
Meninggalkan mereka semua, sekarang author ingin membahas Alva.
Alva yang sudah berlalu ke luar dari dalam restoran mewah yang dia datangi bersama Mama Ana, dia langsung saja menuju ke parkiran mobil, untuk masuk ke dalam mobil super mewahnya.
Dan Alva langsung membawa mobil super mewahnya itu, melewati jalanan kota dengan perasaan tenang serta damai.
Entah apa yang akan terjadi selanjutnya pada hidupnya nanti, intinya Alva ingin menikmati hidup saja, itulah slogan yang sering Alva gunakan untuk menyemangati hidupnya.
Setelah bermenit-menit lamanya Alva mengendarai mobilnya, akhirnya dia sampai juga di tempat tujuan, yaitu apartemen sang kolega bisnisnya, lebih tepatnya senior dia ketika masih kuliah dulu.
Alva yang sudah ke luar dari dalam mobilnya, dia langsung saja, bergegas masuk ke dalam apartemen tersebut.
Berjalan melewati lorong dan ruang, serta sudah ke luar masuk lift, akhirnya Alva sampai juga di depan apartemen mewah milik sang senior.
Alva memencet bel pintunya, dan tidak lama pintu itupun terbuka.
" Hai Alva, akhirnya kamu sampai juga di sini ",, kata sang senior kepada Alva dengan sangat ramah sekali.
" Selamat sore Chef Diega ",, sapa formal dari Alva kepada sang senior.
Sang senior yang di sapa Chef Diega itu, langsung saja tertawa, sambil memukul pelan lengan Alva.
" Kamu ini lho Alva, suka sekali menggodaku, ayo masuk, mau minum apa, akan aku buatkan ",, kata Diega kepada Alva.
Alva pun turut ikut tertawa mendengar suara tawa dari Diega.
" Tidak perlu, ayo cepat katakan kepadaku, kamu mau meminta tolong apa kepadaku?? ",, tanya Alva, sambil langsung duduk di sofa yang ada di ruang Keluarga.
" Sebentar, untuk lebih enak dan nyambung ketika mengobrol, kita sambil memakan camilan ya, aku baru saja buat sendiri tadi, kamu cobain deh ",, kata Diega kepada Alva.
" Iya terserah kamu saja ",, jawab Alva kepada Diega.
Diega langsung berlalu masuk ke dalam dapur untuk mengambil camilan yang baru saja di buatnya.
" Gagal diet, semoga Ayah tidak akan terkejut nanti jika melihat anak gadisnya badannya berubah gemuk ",, gerutu Alva seorang diri.
Tanpa diet pun berat badan Alva sudah ideal, sangat pas untuk menjadi tolak ukur sebagai seorang perempuan.
" Taraaaa, ini dia camilannya, ayo cobain deh Alva ",, kata Diega dengan tiba-tiba dari arah dapur.
__ADS_1
Alva langsung mengambil makanan itu dan mencobanya, yang pasti ketika sudah masuk ke dalam mulut, rasa camilan yang Diega buat, rasanya enak, karena Diega sudah termasuk Chef handal melebihi Alva.
" Bagaimana,?? enak tidak, ini resep terbaruku ",, kata Diega kepada Alva.
" Enak ko, ini enak, apa nama camilan ini Diega?? ",, tanya Alva kepada Diega.
" Belum tahu, belum terlintas ide sebuah nama untuk camilan ini ",, jawab Diega kepada Alva.
" Ayo sekarang, kamu katakan mau meminta tolong apa kepadaku?? ",, tanya Alva lagi, masih sambil menikmati camilan yang Diega buat.
" Emm, maukah kamu menggantikan aku bekerja sementara waktu Alva, kurang lebih selama tiga bulan saja ",, jawab Diega kepada Alva.
" Uhuuukk!! ",, Alva langsung tersedak mendengar permintaan dari sang senior.
Diega yang lupa mengambilkan air minum untuk Alva, dia langsung bergegas masuk lagi ke dalam dapur, untuk mengambilkan air minum, untuk Alva yang sedang tersedak.
" Ini minumlah, kenapa bisa sampai tersedak sih ",, kata Diega kepada Alva.
Alva langsung meminum segelas air putih itu sampai habis tidak tersisa.
" Astaga, satu gelas langsung habis ",, kata Diega ketika melihat gelasnya sudah kosong
" Salah kamu sendiri, makan bisa sampai tersedak begitu ",, kata Diega kepada Alva.
" Itu karena permintaan konyol kamu itu!! ",, jawab ketus si Alva kepada Diega.
" Hehehe, maaf, mau ya bantuin aku Alva, please, aku tidak akan bisa pergi seminar ke luar Negeri, jika aku belum menemukan pengganti diriku Alva ",, kata memohon dari Diega kepada Alva.
" Akan aku pikirkan nanti ",, jawab Alva kepada Diega.
" Ayolah Alva, bantu aku, restoran kamu yang ada di sini kan juga belum jadi, mau ya ",, Diega mencoba memohon lagi kepada Alva.
" Alva, come on, Alva, please, seminar ini sudah sangat aku tunggu-tunggu sejak lama, ketika sudah ada di depan mata, masa harus aku sia-siakan ",, kata Diega lagi kepada Alva.
" Iya-iya baiklah, cuma tiga bulan saja kan?? ",, jawab Alva pada akhirnya kepada Diega.
Diega langsung saja mengangguk dengan semangat kepada Alva.
" Sekarang, apa yang harus aku lakukan?? ",, tanya Alva kepada Diega.
__ADS_1
" Sebentar, aku akan menelpon manajer restoran tempat aku bekerja dulu, jika aku sudah bisa menemukan Chef penggantiku ",, jawab Diega kepada Alva.
Alva hanya mengangguk acuh dan tak acuh kepada Diega, sambil menikmati camilannya, karena sebenarnya dia sangat malas sekali menggantikan Diega bekerja.
Tapi karena berhubung mereka sudah berteman lama, dan Diega dulu juga sering membantu Alva, ketika sedang ada ujian memasak di kampus atau tempat magangnya dulu, Diegalah orang yang sering memberikan resep, serta saran-saran resep yang sempurna untuk Alva.
Selisih dua tahun dari Alva, membuat Diega dan Alva bisa berteman dengan baik, tanpa ada permasalahan yang tidak berarti.
Diega lalu mencoba menghubungi manajer restoran mewah tempat dia bekerja, dan ketika sudah mendapatkan jawaban dari sang manajer restoran, Diega langsung kembali duduk di depan Alva lagi.
" Kamu masih ada waktu tidak Alva, karena Tuan Gui ingin bertemu denganmu sekarang?? ",, tanya Diega kepada Alva.
" Iya baiklah, jangan lama-lama ya, nanti aku bisa di gantung sama Pamanku, jika pulangnya terlambat ",, jawab Alva kepada Diega.
" Asyiik, ok tunggu sebentar ",, kata Diega kepada Alva.
Dan Alva hanya mengangguk lagi kepada Diega, karena Diega ingin segera berganti baju sebentar.
Setelah selesai berganti baju, Diega pun langsung mengajak Alva ke luar dari dalam apartemen miliknya.
" Oh ya Alva, ini kunci apartemennya, dan pin apartemennya adalah 500927 ",, kata Diega kepada Alva.
" Kenapa kamu mengatakan pin apartemen kamu kepadaku Diega, lalu kunci ini untuk apa?? ",, tanya heran Alva kepada Diega.
" Karena sekarang apartemen ini menjadi milikmu, kan ini apartemen adalah rumah dinas yang di berikan pihak restoran kepadaku, karena di sini aku merantau dan rumah pun tidak ada ",, jawab Diega kepada Alva.
" Tapi kan aku bisa tinggal di rumah Pamanku, Diega ",, kata Alva lagi kepada Diega.
" Sudah simpan saja dulu, siapa tahu nanti kamu butuh, dan gedung apartemen ini tidak terlalu jauh dari restoran mewah L Mattew ",, jawab Diega kepada Alva.
" L Mattew?? ",, kata Alva.
" Iya, itu nama restoran tempatku bekerja, dan pemilik restorannya masih muda, tampan, anak konglomerat, bahkan Keluarganya menduduki posisi Keluarga terkaya nomor satu di dunia ",, jawab Diega kepada Alva.
Namun sepertinya otak Alva tidak sampai memikirkan perkataan dari Diega, karena mendengar penjelasan dari Diega, Alva malah cuek tidak peduli.
Dan akhirnya, ketika lift yang mereka naiki sudah sampai bawah, Alva serta Diega langsung saja masuk ke dalam mobil milik Alva, untuk menuju ke restoran yang di tuju.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
__ADS_1
...***TBC***...