Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
KESEPAKATAN


__ADS_3

Ketika L sudah selesai dengan rutinitasnya di dalam kamar mandi, dia pun lalu ke luar dari dalam kamar mandi, dan L masih melihat Alva sedang berdiam diri duduk di pinggir ranjang.


Tidak ada perbincangan diantara mereka berdua, yang ada hanya saling pandang dengan tatapan dingin dan kemarahan semata.


L langsung berlalu ke luar dari dalam kamar, menuju ke dalam dapur untuk melihat ada bahan makanan apa yang bisa dia makan bersama Alva pagi itu.


Walau L tidak terbiasa memasak, tapi dia bisa jika cuma memasak sebuah omlet atau masakan yang simple lainnya.


L mencoba membuat jus dari buah-buahan yang ada di dalam kulkas, dan membuatkan salad sayur juga untuk Alva, beserta sandwich dua porsi untuknya dan untuk Alva.


Setelah selesai membuat makanan simple itu, L pun menatanya di atas nampan untuk dia bawa ke dalam kamar.


Baru saja L masuk ke dalam kamar, dia langsung melihat Alva baru saja ke luar dari dalam kamar mandi.


" Alva, aku sudah membuatkan sandwich untuk kamu, ayo di makan, kamu kan sejak semalam belum makan ",, kata L penuh perhatian.


" Saya tidak lapar, buang sajalah semua makanan itu!! ",, jawab Alva.


Walau Alva sudah menanggapinya dengan kasar, tapi L tetap mencoba mengambil satu piring sandwich untuk dia berikan kepada Alva.


" Ini aku sudah memotongkannya juga untukmu Alva, makanlah, semoga kamu suka ",, kata L.


Alva langsung melempar piring sandwich itu ke atas lantai, dan membuat piring tersebut pecah berserakan beserta sandwichnya.


" Sudah saya katakan, saya tidak lapar,!! lebih baik saya kelaparan daripada harus makan, makanan dari anda Tuan L!! ",, kata Alva sambil berteriak.


L ingin sekali marah kepada Alva, dan untung saja kemarahannya teralihkan dengan adanya suara dering ponsel yang ternyata dari ponselnya.


L memilih mengambil ponselnya dan pergi berlalu dari dalam kamar sambil membanting pintunya dari luar.


Sedangkan Alva, setelah kepergian dari L langsung menangis pilu, karena mulai hari itu dia harus hidup dengan laki-laki yang dibencinya.


" Halo Papa ",, kata L kepada Papa Alex, karena memang Papa Alexlah yang sedang menelponnya.


" Kamu sama Alva apa semalam tidak pulang ke mansion L?? ",, tanya Papa Alex.


" Tidak Pa, Alva meminta tidur di rumah Paman Pietro saja, katanya dia masih malu berada di sana ",, jawab L.


" Oh, baiklah kalau begitu, jaga Alva baik-baik ya Nak, jangan sampai kamu memukul atau melukai Alva, karena di Keluarga kita pantang sekali menyakiti seorang wanita, terlebih lagi dia istri kita sendiri ",, nasihat dari Papa Alex.


" Baik Pa, L akan selalu mengingat nasihat dari Papa ",, jawab L, dan akhirnya sambungan telepon mereka terputus juga.


Selesai menerima telepon, L memutuskan untuk kembali ke dalam kamar, karena dia ingin meluluhkan hatinya Alva.


Terlebih lagi dia baru saja mendapatkan nasihat dari sang Papa untuk jangan menyakiti hati seorang perempuan.


L yang melihat Alva menangis, dia mencoba langsung berlutut didepannya.


" Alva ",, panggil L dengan suara lembut.


Namun Alva hanya diam saja dan tidak mempedulikan L sama sekali.


" Maafkan aku, jika sikapku terlalu egois kepadamu ",, kata L kepada Alva.


" Berikanlah aku kesempatan satu kali lagi Alva, untuk membuktikan jika aku benar-benar sangat mencintaimu, dan bukan obsesi semata ",, kata L lagi.


" Jika dalam satu bulan ke depan, kamu belum ada rasa cinta untukku, baiklah Alva, aku akan mengabulkan keinginan kamu ," kata L, dan kali ini perkataan L membuat Alva tertarik.


" Aku akan menceraikanmu, dan membebaskanmu dari pernikahan ini, itu janjiku Alva ," kata L.


" Tapi dengan satu syarat ",, kata L.

__ADS_1


" Apa syaratnya?? ",, tanya Alva.


" Kita harus hidup sebagai sepasang suami istri seperti pada umumnya, karena aku juga ingin merasakan diperhatikan oleh istriku sendiri ",, jawab L.


" Baiklah, tapi saya juga ada syarat untuk anda ",, kata Alva.


" Apapun syarat dari kamu, akan aku penuhi Alva ",, jawab L.


" Saya tidak mau memenuhi hak anda di atas ranjang Tuan L, jika yang lain akan saya coba ",, kata Alva.


" Baiklah, apapun yang membuat kamu senang ",, jawab L.


" Dan berbicaranya jangan kaku seperti itu lagi ya, karena aku ini suami kamu, bukan atasan atau kolega bisnis kamu Alva ",, kata L.


" Iya, akan aku coba ",, jawab Alva.


L langsung tersenyum tipis kepada Alva.


" Untuk mengawali kita sebagai sepasang suami istri yang harmonis, ayo kita cari sarapan di luar atau kamu ingin memasakkan sesuatu untukku?? ",, kata L kepada Alva.


" Akan aku lihat dulu ada apa saja di dalam dapur ",, jawab Alva.


L sudah terlihat lembut dan penuh perhatian kepada Alva, namun Alva belum, walau dia mau menanggapi L, tapi wajah dia terlihat sangat kaku dan juga dingin sekali nada bicaranya.


" Baiklah, ayo kita ke dapur sekarang ",, jawab L, mencoba merangkul Alva.


Namun Alva, langsung melirik dengan tatapan dinginnya kepada L yang sedang merangkulnya.


" Maaf, akan aku lepaskan ",, kata L yang ditatap seperti itu oleh Alva.


Alva dan L lalu berjalan beriringan menuju ke dalam dapur, dan karena di dalam dapur masih ada beberapa bahan sayuran yang masih segar, Alva memutuskan untuk memasak saja.


" Ok istriku yang paling cantik ",, jawab L dengan senyum yang merekah sangat indah.


Bagaimana tidak indah, karena itu kali pertama eh bukan, kali ke dua yang pertama kemarin ketika di restoran, L dimasakin oleh Alva.


L memilih duduk di kursi bar yang ada di situ untuk memperhatikan Alva memasak.


" Kenapa kamu duduk di situ?? ",, tanya Alva.


" Memangnya kenapa,? kan aku tidak mengganggu kamu, apa salah jika aku ingin memperhatikan istri aku sendiri sedang memasak ",, jawab L.


" Terserah ",, jawab Alva cuek.


Alva yang sudah mengeluarkan semua bahan-bahan yang ingin dimasaknya, dia langsung memulai kegiatan memasaknya.


Alva sudah tidak asing lagi dengan yang namanya semua bumbu-bumbu dapur dan juga semua peralatannya.


Dari yang kecil sampai yang besar, Alva bisa menggunakan semuanya, dan Alva begitu sangat lihai sekali dalam memasak.


Tidak salah jika dia mendapatkan julukan Chef profesional.


L yang memperhatikan Alva memasak, dia sampai terpesona sekali, bahkan sampai tidak berkedip, karena menurut L, Alva begitu sangat s3k51 sekali ketika memasak.


" L, kamu suka minum apa,?? susu atau jus?? ",, tanya Alva.


L yang sedang melamun, ketika mendengar Alva memanggilnya, dia menjadi sangat terkejut sekali.


" Eh, apa,?? apa kamu memanggilku Alva?? ",, tanya L.


" Iya, aku memanggil kamu L, memangnya kenapa,?? apa tidak boleh,?? bukankah itu nama panggilan kamu?? ",, jawab Alva.

__ADS_1


" Boleh, tentu saja boleh, dan tadi kamu tanya apa kepadaku?? ",, tanya L kepada Alva.


" Aku tanya, kamu suka susu atau jus?? ",, tanya Alva kepada L.


" Dua-duanya aku suka dan apapun yang kamu buat akan aku nikmati ",, jawab L.


" Bahkan kalau ku beri racun sekalipun, apa kamu juga akan menikmatinya?? ",, tanya Alva.


" Iya, kenapa tidak ",, jawab L.


" Setidaknya aku mati karena aku menikmati masakan istriku, jadi aku tidak akan menyesal jika harus meninggalkan dunia ini ",, kata L lagi.


Sungguh sangat puitis sekali perkataannya L, dan Alva yang mendengarnya, masih sama mode dingin dan acuh, seperti tidak terpengaruh sama sekali dengan gombalan dari L tadi.


Akhirnya, sekitar kurang lebih hampir satu jam lamanya, masakan Alva sudah siap untuk dihidangkan.


L mencoba membantu Alva untuk menghidangkan makanan tersebut di atas meja makan, dan ketika semuanya sudah siap, L dan Alva untuk pertama kalinya duduk berdamai di satu meja yang sama dan menikmati makanan yang sama tanpa ada paksaan sama sekali.


Satu suap langsung masuk ke dalam mulut L, dan makanan itu sangat cocok sekali di lidah si L.


" Hmm, ini enak sekali Alva, sungguh kamu sangat pintar sekali memasak, aku suka ",, kata L sambil tersenyum manis sekali.


" Jika masih kurang, makanlah saja punyaku ",, kata Alva.


" Tidak, itu untuk kamu saja sayang, kamu juga harus makan yang banyak, supaya kuat, karena kamu kan harus mengahadapi perjalanan yang penuh liku dihubungan pernikahan ini ",, jawab L mencoba memanggil sayang.


Walau terkejut ketika dipanggil sayang oleh L, namun Alva masih mencoba bersikap biasa saja.


" L selama satu bulan ini, aku ingin kita tinggal di sini saja, aku tidak mau tinggal di mansion Papa kamu, karena aku tidak ingin mereka tahu tentang hubungan kita ",, kata Alva tiba-tiba kepada L.


" Baiklah, sesuai dengan permintaan kamu ",, jawab L pasrah.


" Dan satu hal lagi, kamar kita terpisah, kamu tidurlah di dalam kamar kamu sendiri, pilihlah satu diantara kamar yang ada di sini ",, kata Alva.


" Tenang saja, Paman Ito tidak akan marah jika kita tinggal di sini selama mungkin ",, kata Alva lagi.


" Iya baiklah ",, jawab L menurut saja.


Walau sebenarnya, hatinya sangat sedih dan juga sakit, tapi L mencoba menerima, karena mungkin dengan begitu, Alva mau membuka hatinya untuknya.


Seperti keinginan dari L, mereka selama tinggal di rumah Ayah Ito, selalu berinteraksi sebagai sepasang suami istri, kecuali hubungan di ranjang.


Alva memasakkan untuk L, mengurus L dengan baik, selalu menyempatkan mengobrol, lebih tepatnya L yang selalu mengajak berbicara Alva terlebih dahulu, supaya hubungannya semakin dekat dengan Alva, hingga tanpa mereka sadari usia pernikahan mereka sudah berjalan dua minggu saja.


Selama dua minggu itu, cuma melalui telepon jika Alva memberikan kabar kepada Ayah dan juga Mamanya.


Begitupun dengan L, dia akan selalu datang sendiri ke mansion untuk melihat keadaan sang Mama, sedang untuk sang Papa, L pasti akan sering bertemu di kantor.


" Kenapa kamu selalu datang sendirian ke sini L, ajaklah Alva sekali-sekali ",, kata Mama Ana kepada L.


" L kebetulan lewat di daerah sini Ma, jadi kelamaan jika L harus menjemput Alva terlebih dahulu, lagi pula L juga tidak akan lama berada di sini ",,


Begitulah jawaban yang selalu L berikan kepada Mama Ana.


Hingga suatu saat, ketika Mama Ana sudah merasa sangat rindu sekali dengan Alva, dia pun meminta diantar oleh Papa Alex untuk berkunjung ke rumah Ayah Ito.


L dan Alva yang mengetahui kedatangan dari Mama Ana serta Papa Alex, langsung menjadi kalang kabut sendiri, dan mereka malah kebingungan, karena takut jika hubungan mereka akan terbongkar, kalau selama ini mereka tidak tidur bersama dalam satu ranjang.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2