
Raina langsung masuk ke dalam rumah, dia tidak menggubris perkataan suaminya untuk mengganti baju. Raina lebih memilih menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah dia membuka seragamnya.
Raina hanya mengenakan tank top dan hotpants ketika dia melepas seragamnya. pemandangan ini membuat Alex terus mengusap wajahnya kasar karena memang tergoda oleh tubuh istrinya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan begitu jelas.
"Rai ... cepetan ganti baju." dengan susah payah Alex meredam gejolak hasratnya saat ini.
"Pesan Gofood aja, aku lagi malas ke luar, kalau gak mau ... kakak masak aja sendiri. Aku mau tidur biar pikiran aku gak kebawa emosi." Raina malah menutupi dirinya dengan selimut.
"Kamu siang-siang gini tidur pakai selimut, nanti kegerahan." Alex menyibakkan selimut yang di pakai oleh Raina.
"Kamu iseng banget sih jadi orang ... yang kegerahan itu aku jadi suka-suka aku dong." Raina tidak menyadari kalau tindakannya itu justru membuat Alex makin susah untuk mengendalikan hasratnya.
"Rai ... please ... pakai bajumu. Aku gak mungkin melakukannya sekarang karena sebentar lagi aku harus keluar." Alex terus berusaha menahannya.
"Emangnya aku kenapa? kamu mau melakukan apa? KDRT?" Raina malah makin menjadi, dia beranjak dari tempat tidur dan malah mendekati suaminya yang tengah menahan sesuatu yang berontak di sana.
"Shit ... sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya lagi." Batin Alex sambil meraih pinggang Raina dan mulai menyerangnya dengan sentuhan-sentuhan lembutnya.
"Kak ... mau ngapain." Raina mencoba berontak karena serangan tiba-tiba dari suaminya.
"Salah kamu sendiri yang terus-menerus memancing singa aku untuk atraksi." Alex menjatuhkan Raina ke tempat tidur hingga Raina tidak bisa berontak karena tenaganya kalah kuat dengan tenaga suaminya.
Alex terus mencoba untuk segera menuntaskan hasratnya yang sudah menggebu, saat sedang asyik-asyiknya bermain di dalam kandang singa, tiba-tiba ponselnya berbunyi pertanda ada panggilan masuk.
Dengan saling bersahutan dengan suara-suara seksi yang dikeluarkan oleh Raina, Alex mencoba untuk menerima panggilan telepon masuknya dengan posisi masih tetap sama berada di kandang singa.
"Hallo ...." ucap Alex di seberang telepon dengan suara paraunya karena sedang menikmati indahnya atraksi singa.
"Gue udah berangkat, jangan sampai telat ya." Sahut Arman di seberang telepon.
Arman tidak sengaja mendengar suara seorang wanita yang sedang menikmati indahnya surga dunia dengan mengeluarkan suara desahan yang begitu jelas terdengar di balik telepon.
"Lex ... loe lagi ngapain?" ucap Arman spontan karena mendengar suara-suara aneh.
"Nanti gue hubungi lagi." Alex langsung memutus sambungan teleponnya.
"Gila ... pengantinan aja udah lama tapi sok-sokan masih jadi pengantin baru." Gerutu Arman yang menyadari sahabatnya sedang bergulat dengan istrinya.
Alex menyudahi permainannya setelah dirinya ambruk karena telah berhasil menyalurkan hasratnya yang begitu menggebu.
__ADS_1
"Cepetan mandi, Arman sudah menunggu." Alex membantu membangunkan tubuh Raina supaya beranjak dari tempat tidur.
"Emangnya kita mau kemana? aku masih lemes ... kamu sih mainnya kelamaan." Raina malah ingin berbaring lagi namun, Alex langsung menggendongnya ke kamar mandi.
"Kak turunin ... aku mau istirahat dulu." Ucapan Raina tak di hiraukan oleh Alex.
"Kamu tinggal duduk aja, aku yang akan mandiin kamu, Rai." Alex langsung melakukan apa yang dia ucapkan.
Sekitar 30 menit mereka mandi dan langsung berganti pakaian kemudian pergi ke tempat yang sudah di janjikan oleh Arman.
"Kak ... padahal pesen di Gofood aja, aku malas makan di luar." Raina menyandarkan punggungnya di jok kursi mobil.
"Arman udah nungguin kita hari ini." sahut Alex santai.
"Emang apa hubungannya dengan Pak Arman?" Raina antusias.
"Lihat saja nanti, kalau di kasih tahu sekarang gak bakalan seru." Alex sengaja memainkan teka teki.
Raina semakin dibuat penasaran namun, Alex tetap dengan pendiriannya, dia tidak memberikan bocoran apapun.
Sesampainya di tempat yang sudah di rencanakan, Raina terus berusaha membujuk suaminya agar memberitahunya namun, semua usaha Raina gagal total.
"Gak seru tahu main rahasia-rahasiaan kayak gini." Raina mendelik dan mengekor langkah suaminya dari belakang.
Arman yang sudah menunggu sejak dari tadi, dia sedikit agak kesal karena menunggu sepasang suami istri yang harus menuntaskan urusan mereka dulu.
"Ayu? kenapa bisa bareng Pak Arman lagi?" Tanya Raina dalam hati saat melihat Ayu yang sudah menunggunya bersama Arman.
"Kak kenapa ada Ayu?" Bisik Raina pada suaminya.
"Sebentar lagi akan ada jawabannya." Alex tersenyum dan Raina malah makin kesal karena Alex tidak mau membocorkan apapun juga.
"Sorry lama ...." ucap Alex saat langkahnya sudah sampai di meja Arman dan Arman hanya tersenyum.
"Ayu ... sama siapa?" Rasa penasaran Raina mengalahkan segalanya, sehingga dia langsung bertanya pada Ayu.
"Sama Kak Arman." Sahut Ayu singkat.
"Kak Arman?" Raina mengulang kalimat Ayu dan melirik ke arah Arman dan suaminya.
__ADS_1
"Udah duduk dulu." Alex menggeser kursi untuk Raina.
"Ini ada apa sih sebenarnya?" Raina masih saja kekeh karena rasa ingin tahunya semakin tinggi setelah Ayu memanggil Arman dengan sebutan tak biasa.
"Loe jelasin sekarang, istri gue udah gak sabar." Alex terkekeh.
"Raina ... boleh 'kan kalau saya pacaran sama Ayu?" ucapan Arman membuat Raina langsung membulatkan matanya.
"Pacaran? jadi ...." Raina menggantungkan kalimatnya sambil melirik ke arah Ayu.
"Kita sudah jadian seminggu yang lalu." sahut Ayu malu-malu.
"What? seminggu? lalu pacar kamu dikemanain?" Raina dengan spontan bertanya hal-hal konyol pada temannya.
"Pacar? Kamu punya pacar Yu?" Arman balik bertanya pada Ayu.
"Mantan Kak." Sahut Ayu cepat.
"Rai ngapain juga sih nanya mantan gue." Gerutu Ayu dalam hati sambil memberi isyarat Raina untuk diam.
"Rasain ... makanya jangan suka bikin aku penasaran." Raina seakan tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Ayu, dia tertawa karena melihat Ayu yang tersipu malu.
Mereka tertawa dan saling berbincang-bincang satu sama lainnya. Raina tidak menyangka kalau Ayu akhirnya kencan sama gurunya juga.
"Sepertinya kita akan segera menghadiri acara pesta pernikahan Yu." ucap Arman pada Ayu.
"Pernikahan siapa?" sahut Ayu polos.
"Orang yang ada di hadapan kita." Arman nyengir.
"Kapan Rai? kok gak ngabarin aku?" sambung Ayu.
"Siapa yang mau ngadain pesta? kita gak pernah buat planning." Raina melirik ke arah suaminya.
"Tunggu saja, nanti kita kabari." sahut Alex pada Ayu.
"Emangnya Kakak udah nyiapin? kenapa aku gak diajak?" Raina langsung melotot ke arah suaminya.
"Kalau kamu gak diajak, nanti yang nemenin aku di pelaminan siapa?" Alex terkekeh.
__ADS_1
"Ish ... aku pikir ...." ucapan Raina langsung di potong oleh suaminya.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh. Pokoknya nanti setelah kelulusan kita rancang acaranya." Pungkas Alex.