
Alva yang tiba-tiba di cium seperti itu oleh L, dia tentu saja merasa sangat terkejut sekali.
Mata dia melotot sangat lebar, sambil membuka mulutnya.
Dan reflek Alva ingin menampar si L, namun bisa langsung di cegah oleh L.
Tangan Alva yang sudah terangkat ke atas, langsung di tahan erat oleh L, supaya tidak mendarat sempurna di pipinya.
Sambil menatap lekat wajah Alva, L pun memajukan tubuhnya ke hadapan Alva.
Setelah sampai di depan Alva, L mendekatkan wajahnya untuk berbisik manja di telinga Alva.
" Bukannya tadi kamu juga menikmatinya Alva ",, bisik L kepada Alva.
Namun bisikan itu, Papa Alex bisa mendengarnya dengan sangat jelas sekali, begitupun dengan Arga.
" Keberadaan kita tidak di anggap si L Bos ",, bisik Arga kepada Papa Alex.
Papa Alex hanya diam saja, dia tidak menanggapi perkataan dari Arga, namun mata dia, terus menatap lekat ke arah sang putra sulung yang sedang menunjukkan kharismanya kepada seorang perempuan.
Alva yang mendengar perkataan dari L, dia reflek ingin menendang bambu runcing milik L lagi, tapi lagi dan lagi pergerakan lutut si Alva bisa ketahuan oleh si L.
" Tidak lagi Alva ",, kata L sambil tersenyum miring kepada si Alva.
Alva yang di buat marah oleh sikap L yang seperti itu kepadanya, dia dengan gerakan tiba-tiba langsung menonjok perut L, lalu menonjok juga muka si L dengan sangat keras sekali.
Tidak lupa tendangan di bagian belakang lutut juga, Alva berikan kepada L, dan yang terakhir tubuh gagah si L, bisa di banting dengan mudah oleh Alva yang mempunyai tubuh tidak sebanding dengan si L.
Mulut Papa Alex dan Arga terbuka dengan sangat lebar sekali, melihat Alva bisa beladiri dan menghajar L seperti itu.
" Eeeh, hebat juga gadis ini ",, kata batin Papa Alex
" Anda membuat saya marah!! ",, kata Alva kepada L.
" Jadi sekarang saya akan pergi dari sini, walau anda tidak mengijinkannya sekalipun!! ",, kata Alva lagi kepada si L.
Setelah mengatakan itu kepada L yang sedang tersungkur di atas lantai, Alva langsung saja berbalik badan, ingin berlalu ke luar dari dalam ruang kerja si L.
L yang melihat Alva ingin pergi dari ruang kerjanya, dia lalu mengkode Arga untuk mencegah Alva ke luar dari dalam ruang kerjanya.
Dan Arga yang mengerti kode dari si L, dia langsung saja memukul tengkuk si Alva, hingga membuat Alva pingsan seketika.
" Bagus Paman Arga ",, kata L kepada Arga, yang sedang menyangga tubuh Alva yang sedang pingsan.
L langsung bangun dari atas lantai untuk memindahkan Alva di atas sofa yang tadi.
Sedangkan Papa Alex, masih diam saja, karena dia belum bisa menguasai sikap keterkejutannya itu.
" L,!! kenapa kamu tidak mengijinkan dia pergi dari sini?? ",, tanya Papa Alex kepada L.
__ADS_1
" Karena L ingin membalas dendam kepada dia, yang sudah mempermalukan L di tempat umum dan menjadi viral ",, jawab L kepada Papa Alex.
" Siapa dia sebenarnya L?? ",, tanya Papa Alex lagi kepada si L.
Saat ini mereka semua sedang pada duduk di sofa seberang Alva yang sedang pingsan.
" Tidak tahu, dan saat ini L sedang mencoba mencari tahu siapa dia Papa ",, jawab L kepada Papa Alex.
" Lalu, apa yang akan kamu lakukan kepada dia yang sedang pingsan itu?? ",, tanya Papa Alex kepada L.
" Akan L p3rk054 dan akan L buat dia hamil anak L ",, jawab mantap L kepada Papa Alex.
Mendengar jawaban dari L, Papa Alex reflek langsung melepaskan sepatu kulit mahalnya, untuk dia lemparkan ke arah L.
L bisa menghindar dari lemparan sepatu itu, dengan memukulnya sembarang arah, sambil tertawa terbahak-bahak.
Sedang Arga sendiri, dia benar-benar merasa terkejut mendengar jawaban dari si L.
Dan tidak tahukah si L dan Papa Alex, jika sepatu milik Papa Alex yang di lempar tadi, malah tidak sengaja mengenai dahi Alva, hingga membuat benjol cukup besar dan memerah.
" L kena dahi gadis itu ",, kata Arga kepada si L, sambil menunjuk Alva.
L dan Papa Alex, langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah si Alva, yang memang di atas wajahnya ada sepatu milik Papa Alex, dengan dahi yang sudah memerah dan benjol.
Ekspresi L, Papa Alex dan Arga, sungguh sangat membagongkan sekali, ketika melihat sepatu itu bisa parkir sempurna di wajah Alva.
L segera langsung mengambil sepatu itu, dan untungnya Alva belum sadar dari pingsannya.
Tapi sayang seribu sayang, Alva yang samar-samar mendengar suara L, malah langsung tersadar sambil memegangi tengkuk dan juga dahinya yang terasa sakit.
" Dia bangun ",, kata Papa Alex dengan suara cukup pelan sekali.
" Sakit sekali dahi dan tengkuk ku ",, kata Alva dengan suara lirih.
L, Papa Alex dan juga Arga, mereka bertiga yang mendengar perkataan dari Alva, berpura-pura tidak mengetahui benjol yang ada di dahi Alva, dan tidak mempedulikan Alva yang baru saja sadar dari pingsannya.
Ketika Alva sedang mengusap tengkuk dan juga dahinya, tiba-tiba saja ponsel miliknya yang ada di dalam tas jinjingnya, berdering dan juga bergetar.
Tanpa melihat siapa yang sedang menelponnya, Alva langsung mengangkat sambungan telepon itu, dengan suara yang terdengar lirih.
" Halo ",, kata Alva.
" Kamu ada di mana Alva??!! ",, suara tegas, dingin, dan tenang terdengar jelas di telinga Alva.
Alva sangat tahu sekali itu suara dari siapa, dan ketika sedang di tanya dia ada di mana, Alva reflek langsung menyebutkan nama jalan restoran L berada.
" Ok ",, kata orang itu kepada Alva.
Setelahnya sambungan telepon mereka pun terputus.
__ADS_1
L, Papa Alex dan juga Arga, masih diam saja, sambil terus memperhatikan Alva yang sedang menerima telepon.
" Kenapa aku masih ada di sini ",, kata pelan Alva kepada L, Papa Alex dan juga Arga.
" Tadi kamu pingsan, iya pingsan ",, jawab L kepada Alva.
" Pasti kamu kan yang membuatku pingsan,!! aduh sakit sekali dahiku ",, kata Alva kepada L, sambil mengusap dahinya yang benjol.
Mendengar perkataan dari Alva, L langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, dan berpura-pura tidak tahu lagi.
" Saya mau pergi,!! dan saya tidak akan sudi menginjakkan kaki saya lagi di sini!! ",, kata Alva sambil mencoba bangun dari duduknya.
L, Papa Alex maupun Arga, tidak ada yang mau mencoba menghentikan langkah kaki Alva.
Karena mereka bertiga merasa berdosa kepada Alva, sudah membuat gadis cantik harus benjol dahinya, terkena lemparan sepatu kulit yang mahal dan keras milik Papa Alex.
Alva dengan langkah tertatih, dia mencoba melangkahkan kakinya untuk ke luar dari dalam ruang kerja si L.
Namun, baru saja Alva ingin membuka pintu ruang kerja si L, pintunya sudah terbuka terlebih dahulu dari luar.
L, Papa Alex dan juga Arga, sangat terkejut sekali ketika melihat siapakah yang baru saja membuka pintu ruang kerja si L.
" Paman ",, kata Alva kepada orang tersebut.
Yang ternyata adalah Ayah Ito.
Ayah Ito, sebenarnya daritadi sedang mencari Alva, dan ketika Ayah Ito menelpon Alva, tenyata dia sedang berada tidak jauh dari restoran si L.
Jadi tidak salah, jika Ayah Ito bisa cepat sampai di restoran milik si L, dan di sinilah sekarang, Ayah Ito sudah masuk ke dalam ruang kerja si L.
" Alva, apa yang terjadi denganmu?? ",, kata Ayah Ito kepada Alva, dengan ekspresi sangat khawatir.
" Tuan Roderick ",, kata Papa Alex dan Arga secara bersamaan.
Ayah Ito yang mendengar namanya di panggil Papa Alex dan Arga, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah mereka berdua.
Dan Ayah Ito cukup terkejut, bisa melihat Papa Alex bersama Arga, berada di dalam satu ruangan yang sama dengan Alva.
" Kenapa Alva bisa bersama kalian di sini??!! ",, tanya super tegas dari Ayah Ito kepada Papa Alex, Arga dan juga L.
" Apa yang kalian lakukan kepada dia,?? huh!! ",, tanya Ayah Ito lagi kepada ke tiga laki-laki tersebut.
" Kami ...... ",, jawab Papa Alex sedikit bingung menjawabnya.
Karena Papa Alex dan Arga, masih belum bisa menguasai rasa keterkejutannya, dengan kedatangan dari Ayah Ito.
Sedang L, dia hanya diam saja, karena tidak mengetahui siapa itu Ayah Ito.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
__ADS_1
...***TBC***...