
Alex berusaha memberikan kenikmatan untuk istrinya, dia terus menerus melakukannya hingga bagian tubuh atas Raina sudah penuh dengan tanda-tanda kepemilikan darinya.
Perlahan tapi pasti setelah dari bagian atas kini tangan Alex mulai bergerilya ke daerah inti yang selalu menjadi incarannya.
Alex mulai menanggalkan pakaian bagian bawah yang dipakai Raina, kini Alex bisa melihat keindahan nyata dari tubuh istrinya tanpa terhalang oleh apapun.
Kemudian Alex melakukan hal yang sama pada dirinya, dia langsung menanggalkan semua pakaian yang dia kenakan.
Kini mereka sama-sama bisa saling melihat dengan jelas bagian-bagian tubuh yang selalu mereka tutupi dengan nyata tanpa terhalang oleh apapun juga.
Alex kembali mencium Raina sambil memainkan daerah teristimewa yang menjadi incarannya selama ini.
Tubuh Raina bergetar hebat tatkala area sensitifnya mendapat sentuhan-sentuhan lembut dari suaminya.
"Rai ... apa kamu siap?" Alex berbisik meyakinkan istrinya.
Raina hanya mengangguk dengan tatapan yang sudah tidak bisa menahan lagi gairah yang tengah bergejolak.
Setelah mendapat persetujuan dari istrinya Alex langsung mencium ceruk leher Raina sambil membacakan doa ditelinga Raina.
Tubuh Raina langsung bergetar dengan dahsyatnya tatkala mendengar doa yang di ucapkan oleh suaminya.
Perlahan Alex langsung memasukkan singa ke kandangnya, namun sang singa begitu kesusahan untuk membuka pintu kandangnya yang masih sempit.
Karena merasakan ada sesuatu yang masuk, Raina langsung meremas jarinya yang tengah mengalung di leher suaminya.
"Kaaakkk .... aaaaaaaaa ...." Raina menjerit ketika kepala singa hendak membobol pintu kandangnya.
"Rilex ya Rai ..." Alex menatap manik mata istririnya dengan penuh gairah.
Alex terus mencoba membuka pintu kandang singa namun hasilnya tetap sama, Singanya susah untuk masuk karena kandangnya yang masih sempit dan juga Raina yang tegang membuat tubuhnya seakan-akan kaku.
Alex mencoba mengalihkan perhatian Raina dengan terus memainkan dua benda kenyal milik Raina dengan tangannya sambil tidak melepaskan ciuman panas mereka.
Ketika tubuh Raina mulai lentur lagi Alex langsung mengarahkan singanya untuk memasuki kandang dengan gerakan yang agak cepat dengan beberapa kali hentakan.
Singa terus menyundul-nyundul pintu dengan kepalanya hingga dengan sundulan yang entah keberapa akhirnya sekarang kepala singa sudah membobol pintu masuknya.
__ADS_1
"eeeeuuuummmmm .... aaaaaaaaaaaa ... " Raina merasakan sakit yang luar biasa ketika ada sesuatu yang menyeruak masuk hingga terasa ada bagiannya yang robek hingga dia berteriak dengan histeris.
"Maafkan Kakak ya Rai ..." Alex mencium kening istrinya dengan posisi singa masih utuh di dalam kandang.
Ada getaran yang begitu sulit diartikan ketika singa sudah mampu membobol pintu kandangnya, karena masih belum masuk sempurna kini Alex mulai memainkan sang singa untuk bisa masuk secara utuh kedalam kandang.
Alex terus memainkan singanya yang berada di dalam kandang dengan gerakan-gerakan yang membuat Raina merasakan kenikmatan dalam rasa sakit yang dirasakan oleh daerah intinya.
Mereka berada di puncak gairah yang mereka ciptakan sendiri, keduanya terus menerus mengeluarkan suara-suara yang membuat hasrat mereka semakin menjadi dan tidak terbendung lagi, dengan tubuh yang sama-sama bergetar akhirnya mereka merasakan pelepasan mereka untuk yang pertama kalinya.
Sekarang Alex telah memiliki Raina seutuhnya, dia telah melaksanakan kewajibannya menjadi seorang suami, dan begitu juga dengan Raina, dia telah memberikan harta berharganya pada lelaki yang sudah sah menjadi suaminya.
Ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan oleh Alex ketika dia berhasil membobol pintu masuk kandang singanya. Dia begitu bersyukur mendapat istri yang masih tersegel sempurna.
"Terima kasih ya Rai ..." Alex mencium kening dan memeluk tubuh sang istri dengan begitu mesra.
Setelah stabil Alex langsung mengajak Raina untuk mandi karena sebentar lagi akan masuk waktu magrib.
"Kak ... aku gak bisa gerak ... tubuh aku sakit semuanya." Raina menarik tangan suaminya yang hendak turun dari tempat tidur.
"Ya udah ... Kakak gendong ya?" Alex membelai rambut Raina.
"Kamu ya ..." Alex mencubit gemas hidung Raina sambil langsung menggendongnya ke kamar mandi.
"Mau mandi sendiri apa di mandiin?" Seru Alex yang sudah berada di dalam kamar mandi.
"Mandiin ... " Jawab Raina sambil mencium pipi suaminya.
"Kamu jangan menggoda lagi Rai ... sekarang waktunya gak bakalan cukup." Alex menyambar bibir sang istri yang agak bengkak karena ulahnya.
Alex memandikan istrinya dengan begitu telaten, setelah bersih mereka berdua keluar dari kamar mandi untuk melaksanakan kewajiban ibadah mereka.
Dengan langkah yang tertatih Raina mencoba berjalan sendiri setelah selesai melakukan kewajiban ibadahnya.
"Kak ... lihat itu! kenapa bisa tembus ya?" Raina menunjuk sesuatu yang ada di seprei putih yang masih membungkus tempat tidur mereka.
"Apa?" Alex langsung melihat bercak darah yang ada di seprei.
__ADS_1
"Kamu duduk di sini dulu ya ... Kakak akan ganti dulu sepreinya." Alex mendudukkan Raina di kursi.
Alex langsung menggulung seprei dan mengganti dengan seprei lain yang berwarna merah.
"Kalau tadi pake yang warna ini pasti gak bakalan kelihatan kak." Sahut Raina yang melihat suaminya sedang merapikan seprei.
"Tapi kalau pake yang ini suasananya gak bakalan seperti tadi. Jawab Alex.
"Emang beda?" Selidik Raina.
"Kita coba aja nanti malam ya ..." Alex mengacak rambut Raina.
"Ishhh ... baru juga selesai masa mau diulang lagi." Raina paham dengan yang ucapkan oleh suaminya.
"Harus Rai ... Kakak masih mode on." Jawab Alex di telinga Raina sambil menggendong Raina ke atas kasur yang sontak membuat Raina bergidik.
"Aku lapar ... tenaga aku habis karena terus digempur oleh serangan kakak yang bertubi-tubi." Raina menyenderkan tubuhnya di kepala kasur.
"Bentar ya ... Kakak angetin dulu makanannya, nanti kita makan di sini aja." Alex keluar dari kamar.
Ya Tuhan ... sekarang aku udah gak virgin lagi ... tapi kenapa mesti sakit seperti ini sih ... mana perih lagi tapi nikmat juga, hehe ... Raina bergumam sambil senyum-senyum sendiri.
"Oh ya aku belum lihat tubuh aku setelah gak virgin, kata orang kalau perempuan yang udah gak virgin bisa dilihat dari bentuk tubuh, apa aku juga akan kelihatan ya?" Gumam Raina sambil turun dari kasur dan berjalan menuju cermin.
"Ya Tuhan ... Kakak ..." Raina berteriak dan Alex yang mendengar Raina berteriak dia langsung lari menuju kamar melihat istrinya.
"Ada apa Rai ..." Alex panik takut terjadi apa-apa pada Raina.
"Ini apa? kenapa banyak sekali? nanti aku sekolah gimana?" Raina menunjukkan kissmark nya di lehernya pada Alex.
"Ya ampun Rai ...Kakak kira ada apa." Alex menggelengkan kepalanya.
"Ini gimana?" Raina kekeh menunjuk kissmark nya.
"Tenang sana, kamu kan libur dua hari jadi nanti pas kamu sekolah tandanya akan memudar sendiri." Jawab Alex.
"Gak mungkin hilang dalam dua hari kak, biasanya juga seminggu." Rengek Raina.
__ADS_1
"Ya nanti pake salep aja biar cepat pudar." Pungkas Alex dan langsung keluar dari kamar untuk kembali lagi ke dapur.