Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Kenikmatan yang hakiki dalam pemanasan


__ADS_3

Saat bel pulang berdering, Raina langsung turun ke bawah. Namun suaminya ternyata belum keluar.


Raina menunggu Alex sambil memainkan tas punggungnya dan dia berhenti karena tiba-tiba ada seseorang yang menarik tasnya ke atas.


"Kak ... Kenapa lama?" Raina langsung melihat orang yang menarik tasnya ternyata suaminya sendiri.


"Ayo ..." Alex langsung membuka kunci mobilnya.


"Kak ... aku mau ke rumah ibu dulu, besok kan mereka akan pulang jadi aku pengen ketemu dulu." Raina memasang seatbelt nya.


"Oke ..." Alex langsung melajukan mobilnya.


"Tadi kenapa kamu gak fokus saat belajar dengan kakak?" Tanya Alex memecah keheningan diantara mereka.


"Aku fokus kok." Jawab Raina Enteng.


"Mana ada orang yang fokus tapi pandangannya kemana-mana." Tambah Alex.


"Hehe ... Aku masih malu." Raina tersipu.


"Malau kenapa?" Tanya Alex.


"Udah ah jangan diungkit lagi." Raina memalingkan wajahnya.


"Kamu yah ... sama suami sendiri masih malu-malu." Alex terkekeh.


"Udah deh ... jangan mulai lagi." Raina cemberut.


"Iya ... Iya ..." Alex tersenyum.


Tak lama mereka akhirnya sampai di rumah Raina.


Raina langsung membuka pintu rumah tanpa mengetuk atau memencet bel terlebih dahulu.


"Bu ... Ibu ... Aku datang Bu ..." Raina langsung celingukan mencari ibunya.


"Rai ... gak boleh gitu, gak sopan." Sanggah Alex.


"Gak apa-apa Kak, ini rumah aku, aku udah biasa kok." Raina langsung menyuruh Alex duduk dan Alex hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan istrinya.


"Eh ... ada pengantin baru ..." Sapa Maria yang keluar dari dapur.


"Ish ... Apaan sih ..." Raina memeluk ibunya sambil cemberut.


"Kamu kenapa?" Maria melepas pelukannya dan menghampiri Alex.


"Ayah mana Bu?" Raina mengalihkan pertanyaan ibunya.

__ADS_1


"Belum pulang, masih di kantor." Maria ikut duduk bersama Raina dan juga Alex.


"Kalian mau nginap di sini? Besok ayah udah harus kembali lagi ke kota X." Maria mengelus rambut Raina.


"Kita pulang bu, aku gak bawa buku buat besok sekolah." Jawab Raina.


Setelah berbincang-bincang Alex dan Raina pamit pulang karena waktu sudah sore dan Raina harus mengerjakan tugas sekolahnya.


Tiga hari telah berlalu, sekarang adalah hari terakhir Raina belajar seperti biasanya karena mulai senin depan dia sudah memulai UAS nya.


Setelah pulang sekolah Raina langsung membersihkan badannya kemudian karena PMS sudah berakhir dia pun mengambil wudhu untuk sholat.


Alex yang sedang meregangkan otot di tempat tidur dia langsung heran ketika melihat Raina sholat.


Raina sholat artinya dia ... Yes ... akhirnya malam ini akan menjadi malam yang panjang. Gumam Alex dalam hati sambil tersenyum bahagia.


"Kenapa senyum-senyum?" Raina membuyarkan lamunan Alex.


"Rahasia ..." Jawab Alex sambil terkekeh.


"Oh ... sekarang main rahasia-rahasiaan? Ok ... aku juga bisa." Raina melipat alat sholatnya.


Alex langsung meraih tangan Raina dan menariknya hingga Raina berada di atas tubuh Alex.


"Apaan sih ..." Raina mencoba bergerak.


Dengan kekuatan penuh Alex langsung membalikkan tubuh Raina sehingga posisinya sekarang berada di bawah tubuh Alex.


Alex mengubah kecupan singkat menjadi ciuman panas yang begitu menggairahkan, namun ketika dirinya sudah on tiba-tiba bel rumahnya berbunyi pertanda ada tamu yang datang.


"Kak ... ada tamu." Raina mendorong tubuh suaminya agar ciumannya terlepas.


"Aarrrgghhhh ... siapa sih yang selalu datang mengganggu disaat seperti ini." Alex beranjak dari atas tubuh istrinya dan membuka pintu.


Ternyata yang datang adalah jasa pengantar makanan yang mengantarkan pesanan Raina.


"Siapa Kak?" Raina menyusul Alex ke depan.


"Ini pengantar makanan." Sambil menunjukkan bungkusan.


"Oh iya ... tadi aku yang pesan, aku udah lama gak makan seblak, makanya aku pesan." Raina langsung mengambil bungkusannya dari tangan Alex dan langsung menuju meja makan.


"Kak ... sini ... aku juga beli buat kakak." Raina melambaikan tangannya karena Alex hanya diam mematung.


"Rai ..." Sebelum Alex melanjutkan kalimatnya Raina sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Ayo makan dulu buat mengisi energi nanti malam." Raina menekan kata terakhirnya.

__ADS_1


Alex yang mendengar pun dengan semangat dia langsung duduk di samping Raina langsung memakan makanan yang sudah dipesan Raina.


"Kakak gak mau nunggu nanti malam, setelah selesai makan kita langsung lanjutkan yang sempat tertunda." Ucap Alex sambil mengunyah makanan.


"Ishh gak sabaran." Raina mendelik.


"Kakak udah nunggu momen ini hampir seminggu, Kakak udah gak bisa nahan lagi." Alex tersenyum.


"Kalau tahu bakalan gini tadi aku mending pura-pura masih PMS." Sahut Raina yang sontak membuat Alex tersedak.


"Kamu bilang apa Rai? Dosa loh." Alex sambil minum.


"Hehe ... aku bercanda kak, gitu aja marah." Raina mengerucutkan bibirnya.


"Udah cepetan makannya, habis ini kita pemanasan." Alex melanjutkan makannya dan Raina hanya menarik napas saja.


"Ayo ..." Alex menarik tangan Raina.


"Iya bentar ... " Raina beranjak dari duduknya.


"Kak ... bentar lagi magrib, tanggung ..." Raina mulai bernegosiasi.


"Masih ada waktu satu jam lagi, kita bisa melanjutkannya lagi nanti kalau masih kurang." Alex terus menuntun tangan Raina.


"Kak ... aku baru aja mandi, masa mandi lagi." Raina tetap bernego.


"Ishh kamu banyak alasan ya." Alex menarik Raina kepelukannya setelah sampai di dalam kamar.


"Kak ... aku gugup ..." lirih Raina.


Alex tidak menanggapi perkataan Raina, dia langsung mendaratkan ciuman pembuka untuk pemanasannya kali ini.


Alex menggendong Raina ke tempat tidur, dia mulai mencium bibir Raina dengan lembut, ciuman lembut yang lama-lama menjadi ciuman panas yang menggairahkan.


Karena sudah menahannya terlalu lama dengan refleks Alex langsung mencium leher Raina dengan menghisap bagian-bagian leher Raina, dia membuat tanda kepemilikannya di leher Raina.


Raina yang baru mendapatkan perlakuan seperti itu, dia seperti terhipnotis dan membuat dirinya melayang, dia tidak sadar bahwa di lehernya kini sudah banyak kissmark yang dibuat oleh suaminya.


Raina begitu menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya, Alex langsung memainkan ciumannya kembali dan sekarang ditambah dengan gerakan-gerakan tangan yang mulai bergerilya mengabsen setiap anggota tubuh istrinya.


Raina begitu merasakan kenikmatan yang hakiki ketika tangan suaminya berada di benda kenyal miliknya, Alex meremas benda kenyal tersebut hingga membuat darah pemiliknya langsung berdesir hebat.


Alex mulai menanggalkan pakaian atas yang digunakan oleh Raina, sekarang dia bisa melihat dua benda kenyal itu dengan mata secara nyata, Alex melanjutkan misinya dengan mencium kembali ceruk leher istrinya sambil meremas benda kenyal.


"aaaaaaaa ..... "Raina langsung merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik ketika suaminya mulai menghisap benda kenyalnya dengan begitu agresif.


Alex memainkan benda kenyal Raina dengan sangat lembut namun agresif, yang satu di hisap dan yang satu di remas sehingga membuat sang pemilik benda kenyal terus mengeluarkan suara-suara yang makin menggairahkan waktu sore mereka.

__ADS_1


Alex terus menjamah bagian atas dari tubuh Raina, dia begitu pandai membuat Raina tidak menolak semua sentuhannya.


Alex berusaha memberikan kenikmatan untuk istrinya, dia terus menerus melakukannya hingga bagian tubuh atas Raina sudah penuh dengan tanda-tanda kepemilikan darinya.


__ADS_2