Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
French kiss


__ADS_3

Alex dan Raina kini sedang menikmati makan malamnya. Karena Raina yang masih agak susah berjalan Alex membawakan makan malamnya ke kamar.


"Mau makan sendiri atau di suapin?" Alex yang melihat Raina masih meringis kesakitan ketika duduk bergeser.


"Suapin ...." Rengek Raina manja.


Alex langsung menyendokkan makanan untuk menyuapi istrinya.


"Makan yang banyak ya ... biar gak kehabisan tenaga." Ucap Alex sambil terkekeh.


"Aku tuh udah kuat dari lahir Kak." Raina terus mengunyah.


"Kita buktikan nanti malam ya." Alex tersenyum penuh makna.


"Ayo ... Siapa takut." Jawab Raina berapi-api.


"Wah ... sekarang kamu berani ya ..." Alex memberikan suapan terakhirnya.


"Harus berani, kalau enggak entar diobrak abrik sama Kakak." Raina tertawa.


"Kamu ya ... " Alex keluar menyimpan piring bekas makan malam mereka.


Raina menyandarkan tubuhnya di depan Alex, dan Alex memeluknya dari belakang sambil menyenderkan punggungnya di kepala kasur.


Mereka menonton acara televisi sambil saling menggoda.


Alex yang sudah merasakan ketagihan dengan hal yang dilakukannya tadi sore, dia mulai memberikan sentuhan-sentuhan menggairahkan pada istrinya.


Alex mencium tengkuk leher Raina sambil tangannya bergerilya.


Raina yang merasa terangsang oleh sentuhan yang diberikan suaminya, dia langsung bergidik saat daun telinganya di gigit oleh Alex.


"Kak ...." Raina langsung membalikkan badannya.


Alex langsung meraih tengkuk Raina dan mulai mendaratkan French kiss nya. Mereka beradu kelihaian mereka dalam berciuman hingga ciuman lambat berubah menjadi ciuman panas.


Alex langsung memimpin permainannya, dia langsung menyentuh bagian-bagian tubuh Raina dengan begitu agresif.


Raina yang sudah melakukannya tadi sore dia sudah mulai terbiasa ketika tangan suaminya meremas bahkan sampai menghisap benda kenyal miliknya.


Perlakuan suaminya langsung membuatnya kembali melayang, sekarang bahkan Alex sudah menaggalkan pakaian dirinya dan juga Raina.


Benar menurut kata orang, pengantin baru pasti akan mencoba apa pun yang dipikirnya akan membuat pasangannya puas.


Sebelum singa dimasukkan lagi ke kandangnya, terlebih dahulu singa minta di foreplay oleh pemilik kandang.


Raina yang baru tahu cara memberikan kenikmatan bagi si pemilik singa, dia berusaha untuk melakukannya dengan baik, tangannya kini telah memegang kendali singa yang tengah terbangun dari tidurnya.


Gerakan kaku yang awalnya malu-malu menjadi gerakan lentur yang luar biasa membuat sang pemilik singa mengerang dengan dahsyatnya.


Karen takut singa muntah sebelum waktunya. Alex langsung memberikan refleksi pada kandang singa dengan lidahnya.


Raina langsung bergetar hebat ketika mendapat sentuhan lembut di kandangnya dengan reflek Raina mengeluarkan suara-suara jang menambah Alex gencar mengobrak-abrik kandang singa.

__ADS_1


Raina langsung menarik kepala Alex ketika dirinya telah mengeluarkan sesuatu yang baru dia rasakan. karena saat tadi sore Raina tidak merasakannya.


Alex tidak berhenti sampai situ, dia kembali memberikan kecupan-kecupan manis pada semua bagian tubuh istrinya.


Dia langsung mengarahkan singanya untuk masuk ke dalam kandang. Meskipun Kandangnya telah jebol, namun tetap saja sang singa masih merasa kesulitan karena pintunya yang masih sempit.


Setelah dirasa Raina nyaman dengan posisinya, Alex langsung menggedor pintu kandang singa dengan kepala singa yang sudah masuk sebagian.


Sang singa begitu beringas ketika kepala dan badannya sudah bisa memasuki kandangnya dengan full. Alex terus menggiring sang singa untuk memberikan kenikmatan yang hakiki pada pemilik kandangnya.


Meskipun pertempuran ini baru yang kedua kalinya, Alex langsung mencoba beberapa gaya supaya singa bisa menari-nari di dalam kandangnya.


Malam yang dingin kini berubah menjadi malam yang begitu panas bagi sepasang pengantin baru yang baru bisa menikmati malam pertamanya di malam ke tujuh.


Dengan gerakan sangat cepat Singa dengan kekuatan penuh telah berhasil menyemburkan isi perutnya ke dalam kandang yang akan menampung perkembangbiakannya.


Alex dan Raina kini merasakan pelepasannya secara bersama-sama, dengan keringat bercucuran di seluruh tubuhnya Alex mengusap keringat yang ada di pelipis istrinya.


"Terima kasih honey ..." Alex mengecup kening Istrinya.


Kalau kata di novel-novel pengantin baru bisa melakukan pertarungan beberapa kali, namun bagi Alex dan Raina cukup dua kali saja sudah membuatnya lelah kehabisan tenaga. Mereka sudah menyerah untuk hari ini. Namun jangan lupa Besok pagi Alex berencana untuk menggempur kembali.


"Kak ... ambilin baju aku ... aku takut masuk angin." Raina yang tubuhnya ambruk dia tak punya tenaga untuk sekedar mengambil pakaiannya yang telah teronggok di lantai.


"Sini Kakak Bantu." Alex mengambil pakaian Raina kemudian dia juga yang memakaikannya.


"Kak ... kenapa gak pake baju?" Raina yang melihat suaminya malah ikutan berbaring dengannya.


"Gak ah ... aku capek Kak... Cepetan pake, entar masuk angin." Raina menarik tangan Alex untuk bangun.


"Iya ... iya ...." Alex langsung menuruti perkataan istrinya.


Kini mereka sudah sama-sama berbaring di tempat tidur dengan lengan Alex digunakan sebagi bantal oleh Raina.


"Rai ... Kayaknya kamu harus mengganti panggilan buat Kakak." Alex memulai kembali obrolannya karena mereka belum merasa ngantuk


"Diganti ... emang kenapa?" Sahut Raina.


"Bayangin deh ... entar kalau kita punya anak, kita pasti kan akan manggilnya kakak. entar ketuker dong kalau kamu terus manggil suamimu ini dengan kakak." Ucap Alex.


"Bener juga ya ... aku panggil apa ya?" Raina berpikir.


"Apa aja yang penting jangan Kakak." Alex mencium pucuk kepala Raina.


"Aku panggil Papi aja ya?" Tiba-tiba ide muncul di kepala Raina.


"heemmm ..." Sahut Alex.


"Kenapa ... gak suka?" Raina mendongakkan kepalanya.


"Suka ..." Alex mencubit gemas pipi istrinya.


"Kenapa cuma hemmm aja." Selidik Raina.

__ADS_1


"Ya ... Karena gak kepikiran kalau bakalan dipanggil Papi secepat ini." Alex terkekeh.


"Ish ... aku pikir gak suka." Ucap Raina.


"Suka dong momy." Alex mencium kilat bibir Raina.


"Wah ... aku dipanggil momy." Raina menunjukkan wajah manjanya.


"Udah kita tidur karena diskusi panggilannya sudah selesai." Sambung Raina sambil memeluk tubuh suaminya.


Malam ini mereka lewati dengan begitu damai. Tak pernah terpikirkan bahwa hari esok akan tetap seperti ini atau mungkin godaan-godaan akan mulai muncul.


--------


Di tempat lain Lia yang baru kembali dari kotanya dia berencana untuk menarik perhatian Alex lagi.


Lia telah mengajar di sekolah lain yang jaraknya tidak jauh dengan sekolah tempat Alex mengajar.


"Kamu harus kembali pada ku Lex ... kamu harus menjadi milik aku lagi." Lia bermonolog sambil menatap foto Alex.


------


Pagi telah hampir datang, Raina menggeliat sambil menguap dan menyipitkan matanya menatap suaminya yang baru beres mandi.


"Kak kenapa gak bangunin aku?" Raina menyenderkan tubuhnya di kepala kasur karena masih pusing habis bangun tidur.


"Kamu lupa?" Sahut Alex sambil mengeringkan rambutnya.


"Apa?" Raina belum sepenuhnya sadar.


"Panggilan semalam." Alex menggendong Raina untuk masuk ke kamar mandi.


"Hehe ... aku lupa papi." Raina mengeratkan pegangannya di leher Alex.


"Mandi dulu ya Mom .. Nanti kesiangan." Alex mengacak rambut Raina sambil menutup pintu kamar mandi.


--------------


Hallo Reader semuanya ...


Author minta dukungan di karya kedua nya ya ...


Hari ini baru terbit judulnya


"JODOH MENTARI"


Jangan lupa untuk like n kasih komentarnya juga ya ...


semoga berkenan, ditunggu ya jejaknya...


semoga sehat dan jangan lupa bahagia.


Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2