
Sesampainya di rumah Raina langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sambil memegang perutnya yang kekenyangan.
"Cuci muka dulu ... Nanti keburu ketiduran." Alex menarik tangan Raina lembut.
"Bentar Kak ... Aku pengen istirahat sebentar." Rengek Raina manja.
"Sebentar apanya? yang ada ke bablasan sampai nanti subuh." Alex langsung menggendong Raina ke kamar mandi.
Raina mencuci muka sambil cemberut karena Alex terus mengawasinya sampai dia benar-benar mencuci muka.
"Gak lama kan?" Ucap Alex yang melihat Raina mengelap wajahnya.
"Mau di gendong lagi?" Sambung Alex.
"Gak usah ... Aku bisa jalan sendiri." Raina sengaja menubruk lengan Alex karena kesal telah mengganggu istirahatnya.
"Jangan ganggu aku ya! Aku ngantuk gak mau diganggu." Raina langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Iya istriku sayang ...." Alex mengecup pucuk kepala Raina dan memeluknya dengan erat.
"Kak jangan peluk dong ... Aku gak bisa napas." Raina menghempaskan tangan Alex.
"Biasanya juga seperti ini kan?" Alex makin mengeratkan pelukannya.
"Kak ... perut aku tuh kekenyangan ... kalau tangan kakak seperti ini aku gak bisa bernapas dengan benar ... Mau aku kehabisan napas? Raina membalikkan tubuhnya jadi menghadap Alex.
"Kamu tuh kalau ngomong sekenanya aja... " Alex melonggarkan pelukannya.
Dengan perdebatan panjang akhirnya mereka tertidur dengan pulasnya.
Pagi hari seperti biasa Alex bangun lebih dulu. Namun hari ini Alex begitu terkejut ketika melihat Raina yang sudah bangun sambil melamun dengan kepala menyender di kepala kasur.
"Tumben kamu udah bangun Rai." Alex mengerjapkan matanya.
"Aku pusing Kak ..." Ucap Raina lemah.
"Kamu sakit?" Alex langsung panik dan meletakkan tangannya di dahi Raina.
"Ya ampun Rai ... Kamu demam, Udah istirahat aja di rumah gak usah sekolah." Alex membantu Raina berbaring lagi.
"Bentar Ya ... Kakak bikin sarapan dulu, habis itu kamu minum obat." Alex menyelimuti lagi Raina.
Raina hanya mengangguk karena kepalanya benar-benar pusing hingga melihat Alex pun seperti ada dua.
Alex dengan sigap membuatkan Raina bubur dan air madu. Setelah siap Alex membawa bubur dan air madu ke dalam kamar untuk diberikan pada istrinya.
"Ayo sini makan dulu ..." Alex menyendokkan buburnya.
"Kok bubur sih ... Aku pengen nasi kuning." Ucap Raina manja.
__ADS_1
"Kalau bikin nasi kuning gak bakalan keburu Rai ... Udah bubur aja ya ... Nanti Kakak bikin nasi kuning." Bujuk Alex.
Dengan sambil memegang kepalanya yang pusing Raina menerima suapan demi suapan yang diberikan oleh suaminya.
Alex adalah suami yang begitu perhatian, dia tidak pernah mengeluh ketika Raina bersikap manja bahkan ketika Raina marah pun Alex selalu mengalah karena tidak ingin memperkeruh masalah.
"Ini minum dulu air madunya." Alex kembali membantu Raina untuk minum. Setelah itu Alex langsung mengambil obat penurun panas dan pusing.
"Kakak mau ke sekolah gak?" Tanya Raina.
"Kakak akan nemenin kamu di sini." Jawab Alex sambil mengikat rambut Raina.
"Kalau gitu bikin nasi kuningnya sekarang aja ya ..." Ucap Raina.
"Iya ... kamu istirahat ya ..." Alex mengecup pucuk kepala Raina.
Karena efek minum obat Raina kembali tertidur. Alex menyiapkan bahan untuk membuat nasi kuning yang dibuat untuk istri tercintanya.
Sebelum itu Alex minta Arman untuk memberikan kabar ke sekolah bahwa hari ini mereka tidak bisa masuk.
Hampir jam sembilan Alex selesai membuat nasi kuning dengan menu yang lainnya. Alex langsung masuk ke kamar dan membangunkan Raina untuk makan nasi kuning.
"Rai ... Bangun ... Nasi kuningnya udah siap..." Alex mengelus pipi Raina.
Raina mengerjapkan matanya sambil meregangkan ototnya yang terasa kaku.
"Kamu mandi dulu ya ... Kakak siapin air hangatnya dulu." Alex beranjak namun dicegah oleh Raina.
"Ayo ... Alex mengapit tangan Raina ketika Raina keluar dari kamar mandi.
"Kakak suapin ya ..." Alex mengambil nasi dan lauk pauknya.
"Iya ... badan aku masih lemes Kak, kalau duduk kaya gini kepala aku jadi pusing." Raina memijat-mijat pelipisnya.
"Makannya di kamar aja ya." Alex langsung menggendong Raina dan masuk ke kamar.
"Tunggu ya ... Kakak ambil dulu nasinya." Alex keluar dari kamar.
Alex menyuapi Raina seperti ibu yang sedang menyuapi anaknya. Alex begitu telaten mengurus Raina hingga Raina menghabiskan nasi yang ada di piring.
"Rai ... Dari kemarin kamu makannya banyak banget, apa pencernaan kamu gak apa-apa?" Alex khawatir karena Raina makan seperti orang yang tidak makan seminggu.
"Aku baik-baik aja, cuma pusing doang ...." Sahut Raina.
Raina kenapa ya ... Tiba-tiba makannya jadi banyak, terus bawaannya manja ... Apa aku kurang memperhatikan dia ya? Gumam Alex ketika Raina merengek ingin di kelonin.
"Pusingnya gimana?" Ucap Alex saat berbaring di sisi Raina.
"Udah gak terlalu tapi aku agak ... uwek ... uwek ..." Raina langsung berlari ke kamar mandi karena mual ingin muntah.
__ADS_1
Alex langsung berlari menyusul Raina masuk ke kamar mandi karena panik.
"Rai ... kamu kenapa? Alex memijat-mijat tengkuk leher Raina."
"Aku mual Kak." Ucap Raina sambil membersihkan mulutnya.
"Kamu kebanyakan makan kali ya." Alex membantu Raina mengelap mulutnya.
"Gak tahu Kak ..." Raina kelihatan sangat pucat dengan keringat dingin di sekitar wajahnya.
"Kita periksa aja yuk ke rumah sakit? Kakak takut kamu kenapa-kenapa." Ajak Alex.
"Telepon dokter pribadi ayah aja Kak, aku malas ke luar." Raina kembali berbaring di kasur.
Alex langsung menelpon dokter yang di minta oleh Raina. Sekitar tiga puluh menit dokter Hana pun datang.
"Kenapa Rai ..." Sapa dokter Hana yang merupakan dokter sahabat Ayahnya.
"Aku pusing dok, mana barusan aku muntah lagi." jawab Raina ramah.
"Pusingnya sejak kapan?" Tanya dokter Hana lagi.
"Udah beberapa hari ... tapi sekarang aku benar-benar gak kuat, badan aku juga lemes dok." Sahut Raina.
"Kamu terakhir menstruasi kapan?" Sambung dokter Hana.
"Kapan ya ... harusnya sih dua minggu yang lalu aku mens tapi, sekarang belum." Jawab Raina polos.
"Kamu yah ... Udah punya suami tapi belum tahu tanda-tanda orang hamil." Ucap dokter Hana sambil tersenyum.
Deg ..
"Hamil?" Ucap Alex dan Raina bersamaan.
"Iya... Tapi biar lebih akurat kalian periksakan ke dokter Obygin aja." Sambung dokter Hana.
"Selamat ya ..." Dokter Hana tersenyum sambil memeluk Raina dan pamit pulang.
Setelah mengantar dokter Hana keluar, Alex buru-buru masuk lagi ke kamar dan memeluk Raina.
"Makasih ya ..." Ucap Alex dengan wajah yang berbinar bahagia.
Raina hanya tertegun dan tidak merespon Alex. Pikiran Raina jadi kacau ketika mendengar bahwa dirinya hamil.
"Rai ... Rai ... Kamu kenapa?" Alex membuyarkan lamunan Raina.
"Aku belum siap Kak." Raina menatap manik mata Alex dengan berkaca-kaca.
"Maksud kamu?" Alex penasaran.
__ADS_1
"Aku belum siap punya anak Kak ... aku masih ingin sekolah hiks ... hiks ..." Tangis Raina pecah.
Jederrr ucapan Raina begitu menampar hati Alex yang tengah bahagia mendapat kabar kehamilan Raina.