Pacarku Guru Bahasa Inggris

Pacarku Guru Bahasa Inggris
Membuang kenangan lama


__ADS_3

"Iya Maaf ... Kakak udah bikin kamu kesel." Alex tersenyum pada Raina.


Setelah itu tidak ada lagi percakapan antara mereka hingga mereka sampai di kediaman Raina.


"Kalian sudah pulang?" Sapa Hasan ketika melihat Alex dan Raina masuk ke rumah.


"Iya Om, maaf kita keluarnya terlalu lama." Alex merasa tidak enak karena mereka berangkat dari pagi dan pulang sore hari.


"Om maklum ... Wanita tuh semuanya sama, kalau sudah belanja mereka suka lupa waktu." Hasan terkekeh sambil mempersilakan Alex duduk.


"Bukan lupa waktu Yah, wanita itu manusia perfect yang tidak mau kecewa dengan barang yang mereka beli, makanya butuh waktu lama untuk menentukan pilihannya." Raina kembali melirik Alex yang dianggap telah memancing ayahnya untuk membela dirinya dengan mengatakan hal tadi.


"Iya ... iya ... udah sekarang kamu suruh bi Asih buat bikinin minum buat kita." Suruh Hasan pada Raina, dan Raina pun langsung ke dapur mencari bi Asih.


"Maaf ya ... Raina memang seperti itu, dia terlalu manja ... Tapi sebenarnya dia anak yang mandiri dan sekarang malah om melihat dia sudah mulai bijak dan sedikit dewasa, kamu harus sabar ya menghadapi Raina yang seperti itu." Hasan kembali memulai percakapannya dengan Alex.


"Iya Om, saya akan berusaha." Jawab Alex.


"Kapan kamu ngasih kabar ke ayah mu? gak mungkin lewat telepon kan? Tanya Hasan kembali.


"Rencananya besok pagi Om, tadi pagi saya udah ngasih kabar ke ayah kalau besok saya akan menemuinya." Jelas Alex.


"Syukurlah kalau semuanya sudah kamu atur." Pungkas Hasan berbarengan dengan Raina yang membawa nampan berisi minuman.


"Bi Asihnya mana Rai? Kok malah kamu yang bawain?" Tanya Hasan pada Raina.


"Bi Asihnya lagi tanggung di belakang." Sahut Raina.


"Wahhh ... anak Ayah baik sekali, anggap saja ini latihan buat melayani suamimu nanti." Hasan tersenyum begitu juga dengan Alex, dia tersenyum manis pada Raina.


Setelah minum minuman yang dibuat oleh Raina, Alex pamit pulang karena harus ada yang di selesaikan dan seperti biasa Raina mengantarkan Alex ke depan.


"Rai ... Besok Kakak akan pergi nemuin ayah, Kamu hati-hati ya saat berangkat dan pulang sekolah, karena Kakak kemungkinan dua hari gak bisa nemenin kamu." Alex menatap Raina.


"Iya ... Kakak juga hati-hati." Raina kembali menatap Alex.


"Maaf ya ... Kakak udah bikin kamu kesel." Alex meraih tangan Raina.

__ADS_1


" Iya ... Gak usah di bahas lagi." Raina kembali diingatkan pada rasa kesalnya pada Alex.


"Kakak pulang dulu, nanti Kakak hubungi kamu lagi." Alex berjalan menuju mobil dan melaju ke arah kediamannya.


Raina beranjak pergi setelah mobil Alex sudah hilang dari hadapannya. Dia masuk ke kamar kemudian membersihkan dirinya yang lengket dengan keringat karena seharian berada di luar.


Setelah selesai dia mengganti pakaiannya dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Baru juga matanya mau terlelap terdengar suara ketukan pintu kamarnya.


Ceklek Maria membuka pintu kamar Raina


"Rai ... sebentar lagi magrib kamu malah tiduran, nanti ketiduran loh." Maria mendekati Raina dan duduk di tepi tempat tidurnya.


"Aku cuma rebahan aja Bu, kaki aku pegal hampir seharian aku keliling-keliling di pusat perbelanjaan." Raina sambil memijat-mijat kakinya.


"Tadi kamu kenapa? Jangan keseringan marah sama hal yang sepele, kalau masih bisa dibicarakan baik-baik ya ... bicarakan, ibu gak suka kalau kamu seperti tadi" Maria bicara lembut sama Raina.


"Iya ... aku minta maaf." Raina menunduk karena dirinya merasa bersalah.


"Ibu senang kamu menyadari kesalahan mu." Maria memeluk Raina.


Ke esokan paginya Alex berangkat ke tempat Ayahnya tinggal, sebelum berangkat dia tidak lupa memberi kabar dulu sama Raina, karena menurutnya jika tidak memberi kabar nantinya akan membuat Raina marah lagi karena merasa tidak diperhatikan.


Punya calon istri yang jauh lebih muda itu harus ekstra sabar, lebih baik cari aman saja dari pada nambah masalah. Batin Alex.


Beberapa jam kemudian Alex sudah sampai dikediaman Ayahnya dengan disambut oleh Nisa ibu sambungnya.


"Nak, kamu sudah sampai ... Ibu rindu sekali sama kamu." Nisa memeluk erat Alex.


"Aku juga sama bu." Alex melepaskan pelukannya dan Nisa membawa Alex duduk untuk beristirahat terlebih dulu sambil menunggu suaminya pulang kerja.


"Ibu udah siapin makanan kesukaan kamu, tunggu sebentar ya." Nisa beranjak pergi ke dapur dengan membawa nampan yang berisi minuman dan cake brownies kesukaan Alex.


"Wah ... Ibu memang paling tahu sama makanan kesukaan aku." Alex langsung mengambil cake brownies dan mencicipinya.


"Kamu istirahat di kamar aja, ayah mungkin pulang agak sore, meski kamar mu tidak ada penghuninya, namun ibu selalu membersihkannya setiap hari, hehe ...." Nisa menampilkan senyuman bercampur kegundahan di dalam hatinya.


Alex pun langsung masuk ke kamarnya dan dia tertegun saat melihat keadaan kamarnya.

__ADS_1


Ternyata semuanya masih berada pada tempatnya, ibu tidak pernah merubah letak barang-barang aku. Batin Alex.


Ada rasa sesak yang Alex rasakan saat kembali lagi ke kamarnya. Rasa dimana dia tengah terpuruk saat Lia mengkhianatinya.


Ingatannya kembali lagi pada enam tahun yang lalu, saat perasaannya hancur hingga dia tidak pernah keluar dari kamar berhari-hari karena meratapi perasaannya.


Dengan cepat Alex beranjak dari kamarnya, dan dia meminta asisten rumah tangga ayahnya untuk membereskan semua barang-barang yang ada di kamarnya.


Aku harus membuang semuanya, kenangan itu harus aku hapus dari ingatan ku, sekarang aku sudah menemukan kebahagiaan bersama Raina aku tidak ingin luka lama itu hadir lagi dan mengusik kebahagiaan aku nanti. Alex.


"Nak, kamu lagi apa?" Nisa masuk ke kamar Alex karena mendengar ada suara gaduh di kamar Alex.


"Maaf Bu, Barang-barang ini mau aku masukin ke gudang karena udah lama gak ke pake, aku akan menggantinya dengan yang baru, biar nanti ketika aku datang lagi ke rumah ini suasananya lebih menyenangkan." Jawab Alex.


Nisa hanya tersenyum melihat yang Alex lakukan, dan tak lama dia mendengar suara suaminya telah pulang.


"Ayah udah pulang?" Nisa menghampiri suaminya dan membawa tas kerja suaminya.


"Alex sudah datang Bu? Tanya Sardi pada Nisa.


"Dia lagi membereskan kamarnya." Jawab Nisa.


"Membereskan?" Sardi Mengerutkan keningnya.


"Ayo, Lihat saja ke kamarnya langsung." Nisa mendahului suaminya menuju ke kamar Alex.


"Lex ... Apa yang kamu lakukan? baru datang udah capek-capek-an lagi?" Sardi mengedarkan pandangannya saat telah sampai di kamar Alex.


"Eh Ayah udah pulang." Alex menghampiri Ayahnya dan memeluk ayahnya.


"Alex hanya ingin mengganti suasana kamar saja Yah, ini semua kan udah lama jadi udah waktunya diganti dengan yang baru." Jelas Alex.


Akhirnya Sardi pun ikut membantu Alex yang merapikan kembali kamarnya.


Makan malam telah di sajikan oleh Nisa, Sardi dan Alex sudah berada di meja makan untuk menikmati makan malam bersama.


Setelah makan malam selesai mereka duduk di ruang keluarga untuk bercengkrama sebelum Alex mengatakan maksud dan tujuannya datang menemui ayah dan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2