
Di sebuah tempat, lebih tepatnya di sebuah restoran mewah, ada sepasang anak manusia sedang menikmati makan sore mereka. Siapa lagi orangnya, jika bukan Ansel dan Aluisa.
" Ansel, apa kamu serius dengan yang kamu katakan tadi?? ",, tanya Aluisa.
" Iya aku serius, maafkan aku Aluisa ",, jawab Ansel.
" Tidak bisakah kamu kuliah di sini saja, tidak perlu untuk pergi ke luar Negeri segala?? ",, tanya Aluisa lagi.
" Jika kamu pergi, lalu siapa yang akan menghandle Perusahaan milik Papa Agler?? ",, tanya Aluisa.
" Aku bisa menghandlenya dari jarak jauh ko, sekaligus dibantu sama Papa ",, jawab Ansel.
Sekitar beberapa bulan tidak bertemu, karena Ansel sibuk mematangkan diri untuk menjadi suami Aluisa, tiba-tiba dia menghubungi Aluisa lagi untuk mengajak ketemuan, dan di sinilah mereka sekarang. Di sebuah restoran mewah yang ada di Negara mereka.
Ansel sengaja mengajak ketemuan Aluisa, karena dia ingin memberitahukan kepada Aluisa, jika dirinya akan berkuliah di luar Negeri, untuk bisa menunjang ilmu bisnis yang ditekuninya.
Semua itu terpaksa Ansel lakukan, karena dia ingin membuat dirinya semakin matang dan berani menantang dunia, itulah prinsip yang dia emban, setelah melihat betapa berkuasanya manusia, jika sudah mempunyai uang.
" Jika kamu pergi, lalu aku sama siapa?? ",, tanya Aluisa sambil menunjukkan wajah sedihnya.
Sebelum menjawab, Ansel memegang lembut nan mesra tangan Aluisa yang ada di atas meja.
" Tenanglah ",, jawab Ansel.
" Walau aku jauh darimu, tapi hanya kamu wanita yang aku mau ",, ucap Ansel menenangkan Aluisa.
" Tapi apa kamu yakin, tidak akan tergoda sama perempuan di luar sana yang jauh lebih cantik dariku?? ",, tanya Aluisa merasa takut.
" Percayalah, aku hanya mencintai kamu, cuma kamu yang ingin ku jadikan istri dan ibu untuk anak-anakku kelak ",, jawab Ansel.
Sungguh Ansel sudah benar-benar berubah, bahkan cara berbicaranya saja sudah lembut, dewasa bahkan romantis, tidak seperti dulu yang suka petakilan dan juga urakan.
Aluisa menangis. Menangis karena ucapan Ansel begitu romantis sekali kepadanya.
" Apa aku bisa memegang semua ucapanmu?? ",, tanya Aluisa.
" Jika aku sampai mengkhianatimu, aku rela jika lidahku ini dipotong sama Paman Pietro!! ",, jawab mantap dari Ansel.
" Lalu kapan kamu akan terbang ke sana?? ",, tanya Aluisa.
" Lusa, aku lusa sudah pindah ke luar Negeri ",, jawab Ansel.
Aluisa tidak bisa berkata apa-apa lagi, rasanya, lidahnya kelu mendengar jika Ansel akan pergi jauh darinya.
Walau di sinipun dia tidak bisa sering bertemu dengan Ansel, setidaknya, jika dirinya rindu, bisa langsung berkunjung ke rumah Papa Agler.
" Ayo ikut denganku ",, ajak Ansel dengan tiba-tiba.
" Ke mana?? ",, tanya Aluisa.
" Ikut saja, nanti kamu akan tahu sendiri ",, jawab Ansel.
Setelah membayar bill makanan yang mereka makan, Ansel langsung menggandeng mesra tangan Aluisa, untuk dia ajak ke luar dari dalam restoran tersebut.
__ADS_1
Sambil terus bergandengan tangan, Ansel dan Aluisa, akhirnya sampai juga di depan mobil milik Ansel.
Ansel langsung mengendarai mobilnya menuju ke sebuah tempat, di mana di tempat tersebut, Ansel sudah menyiapkan kejutan khusus untuk Aluisa.
" Kita akan pergi ke mana Ansel?? ",, tanya Aluisa lagi.
" Jangan membuatku takut ",, ucap Aluisa.
" Tenanglah, aku tidak akan macam-macam denganmu ",, jawab Ansel.
" Sepertinya aku belum pernah melewati jalan ini?? ",, kata Aluisa.
" Iya, memang kamu belum pernah ke sini ",, jawab Ansel.
Tidak lama, mobil yang Ansel kendarai, sampai juga di depan sebuah rumah mewah yang ada di tepi pantai.
Aluisa masih kebingungan dengan rumah mewah yang didatanginya sekarang bersama Ansel, namun Aluisa belum bisa bertanya kepadanya, sebab dia sedang sibuk membuka pintu gerbangnya.
Selesai membuka pintu gerbang, Ansel pun langsung kembali masuk ke dalam mobil, dan memarkirkan mobilnya ke dalam pekarangan rumah yang super luas itu.
" Ini rumah siapa Ansel?? ",, tanya Aluisa lagi dan lagi.
" Nanti kamu akan tahu sendiri ",, jawab Ansel lagi.
Tiba-tiba, Ansel mengeluarkan sapu tangan dari dalam sakunya dan dia arahkan ke mata Aluisa.
" Kenapa mataku di tutup segala?? ",, tanya Aluisa.
" Aku ada kejutan untuk kamu ",, jawab Ansel.
Aluisa hanya mengangguk saja, dan setelah itu, Ansel menuntun Aluisa menuju ke sebuah ruangan yang ada di rumah super mewah itu.
" Awas ada tangga, ayo naik pelan-pelan ",, kata Ansel.
Dengan perlahan dan pelan-pelan, Aluisa melangkahkan kakinya untuk naik ke atas tangga yang dia pijak saat ini. Dan pada akhirnya, Aluisa sampai juga di sebuah ruangan yang dimaksudkan oleh Ansel.
" Akan aku buka penutup matanya, tapi kamu jangan buka mata dulu sebelum ku beritahu, ok?? ",, kata Ansel, dan Aluisa hanya mengangguk saja.
Ansel lalu membuka penutup matanya, dan sampai ke hitungan ke tiga, Aluisa baru boleh membuka matanya.
Ketika Aluisa sudah membuka matanya, Ansel langsung menyalakan lampu ruangan tersebut.
Aluisa benar-benar sangat terkejut sekali, ketika melihat dekorasi yang sangat super romantis dihadapannya saat ini.
Ada lilin, bunga, lampu warna warni dan aroma terapi yang wanginya memabukkan untuk pasangan muda mudi tercium semerbak di dalam ruangan tersebut.
" Bagaimana,? apakah kamu suka Aluisa?? ",, tanya Ansel.
" Suka ",, jawab Aluisa sambil mengangguk semangat.
" Aku sangat suka sekali ",, ucap Aluisa lagi sambil tersenyum.
Lagi dan lagi, Ansel memberikan kejutan kepada Aluisa, dengan mengeluarkan sebuah kotak cincin dari dalam laci meja.
__ADS_1
Setelahnya, Ansel langsung berlutut di hadapan Aluisa untuk melamar Aluisa.
" Aluisa Roderick, will you marry me?? ",, ucap Ansel.
Mata Aluisa berkaca-kaca, karena sikap super romantis dari Ansel.
Dengan gemetaran dan menahan air matanya, Aluisa pun menjawabnya, " Yes, i do ",, jawab Aluisa sambil berkaca-kaca.
Ansel langsung tersenyum senang dan langsung juga memakaikan cincin yang dibawanya itu ke jari manisnya Aluisa.
Setelah itu mereka langsung berpelukan mesra dan juga sangat erat sekali.
Umur Ansel dan Aluisa sendiri tidak terasa sudah sama-sama dua puluh tahun.
Jika di Indonesia, dua puluh tahun itu masih terlihat seperti bocah, tapi jangan di tanya jika di luar Negeri ya guys.
Selesai berpelukan, Ansel mencoba menyatukan dahi mereka, dan pada akhirnya untuk pertama kalinya, mereka berciuman dengan sangat mesra sekali.
" I love you Aluisa ",, kata Ansel.
" I Love you too Ansel ",, jawab Aluisa sambil tersenyum.
" Aku belum bisa melamar mu di hadapan Ayah Ito, karena aku belum siap dalam segi materi, tapi aku janji, jika aku pulang ke sini nanti, aku akan langsung melamar mu, itu janjiku kepadamu ",, kata Ansel.
" Aku percaya kepadamu Ansel, dan aku mohon, jagalah kepercayaanku ini ",, jawab Aluisa.
" Aku akan selalu menjaga kepercayaanmu sayang ",, jawab mantap dari Ansel sambil mengusap rambut panjang milik Aluisa.
" Ayo sini ",, kata Ansel sambil menarik tangan Aluisa ke depan jendela.
Sesampainya di depan jedela, Ansel langsung memencet tombol khusus dan lalu terbukalah gorden penutup jendelanya.
Mata Aluisa langsung terpukau lagi, ketika sudah melihat pemandangan yang ada di luar jendela, yaitu lautan lepas yang sangat biru dan indah sekali.
" Rumah ini sangat indah sekali Ansel, ini rumah siapa sebenarnya?? ",, tanya Aluisa lagi.
" Ini rumahku sendiri yang aku beli dari hasil kerja kerasku selama memimpin Perusahaan ",, jawab Ansel.
" Dan rumah ini rencananya akan aku jadikan tempat tinggal kita nanti setelah menikah ",, jawab Ansel.
" Apakah Papa dan Mama kamu tahu, jika kamu membeli rumah ini?? ",, tanya Aluisa.
" Tidak ",, jawab Ansel.
" Belum ada yang tahu tentang rumah ini, selain kamu ",, ucap Ansel lagi.
Aluisa tersenyum manis dan juga senang sekali, lagi-lagi mereka berciuman mesra kembali.
Ansel mencium Aluisa sambil terus melangkahkan kakinya maju, hingga membuat Aluisa memundurkan langkah kakinya, dan pada akhirnya, Aluisa terjatuh ke atas ranjang yang ada di situ, karena saat ini Ansel memberikan kejutan untuk Aluisa, di dalam kamar utama yang ada di rumah tersebut.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
Nah kan, penasaran apa kelajutannya, hihihihi🤭🤭
__ADS_1
...***TBC EXCHAP***...