Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
GO MADRID


__ADS_3

Setelah bermain sesaat dengan baby Graviella yang sangat menggemaskan sekali, tiba-tiba atensi mereka semua teralihkan ke arah Ayah Ivar yang baru saja masuk ke dalam rumah.


" Kak Ivar ",, kata Ayah Ito kepada Ayah Ivar.


Ayah Ivar memilih duduk terlebih dahulu di sofa yang masih kosong yang ada di situ, sebelum dia berbicara.


" Kakak darimana?? ",, tanya Ayah Ito kepada Ayah Ivar.


" Dari mansion 6471n94n itu ",, jawab Ayah Ivar kepada Ayah Ito.


Alva yang mendengar jawaban dari sang Ayah, dia langsung menundukkan kepalanya merasa takut.


" Alva cepat ceritakan kepada Ayah, bagaimana kejadian memalukan itu bisa terjadi!! ",, tanya Ayah Ivar kepada Alva dengan sangat tegas sekali.


Dengan takut, perlahan dan dengan suara pelan, Alva pun menceritakan kepada sang Ayah dan semua orang yang ada di situ, kenapa hal itu bisa terjadi kepadanya, karena si L ingin membalas perbuatan Alva yang sudah jahil kepada L.


" Itulah akibatnya jika suka jahil dan usil dengan orang lain Alva, membuat diri kamu rugi sendiri ",, kata Ayah Ivar kepada Alva.


" Sekarang, kamu kemasi barang-barang kamu, kamu akan Ayah ungsikan di suatu tempat, karena Ayah tidak mau sampai laki-laki itu mudah untuk menemukanmu ",, kata Ayah Ivar kepada Alva.


" Iya Kakak, aku juga setuju usul dari Kakak, karena aku sendiri ingin melihat perjuangan dari laki-laki itu bagaimana cara dia untuk mendapatkan Alva ",, kata Ayah Ito juga kepada Ayah Ivar.


" Bagaimana jika si L tidak mau berjuang untuk menemukan Alva Kakak?? ",, tanya Gilbert kepada ke dua Kakaknya.


" Iya mudah saja, Alva akan Kakak jodohkan dengan anak kenalannya Kakak ",, jawab Ayah Ivar kepada Gilbert.


" Kalau Alva hamil bagaimana Ayah?? ",, tanya Mama Agnes juga kepada Ayah Ivar.


" Kalau hamil ya harus di syukuri saja Mama, anak itu tidak bersalah, yang bersalah adalah ke dua orang tuanya, anak itu terlahir suci, dia tidak tahu apa-apa ",, jawab Ayah Ivar dengan bijak.


" Mau bagaimanapun juga, dia tetap cucu kita, kita tidak bisa menyakitinya, karena kesalahan dari Ayahnya yang tidak bertanggung jawab kepadanya ",, kata Ayah Ivar lagi kepada Mama Agnes.


Keluar lagi air mata Alva, mendengar jawaban bijak dari sang Ayah, dan Alva yang mendengar jawaban dari Ayah Ivar, dia langsung saja bersimpu di depan sang Ayah untuk meminta maaf.

__ADS_1


" Ayah maafkan Alva Ayah, Alva tidak bisa menjaga diri dengan baik, hingga kejadian memalukan ini akhirnya terjadi ",, kata Alva sambil terisak sedih.


Semarah-marahnya Kak Ivar, dia pasti akan luluh, melihat putri atau orang yang di sayanginya sedang menangis tersedu seperti saat ini.


" Alva janji, jika Alva hamil, Alva akan menyayangi dan merawat anak Alva dengan baik, jangan marah kepada Alva lagi Ayah, maafkan Alva ",, kata Alva lagi.


Semua orang, terutama para wanita, langsung ikut menangis melihat Alva yang bersimpu di kaki sang Ayah.


" Bangunlah sayang ",, kata Ayah Ivar kepada Alva.


Alva lalu duduk di samping sang Ayah dengan wajah yang berlinang air mata.


" Kamu anak Ayah, bagaimanapun juga kamu tetap anak Ayah ",, kata Ayah Ivar sambil mengusap air mata Alva.


" Jika kamu hamil, Ayah akan membantu kamu mengurusnya, merawatnya, karena dia adalah cucu pertama Ayah, penerus selanjutnya di Keluarga Roderick ",, kata Ayah Ivar lagi.


" Ayah tidak peduli siapa Ayah kandungnya, yang Ayah pedulikan cucu Ayah suci, dia tidak berdosa sama sekali dan tidak akan menanggung perbuatan 6374t dari Ayahnya ",, kata Ayah Ivar lagi dan lagi.


Alva yang terharu, dia langsung saja memeluk sang Ayah dengan sangat erat sekali, sambil terus meneteskan air matanya.


" Ayah tidak mau mereka dengan mudah menemukanmu Alva, karena jika ingin menjadi anggota Keluarga Roderick, haruslah sedikit berusaha dan berjuang, telebih lagi, laki-laki itu sudah berani menyakitimu dan menyakiti perasaan Ayah yang sudah membesarkanmu ",, lanjut lagi perkataan dari Ayah Ivar.


" Iya Ayah, Alva akan menurut, Alva akan menurut apa kata Ayah, ke manapun Alva akan di sembunyikan oleh Ayah, Alva tidak akan membantah, karena itu pasti untuk kebaikannya Alva ",, jawab Alva kepada Ayah Ivar.


" Lebih baik kita semua berkemas, kita terbang ke Madrid sekarang juga ",, kata Ayah Ito kepada semua orang.


" Apakah Kakak akan mengajak Gilbert dan Elina juga?? ",, tanya Papi Gilbert kepada Ayah Ito.


" Jika kamu mau di sini, silahkan, lagi pula tidak ada kamu juga tidak masalah bagi Kakak, justru pesawat jet Kakak jadi longgar tidak sesak dengan semua kecebong kamu itu ",, jawab pedas dari sang Kakak kepada Papi Gilbert.


Mereka sudah tua, kenapa juga masih seperti anak kecil, jika Papi Gilbert dan Ayah Ito disatukan.


Mendengar jawaban dari Ayah Ito, Papi Gilbert langsung mendengus sebal ke arah Ayah Ito.

__ADS_1


" Ayo cepat, kita semua tidak punya banyak waktu, nanti ke buru anak buah Tuan Damara datang ke sini ",, kata Ayah Ito lagi kepada semua orang.


Semua orang langsung mengangguk kepada Ayah Ito, dan mereka semua langsung saja bergegas bersiap-siap untuk pergi ke Madrid, untuk bersembunyi dari kejaran Keluarga besar Keluarga Damara.


Di saat semua Keluarga Roderick, beserta anak-anak mereka sudah pada siap semua meninggalkan rumah, mereka semua langsung saja bergegas pergi ke salah satu Bandara yang ada di Negara London.


Ayah Ito sudah menghubungi pilot pesawat jetnya, dan pesawat jet miliknya pun, sudah siap lepas landas hanya menunggu sang penumpang untuk masuk ke dalamnya.


Sedangkan di mansion mewah milik Papa Alex, mansion tersebut baru saja kedatangan seseorang, dan orang itu juga sangat berarti untuk Mama Ana, siapakah dia, tentu saja dialah sang Kakak yang bernama Tara, yang sedang datang bersama sang istri yang bernama Bella.


" Ke mana semua orang Liko, kenapa mansion ini terasa sepi sekali?? ",, tanya Tara kepada Liko.


" Tuan Alex dan Nyonya Ana sepertinya mereka ada di dalam kamar Tuan, sedangkan Tuan Simon, Tuan Zuriel, Nyonya Sandra dan Tuan Saddam, ada di dalam kamar Tuan L ",, jawab Liko kepada Tara.


" Simon ada di sini, untuk apa?? ",, tanya Tara kepada Liko.


" Apa ada yang sakit Liko?? ",, tanya Bella juga kepada Liko.


" Tuan L Nyonya, Tuan L yang sakit ",, jawab Liko kepada Tara dan Bella.


" L sakit, kenapa Ana dan Alex tidak memberitahukannya kepada kita?? ",, tanya Tara kepada Bella.


" Lebih baik kita lihat saja ke dalam kamar si L Pi ",, jawab Bella kepada Tara.


Tara hanya mengangguk saja kepada Bella, dan mereka berdua lalu berjalan menuju ke dalam kamar si L untuk melihat kondisinya si L.


Sesampainya di dalam kamar si L, Tara dan Bella di buat sangat terkejut sekali melihat keadaan sang keponakan yang sungguh di luar dugaan mereka.


" Astaga L, apa yang terjadi, dan siapa yang sudah berani membuat kamu seperti ini,?? cepat katakan kepada Uncle,!! akan Uncle beri pelajaran kepada orang itu!! ",, kata Tara dengan nada yang terdengar marah.


Semua orang hanya bisa diam saja melihat Tara yang tiba-tiba marah-marah sendiri.


Simon saja sampai bingung berkata jujur kepada Tara, bagaimana cara menceritakannya dari awal permasalahan yang di hadapi oleh si L, hingga membuat keadaannya seperti sekarang.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2