
Di kelas Raina ditegur lagi oleh pak Agus karena dia tidak mengumpulkan tugasnya. Raina merasa heran kenapa bisa-bisanya lupa tidak mengerjakan tugas, namun setelah di ingat-ingat dia merasa yakin kalau semua tugasnya sudah di serahkan.
Saat istirahat Raina tidak ikut bersama teman-temannya ke kantin, karena harus menyelesaikan tugas Ekonominya dari Pak Agus.
Di ruang guru Pak Agus komplain tentang kebiasaan Raina yang berubah 180 derajat.
"Raina tuh anak yang pandai dan rajin, tapi kenapa ya sekarang dia jadi lalai mengerjakan tugas, saya heran sama dia kok bisa-bisanya dia tidak mengerjakan tugas saya." Ucap Pak Agus.
"Kemarin juga pas belajar dengan saya, dia sama Pak tidak mengerjakan tugas yang saya berikan Pak, mana terlambat pula masuk ke kelasnya, dan alasannya bikin saya marah Pak, dia bilang bahwa dia bangun kesiangan karena dia hampir tidak tidur gara-gara chating-an sampai tengah malam." Sahut Lia.
Alex yang saat itu sedang memeriksa tugas yang diberikannya kemarin, setelah memeriksa semua tugasnya ternyata dia baru sadar bahwa Raina tidak mengerjakan tugasnya, Alex langsung memeriksa lagi satu persatu buku yang ada di mejanya, namun tetap buku Raina tidak ada. Alex heran kenapa Raina berubah.
Kenapa bikin masalah sih Rai ... chating sama siapa sampai-sampai kamu lupa waktu seperti itu. Batin Alex.
"Ya udah panggil saja anaknya ke BK, biar di kasih pengarahan, mungkin dia kangen sama BK, karena sekarang dia jarang bahkan tidak pernah berurusan lagi dengan BK." Sahut guru yang lainnya.
"Bagaimana menurut Pak Alex?" Pak Agus langsung bertanya pada Alex.
"Ikuti saja prosedurnya, semuanya sudah ada aturannya kan? meskipun saya dekat dengan Raina, tapi di sekolah saya tetap gurunya." Alex mencoba menahan amarahnya karena semua guru mulai menggunjingnya.
Yesss ... Berjalan sesuai rencana, good job Lia. Batin Lia.
Rika yang ada saat itu merasa ingin buka mulut, bahwa ternyata Raina pun tidak mengerjakan tugasnya juga, namun dia menahannya karena merasa berhutang budi pada Raina, kejadian yang waktu kemping Raina tidak memperpanjang masalahnya hingga dia masih tetap aman berada di sekolah.
__ADS_1
Aku tidak boleh mengatakan pada semuanya kalau Raina juga tidak mengerjakan tugasku, mungkin dia tidak mengerjakannya karena masih merasa kesal gara-gara ulah yang aku perbuat. Batin Rika.
Jam istirahat pun sudah berakhir, Raina baru saja menyelesaikan tugas ekonominya, dia beranjak untuk menyerahkan tugasnya pada Pak Agus, namun itu tidak bisa dia lakukan karena guru pelajaran lainnya sudah masuk ke kelas.
Raina tidak berani minta ijin untuk meyerahkan tugasnya, karena dia takut kalau meminta ijin untuk menyerahkan tugas pelajaran yang lain guru tersebut akan marah.
Raina menunggu sampai guru tersebut keluar, dan 2 jam pelajaran telah berlalu, Raina langsung ikut keluar saat guru di kelasnya keluar.
Raina berjalan sambil berlari kecil untuk menuju ke ruang guru, sesampainya di ruang guru Raina langsung menuju meja Pak Agus.
"Maaf pak, ini saya mau menyerahkan tugas saya." Raina menyimpan bukunya di atas meja Pak Agus.
"Rai ... Ternyata kamu tidak mengerjakan tugas bukan hanya di pelajaran saya saja ya, matematika juga, kenapa kamu melalaikan tugas yang telah diberikan?" Pak Agus menatap tajam pada Raina.
"Maaf pak, saya juga tidak tahu kenapa buku saya tidak ada, padahal saya sudah mengerjakannya dan mengumpulkan tugasnya." Sahut Raina.
"Tapi saya tidak berbohong Pak." Tegas Raina.
Saat Raina sedang ditegur oleh Pak Agus, Alex menyaksikannya secara langsung, dia merasa ada yang aneh dengan Raina dan di waktu yang bersamaan guru BK menghampiri Raina dan mengajaknya untuk ikut ke ruang BK.
Raina mengikuti langkah guru BK nya, dengan pikiran yang tidak fokus, Raina mulai mengingat-ingat kembali kenapa dia tidak mengerjakan tugasnya.
Di ruang guru Raina menjadi perbincangan hangat para guru-guru, mereka ada yang menyalahkan Alex karena telah mengganggu konsentrasi belajar Raina, mereka ada yang terang-terangan berkata : "Pak kalau chating-an sama Raina harus tahu waktu dong, dia kan masih pelajar jadi harus bisa membagi waktu antara pacaran dan juga belajar."
__ADS_1
"Bapak lagi harusnya Bapak bisa memotivasi Raina untuk lebih rajin belajar, bukan malah membuatnya malas, jangan mentang-mentang punya pacar guru di sekolah dia bertindak semaunya sendiri." Sahut yang lainnya.
Alex menanggapi semuanya hanya dengan senyum, dia berusaha menahan amarahnya karena mereka telah berani menegurnya dengan tanpa bukti.
Raina yang sedang di ruang BK dia terus bersikukuh bahwa dia merasa tidak pernah mengabaikan tugas yang telah diberikan semua guru padanya, namun semua itu tidak ada bukti yang menguatkannya karena jelas-jelas bukunya tidak ada.
Raina mendapat peringatan dari guru BK nya, kalau Raina tidak mengerjakan tugasnya lagi, maka orang tuanya akan dipanggil ke sekolah.
Di ruang guru saat semua guru bergosip ria, tak disadari ada kepala sekolah yang mendengarkan semua gosip itu, dengan mengirim pesan kepala sekolah memanggil Alex ke ruangannya.
Alex yang mendapat pesan dari atasannya dia langsung beranjak dari kursinya dan berjalan ke ruangan kepala sekolah.
Sebelum masuk dia mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian setelah dipersilakan masuk dia baru membuka pintunya.
Kepala Sekolah berbasa-basi terlebih dahulu dengan bertanya tentang kegiatan kemping yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu, kemudian setelah itu Kepala Sekolah langsung ke inti permasalahan yang sedang terjadi.
"Pak Alex ... Saya mohon maaf jika saya terlalu ikut campur urusan pribadi anda, saya tidak bisa mengabaikannya karena semua ini terjadi di lingkungan sekolah maka saya harap Pak Alex bisa memakluminya. Ucap Kepala Sekolah.
"Iya Pak silahkan, saya tidak keberatan kalau semua ini berkaitan dengan sekolah maka saya pun harus taat pada aturan sekolah." Tegas Alex
"Tadi saya tidak sengaja mendengar kegaduhan yang terjadi di ruang guru, saya tahu Bapak sedang dekat dengan salah satu siswi di sekolah, namun saya harap Bapak bisa profesional, harus bisa membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan." Tegas Kepala Sekolah.
"Saya sudah berusaha profesional pak, saya tidak pernah membawa urusan pribadi saya di sekolah, di sekolah saya menganggap Raina sama seperti murid-murid yang lainnya, saya tidak pernah membedakannya." jelas Alex.
__ADS_1
"Iya saya paham, tapi dengan adanya kejadian seperti ini, saya harap bapak bisa bertindak sesuai dengan aturan, jika di sekolah bapak mengingatkan semuanya dan jika di rumah bapak harus mengingatkannya bahwa tugasnya sekarang adalah sebagai pelajar tidak ada yang lebih penting dari pada itu, dan jangan membuang waktu hanya sekedar untuk memuaskan diri kalian saja, karena yang harus selalu di ingat bahwa Kekasih Bapak adalah seorang pelajar." Pungkas Kepala Sekolah.
Obrolan pun berlanjut dan berakhir sampai Kepala Sekolah mempersilakan Alex untuk melanjutkan mengajarnya.