
Alva sungguh benar-benar merasa terkejut sekali, ketika tiba-tiba tubuhnya di gendong seperti itu, lalu di jatuhkan ke atas ranjang oleh L.
Alva kali ini benar-benar merasa sangat takut sekali dengan sikap L kepadanya.
Dan Alva terus memberontak dari bawah tubuh L, karena dia tidak mau terjadi hal-hal yang tidak pernah dia pikirkan sama sekali.
" Apa yang ingin anda lakukan hah,!! cepat pergi dari atas tubuh saya!! ",, kata Alva kepada L.
" Bukankah seperti ini yang anda sukai Nona?? ",, jawab L kepada Alva.
" Pergi dari atas tubuh saya!! ",, teriak Alva lagi kepada L.
" Sekeras apapun anda berteriak, tidak akan ada yang bisa membantu anda, karena di lantai ini cuma ada ruangan saya saja, terlebih lagi ruangan ini kedap suara dari luar ",, kata L sambil tersenyum miring.
" 6471n94n, 63r3n953k,!! pergi dari atas tubuh saya!! ",, kata Alva sambil terus memukul dada si L.
L langsung saja menangkap ke dua tangan Alva, sambil menampilkan senyum miring.
" Sudah cukup kesabaran saya untuk bermain-main dengan anda Nona Alva, dan ini sebagai pekerjaan pertama anda untuk melayani saya ",, kata L kepada Alva.
L sepertinya lepas kendali, dia tidak menghiraukan pesan dari sang Papa untuk jangan bermacam-macam dengan Alva.
Dan L sepertinya sudah lupa, dari Keluarga manakah dia berasal, sebab L sudah di kuasai amarah yang membuncah di dalam dada.
Alva yang mendengar perkataan dari si L, dia terus menggelengkan kepalanya, pertanda dia tidak mau melakukannya.
Sekuat tenaga Alva terus memberontak dan melawan kekuatan dari L, tapi sepertinya sia-sia.
Kemarahan L yang sudah berada di ujung tanduk, langsung saja membuat dia merobek kasar, dress yang di pakai oleh Alva, dan langsung memperlihatkan 6r4 milik Alva yang berwarna coklat, yang sangat kontras sekali dengan kulitnya yang mulus.
Air mata Alva langsung menetes melihat sikap kasar dari si L kepadanya.
Seperti baru pertama kali melihat tubuh t3l4n74n9 dari seorang wanita, karena L seperti memuja tubuh Alva yang sangat indah sekali di matanya.
L mengusap lembut dada Alva, dan lalu memberhentikan tangannya di salah satu mochi milik Alva.
" Jangan tuan, saya mohon jangan ",, kata Alva memohon kepada si L, sambil menangis.
L langsung menatap ke arah wajah Alva, ketika mendengar Alva sedang memohon kepadanya.
" Kenapa anda memohon kepada saya Nona,?? bukankah semalam anda juga baru saja melakukannya?? ",, jawab L kepada Alva.
" Sekarang saatnya anda memuaskan saya ",, kata L lagi kepada Alva.
Setelah mengatakan hal tersebut, L langsung saja melepaskan jas dan kemeja yang di pakainya dengan posisi masih menduduki p4h4 si Alva.
Sekarang terlihatlah tubuh kekar berotot milik L, yang menggugah air liur dari para kaum hawa, tapi tidak dengan Alva, dia tidak tergiur sama sekali.
" Biarkan saya pergi Tuan, jangan lakukan itu kepada saya ",, kata Alva kepada L.
" Huh,!! terlambat ",, jawab L sambil bangun dari atas tubuh Alva.
Alva yang mempunyai kesempatan untuk pergi, dia langsung saja beranjak berdiri dari rebahannya.
Sedangkan si L, hanya diam saja sambil memandangi Alva, dengan tangan terus melepaskan apa saja yang melekat di tubuhnya, hingga akhirnya L cuma memakai c3l4n4 d4l4mnya saja.
Alva yang tidak bisa membuka pintunya, dia langsung marah-marah sendiri sambil menendang pintu tersebut.
" 63r3n953k!! ",, kata Alva berbicara sendiri.
" Apakah anda sudah puas mengatai pintunya Nona, sekarang kemarilah kepadaku, dan mari kita bersenang-senang ",, kata L kepada Alva.
" Sampai kapanpun saya tidak akan mau melayani anda!! ",, jawab Alva kepada L.
__ADS_1
" Lebih baik saya terjun dari lantai ini, daripada harus takhluk di bawah tubuh anda!! '',, kata Alva lagi kepada L.
Alva yang mempunyai kenekatan yang tinggi, dia langsung saja berlari menuju ke arah jendela kaca.
Dan L yang melihat, tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Masih sama seperti tadi, ketika Alva belum sempat melompat dari jendela kaca tersebut, L sudah menangkap tubuh si Alva yang cuma berbalut lin93ri3 saja itu untuk dia lempar kembali ke atas ranjangnya.
Padahal tadi pagi, niat L untuk datang ke restorannya, karena dia ingin melihat Alva bekerja dan mengganggu Alva seperti kemarin.
Tapi tidak tahunya, takdir berkata lain, dan Alva malah sekarang sudah berada di bawah tubuh kekarnya si L.
" Anda benar-benar membuat saya marah Nona!! ",, kata L kepada Alva.
" Sekarang, ayo kita lakukan permainan yang menyenangkan ",, kata L lagi.
L langsung saja mencoba mencium Alva tepat di bibirnya, karena Alva yang terus menolak, membuat L langsung memegang erat kepala Alva.
Ketika bibir mereka sudah bersentuhan, L langsung mencium Alva dengan sangat kasar sekali, hingga membuat bibir Alva sedikit terluka karena ulahnya.
Alva tidak membalas sama sekali ciuman bibir yang di lakukan oleh si L, dan rasa sakit karena bibirnya yang terluka pun, Alva sekuat tenaga menahannya
H45rat yang sudah di ujung tanduk, membuat L ingin melakukan lebih kepada Alva.
L yang sudah puas mencium bibir Alva, dia langsung berpindah ke leher jenjang milik Alva.
Dan L langsung memberikan tanda stempel di leher Alva cukup banyak sekali.
Air mata Alva terus mengalir deras dari matanya indah, dan dia tidak menyangka jika akan berakhir di atas ranjang laki-laki yang kemarin hampir saja menabraknya.
Hingga pada akhirnya, L pun sudah sampai di ke dua mochi kembar milik Alva.
L langsung merobek paksa 6r4 yang di pakai oleh Alva, dan membuat ke dua mochi kembar itu terlihat jelas di mata si L.
" No Tuan, jangan!! ",, kata Alva kepada L.
L tidak mempedulikan perkataan dari Alva, dan dia langsung saja memasukkan salah satu mochi kembar itu ke dalam mulutnya.
L menikmati mochi tersebut dengan sangat nikmat sekali, dan tidak lupa mochi yang satunya dia r3m45-r3m45 manja menggunakan tangan yang satunya.
" Aaaaaahhhh ",,
Sekuat tenaga Alva tidak mau mend354h, namun pada akhirnya dia kelepasan mend354h juga.
L yang mendengar suara d354hannya si Alva, dia tersenyum miring dalam diamnya, sambil menikmati mochi milik Alva.
" Stop Tuan, stop!! ",, kata Alva kepada L.
" Untuk apa stop, ini enak dan kita harus menuntaskannya ",, jawab L kepada Alva.
L yang tidak pernah melakukan hubungan 1nt1m dengan perempuan, membuat kepalanya sekarang berdenyut panas, pusing dan juga sakit.
L yang sudah kepalang tanggung, dia langsung saja melepaskan kasar, cel4n4 d4l4m yang di pakainya, hingga pada akhirnya terlihatlah tiang listrik yang siap menancap dan mengalirkan listrik ke tubuh Alva.
L sepertinya sudah menemukan teman duetnya, jadi dia tidak bermain solo lagi kali ini.
Mata Alva yang melihat tiang listrik milik si L, mata dia langsung saja melotot dengan sangat lebar sekali.
Sebab itu kali pertamanya, dia melihat milik seorang laki-laki yang ukurannya sangat besar.
Dan L yang sudah melepaskan cel4n4 d4l4mnya, dia gantian merobek kasar cel4n4 d4l4m milik Alva.
" No Tuan, No!! ",, kata Alva kepada L.
__ADS_1
Alva terus menangis semakin deras saja, ketika L sudah membuka ke dua kakinya dengan sangat lebar sekali.
L terdiam terpaku melihat milik Alva yang memerah pink dengan sangat cantik sekali.
Membuat Alva semakin malu saja, ketika L melihatnya seperti itu.
Alva berusaha menutup ke dua kakinya, tapi selalu di tahan oleh si L.
L lalu menempelkan jari tangannya ke surga dunia milik Alva.
" Sudah basah, dan saya yakin ini juga sudah lebar, untuk apa kita pemanasan lagi, sekarang saja langsung pada inti permainan ini ",, kata L kepada Alva.
Alva langsung menggelengkan kepalanya, dengan air mata yang semakin deras mengalir dari ke dua matanya.
L mengira jika surga dunia milik Alva sudah lebar, karena semua itu ulah dari Alva sendiri.
L tidak mau pemanasan lebih lama lagi dengan Alva, dan dia langsung memposisikan tiang listriknya berada tepat di depan goa, yang akan dia tanam tiang listrik miliknya.
" No,!! no,!! no!! ",, kata Alva sambil terus menutup ke dua kakinya.
Semakin Alva memberontak, semakin membuat L tidak sabar ingin segera menuntaskannya.
L terus mencoba untuk memasukkan tiang listriknya, tapi selalu gagal.
Percobaan ke dua gagal, percobaan ke tiga pun juga gagal, tapi L tidak pantang menyerah.
Dengan dorongan sedikit kasar, akhirnya tiang listrik milik L langsung bisa masuk ke dalam goa terdalam milik Alva.
Menangis pun tiada guna, karena memang dari tadi hanya itu yang bisa Alva lakukan.
L yang sudah bisa melakukan penc06l054n paksa kepada Alva, dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan tiang listriknya.
Tapi L tidak peduli akan hal itu, karena dia sedang mencoba mem0mp4 tiang listriknya semakin dalam dan semakin dalam saja, supaya bisa menancap dengan sempurna.
Alva diam, dia tidak mend354h maupun menolak, karena menolak pun sangat sulit sekali di lakukannya, jika dalam keadaan seperti sekarang.
Namun berbeda dengan si L, dia terus mend354h dan mend354h ke enakkan, tanpa tahu jika saat ini dia sedang berkunjung ke goa yang masih orisinil.
L yang sudah tidak tahan dengan goyangannya sendiri, tanpa sadar dia semakin cepat saja dalam menggerakkan tiang listriknya maju dan mundur.
Hingga pada akhirnya, ke luarlah juga cairan ajaib dari tiang listrik tersebut.
L sengaja mengeluarkannya di dalam, karena pikir L, Alva sudah tidak v1r91n lagi, dan jikalau pun hamil, L mengira itu akan menjadi anak dari Ayah Ito, jadi untuk apa di keluarkan di luar, begitulah sekiranya yang di pikirkan oleh si L.
L yang sudah mengeluarkan c41ran ajaibnya, dia langsung saja ambruk menimpa tubuh Alva, yang sedang menatap kosong ke arah langit-langit kamar, dengan sisa-sisa air mata di wajah dan juga matanya.
L merasa bangga, karena akhirnya dia bisa meluluhkan Alva juga, tanpa tahu apa akibat dari perbuatannya itu.
Sebelum bangun dari atas tubuh si Alva, L menatap ke arah wajah Alva sambil tersenyum miring.
Walau L melihat Alva sedang bersedih, L mengira Alva hanya bercanda saja, hingga pada akhirnya, L melihat sendiri, ada bercak kemerahan di sprei tempatnya men1dur1 Alva.
Ekspresi terkejut pun langsung terlihat jelas di wajah si L, dan untuk lebih meyakinkannya lagi, L mencoba mengusap miliknya dan juga sprei tersebut, supaya dugaannya adalah salah.
Namun, apa yang L harapkan tidak terkabul, tebakannya tidak meleset sama sekali, jika warna kemerahan itu adalah sebuah darah, dari goa yang baru saja dia masuki tadi.
" Alva,!! apa kamu masih v1r91n??!! ",, tanya L dengan ekspresi benar-benar terkejut sekali.
Alva tidak menjawab, dia hanya menatap kosong ke atas dengan tanpa ekspresi sama sekali.
Sedangkan L, saat ini langsung merasa sangat kebingungan sekali, karena sudah menodai Alva.
Kemarahan sesaatnya, sekarang mendekatkannya dengan kehancuran hatinya, yang sebentar lagi akan terjadi, pasti itu.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...