Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
KISAH SEBENARNYA DI MULAI


__ADS_3

Selesai acara pemberkatan tadi di Gereja, semua Keluarga, dari Keluarga William, Damara dan juga Roderick, saat ini sedang berkumpul di rumah mewah milik Ayah Ivar.


Kecuali Keluarga Hartigan, karena mereka setelah selesai acara pemberkatan tadi, langsung kembali pulang ke rumah mereka.


Harusnya hari ini semua Keluarga Hartigan berbahagia, karena pada akhirnya Chan akan menikah dengan Alva, wanita yang sudah mereka inginkan sejak lama menjadi menantu di Keluarga mereka.


Tapi sayang, bukan Chan yang berada di atas altar, melainkan laki-laki lain yang statusnya jauh lebih tinggi dari Chan.


Chan yang sudah sampai di rumah, tanpa banyak berbicara dengan semua Keluarganya, dia memilih langsung masuk ke dalam kamarnya.


Semua Keluarga, terutama sang Papa dan sang Mama, hanya bisa memandang sedih ke arah putra sulungnya yang harus mengorbankan hatinya demi kelangsungan hidup Keluarga.


Tidak ada satu kata pun yang ke luar dari bibir mereka semua, bahkan Mama Hanna sebagai Nenek, dan Ayah Janu sebagai Kakek, mereka berdua juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Meninggalkan Keluarga Hartigan, sekarang kita kembali kepada Keluarga sang pengantin baru.


Wajah L terlihat benar-benar cerah sekali, sambil duduk di samping Alva dan semua Keluarganya, mereka semua sedang berbincang dengan hangat.


" Nyonya Agnes, salam kenal, saya Mamanya L ",, kata Mama Ana kepada Mama Agnes dengan ramah.


" Iya Nyonya, salam kenal juga ",, jawab Mama Agnes kepada Mama Ana sambil tersenyum.


" Tidak menyangka kita sekarang sudah menjadi satu Keluarga ya Nyonya ",, kata Mama Ana lagi.


" Iya Nyonya ",, jawab Mama Agnes.


Mama Agnes masih merasa sangat canggung sekali dengan Mama Ana, sang istri penguasa bisnis yang ditakuti dari berbagai belahan dunia.


" Tuan Roderick, tidak saya sangka ternyata kita semua sekarang sudah menjadi satu Keluarga ",, kata Papa Alex kepada Ayah Ito.


" Iya Tuan Damara, sesuai dengan keinginan anda ",, jawab Ayah Ito dengan simple.


Papa Alex hanya tersenyum saja sambil tersenyum, dan tidak sengaja matanya melihat ada sebuah foto yang menempel di dinding.


Foto yang memperlihatkan Alva sedang berdiri di samping King dan Queen.


" Foto itu ",, kata Papa Alex sambil menunjuk foto tersebut.


Mata semua orang langsung teralihkan ke arah foto yang sedang ditunjuk oleh Papa Alex.


" Siapa anak kecil yang ada di dalam foto itu Tuan Ivar Roderick?? ",, tanya Papa Alex kepada Ayah Ivar.


" Dia Alva Tuan, bersama King dan Queen ",, jawab Ayah Ivar.


Papa Alex seperti teringat dengan sesuatu mendengar nama King dan Queen.


" Tuan Pietro Roderick, bukankah anda juga mempunyai peliharaan seekor singa?? ",, tanya Papa Alex kepada Ayah Ito.


" Iya, dan merekalah singa itu yang ada di dalam foto tersebut ",, jawab Ayah Ito.


" L, apakah kamu ingat dengan kejadian ketika kamu waktu kecil diserang oleh seekor singa, di saat Papa mengajakmu berkunjung ke rumah teman Papa?? ",, tanya Papa Alex kepada L.


" Ingat Pa ",, jawab L kepada Papa Alex.


Mana bisa L lupa dengan kejadian itu, sebab pada waktu itu L yang masih kecil merasakan getaran aneh dengan seorang gadis kecil yang mengobati lukanya.


Mendengar pertanyaan dari sang Papa, L pun jadi teringat sesuatu.

__ADS_1


" Jangan bilang jika gadis yang dulu membantu mengobati luka L adalah Alva?? ",, kata L kepada Papa Alex dan Ayah Ito.


Ayah Ito langsung mengangguk kepada L, sedangkan Papa Alex pun setuju dengan perkataan dari L.


" Iya, gadis kecil itu adalah Alva, L ",, jawab Ayah Ito kepada L.


Semakin yakinlah Papa Alex ketika sudah mendengar sendiri jawaban dari Ayah Ito.


Papa Alex jadi teringat jika dia dulu pernah berdoa di dalam hatinya, semoga Alva menjadi menantunya kelak, dan sekarang doanya sudah dikabulkan oleh Tuhan.


" Dulu .... ",, kata Papa Alex.


" Papa pernah berdoa, semoga kalian berjodoh, dan tidak tahunya memang berjodoh beneran ",, kata Papa Alex lagi.


L dan Alva yang mendengar perkataan dari sang Paman, yaitu Ayah Ito, dan juga Papa Alex, mereka berdua langsung saling pandang, dan L malah mengedipkan matanya menggoda Alva, namun Alva malah langsung memalingkan mukanya.


Sedangkan untuk yang lainnya, mereka tidak ada yang mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh L, Ayah Ito maupun Papa Alex.


Selesai berbincang, semua Keluarga Damara memutuskan untuk kembali pulang ke mansion mereka.


Dan pada hari itu juga, L langsung mengajak Alva untuk ikut bersamanya.


Ada perasaan sedih di dalam hati Mama Agnes dan Ayah Ivar, akan tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Yang bisa mereka lakukan sekarang, cuma merestui dan berdoa, semoga rumah tangga putrinya bisa langgeng sampai maut memisahkan, walau diawali dengan pemaksaan serta keterpaksaan.


" Ayah titip Alva ya L ",, kata Ayah Ivar kepada L.


" Pasti Ayah mertua, L akan menjaga Alva sepenuh hati ",, jawab L dengan mantap.


" Mama percaya kalau kamu bisa menjaganya ",, kata Mama Agnes juga kepada L.


" Nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, turuti semua perkataan dari suami kamu ya, walau belum ada cinta di hati kamu untuknya ",, pesan dari Mama Agnes kepada Alva.


" Iya Ma, doakan Alva kuat menjalani pernikahan paksa ini ",, jawab Alva sambil menampilkan wajah sedihnya.


" Jika ada apa-apa, segera kabari Ayah dan Paman ya Nak ",, kata Ayah Ivar juga kepada Alva.


" Baik Ayah, Alva pamit ",, jawab Alva.


Ayah Ivar hanya mengangguk saja kepada Alva, dan ketika L berpamitan kepada Ayah Ito, dia mendapatkan ancaman yang cukup serius.


" Jika kamu sampai berani menyakiti Alva, dengan tangan ini, Paman yang akan membunuhmu sendiri!! ",, kata Ayah Ito kepada L.


" Paman tenang saja, jika sampai itu terjadi, L sendiri yang akan bunuh diri sebelum Paman membunuh L ",, jawab berani dari L.


Akhirnya, acara perpisahan pun usai sudah, Keluarga Roderick lalu mengantarkan semua Keluarga Damara dan William menuju ke Bandara yang ada di Negara mereka.


Lambaian tangan dari semua Keluarga Roderick kecuali Ayah Ito, langsung mereka berikan kepada Alva dan Keluarga Damara serta William.


Ada rasa sedih meninggalkan Keluarganya sendiri dan harus hidup dengan Keluarganya yang baru, namun Alva juga tidak bisa menolak takdir yang sudah digariskan untuknya.


Mau tidak mau, statusnya sekarang sudah menjadi istri dari Pangeran bisnis Keluarga Damara, walau hati masih terasa berat rasanya berpisah dengan Chan, laki-laki yang namanya masih tersimpan apik di dalam hatinya.


Namun, Alva mencoba menerimanya dengan ikhlas laki-laki yang saat ini sedang duduk di sampingnya sebagai suami sahnya sekarang.


Duduk di dalam pesawat dan berdampingan dengan L, yang bisa Alva lakukan cuma diam saja, tidak mau mengeluarkan suaranya sama sekali, sebab hatinya sedang tidak mood untuk mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


Alva ketika diajak berbicara oleh L pun, dia hanya diam saja, tidak menanggapinya sama sekali, dan L yang di cuekin oleh Alva, dia cuma membiarkannya saja, karena bukan waktunya untuk berdebat dengan Alva di saat ada banyak Keluarganya di sampingnya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar tiga jam lamanya, akhirnya pesawat yang mereka naiki sampai juga disalah satu Bandara yang ada di London.


Alva langsung mengikuti ke mana langkah kaki dari L dan semua Keluarga melangkah.


Berada di dalam satu mobil yang sama dengan L, Alva masih diam saja tidak banyak bertanya sama sekali kepada L.


" Kamu kenapa daritadi mendiamkanku Alva?? ",, tanya L kepada Alva.


Masih diam, dan Alva tidak peduli, walau L sedang mengajaknya berbicara sekarang.


" Alva,!! apa kamu mendengarkanku!! ",, kata L lagi.


L berani berbicara cukup keras, karena mereka saat ini cuma berdua saja di dalam mobil dengan anak buah yang mengendarai mobilnya.


Alva yang mendengar L berbicara cukup keras kepadanya, dia hanya menatap sekilas saja ke arah L, lalu memalingkan lagi mukanya ke arah jendela sampingnya.


L hanya bisa menghela nafasnya melihat sikap Alva yang seperti itu kepadanya, perkiraannya jika Alva akan senang ketika menikah dengannya, ternyata salah besar.


Sebab L melihat sendiri di mata Alva saat ini ada amarah yang sangat besar untuk dirinya.


Mobil yang mereka semua naiki, akhirnya sampai juga di mansion megah milik Keluarga Damara.


Alva sangat terpukau melihat mansion yang mulai saat ini akan menjadi tempat tinggalnya.


" Ayo Kak Alva, mari masuk, ini juga mansion Kakak mulai saat ini ",, kata Sandra kepada Alva.


Alva yang sedang mengamati mansion milik Papa Alex, dia cukup terkejut ketika tiba-tiba di sapa oleh Sandra, yang Alva ketahui jika dia adalah adik kandung dari suaminya, itu artinya dia adik iparnya.


" Eh, iya, kamu duluan saja ",, jawab Alva kepada Sandra.


Sandra hanya tersenyum saja kepada Alva, dan Sandra langsung berlalu masuk ke dalam mansion bersama ke dua putri kembarnya.


L yang sudah ke luar dari dalam mobil, dia langsung saja merangkul pundak Alva, dan hal itu justru membuat Alva merasa sangat terkejut sekali.


" Lepaskan!! ",, kata Alva kepada L.


L bukannya melepaskan, akan tetapi dia malah semakin mengeratkan rangkulannya.


" Tidak akan ",, jawab L kepada Alva.


" Aku tahu kamu sedang marah kepadaku, tapi ingat Alva, kita saat ini ada di mansion Papa aku, dan di sini juga ada semua Keluarga besar dari Opa dan Kakekku, jadi jangan sampai kamu mempermalukanku, atau akan aku buat kamu semakin menyesal menikah denganku!! ",, kata L lagi mengancam Alva.


" Dasar 6471n94n!! ",, kata Alva sambil menggertakan giginya.


" Terserah kamu saja, ayo sekarang kita masuk, dan jangan kamu perlihatkan wajah jelek kamu ini di hadapan mereka semua ",, kata L kepada Alva,


Alva hanya diam saja, dan ketika dia dirangkul masuk ke dalam mansion oleh L, Alva menurut dengan terpaksa, supaya semua Keluarga suaminya tidak ikut campur dengan permasalahan rumah tangganya yang baru beberapa jam terjalin.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Mampukah L meluluhkan hatinya Alva, sedang sikap L saja masih seperti itu kepadanya.


Yuk ikuti terus cerita mereka selanjutnya🤗.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2