Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Marah yang berujung Romantis


__ADS_3

Alex menarik Raina supaya lebih dekat lagi dengannya, Alex menatap Raina dengan penuh arti, dia memeluk Raina dengan penuh kasih sayang dan tidak mengeluarkan sepatah katapun juga.


Alex melepaskan pelukannya dia menggenggam tangan Raina dan mulai menjelaskan semuanya pada Raina.


"Rai.. kakak harap kamu bisa mengerti dengan apa yang akan kakak jelaskan." Alex menarik napas dalam.


" Dia adalah masa lalu bagi kakak, semua ini terjadi begitu tiba-tiba, saat kakak menjemput mu di Bandara, kakak pernah sekilas melihat dia ada di Bandara, namun kakak tidak menyangka bahwa dia benar benar ada di kota ini, hingga saat upacara bendera kakak baru yakin bahwa yang kakak lihat di Bandara waktu itu adalah orang yang sama dengan yang ada di sekolah sedang mengikuti upacara, dan yang lebih meyakinkan lagi saat dia diperkenalkan di depan semua orang, kamu tahu Rai.. perasaan kakak saat itu menjadi kacau, kakak tidak mau kamu berpikiran buruk tentang kakak." Alex


"Lalu kenapa kakak tidak pernah menceritakannya padaku dan kenapa juga aku harus tahu dengan cara seperti itu." Raina mengubah posisi duduknya.


"Kakak berencana untuk memberitahumu, tapi kakak belum menemukan waktu yang tepat, hingga tadi kamu mengetahui semua ini dengan cara yang tidak di sangka-sangka." Alex.


"Alasannya pasti sama, menunggu waktu yang tepat, lalu kapan waktu itu datang hah? setelah semua orang tahu baru itu waktu yang tepat ! semua yang terjadi pada kita semuanya aku tahu karena tidak sengaja." Raina mulai menaikkan nada bicaranya.


" Maafkan kakak ya Rai.. kakak memang sengaja mengulur waktu biar semuanya pasti dulu." Alex pasrah.


"Menunggu pasti? sudah jelaskan waktu upacara pun semuanya sudah pasti, tapi memang kamunya aja yang tidak niat untuk terbuka sama aku." Raina menaikkan nada bicaranya.


" Waktu itu kakak terlalu takut untuk menceritakan nya padamu. " Alex.


" Takut... ohhh... kamu lebih takut aku tahu darimu langsung dari pada aku tahu dari orang lain, begitu? tega kamu kak." Raina marah.


"Bukan gitu Rai.. kakak khawatir kamu tidak akan menerima kenyataan ini." Alex.


" Lalu apa sekarang menurutmu aku bisa menerimanya?" Raina semakin emosi.


"Raii.. kakak janji tidak akan menutupinya lagi." Alex putus asa.

__ADS_1


"Lalu kenapa dia datang ke sini? aku ingin tahu semuanya." Raina.


" Dulu kita satu SMA bahkan ketika kuliah kami masuk ke universitas yang sama, benih cinta itu datang ketika kita sering mengerjakan tugas bersama, berawal dari sahabat hingga akhirnya kita menjalin cinta, aku dan dia menjalin hubungan selama 6 tahun, selama itu kami menjalani hubungan yang harmonis, kami jarang berselisih paham ataupun yang lainnya, kami saling percaya satu sama lain, kita merencanakan hubungan yang lebih serius saat kami beres kuliah, namun saat aku sedang mempersiapkan lamaran, tiba-tiba aku dapat kabar bahwa dia akan menikah, ya dia menikah dengan kekasihnya yang lain, hati aku hancur bukan hanya karena dia akan menikah namun hatiku lebih hancur menerima kenyataan bahwa selama kami menjalin kasih dia juga menjalin hubungan dengan laki-laki yang dia jadikan suaminya, aku mencoba meminta penjelasan padanya, namun dengan tanpa rasa bersalah dia mengatakan bahwa dia lebih mencintai laki-laki itu dan akan hidup bersamanya, setelah itu kakak memutuskan untuk pindah ke kota ini, setelah kakak berpisah dengannya, kakak tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun, hingga akhirnya kakak bertemu dengan mu dan pintu hati kakak mulai menerima cinta yang lain yaitu kamu Rai. " Alex menjelaskan semuanya dengan tidak ada yang terlewat.


Raina hanya diam mendengar cerita dari Alex, dia berusaha untuk memahami, namun hatinya kenapa tidak bisa menerima kalau Alex mencintai wanita lain selain dirinya meskipun itu sudah menjadi masa lalu.


"Rai percayalah, kakak tidak akan pernah tergoda lagi olehnya, hati kakak sudah tertutup rapat untuk wanita lain selain dirimu, dengan alasan apapun dia membenarkan dirinya, tetap semua itu tidak akan menggoyahkan perasaan kakak." Alex meraih tangan Raina dan menciumnya.


"Kenapa dia bercerai?" Raina mulai membuka lagi suara.


" Kakak tidak pernah ingin tahu urusan dia, yang jelas, alasan apapun itu sudah bukan urusan kakak lagi." Alex.


"Seandainya dia tidak menyerah bagaimana?" Raina.


" Biarkan saja yang jelas kamu harus percaya sama kakak, dan kakak tidak akan pernah memberi kesempatan apapun pada dia." Alex.


"Benarkah?" Raina menatap Alex.


"Tapi aku tidak yakin kak?" Raina melepas pelukan Alex.


"Kenapa?" Alex bingung.


" Karena setiap kali aku merasa nyaman, pasti ada saja yang mengusik kenyamanan aku." Raina.


" Rai.. kakak akan membuktikan bahwa kakak benar-benar hanya milikmu, kakak akan pergi menemui orang tuamu, dan akan melamarmu." Alex.


"Kakak.. aku masih SMA, mana bisa seperti itu?" Raina mulai stabil emosinya.

__ADS_1


" Pasti bisa, kita tunangan dulu, kemudian setelah kamu selesai ujian nanti, kita menikah." Alex meyakinkan Raina.


Mendengar ungkapan Alex barusan, Raina langsung menundukkan kepalanya, wajahnya merah merona mendengar ucapan Alex.


"Rai.. kakak hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, kakak tidak ingin kita berpisah, kakak harap kamu bisa menerima kakak." Alex.


"kita jalani saja dulu, jangan terburu-buru, kalau memang kita berjodoh pasti semua rintangan akan bisa terlewati." Raina tersenyum.


Alex senang mendengar ucapan Raina, melihat ekspresi wajah Raina yang mulai tersenyum Alex merasa bahwa Raina bisa memahami semua kejadian ini.


Alex memeluk Raina kembali, dia begitu nyaman berada dekat Raina perlahan dia melepaskan pelukannya dan membelai wajah cantik Raina, dia meraih dagu Raina dan bibirnya mendarat di bibir mungil Raina, dengan sentuhan lembut bibirnya, membuat mereka larut dalam ciuman yang penuh dengan gairah, ciuman yang membuat dua sejoli ini melupakan masalah yang baru saja dilewati oleh mereka berdua.


Alex melepaskan ciumannya, dia memeluk Raina erat dan Raina pun demikian.


setelah adegan marah kemudian ciuman, membuat energi mereka terkuras habis, hingga mereka kelaparan.


Karena sekarang akhir pekan, jadi Raina bisa leluasa untuk pulang terlambat karena besok tidak sekolah.


Alex mengajak Raina untuk memasak, namun karena Raina yang belum bisa masak apa-apa akhirnya dia hanya duduk manis dan paling sesekali membantu Alex serta menggodanya.


Saat Alex sedang fokus memasak, Raina menggodanya dengan memeluknya dari belakang, alhasil karena Alex yang tergoda oleh Raina dia langsung membalikkan badannya dan kembali menggoda Raina, bahkan tidak tanggung-tanggung Alex menggendong Raina dan mencumbunya di atas meja.


Acara masakpun akhirnya selesai, meskipun ada beberapa masakan yang gosong karena ulah mereka namun semua masakan malam ini habis tak bersisa dimakan oleh mereka berdua.


Alex mengantarkan Raina pulang karena waktu sudah menunjukkan jam 9 malam


"Rai coba saja kalau kita sudah menikah, kakak tidak perlu repot-repot anterin kamu pulang, kita bisa menghabiskan waktu seperti tadi setiap hari." Alex menyetir dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


" Sabar kak, tunggu aku lulus dulu ya, baru kita nikah." Raina.


Mereka hanya tersenyum dan saling menatap satu sama lainnya, hingga akhirnya mobil sampai di depan rumah Raina, dan Alex kembali ke rumahnya.


__ADS_2