Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Kebetulan


__ADS_3

Raina langsung keluar namun Shabi mengikutinya, karena takut ketahuan Shabi, Raina pun akhirnya duduk lagi di pelataran kelas lain.


"Kenapa kamu malah duduk, bukannya mau pulang." Shabi pun mulai mendekati Raina.


"Aku lupa ada jemputan, jadi aku nunggu di sini." Raina mulai mengalihkan perhatian Shabi.


Shabiiii cepetan pergi. Batin Raina berteriak, Raina mulai gelisah karena sudah cukup lama membuat Alex nunggu.


"Kamu sendiri kenapa belum pulang?" Raina mulai jengkel dengan Shabi.


"Anu... e...e.. itu... aaakuuu mau nungguin kamu, biar ada teman ngobrol." Shabi terlihat kikuk.


"Makasih ya,, tapi aku rasa itu gak perlu, kamu pulang aja, sebentar lagi jemputan aku datang." Raina mencoba meyakinkan Shabi sambil dia pun berdiri.


drrttt... drrrttt... drtttt... panggilan masuk


Pak Alex calling...


A**duh kayanya ini telpon dari kak Alex, gimana ya aku jawabnya. Raina terlihat gelisah dan panggilan pun berakhir


"Aku duluan ya." Raina mencoba memberanikan diri menuju gerbang belakang dan langsung pergi meninggalkan Shabi sambil berlari.


Shabi pun hanya diam mematung melihat Raina pergi.


Raina berlari menuju gerbang belakang sambil melirik ke kiri dan ke kanan, namun karena takut membuat Alex tidak enak akhirnya Raina tidak memperdulikan keadaan lagi.


Bi**arin aja orang ngeliatin aku kaya gini, yang penting aku harus cepat-cepat pergi. Raina berlari sambil ngos-ngosan sampai ke mobil Alex.


"Ayo cepat pergi Kak." Raina membuka pintu mobil dan langsung duduk.


"Kamu kenapa?" Alex bingung.


"Gak ada apa-apa, ayo buruan." Raina menggoyang-goyang tangan Alex supaya langsung melajukan kendaraannya


dengan wajah bingung Alex pun mulai melajukan kendaraannya.

__ADS_1


"Aman." Raina menghembuskan napas sambil memegang dadanya.


"Sebenarnya kamu kenapa Rai." Alex mulai bertanya lagi.


"Tadi waktu aku mau pulang, ehh ada si Shabi yang ngajak aku ngobrol, udah aku suruh pulang juga, ehhh malah ngeyel itu anak." Raina yang dengan polosnya menjelaskan alasannya kenapa dia berlari dan menyuruh Alex segera melajukan kendaraan.


Alex hanya menanggapi Raina dengan senyum namun dalam hatinya dia mulai was-was dengan Shabi karena dia melihat dengan jelas tatapan Shabi pada Raina waktu mereka tadi di kelas, ditambah dengan penuturan Raina barusan, namun Alex mencoba untuk mengabaikannya karena menurutnya ini semua wajar karena Shabi teman Raina.


Alex langsung mengantarkan Raina pulang, karena di rumah masih ada orang tuanya, jadi kalau sampai pulang telat Alex merasa tidak enak, maka meskipun Alex masih ingin dekat dengan Raina namun dia mencoba untuk mengendalikan perasaannya.


"Masuk dulu?" Raina membuka seatbelt nya dan langsung menghadap ke Alex.


"Kakak langsung jalan ya, kan masih ada ibu di rumah." Alex mencoba menolak ajakan Raina dengan lembut.


"Aku lupa, ya udah aku masuk dulu, hati-hati ya." Raina sambil mencium punggung tangan Alex dan keluar dari mobil.


Raina tidak langsung masuk ke rumah, setelah melihat Alex pergi baru di masuk ke rumah.


Raina masuk ke rumah, lalu dia langsung menuju ruang makan, disana sudah tersedia makanan masakan bi Asih yang setiap hari melayani Raina, tanpa menunggu disuruh pun Raina langsung melahapnya.


Raina masuk ke kamar, kemudian dia mengganti seragam dengan pakaian santainya, dia hanya duduk saja sambil membuka sosial medianya.


A**pa aku main aja ya ke rumah Ayu? kayaknya ide bagus biar ga bosen di rumah. Sambil keluar Raina pamit sama bi Asih.


Raina akan naik motor menuju rumah Ayu, karena dia yakin kalau sudah main ke rumah Ayu pasti pulangnya akan malam, karena mereka akan asyik ngobrol, dan gampang pulangnya karena bawa kendaraan sendiri.


Saat Raina keluar ternyata di luar gerimis, Raina pun mengurungkan niatnya untuk memakai motor saat hujan seperti ini, meskipun di rumahnya ada mobil, namun Raina belum lancar untuk mengemudikan mobil, sehingga dia belum berani memakainya, dan kalau ke sekolah dia lebih suka naik angkot atau taksi online.


Raina memesan taksi online untuk ke rumah Ayu, setelah menunggu beberapa menit akhirnya taksi online pun datang, Raina langsung masuk dan menyuruh sopirnya untuk melajukan kendaraannya.


Dalam perjalanan, tidak banyak yang dipikirkan oleh Raina, dia hanya menikmati masa remajanya dengan caranya sendiri, setiap bosan dia selalu main ke rumah Ayu, begitupun sebaliknya, Ayu sering main bahkan menginap di rumah Raina.


Taksi pun sampai di alamat yang dituju, Raina mengucapkan terimakasih sambil membuka pintu taksi dan keluar.


*ting... tong.. ting.. tong Raina memencet bel

__ADS_1


"Eh Raina, ayo masuk." ibu Ayu yang membuka pintu.


"Ayu nya ada tante?" Raina mencium punggung tangan ibu Ayu.


"Baru saja pergi Nak, katanya ada urusan dan pulangnya nanti malam." Ibu Ayu tersenyum sambil menunjuk ke luar.


"Kalau gitu aku hubungi Ayu aja Tante, permisi." Raina mengeluarkan ponsel sambil pamit pulang.


Raina kemudian berjalan ke depan untuk mencari angkot atau taksi yang lewat.


M**endingan main ke mall aja kali ya, sambil lihat-lihat barang, kali aja ada yang aku suka. Raina pun menyetop angkot yang lewat


Raina tiba di mall, dia berjalan sendiri sambil melihat-lihat berbagai jenis barang.


B**rukkk.. seseorang menabrak Raina.


"Raina, lagi ngapain? kamu sama siapa?" Shabi menabrak Raina


"Aku sendiri, lagi cuci mata aja biar gak suntuk di rumah terus." Raina sambil memegang lengan yang di tabrak oleh Shabi.


"Maaf ya ... tadi aku lagi lihat ponsel jadi gak lihat ada orang." Shabi sambil memegang lengan Raina.


"Aku gak apa-apa kok." dengan spontan Raina mengibaskan tangan Shabi.


"Maaf." Shabi terlihat kikuk.


"Iya ga apa-apa." Raina tersenyum.


"Kita nongkrong yu Rai?" Shabi mengajak Raina dengan perasaan yang tak biasa.


"Yuk." Raina menerima ajakan Shabi karena menurutnya ini hal wajar karena mereka berteman, Raina tidak punya pemikiran apapun pada Shabi, karena selama ini mereka berteman baik meskipun Shabi agak kaku kalau bergaul.


Mereka kemudian berjalan mencari tempat tongkrongan yang tepat, hingga tepat di suatu tempat makan di mall mereka duduk dan memesan makanan.


Makanan pun tiba, sambil ngobrol mereka mencicipi makanannya, mereka membicarakan seputar sekolah dan teman-temannya, hingga di saat ada obrolan yang menarik pun mereka tertawa bareng.

__ADS_1


Di tempat lain, Alex yang melihat isi kulkasnya sudah hampir tidak ada stok makanan, dia pun pergi berbelanja ke supermarket di mall, namun sebelum ke supermarket dia berencana untuk membeli sesuatu buat hadiah ulang tahun, karena beberapa hari lagi Raina ulang tahun.


Alex pun mulai melihat-lihat berbagai jenis barang yang pantas untuk dijadikan hadiah ulang tahun Raina, hingga tepat di suatu tempat Alex melihat Raina dari kejauhan sedang bersama Shabi.


__ADS_2