Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
PERGI


__ADS_3

" Apa yang sudah aku lakukan ",, kata L merasa bersalah.


" Aaarrgghh!! ",, kata L lagi.


L langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke dalam kamar pribadi yang ada di dalam pesawat.


" Alva ",, panggil L sambil mengetuk pintunya.


" Maafkan aku Alva ",, kata L lagi.


L terus mencoba mengetuk pintu kamar tersebut, tapi selama L mengetuk, Alva sama sekali tidak mau membukakan pintunya.


Alva sendiri di dalam kamar, langsung menangis sejadi-jadinya, sebab dia tidak menyangka dengan sikap L yang terlalu kasar kepadanya.


Alva pikir, jika L sudah berubah dari sifatnya yang kasar, tapi nyatanya, sekarang dia melihatnya lagi untuk ke dua kalinya, dan hal itu membuat Alva menjadi kecewa sekali.


Alva yang mendengar pintu kamar di ketuk dari luar, dia hanya diam saja dan memilih meringkuk di atas ranjang dengan suara tangisan yang terisak tertahan.


" Alva, bukalah pintunya ",, kata L lagi yang masih didengar jelas oleh Alva.


" Alva, maafkan aku ",, kata L lagi dan lagi.


Semakin L berusaha meminta maaf, semakin Alva menghindarinya, sebab Alva sedang merasa kecewa dengan sikap L.


L yang lelah, dia memilih duduk di depan pintu, berharap jika Alva mau membukakan pintunya untuknya.


Para pramugari yang melihat, merasa kasihan dengan si L, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


" Kamu saja yang membujuk Tuan L, untuk jangan duduk di situ, kan masih banyak bangku yang kosong ",, kata salah satu pramugari kepada temannya.


" Aku takut di marahi sama Tuan L tahu ",, jawab sang pramugari satunya.


" Emm, begini saja, sana ke luar sambil bawa makanan atau minuman, jadi kita bisa berpura-pura menyuruh Tuan L duduk di bangku, jika ketahuan sama Tuan Damara, kita bisa di pecat tahu ",, kata sang teman lagi.


" Ok, baiklah, akan aku coba ",, jawab sang pramugari tadi.


Sang pramugari tadi langsung mengambil beberapa camilan dan juga minuman, lalu dia taruh di atas troli makanan.


Sambil mendorong troli, sang pramugari tadi mencoba menyapa si L.


" Permisi Tuan L, kenapa anda duduk di sini, silahkan anda kembali duduk di bangku anda, supaya anda merasa nyaman, karena perjalanan kita masih cukup jauh ",, kata sang Pramugari dengan sangat ramah.


Tanpa banyak berbicara, L pun langsung berdiri dari duduknya, untuk pindah tempat duduk di bangku yang tidak jauh dari situ.


Sang Pramugari tersenyum manis, sambil memberikan pelayanan yang baik bagi si L.


" Saya bawakan camilan dan minuman untuk anda, silahkan anda nikmati Tuan ",, kata sang Pramugari.


" Saya tidak mau, bawa kembali lagi ",, kata si L.


" Baiklah, permisi Tuan L ",, jawab sang Pramugari, dan L hanya diam saja.


Pramugari tadi langsung membawa kembali camilan dan minuman yang dibawanya ke belakang.


Walau tidak di makan atau di terima oleh si L, setidaknya, dia sudah bisa menyuruh L untuk duduk di bangku pesawat.


L hanya bisa memandangi pintu kamar pribadi itu dengan tatapan bersedih, sambil berdoa siapa tahu Alva mau membuka pintunya sewaktu-waktu.


Alva yang merasa bersedih, lama kelamaan akhirnya tertidur juga, hingga penerbangan berakhir dan mendarat dengan sempurna, di salah satu Bandara yang ada di Negara Moldova.


L yang mendengar intrupsi dari sang pilot, jika pesawat sudah mendarat, akhirnya terbangun juga dari tidurnya, sebab L tanpa sadar juga tertidur selama penerbangan berlangsung.


L lalu berjalan ke arah pintu kamar untuk mencoba memanggil Alva.


" Alva, kita sudah sampai, ayo kita turun ",, kata L sambil mengetuk pintu kamar.


" Alva ",, panggil L lagi.

__ADS_1


Salah satu Pramugari yang melihat, langsung menegur si L.


" Tuan L, Nyonya Alva baru saja turun dari dalam pesawat ",, kata sang Pramugari.


" Kenapa kamu tidak membangunkan saya daritadi hah!! ",, marah si L kepada sang pramugari tersebut.


Sang Pramugari hanya bisa diam tertunduk mendengar bentakan dari si L tadi.


Yaps, Alva memang sudah turun beberapa menit sebelum L bangun tadi, dan dia sengaja tidak membangunkan L, karena masih marah dengan sikap L yang seenaknya sendiri kepadanya.


Baru saja ingin memulai hubungan yang baik, tapi L sudah membuat Alva kecewa, karena sikapnya sendiri.


Tanpa banyak berbicara lagi, L langsung bergegas turun dari dalam pesawat untuk mencari keberadaannya si Alva.


" Apakah kalian melihat istri saya?? ",, tanya L kepada salah satu anak buahnya.


" Nyonya Alva sudah pergi menggunakan mobil yang pertama Tuan ",, jawab sang anak buah.


" Kenapa kalian tidak menunggu saya terlebih dahulu hah!! ",, marah L lagi.


" Tadi kami sudah melarangnya Tuan, hanya saja Nyonya Alva terus memaksa ",, jawab sang anak buah.


" Kalau begitu cepat antarkan saya untuk mencari istri saya!! ",, perintah L kepada anak buahnya.


L dan para anak buahnya langsung segera masuk ke dalam mobil yang satunya lagi yang sudah terparkir di Bandara sejak tadi.


L merasa cemas, sebab Alva pergi dalam keadaan marah kepadanya, dan dia juga tidak tahu ke mana perginya Alva.


Setelah berada diperjalanan sekitar lima puluh menit lamanya, mobil yang L tumpangi akhirnya sampai juga di sebuah rumah mewah yang ternyata milik Ayah Ivar.


Siapa di sangka, Ayah Ito maupun Papa Gilbert, bersama semua keluarganya sedang berkunjung ke rumah Ayah Ivar.


L tanpa permisi langsung saja masuk ke dalam rumah, dan hal itu membuat semua orang merasa terkejut dan heran dibuatnya.


" Nak L, kapan kamu datang, di mana Alva?? ",, tanya Mama Agnes merasa terkejut.


" Bukankah Alva sudah datang ke sini Mama, sebab dia tadi sudah pergi lebih dulu dari L?? ",, tanya balik dari L.


" Apa kalian sedang marahan L?? ",, tanya Ayah Ivar.


L tidak berani langsung menjawab pertanyaan dari Ayah Ivar.


" L, apa kamu sudah membuat Alva bersedih?? ",, kali ini pertanyaan datang dari Ayah Ito.


" Jawab L!! ",, kata terdengar dingin dari Ayah Ito.


" Iya Paman, kami ada selisih paham sedikit tadi ketika berada di dalam pesawat, dan Alva sudah pergi terlebih dahulu dari L, maafkan L, Paman, Ayah ",, jawab L.


" Sudah pernah saya katakan, jangan pernah menyakiti Alva, jika kamu tidak mau merasakan kemarahan saya!! ",, kata Ayah Ito sambil berjalan mendekati si L.


Ketika Ayah Ito sudah berada di depan si L, dia langsung mencengkeram kerah kemeja yang dipakai oleh si L.


" Jika sampai terjadi sesuatu kepada Alva, dengan tangan ini, saya yang akan memberikanmu pelajaran ",, kata Ayah Ito lagi kepada L.


" Nak, cepat cari Alva, jika kamu tidak mau kehilangan dia, sebab Alva jika sudah marah suka bersembunyi dan susah dicari ",, kata Ayah Ivar.


" Jangan kembali jika kamu belum menemukan Alva!! ",, kata Ayah Ito sambil mendorong tubuh si L.


" Baik Ayah, Paman, L akan mencari Alva, dan akan menebus kesalahan L tadi kepada Alva, permisi ",, jawab L dan L langsung beranjak pergi lagi untuk mencari Alva.


Ketika L sudah masuk ke dalam mobil, dia langsung mendapatkan laporan dari anak buahnya.


" Tuan L, kata teman saya yang tadi mengantarkan Nyonya Alva, Nyonya Alva ternyata meminta diantarkan menginap di hotel Tuan ",, laporan dari sang anak buah.


" Cepat antarkan saya ke hotel tempat istri saya menginap!! ",, perintah dari si L.


" Baik Tuan ",, jawab sang anak buah.

__ADS_1


Mobil yang L tumpangi langsung menembus jalan raya menuju ke hotel tempat Alva menginap, dan sesampainya di hotel tersebut, L langsung bertanya kepada resepsionis, di kamar nomor berapa Alva Damara sedang menginap.


" Maaf Tuan L Damara, di sini tidak ada tamu yang bernama Nyonya Alva Damara ",, jawab sopan dari sang resepsionis.


" Jangan bercanda kepada saya, Nona!! ",, kata si L.


" Karena anak buah saya sendiri yang sudah mengantarkan istri saya ke sini!! ",, kata L lagi.


" Tapi benar Tuan, saya sudah mencarinya sebanyak dua kali dan tidak ada nama Nyonya Alva Damara di hotel ini ",, jawab sang resepsionis lagi.


L langsung saja memanggil anak buah yang tadi mengantarkan Alva ke hotel.


" Tadi kata kamu, kamu mengantarkan istri saya ke sini, kenapa dia tidak terdaftar menginap di sini hah!! ",, marah si L.


" Benar Tuan, saya sendiri yang tadi mengantarkan Nyonya Alva ke sini, saya tidak berbohong ",, jawab sang anak buah merasa ketakutan sekali.


" Cepat cari istri saya sampai ketemu, jika tidak mau tangan kamu sebagai taruhannya!! ",, kata L lagi.


" Ba-baik Tuan ",, jawab sang anak buah.


Anak buah itu langsung saja mengajak beberapa temannya untuk mencari keberadaannya Alva sampai ketemu.


Sedangkan L sendiri juga sudah menyebar beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaannya si Alva.


Alva tadi memang minta diantarkan ke hotel yang saat ini didatangi oleh si L.


Namun itu semua cuma kedok belaka, karena Alva ingin mengecoh para anak buah si L, sebab dia sedang tidak mau bertemu atau melihat L untuk sementara waktu, sampai hatinya merasa pulih kembali seperti semula.


Alva tadi bisa menghindar dari para anak buah si L, karena dia melewati pintu belakang, dan Alva langsung saja naik taksi untuk mencari penginapan yang keberadaanya sangat jauh dari prediksi semua orang.


Mau tahu penginapan mana yang Alva cari dan ingin dia tinggali sampai dia merasa tenang, jawabannya di rumah Ayah Ito yang dulu, yang ada di tengah hutan.


Yang tahu rumah Ayah Ito itu cuma orang-orang tertentu saja, L sendiri pasti akan kesulitan mencari keberadaannya si Alva, jika tidak dibantu oleh para anak buah Ayah Ito.


Ayah Ito sendiri setelah kepergian dari L tadi, langsung mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaannya Alva, begitupun dengan Ayah Ivar.


Ayah Ivar begitu sangat khawatir sekali dengan keadaannya Alva, karena dia sangat tahu bagaimana sifat Alva kalau sedang marah, pasti akan sangat sulit di luluhkan walau sudah berusaha dengan berbagai cara.


Para anak buah Ayah Ito sangat terkejut, ketika melihat keponakan dari sang majikan yang tiba-tiba datang ke tempat tinggal mereka.


" Saya mohon kalian semua jangan ada yang memberitahukan keberadaan saya di sini, sebab saya sedang ingin sendiri tanpa gangguan dari para keluarga saya ",, kata Alva kepada para anak buah Ayah Ito.


" Tapi Nona, jika ketahuan oleh Tuan Pietro, kami bisa dibunuh, jika dia tahu kami menyembunyikan Nona di sini ",, jawab salah satu anak buah.


" Untuk urusan itu, biar saya sendiri yang akan menghadapi Paman, kalian semua tenang saja, yang penting kalian semua tidak membocorkan keberadaan saya kepada siapapun ",, jawab Alva.


" Saya mohon ya, saya ingin tinggal di sini sampai saya bisa merasa tenang dengan masalah yang sedang saya hadapi ",, kata Alva kepada para anak buah.


Para anak buah tersebut langsung saling pandang dan juga berbisik, ketika sang keponakan dari majikan mereka memohon kepada mereka semua.


" Emm, baiklah Nona, akan kami ijinkan, tapi sebagai gantinya kami tidak mau sampai terkena masalah dengan Tuan Pietro ",, kata sang anak buah.


" Siap, kalian semua tenang saja ",, jawab Alva merasa tenang.


" Silahkan Nona, anda bisa tidur di dalam kamar pribadinya Tuan Pietro ",, kata salah satu anak buah.


" Terimakasih ",, jawab Alva.


Walau rumah Ayah Ito yang ada di tengah hutan sudah dijadikan ladang tanaman herbal dan rumah bagi para anak buahnya yang mengelola tanaman herbal tersebut.


Tapi ada satu kamar yang sampai saat ini tidak ada yang berani masuk, yaitu kamar pribadinya Ayah Ito yang dulu dia tempati selama tinggal di situ.


Jika kalian semua penasaran dengan rumah Ayah Ito yang ada di tengah hutan, bisa baca dulu Novel saya yang berjudul King Psychopath.


Alva yang sudah masuk ke dalam kamar tersebut langsung saja mengistirahatkan badannya dan juga otak serta hatinya.


Sementara ini Alva ingin menghindar dari yang namanya L Damara, dan Alva tidak peduli jika L saat ini sedang mencarinya sampai ke dalam lubang semut sekalipun.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2