Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
pulang


__ADS_3

Waktu untuk masuk sekolah semakin dekat, karena harus daftar ulang ke sekolah, Raina meminta izin pada orang tuanya untuk kembali pulang besok hari.


Meski berat melepas Raina, orang tuanya mengizinkan Raina untuk pulang, karena semua itu mereka lakukan untuk kebahagiaan anak semata wayangnya.


Mereka tidak ingin membatasi anaknya dengan kehendak mereka, mereka ingin memberikan semua hak Raina seutuhnya tanpa lupa harus menunaikan kewajibannya sebagai anak juga orang tua.


Raina mulai mengemas semua pakaiannya, dia membawa kembali semua barang-barangnya.


"Nak, maafin ibu dan ayah ya, kami hanya bisa mengantarmu sampai ke Bandara." Maria ikut membantu merapikan barang ke koper.


"Gak apa-apa bu, kan di pesawat aku gak sendiri, banyak penumpang yang lainnya, he... he... he..." Raina mencoba menenangkan Maria.


"Seandainya lusa ayah tidak akan pergi keluar Negeri, mungkin ibu bisa mengantarmu sampai ke rumah." Maria mengusap kepala Raina.


"Tenang saja Bu.., aku gak akan kenapa-kenapa kok, Ibu jangan khawatir nikmatilah perjalanannya." Raina mencium tangan Maria.


Mereka pun berpelukan satu sama lain, dan tidak lupa Maria memberikan petuah-petuahnya pada Raina, supaya dia selalu menjadi anak kebanggaan ayah dan ibunya.


Waktu sudah menunjukkan jam 9 malam, Raina merebahkan tubuhnya di atas kasur dan tak lupa sambil memainkan ponselnya


dia memberitahukan kepulangannya besok pada Alex.


Alex yang mendapat kabar kepulangan kekasih hatinya dia begitu senang hingga sampai-sampai dia berjingkrak kegirangan seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah.


Bagi Alex Raina adalah segalanya, tak ada wanita yang begitu istimewa di hatinya, meski dulu hati Alex pernah di isi oleh seorang wanita namun perasaannya sekarang pada Raina jauh lebih besar dibandingkan dengan pada mantannya itu.


Alex sebenarnya ingin menjemput Raina di sekolah, namun besok ada rapat tahun ajaran baru di sekolah, dia akan mencoba meminta izin pada atasannya, jika di izinkan maka besok dia bisa menjemput Raina di Bandara.


Malam ini terasa begitu lama sekali, Alex yang sudah mendapat izin dari atasannya dia tidak sabar ingin segera besok pagi, karena besok dia akan bertemu dengan kekasih hatinya.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan jam 01.00 dini hari dan Alex baru saja bisa memejamkan matanya, karena malam ini dia hampir tidak bisa tidur memikirkan besok akan bertemu lagi dengan pujaan hatinya.


Meskipun hampir setiap malam dia video call atau sejenisnya, namun tetap rasa rindu itu tidak pernah hilang meskipun telah mendengar dan melihat wajah Raina, baginya bertemu secara langsung adalah obat rindu yang sebenarnya.


Matahari pagi begitu indah, Maria dikejutkan oleh Raina yang bangun begitu pagi, biasanya Raina tidak akan bangun kalau Maria tidak membangunkannya, tapi lihat apa terjadi sekarang, Raina sudah bangun bahkan sudah rapi dan siap untuk melakukan perjalanan pulang.


"Wahhhhh... anak ibu kayaknya senang banget mau pulang." Maria menata meja makan dan melihat ke arah Raina.


"Iya Bu, aku gak sabar ketemu sama teman-teman aku besok di sekolah." Raina ikut membantu Maria.


"Ketemu teman apa te..ma...nnnn." Maria menggoda.


"Teman Bu, kebiasaan Ibu kumat lagi deh." Raina manyun dan akhirnya tertawa.


Ruang makan pagi ini di isi oleh candaan ibu dan anak, mereka saling melemparkan banyolannya, Hasan melihat dan menyaksikan kehebohan anak dan istrinya itu, dia begitu bahagia melihat keluarganya selalu harmonis meskipun jarak selalu memisahkannya dari anak semata wayangnya.


"Raina yah, dia katanya pengen ketemu sama..." Maria menggantungkan kalimatnya dan menggoda Raina lagi.


Raina hanya manyun manja pada ayahnya, dan mereka bertiga larut dalam banyolan dan kegilaannya masing-masing.


Raina diantar oleh Hasan juga Maria, saat tiba di Bandara, Maria tiba-tiba merasa sedih karena akan ditinggalkan oleh putri kesayangannya, Maria memeluk Raina begitu erat hingga dia tak mau melepasnya.


"Ibu kenapa?" Raina balas memeluk ibunya


"Ibu khawatir nak." Maria mengelus rambut panjang Raina.


"Kenapa ibu jadi seperti ini? bukankah ibu yang selalu ngajarin agar aku selalu mandiri dan berani, kenapa ibu tiba-tiba khawatir sama aku." Raina melepaskan pelukannya.


"Ibu hanya merasa masih ingin bersamamu Nak." Maria mencoba menahan tangisnya karena sedih.

__ADS_1


"Aku akan baik-baik saja bu, yakinlah ibu dan ayah akan selalu ada di hati aku, nanti setelah aku sampai rumah aku akan langsung kasih kabar." Raina mulai berlalu meninggalkan ibu dan ayahnya.


Raina melambaikan tangan tanda perpisahan pada kedua orang tuanya, di satu sisi Raina juga sedih berpisah dengan orang tuanya, namun Raina enggan untuk ikut pindah karena harus fokus pada sekolahnya kalau pindah sekarang Raina rasa akan sedikit repot, karena fokusnya sekarang selain sudah kelas XII dia juga harus sudah fokus untuk memilih masuk ke universitas.


Alex sudah siap-siap untuk menjemput kekasihnya di Bandara karena menurut Raina jam 12 lebih dia akan sudah tiba di Bandara, karena tidak mau membuat kekasih hatinya menunggu Alex pun bergegas untuk menuju ke Bandara.


Setibanya di Bandara Alex menunggu di dekat pintu kedatangan, dia begitu asyik memainkan ponselnya, saat sedang melihat ke sekitar Bandara tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang yang tidak asing baginya.


Lia.. sedang apa dia di sini? Alex langsung memalingkan mukanya, karena takut seseorang yang dia kenal itu melihatnya juga.


Seketika kenangan Alex di masa lalu hadir kembali dalam ingatannya, kenangan yang begitu menyakitkan yang Alex coba buang seketika muncul lagi, namun Alex tidak mau berlama-lama untuk mengingatnya kembali, karena sekarang sudah ada seorang gadis yang begitu istimewa yang perlu Alex pikirkan dan harus diperhatikan melebihi apapun.


30 menit sudah Alex menunggu kedatangan pujaan hatinya akhirnya yang ditunggu keluar dan berjalan mendekatinya.


Alex yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya hingga ketika dia melihat Raina dia langsung berlari menghampiri dan memeluknya sangat erat.


"Kak aku gak bisa napas." Raina mencoba melepas pelukannya.


"Maaf Rai, kakak kelewat kangen jadinya gak kontrol." Alex melepas pelukannya.


Alex kemudian menggandeng Raina dan membawakan koper Raina sambil berjalan menuju ke parkiran.


Seketika pikiran yang mengganggu Alex pun hilang ketika bertemu dengan Raina, Alex langsung melupakan masa lalunya yang tiba-tiba dia ingat kembali saat melihat sosok wanita di masa lalunya, bertemu dengan Raina seperti ini bisa mengurangi rasa rindunya, karena rasa rindu yang menggunung sekarang perlahan mencair seperti es.


Alex mulai melajukan kendaraannya keluar dari parkiran Bandara, dia akan langsung mengantar Raina pulang, namun karena sekarang sudah waktunya makan siang, Alex mengajak Raina untuk makan dulu sebelum melanjutkan mengantarnya pulang ke rumah.


Alex berhenti di sebuah tempat makan, dia menggenggam erat tangan Raina seolah-olah dia ingin menunjukkan pada semua bahwa dia sedang bahagia bersama wanita cantik yang ada di sampingnya.


Karena sudah lapar, mereka langsung memesan makanan dan menyantapnya ketika makanan sudah di sajikan, setelah itu merekapun melanjutkan kembali perjalanannya.

__ADS_1


__ADS_2