
Seminggu sudah UAS berakhir dan sekarang adalah waktunya untuk pembagian raport hasil belajar semua murid selama satu semester.
Setelah menerima raport Raina langsung pulang dengan Alex karena hari ini mereka akan terbang ke kota X untuk honeymoon.
"Kak ... semuanya sudah siapkan?" Tanya Raina yang melihat Alex tampak kebingungan
"Udah ... Ayo!" Alex menarik koper keluar dari rumahnya karena taksi online yang dipesan sudah menunggu di luar.
Raina dan Alex sekarang sudah berada di perjalanan menuju bandara. Raina terus menerus bergelayut manja pada suaminya.
"Kak ... kita langsung ke hotel apa ke rumah bunda dulu?" Raina memainkan jari Alex.
"Mending ke rumah bunda dulu, besoknya ke rumah ibumu, biar tenang." Ucap Alex sambil mengecup pucuk kepala Raina.
Mereka melakukan perjalanan ini dengan sangat bahagia. Alex yang sudah tidak sabar ingin segera mempunyai dede bayi dia berencana tidak akan melepaskan Raina setelah mereka berada di hotel nanti.
Dua hari ini kita bisa melepaskan rindu bersama orang tua, dan selanjutnya aku kan melepaskan rindu dengan istriku. Gumam Alex dalam hati.
-----
Di tempat lain Nina sudah menyiapkan makanan kesukaan Alex dan Raina. Dia sengaja tidak masuk kantor karena akan menyambut kedatangan Alex untuk pertama kalinya di rumahnya sendiri.
Alex dan Raina sekarang sudah tiba di kota X, mereka langsung dijemput oleh sopir suruhan Andi.
"Assalamu'alaikum ..." Ucap Alex dan Raina berbarengan.
"Waalaikumsalam ... Bunda kangen sama kalian." Nina memeluk Alex dan Raina bergantian.
Mereka bercengkrama di ruang keluarga sebelum mereka makan.
"Ayo ... kita makan dulu." Nina menarik tangan Raina dan Alex.
"Wah ... masakan Bunda memang makin enak." Ucap Raina disela-sela makannya.
"Pantas saja masakan Kak Alex enak, turun dari Bunda keterampilannya." Raina tersenyum.
"Makanya kamu juga harus belajar." Ucap Alex menanggapi.
"Iya ... Kan tiap hari aku belajar." Sahut Raina.
"Kamu udah bisa masak apa Rai?" Sambung Nina.
"Aku udah bisa bikin ayam goreng sama bumbu yang udah jadi. Tinggal dituangin bumbunya kemudian di masak sebentar lalu digoreng. Jadi deh." Raina bangga.
Alex dan Nina tersenyum melihat Raina yang bangga karena telah bisa bikin ayam goreng.
"Kamu hebat Rai ... yang rajin ya ..." Nina memberi semangat.
"Pasti Bun ... Biar jago kayak Bunda." Raina tersenyum bahagia. Begitu juga dengan Alex dan Nina.
"Bun kita istirahat dulu ya ..." Pamit Alex dan Raina.
"Iya ... Selamat malam sayang." Nina memeluk Raina dan Alex.
"Kak ... badan aku pegel semuanya. Tolong pijitin ya ...?" Pinta Raina pada suaminya.
__ADS_1
"Sini Kakak pijitin." Alex langsung menghampiri Raina yang tengah berbaring.
"Rai ... badan kamu makin berisi ya." Alex terus memijat tubuh Raina.
"Masa ... aku gendutan?" Raina langsung bangun.
"Pantas saja ya kalau aku bercermin aku lihat dada aku jadi agak gedean." Raina menyentuh dadanya.
"Coba Kakak ukur." Alex langsung meremasnya.
"Kakak ..." Raina terkejut dengan serangan Alex.
"Modus ya ..." Raina mendelik.
"Kamu sih yang mulai ..." Ucap Alex.
"Udah ah ... aku capek, gak bakalan kuat Kak." Raina kembali merebahkan badannya.
"Iya ... Kakak juga sama." Alex langsung merebahkan tubuhnya sambil memeluk Raina.
Karena lelah mereka akhirnya tertidur dengan sangat lelap.
Pagi hari Alex dan Raina bangun dengan badan dan wajah yang segar. Mereka langsung turun ke bawah untuk sarapan.
Setelah sarapan Alex melihat ke pekarangan rumah ibunya yang dulu pernah ditunjukkan Raina saat video call.
"Ternyata Bunda masih merawat tanaman dengan baik." Ucap Alex yang melihat ibunya sedang merawat tanaman.
"Iya Lex ... Taman ini sudah menjadi bagian dari hidup Bunda." Sahut Nina.
Alex, Raina dan Nina menghabiskan waktu mereka bersama, hingga saat waktu sudah menjelang sore, Alex dan Raina pamit untuk mengunjungi orang tua Raina.
"Iya Bun, kami akan usahakan." Ucap Alex sambil berpamitan.
Alex dan Raina tiba di kediaman Hasan saat hari mendekati magrib. Maria langsung menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan sangat bahagia.
"Apa kabarnya kalian?" Sapa Maria dan Hasan.
"Kita baik bu." Ucap Alex dan Raina.
"Bagaimana Raina Lex? apa dia menyusahkan mu?" Maria mencubit hidung mancung Raina.
"Enggak Bu. Enggak sedikit." Alex terkekeh.
"Apaan sih Kak ... fitnah itu bu." Raina merajuk.
Alex, Maria dan Hasan tertawa bersama melihat Raina yang seperti itu.
"Kamu anak baik Sayang." Hasan memeluk Raina.
"Hanya ayah yang selalu ngerti aku." Raina mendelik melihat suaminya.
"Aku ke kamar dulu ya Yah." Ucap Raina sambil menarik tangan Alex.
"Nanti kamu turun ya... kita makan malam bersama." Ucap Maria sambil beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Kak ... aku tuh masih belum percaya kalau kita sudah menikah." Raina menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.
"Gak percaya gimana?" Alex menyusul Raina ke atas tempat tidur.
"Liburan kemarin untuk pertama kalinya aku tidur di sini sendirian. Sekarang yang ke dua kalinya udah ada yang nemenin aku tidur di sini." Raina langsung memeluk Alex.
"Nanti yang ketiga kalinya akan ada dede bayi di sini." Alex mengelus perut rata Raina sambil mencium bibir Raina.
"Udah Kak ... Nanti ibu masuk." Raina melepaskan ciumannya sebelum berubah menjadi ciuman panas.
Alex memeluk tubuh Raina sambil terus membayangkan jika pulang dari honeymoon nya nanti Alex akan mendapatkan kabar baik dari Raina.
Alex memang sengaja tidak menggunakan pengaman saat berhubungan dengan Raina. Karena dia merasa hidupnya akan lengkap jika di tengah kehidupannya hadir sang buah hati hasil dari buah cinta mereka.
"Kak ... aku mau kuliah ngambil kedokteran, boleh gak?" Raina memainkan jarinya di punggung Alex.
"Terserah kamu saja, yang penting kamu bahagia." Alex makin mengeratkan pelukannya.
"Tapi aku bingung ... kalau ngambil kedokteran nanti waktu aku untuk keluarga akan sedikit." Raina mendongakkan kepalanya.
"Selain kedokteran kamu mau ngambil jurusan apa lagi?" Alex menatap tajam manik mata Raina.
"Aku pengen jadi guru kayak suami aku." Raina memeluk Alex lagi.
"Kamu ingin jadi guru? guru apa?" Sahut Alex.
"Guru bercinta Kamu." Raina tertawa berhasil mengerjai suaminya.
"Kamu ya ..." Alex menggelitik tubuh Raina hingga suara Raina terdengar keluar kamar.
Maria yang mendengar Raina tertawa kegelian. Dia langsung masuk ke kamar Raina tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
"Ya Tuhan ... Maaf ... ibu lupa kalau Raina sudah punya suami." Maria melihat anak dan menantunya sedang bermain di atas kasur dengan Alex yang sedang menindih tubuh Raina.
"Ibu ..." Raina dan Alex langsung duduk dan merapikan pakaian mereka.
"Udah lanjutkan saja ... " Maria keluar dari kamar sambil terkekeh melihat kelakuan anak dan menantunya seperti orang yang terciduk oleh satpol PP.
"Tuh kan aku bilang juga apa. Ibu suka main nyelonong masuk ke kamar. Untung saja cuma ciuman, gak kebayangkan kalau kita lagi hot-hot nya." Raina terkekeh melihat ekspresi suaminya.
"Kamu sih ... udah tahu ibu seperti itu kenapa gak dikunci pintunya." Alex membuang napasnya kasar.
Aduh nanti aku harus gimana ya... malu ... Gumam Alex dalam hati
--------
Hallo Reader semuanya ...
Author minta dukungan di karya yang ke dua ya ...
"JODOH MENTARI"
Jangan lupa untuk like n kasih komentarnya juga ya ...
semoga berkenan, ditunggu ya jejaknya...
__ADS_1
semoga sehat dan jangan lupa bahagia.
Terima kasih....