Tara tidak menjawab, namun langkah kakinya langsung mengikuti ke mana langkah kaki Papa Alex melangkah.


Mami Bella ketika mendengar cerita dari Sandra dan Papi Tara ketika mendengar cerita dari Papa Alex, mereka berdua langsung saja merasa terkejut sekali, jika L baru saja memp3k054 seorang gadis, dan gadis itu dari Keluarga Roderick.


Siapa yang tidak kenal dengan Keluarga Roderick, mendengar namanya saja, sudah membuat bulu kuduk langsung merinding, begitupun dengan Papi Tara.


" Apa kamu serius Alex, Tuan Roderick sang King Psychopath itu?? ",, tanya Papi Tara kepada Papa Alex.


" Iya, gadis itu anak dari Kakaknya Tuan Pietro Riderick Tara, apa sekarang kamu mau memberikan hukuman kepada mereka, setelah tahu siapa yang salah di sini? ",, tanya jawab dari Papa Alex kepada Papi Tara.


" Jika sudah tahu yang salah si L, ya mau bagaimana lagi, dia memang harus mempertanggung jawabkan kesalahannya, tapi yang tidak aku sangka, anak kamu terlalu nekat sama seperti kamu, berani berurusan dengan Keluarga Roderick ",, jawab Papi Tara kepada Papa Alex.


Ketika sedang asik berbincang, dan Papa Alex bukannya menjawab perkataan dari Papi Tara, tiba-tiba dia teringat dengan sesuatu.


" Astaga aku melupakan sesuatu ",, kata Papa Alex dengan tiba-tiba.


" Kamu melupakan apa Alex?? ",, tanya Papi Tara.

__ADS_1


" Sebentar kamu diam dulu, aku mau menelpon Arga ",, jawab Papa Alex.


Papa Alex pun langsung mencoba menghubungi Arga yang baru saja pulang tadi dari mansionnya.


" Halo Bos ",, sapa Arga.


" Arga, kamu kerahkan beberapa anak buahku untuk memata-matai Keluarga Tuan Roderick sekarang juga ",, perintah Papa Alex kepada Arga.


" Siap Bos laksanakan ",, jawab Arga kepada Papa Alex.


Papa Alex memilih langsung mematikan sambungan teleponnya, tanpa mau menjawab lagi jawaban dari Arga.


Dan Papi Tara yang mendengarnya, dia langsung mencoba bertanya kepada Papa Alex.


" Kamu yakin mau memata-matai Keluarga mereka, tidak takutkah kamu jika ketahuan Tuan Roderick yang kejam itu Alex?? ",, tanya Papi Tara kepada Papa Alex.


" Iya mau bagaimana lagi, aku tidak mau ketinggalan jejak mereka, terlebih lagi jika gadis itu hamil, aku tidak akan bisa melihat cucuku nanti ",, jawab Papa Alex kepada Papi Tara.


" Tapi kan belum tentu gadis itu hamil Alex, jika cuma sekali saja dibuahi?? ",, kata Papi Tara kepada Papa ALex.


" Kita hanya manusia biasa Tara, tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, jika Tuhan menginginkan gadis itu hamil anak si L, pasti akan hamil walau mereka baru sekali melakukan itu ",, jawab Papa Alex dengan bijak.


" Iya kamu benar Alex, dan aku yakin tidak mudah bagi L mendapatkan gadis itu, karena kita tahu sendiri, bagaimana kekejaman dari Keluarga Roderick ",, kata Papi Tara kepada Papa Alex.


Sekaya-kayanya mereka, dan seberkuasanya mereka berdua, tidak bisa di pungkiri, jika Papa Alex dan Papi Tara memang takut dengan Ayah Ito, yang terkenal sangat kejam sekali.


Walau sudah pada tahu jika Ayah Ito sudah insaf, tapi tidak juga, jika ada yang berani mengusik Keluarganya, pasti tanduk iblisnya akan muncul ke permukaan, dan dia akan marah dengan sangat menakutkan sekali.


Orang berkuasa seperti Keluarga Damara dan William saja takut sama Kelurga Roderick yang kekayaannya masih jauh dari kekayaan yang mereka punya.


Apalagi cuma pembisnis rendahan yang tidak seberapa kemampuannya dalam melawan saingan bisnisnya.


Pastilah akan mudah di hempaskan oleh Ayah Ito, jika mereka semua berani mengusik ketenangannya.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2