Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
OTW


__ADS_3

Kedatangan Keluarga Roderick, ternyata tidak cuma ingin menjenguk Alva saja yang kemarin sempat sakit, namun Ayah Ito ingin sekalian memberikan buah tangan untuk Papa Alex.


Papa Alex yang sudah selesai mandi, dan berganti baju, dia langsung ikut bergabung dengan Keluarga besannya di ruang tamu.


Begitupula dengan L, dia juga baru saja ke luar dari dalam kamar dan sedang berjalan menuju ruang tamu.


" Tuan Damara, saya sengaja ikut ke sini, karena ingin memberikan ini untuk anda ",, kata Ayah Ito sambil menyerahkan sebuah kotak yang berukuran cukup besar.


" Waaah, besar sekali Tuan Roderick, apa isinya?? ",, tanya Papa Alex.


" Buka saja sendiri ",, jawab Ayah Ito.


Papa Alex sangat excited sekali, karena mendapatkan hadiah dari Ayah Ito, dan dia sudah penasaran apa yang ada dibalik tirai yang menutupi boxnya.


Ketika tirai penutupnya sudah dibuka, Papa Alex sangat terkejut melihat hadiah yang diberikan oleh Ayah Ito kepadanya.


Sedangkan yang lainnya langsung tersenyum melihat hadiah tersebut, namun tidak dengan Mama Ana, sebab dia langsung tertawa terbahak-bahak tanpa merasa malu sama sekali dengan para tamunya.


" Wuih, apaan itu Pa?? ",, tanya L yang baru saja sampai di ruang tamu.


" Bwaaahahahahah ",, L langsung ikut tertawa terbahak-bahak sama seperti sang Mama.


Papa Alex yang tadinya excited, sekarang menjadi speechless melihat hadiah yang diberikan oleh Ayah Ito.


" Emm, ini apa ya Tuan Roderick?? ," tanya Papa Alex.


" Yang ini anda, yang itu si L ",, jawab Ayah Ito sambil menunjuk sebuah patung ukiran dari kayu yang dibuat sangat indah namun lucu, dan patung itu made ini tangan Ayah Ito sendiri dari kayu yang dia ambil dari dalam hutan.


Ayah Ito setelah melihat video Papa Alex dan L memangkas habis rambutnya, tiba-tiba Ayah Ito teringin membuatkan patung untuk mereka berdua dengan ukiran yang bagus, tapi sangat lucu sekali bentuknya.


" Tapi kenapa bentuk tubuh saya kerdil begini Tuan Roderick?? ",, tanya Papa Alex.


" Itu ada filosofinya Tuan ",, jawab Ayah Ito.


" Apa itu filosofinya Tuan Roderick?? ",, tanya Papa Alex lagi.


" Jika anda selalu takut dan sayang, serta menurut kepada Nyonya Ana ",, jawab Ayah Ito.


" Hahahaha, betul sekali Tuan Roderick ",, kata Mama Ana sambil mengacungkan ibu jarinya.


Ketika mendengar jawaban dari Ayah Ito, Papa Alex langsung mengusap kepalanya yang botak itu.


" Jika yang kerdil itu Papa, berarti yang ini L dong, Paman?? ",, tanya L dan Ayah Ito langsung mengangguk.


" Lalu, kenapa wajah L malah terlihat seperti badut begitu Paman?? ",, tanya L lagi.


" Itu juga ada filosofinya L ",, jawab Ayah Ito.


" Apa itu Paman?? ",, tanya L.


" Jika kamu akan selalu membuat Alva bahagia dalam keadaan suka maupun duka, tidak peduli jika kamu harus menjadi badut sekalipun ",, jawab Ayah Ito.


" Kenapa benar sekali sih Paman ",, kata L.


" L memang akan selalu memberikan yang terbaik untuk Alva, dan selalu membuatnya tersenyum, walau dalam keadaan apapun ",, kata L lagi dan Alva langsung tersenyum senang.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari L, Alva langsung menyandarkan kepalanya ke bahu si L, dan L langsung merangkul pundak Alva dengan mesra.


Mereka semua berbincang santai, humor dan bercanda satu sama lainnya untuk menghibur suasana. Dan ketika Keluarga Roderick sudah puas mengobrol serta sudah mengetahui keadaannya Alva yang baik-baik saja, akhirnya semua Keluarga Roderick berpamitan pulang kepada Papa Alex, L, Alva dan juga Mama Ana.


Setelah kepergian dari semua Keluarga sang Ayah mertua, L langsung mengajak Alva untuk beristirahat di dalam kamar.


Sebenarnya Alva tidak merasa capek, hanya saja itu cuma alasan si L, karena dia mau ehem bersama Alva, wkwkwk.


" Hmm, ternyata ada maunya ",, sindir Alva.


" Ayolah sayang, Papi sudah tidak tahan ",, kata L.


" Tapi kan kemarin sudah ",, jawab Alva.


" Itu kan kemarin, belum sekarang ",, kata L.


" Ok, akan Mami turutin, tapi ada syaratnya ",, kata Alva.


" Apa syaratnya Mami?? ",, tanya L.


" Bayarin Mami belanja di mall ya?? ",, jawab Alva.


" Jangankan bayarin, biarin saja Papi mau ",, kata L sambil bercanda, dan alhasil kena timpuk bantal deh dari Alva.


L langsung tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil mengerjai Alva.


" Bercanda sayang ",, kata L.


" Itu mall kan milik Papa, jika kamu mau, bisa ko Papi mintakan untuk kamu ",, kata L lagi.


" Isshh, apaan si Papi ",, kata Alva lagi.


" Iya-iya deh, nanti Papi temani belanja, sekarang ayolah Mami, lihatlah, sudah berdiri tegak kan ",, jawab L sambil memperlihatkan miliknya yang sudah siap tempur.


Melihat kode dari sang istri, L pun langsung melancarkan aksinya untuk menuntaskan h45r4tnya tersebut.


...*_____*...


Hari-hari silih berganti, minggu pun sudah berganti dengan bulan, dan tidak terasa waktu melahirkannya Alva tinggal menghitung hari saja.


L yang baru pertama kali merasakan menjadi seorang Ayah, dia menjadi sedikit parno, jika takut Alva dan calon baby nya kenapa-kenapa.


Alva tidak boleh ini dan tidak boleh itu oleh L, hingga membuat Alva merasa risih sendiri diperhatikan oleh si L, yang sangat overprotektif sekali kepadanya.


" Papi kenapa sih, Mami tidak kenapa-kenapa ya, cuma bersin saja karena hidungnya gatal ",, kata Alva.


Sebab L mengira, jika Alva akan pilek, karena bersih-bersin terus daritadi.


" Papi cuma takut jika Mami kenapa-kenapa, kan nanti bisa berpengaruh sama baby kita ",, jawab L.


" Tidak Papi, Mami tidak kenapa-kenapa ko ",, Alva menenangkan si L.


" Kalau begitu Papi tinggal sebentar ya di ruang kerja, mau mengambil laptop di sana, semalam ketinggalan ",, kata si L dan Alva hanya mengangguk saja.


L pun langsung berlalu menuju ke ruang kerjanya, yang ada di lantai dua mansion sang Papa, sedangkan Alva masih anteng di tempat duduknya, sambil menonton televisi di ruang Keluarga.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah samping ada Mama Ana yang baru saja ke luar dari dalam kamarnya.


" Kamu sendirian saja Alva,? di mana L?? ",, tanya Mama Ana sambil langsung duduk di sofa seberangnya.


" Tadi sama L ko Mam, cuma dia sedang mengambil laptopnya dulu sebentar di ruang kerja ",, jawab Alva.


Mama Ana hanya mengangguk dan ber oh ria saja menanggapi ucapannya Alva.


Sedang asik-asiknya menonton televisi berdua dengan Mama Ana, tiba-tiba Alva merasa tidak enak dengan perutnya, namun masih bisa dia tahan dengan terus dia usap.


Setelah di usap-usap terus menerus, perutnya sudah kembali enakan seperti sebelumnya.


Namun, tiba-tiba rasa sakit itu muncul kembali, dan Alva refleks mengaduh, hingga membuat Mama Ana merasa terkejut.


" Kamu kenapa Alva?? ",, tanya Mama Ana merasa khawatir.


" Tidak apa-apa Mamam ",, jawab Alva.


Alva belum mau jujur kepada Mama Ana, sebab rasa sakit di perutnya, rasanya seperti ingin buang air besar, namun sedikit aneh dan tidak bisa dia jabarkan.


Rasa sakitnya hilang, lalu muncul lagi, begitu terus, hingga tiba-tiba rasa sakitnya tidak bisa Alva tertahankan.


" Aaarrrgghhh!! ",, Alva mengaduh cukup keras sekali sambil memegangi perutnya.


Untung saja L sudah berjalan ke arah Alva, jadi tidak cuma Mama Ana saja yang mendengar Alva mengaduh, melainkan L juga.


" Mami!! ",, teriak si L.


L langsung berlari mendekati Alva, begitupula dengan Mama Ana.


" Sakit ",, kata Alva.


" Sepertinya Alva sudah mau melahirkan L ",, kata Mama Ana.


" Iya Ma ",, jawab L.


" Ayo Mami, Papi bantu ",, kata L kepada Alva.


L yang mencoba ingin menggendong Alva untuk menuju ke dalam mobil dibuat terkejut, karena tangannya terasa basah dan hangat seperti terkena cairan dari kaki Alva.


" Astaga, itu air ketuban!! ",, teriak Mama Ana yang melihat air di kakinya Alva.


Alva semakin kesakitan sekali, karena memang sudah waktunya dia untuk melahirkan. Padahal prediksi Dokter waktu melahirkannya, masih kurang dua minggu lagi.


Dengan sigap, L langsung menggendong Alva menuju ke dalam mobil dan akan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Sedangkan Mama Ana juga ikut menemani Alva dan L menuju ke rumah sakit.


Liko sang kepala mansion yang melihat sendiri, jika Alva akan segera melahirkan, dia langsung menghubungi Papa Alex yang sedang pergi ke luar kota karena urusan bisnis. Dan Papa Alex yang mendapatkan laporan dari Liko, jika Alva akan segera melahirkan, pada hari itu juga, Papa Alex langsung memutuskan pulang ke mansion nya.


Sebab Papa Alex sudah tidak sabar, untuk melihat anak pertamanya si L dan Alva.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2