
Alex dan Raina Sekarang sudah tiba di rumahnya kembali. Alex begitu memanjakan Raina. Sedetik pun Alex tidak pernah membiarkan Raina untuk merasakan kesakitannya lagi.
"Gimana masih ngilu nggak?" Ucap Alex sambil membantu Raina duduk.
"Kalau pakai celana jeans sih ... tapi kalau pakai rok aku nggak ngilu Kak." Sahut Raina
"Ya udah jangan pakai celana jeans dulu. Pakainya rok aja." Sambung Alex kemudian.
"Kak ... kalau misalkan anak-anak ngajak aku hiking, kakak ngijinin aku gak?" Raina memberanikan diri untuk bertanya.
"Gak ... kecuali kalau kakak ikut." Jawab Alex dengan wajah seriusnya.
"Oh ... gitu ya." Raina mengerucutkan bibirnya.
"Emang kalian mau hiking?" Selidik Alex.
"Nggak ... cuma nanya aja." Raina yakin dengan keputusannya waktu itu untuk menolak ajakan Shabi adalah keputusan yang tepat.
Meskipun Raina terlihat manja. Namun sebenarnya Raina memiliki pemikiran yang begitu bijak. Dia tahu batasan-batasannya untuk bergaul bersama teman-temannya ketika dia sudah menyandang sebagai istri orang.
Alex dan Raina menyusun rencananya untuk honeymoon lusa. Saat sedang berunding terdengar suara ponsel Raina berdering dan ternyata ibunya Raina yang menelepon.
"Halo sayang." Ucap Maria diseberang telepon.
"Ibu ... aku kangen." Balas Raina.
"Sama ibu juga kangen sayang ... Ibu cuma mau ngasih kabar lusa kita akan pulang Nak. Kalian nginep di rumah ya ... ibu udah kangen pengen ketemu sama kamu sayang." (Maria).
"Oke Bunda ratu." Pungkas Raina dan sambungan telepon berakhir.
"Kak ... kayaknya kita harus nunda acara kita deh ... Ayah sama ibu mau pulang lusa." Ucap Raina sambil menyimpan ponselnya kembali.
"Ya udah ... nanti aja sayang ... sekarang kamu punya banyak waktu luang. Jadi kita bisa pergi kapan pun kita mau." Alex menarik Raina agar duduk di pangkuannya.
Alex mulai menggoda Raina. Raina yang sudah paham dengan permainan suaminya, dia berusaha melayani semua permainannya. Namun ketika hasrat keduanya sudah hampir tidak terbendung Alex langsung menjatuhkan dirinya di sisi Raina. karena dia tahu betul bahwa singa masih harus puasa.
"Kenapa tubuhmu selalu membuat aku ketagihan." Ucap Alex dengan suara paraunya karena menahan sesuatu yang tengah bergejolak.
"Kakak yang mulai ya ... bukan aku loh." Jawab Raina enteng.
"Udah ... kita istirahat saja." Alex menarik tubuh Raina ke dekapannya.
__ADS_1
***
Sesuai dengan kabar dari ibunya. Raina sekarang sudah berada di kediaman orang tuanya untuk menyambut kedatangan mereka.
"Sayang ... kalau gak salah rasanya kita belum pernah merasakan malam pengantin kita di kamar ini ya." Ucap Alex sambil tiduran dengan kepala berada di pangkuan Raina.
"Emang kenapa?" Raina terlihat berpikir.
"Kamu udah 40 hari kan?" Alex memainkan jarinya di perut rata Raina.
"Maksudnya?" Raina terlihat bingung.
"Nifas kamu udah selesai kan?" Alex langsung ke inti maksudnya.
"Iya ... hari ini aku udah mulai solat lagi." Sahut Raina enteng karena tidak mengerti dengan maksud dari keinginan suaminya.
"Nanti malam kita mulai lagi yuk?" Ajak Alex penuh harap.
"Mulai apa?" Sahut Raina cepat.
"Nyicil buat hadirin baby lagi." Jari yang tadinya bermain di perut sekarang sudah beralih ke dua benda kenyal milik istrinya.
"Ish ... aku pikir apa." Raina sedikit bergelinjang karena permainan suaminya.
"Itu sepertinya ayah sama ibu, Kak." Ucap Raina sambil memastikan pakaiannya sudah aman.
"Iya ... ayo kita lihat." Ajak Alex sambil menautkan jari mereka.
"Ayah ... ibu ...." Raina langsung berhambur memeluk ayah dan kemudian ibunya.
"Kamu agak gendutan ya Rai." Goda Hasan sambil terus mengecup pucuk kepala anaknya.
"Masa sih Yah? Ini tuh gara-gara Kak Alex yang selalu nyuapin aku." Raina bergelayut manja pada ayahnya.
Alex hanya terkekeh melihat Raina yang manja pada kedua orang tuanya. Dia langsung menyalami kedua mertuanya dengan baik.
"Gini nih kelakuan Raina, Lex. Kalau sudah sama ayahnya kita pasti dilupakan." Maria pura-pura merajuk karena Raina terus bermanja-manja sama ayahnya.
"Tidak dong." Raina langsung bermanja-manja sama suaminya.
Mereka duduk santai di ruang keluarga sambil melepaskan lelah dan penatnya di perjalanan tadi.
__ADS_1
"Rai ... biarkan ayah dan ibu istirahat. Jangan diganggu dulu." Alex mencoba memberi waktu istirahat pada kedua mertuanya.
"Biarin Lex ... Anak kesayangan ayah memang selalu seperti ini. Ayah gak ngebayangin repotnya kamu mengurus anak manja Ayah ini." Hasan terus mendekap Raina dalam pelukannya.
"Enggak kok Yah ... Raina gak manja. Gak terlewat maksudnya." Tawa mereka pecah ketika melihat Raina yang kesal pada suaminya.
"Aku gak manja kok Yah ... Kakak aja yang maksa buat nyuapin dan mandiin aku." Sahut Raina polos.
"Mandiin?" Maria mengulang kalimat Raina.
"Ups ... hehe." Raina ke ceplosan.
Alex yang mendengar ucapan polos Raina dia begitu malu karena ketahuan oleh mertuanya kalau Raina suka di mandiin oleh dirinya.
"Dasar ya Rai ... kasihan loh suamimu itu di bikin repot sama kamu." Maria tersenyum.
Raina terus cengengesan melihat suaminya yang memberi isyarat bahwa dirinya harus diam tidak bicara lagi.
"Awas ya Rai ... tunggulah pembalasannya nanti malam." Gerutu Alex dalam hati sambil menahan rasa malunya.
Karena waktu sudah malam akhirnya mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Alex langsung menarik Raina ke pangkuannya sesaat setelah mereka masuk ke kamar.
"Ya ampun Kak ... aku kaget." Ucap Raina sambil mengelus dadanya karena kaget.
"Terimalah pembalasan dari kakak malam ini." Bisik Alex di telinga Raina yang membuat darah Raina berdesir panas.
Raina tidak melakukan perlawanan saat dirinya terus di gempur oleh suaminya.
Meskipun malam ini bukan malam yang pertama, namun bagi Raina ini lebih tegang dibandingkan dengan pengalamannya ketika kandangnya berhasil jebol oleh singa sang suami. jadi serasa malam pertama lagi.
Ada desiran-desiran aneh yang mereka rasakan. Rasa rindu yang mereka rasakan karena 40 hari kebelakang singa tidak bisa tidur dan masuk ke kandangnya sekarang terasa lebih menantang.
Permainan-permainan yang mereka lakukan sudah begitu membuat mereka tidak bisa menahan lagi hasrat yang mereka pendam selama 40 hari.
Dengan rasa rindu dan kesucian cinta mereka akhirnya dengan banyak drama dari sang pemilik kandang akhirnya perlahan-lahan singa sudah bisa melakukan atraksi sirkusnya lagi di dalam kandangnya.
Suara-suara seksi mereka saling bersahutan ria tatkala mereka merasakan indahnya surga dunia yang begitu hakiki.
Alex langsung ambruk di atas tubuh istrinya sesaat setelah pelepasannya dengan keringat yang membasahi tubuh mereka masing-masing.
__ADS_1
"Terima kasih honey." Ucap Alex sambil mengecup kening istrinya.
Alex kembali mendekap tubuh istrinya yang polos, dia begitu bahagia ketika Raina mampu mengimbangi permainannya.