
Raina mulai naik ke atas kasur, dia mulai mendapatkan pijatan-pijatan dari therapist yang begitu nyaman, dia melemaskan semua ototnya supa relax, dia sangat menikmati pijatannya hingga dia merasa kantuk.
Alex menunggu kekasihnya sambil membaca majalah, bosan dengan majalah dia memainkan ponselnya, namun tetap dia merasa bosan.
Padahal Raina baru juga 10 menit masuk ke ruangan spa nya, tapi Alex sudah bosan dengan situasi sekarang.
Benar kata pepatah, menunggu adalah hal yang paling membosankan. Batin Alex.
Alex keluar untuk mencari udara segar namun diluar sudah begitu panas hingga dia masuk lagi kedalam, menurutnya enakan di dalam sejuk dan wangi aroma terapi dari pada di luar panas dan bikin gerah.
Akhirnya Alex memainkan ponselnya lagi, dia mencoba memainkan game yang ada di ponselnya supaya waktu menunggu tidak akan terlalu bosan dan waktu akan cepat berlalu.
Saat sedang asyik bermain game, Alex mendengar seseorang yang sedang reservasi untuk spa, suara itu sudah tidak asing lagi di telinga Alex, ya dia adalah Lia.
Alex mencoba untuk tidak menghiraukannya, namun Lia yang melihat Alex sedang duduk dia berjalan ke arah Alex dan menyapanya kemudian duduk di sebelah Alex.
"Lex, kamu lagi ngapain?" Tanya Lia
"Lagi nunggu Raina." Jawab Alex dengan wajah datarnya tak melirik ke arah Lia.
Dia bela-belain nunggu berjam-jam demi anak kecil itu! dulu aja waktu nunggu aku pulang kuliah cuma 10 menit aja dia bilangnya gak suka nunggu, kamu benar-benar berubah Lex, anak kecil sialan itu telah merubah kamu. Gerutu Lia dalam hati
"Oh Raina lagi di dalam ya, kalau gitu aku pergi dulu ya." Lia mulai membina karakternya kembali supaya Alex percaya bahwa dia telah berubah.
Namun setelah beberapa langkah menjauh dari Alex, Lia membalikkan badannya sambil berucap :
"Aku minta maaf atas kejadian waktu itu, aku sadar aku salah dan aku berjanji tidak akan mengganggu kamu lagi, kamu mau memaafkan aku atau tidak itu terserah kamu, yang jelas aku sangat menyesal telah membuat keributan dengan kamu." Lia kemudian meninggalkan Alex dan menuju kamar spa nya tanpa menunggu jawaban dari Alex.
Mudah-mudahan dia percaya dengan aktingku. Batin Lia disertai dengan seringai liciknya.
Syukurlah dia pergi kalau tidak, mungkin aku akan tambah bosan karena dia datang dan akan terus menggangu, tapi apa mungkin dia berubah? Batin Alex.
Dua jam telah berlalu, Raina keluar dari tempat perawatan tubuhnya dengan wajah yang sangat segar dan juga tubuh yang wangi.
Raina berjalan menghampiri kekasihnya yang terlihat BT karena telah menunggunya melakukan ritual spa nya.
__ADS_1
Raina langsung mengajak Alex untuk keluar karena ritualnya sudah beres, setelah Alex berdiri dia langsung mengapitkan tangannya di lengan Alex dan berjalan keluar pintu.
Alex berjalan dengan terus menatap Raina, karena tidak biasanya Raina seperti ini.
"Kamu kenapa Rai?" Tanya Alex yang heran dengan Raina yang berani menggandengnya duluan.
"Enggak apa-apa, cuma merasa gak enak aja udah bikin kakak BT gara-gara nunggu aku lama." Raina dengan senyum manjanya makin mengeratkan tangannya.
"Gak masalah, tapi kayaknya lain kali kakak ga janji deh nganter kamu ke salon lagi." Alex tersenyum.
"Kenapa?" Raina melepaskan tangannya dan berhenti berjalan.
"Kakak gak biasa Rai, di sana kebanyakan cewek semua, laki-lakinya cuma ada beberapa orang." Alex menjelaskan supaya Raina tidak salah paham.
"Iyalah cewek semua, orang aku milihnya salon khusus cewek ya jelas cewek semua." Raina cemberut.
"Pantas saja, kalau mau ke salon lagi pilih salon yang bukan hanya untuk wanita, jadi kakak gak akan BT nunggu kamunya." Alex meraih tangan Raina sambil berjalan lagi.
Raina hanya menganggukkan kepala dan berjalan di samping Alex.
"Emangnya menurutmu kakak mau ngajak kemana? kakak juga lagi nyari tempat makan karena bukan hanya kamu saja yang lapar kakak juga sama." Alex mencubit hidung Raina.
Mereka berjalan memasuki sebuah Mall yang letaknya tidak jauh dari salon tempat spa Raina tadi.
Mereka masuk ke lantai yang menyediakan food court dan langsung memilih jenis makanan yang akan mereka makan siang ini.
Mereka duduk sambil menunggu makanannya di sajikan, dan tak lama makanan pun datang.
Dengan kebiasaan barunya Alex selalu ingin menyuapi kekasih hatinya itu, namun Raina menolak karena malu akan dilihat oleh banyak orang, bukan Alex namanya jika dia tidak berhasil meyakinkan kekasihnya, hingga Raina pun tidak bisa menolaknya lagi.
Makanan di atas meja pun kini sudah tandas tak bersisa.
Setelah makan Alex mengajak Raina untuk menonton film, karena menurutnya menunggu Raina di salon itu bukan bagian dari kencannya.
Saat tiba di bioskop, Alex membeli tiket masuk dan Alex memilih film romantis biar kencannya terasa sempurna.
__ADS_1
Mereka masuk ke bioskop dengan duduk di kursi tengah.
Film pun telah diputar, semua penonton yang ada di gedung bioskop begitu menikmati alur cerita dari film yang tengah mereka tonton, ditengah-tengah film ada adegan romantis yang menampilkan pasangan kekasih sedang berciuman.
Ketika melihat adegan seperti itu Raina sudah mulai terbiasa karena memang dia pun sudah mengalaminya, namun tiba-tiba matanya terbelalak saat melihat penonton yang duduk di kursi depan sedang berciuman dengan kekasihnya, dengan spontan Raina meremas jari tangan Alex dan langsung menatap kekasihnya itu.
Alex yang kaget dengan remasan jari Raina, dia pun langsung melihat ke arah Raina sambil melihat apa yang dilihat oleh Raina.
"Kamu juga pengen kaya mereka? Ayo, kita lakukan juga!" Alex berbisik di telinga Raina sambil menggodanya.
Raina langsung mencubit perut Alex, dan matanya melotot karena dia tidak mau Alex melakukan seperti yang dia lihat di depan orang lain.
Alex menahan tawanya dengan tingkah laku Raina yang benar-benar ketakutan olehnya.
Alex meraih tangan Raina dan mereka melanjutkan menonton filmnya tanpa menghiraukan pemandangan yang begitu menggoda pandangan keduanya.
Alex tidak akan pernah melakukan hal yang seperti dia lihat di depan orang lain, karena dia begitu menghargai Raina sehingga dia tidak mungkin akan memperlakukan Raina seperti itu di tempat umum.
Setelah selesai menonton mereka pergi ke tempat permainan yang ada di mall tersebut, Raina sangat antusias dengan semua permainan yang ada di sana.
Alex hanya mengikuti kemana Raina pergi, karena jenis permainan yang Raina pilih hampir semuanya hanya permainan anak-anak sehingga Alex hanya menyaksikan saja tanpa ikut bermain.
Saat sedang asyik bermain Raina melihat Lia yang sedang berjalan ke arah tempat permainan juga, dan itu membuat mood Raina tiba-tiba berantakan, dia tidak mau bertemu dengan Lia di saat sedang kencan dengan Alex karena dia masih belum bisa menerima kalau Lia pernah menjadi pacar dari kekasihnya itu.
------------------------
***Terimakasih buat Reader Pacarku guru bahasa Inggris yang sudah setia menunggu setiap episodenya.
Jangan lupa untuk kasih jempol dan votenya ya,,
Author ucapkan terimakasih sekali bagi yang sudah like n ngasih votenya juga, bagi yang belum Author tunggu ya..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian biar Author semangat up nya..
Salam sayang buat kalian semua, semoga sehat selalu..***
__ADS_1